Monday, May 25, 2020

Ramadan dan Lebaran dalam new normal

Assalamualaikum,

Hai kalian apa kabar ? Saya doakan selalu dalam lindungan Allah, selalu diberi sehat dan hati yang tenang. Karena kita tahu, membuat hati tenang di era saat ini cukup sulit (yang bagi beberapa orang itu tuh, yang masih ngantri di mol dan pasar, masih sholat ied berjubelan di lapangan bukan sesuatu yang PENTING dipikirkan)

Saya dan kalian mungkin berapa persen orang yang masih peduli untuk selalu tetap di rumah, beli apapun dari rumah, ibadah juga di rumah, jika tidak memungkinkan dan harus, ya baru keluar rumah. Tapi mungkin bagi mereka semuanya tidak memungkinkan, semua hal primer buat mereka, bukan hal sekunder atau tersier, bukan ngejudge, cuma mencoba berpikir dari jalan pikiran mereka. Egois iya, tapi mungkin tidak teredukasi juga, nggak mau lihat berita lagi, karena nanti mereka jadi stress, tapi nggak lihat berita sama aja nggak peduli sekitar, ah entahlah. 

Masalahnya selama ini keluarga saya tidak sempurna juga psbb-nya. Walaupun saya, anak saya selalu di rumah saja. Lah suami tiap hari kerja, dan bagi yang kenal saya, suami saya yang wartawan itu tahu dong kegiatannya bagaimana ? 
Orang tua yang rumahnya masih saya tinggali juga nggak kalah "sibuk" kemarin, masih sempat aja gitu beli-beli makanan buat lebaran ke luar rumah. Masih sempet cari-cari baju buat lebaran, ya Allah, dunanges saya tuuh ... 

Tapi saya mencoba berserah bukan terserah saja, bismillah semoga seluruh orang di dunia dilembutkan hatinya, mengikuti aturan yang diberikan. Bukan egois dan pesimis, tapi jadi altruis dan optimis.

Mungkin Ramadan dan Idulfitri tahun ini adalah momen yang memang diberikan Allah untuk kita belajar meredam egoisme kita secara utuh. Tidak hanya berpikir materi saja tapi juga membersihkan diri kita, secara fisik maupun mental (hati kita). 
Photo by Polina Zimmerman from Pexels
Kembali lagi, new normal tidak hanya untuk Ramadan dan Lebaran saja, new normal juga untuk hidup kita ke depannya. Lebih sering membersihkan diri, berpikir untuk orang lain, lebih banyak memberi dibanding menerima, lebih hemat, lebih berpikir hidup kita tidak bisa selalu bahagia terus, pasti ada momen sedihnya, jadi perlu ada rencana-rencana jangka panjang yang harus dipikirkan. Betul atau betul ? 

Semoga normal kita yang baru membuat kita jadi pribadi yang positif dan bahagia ya. Semoga tahun depan Ramadan dan Lebarannya akan aman dan nyaman untuk semuanya, walaupun pasti ada sesuatu yang berubah, itu pasti, karena memang normalnya tidak kembali normal seperti sedia kala. 

Anyway, selamat lebaran #dirumahaja ya teman-teman ... bismillah akan ada jalan :)   

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...