Saturday, June 22, 2019

Mari menulis, menulis saja, yang penting menulis : Tentang Liam di usia yang hampir 6 tahun

Assalamualaikum,

Disclaimer : ini postingan curhat, tapi bukan ngiklan, jadi kalau nggak suka curhatan lewatin aja sih, hehehe

MasyaAllah, memang kebanyakan media sosial membuat saya sering lupa posting di sini, padahal kan di sini bisa jadi ladang rejeki juga ya, hehehe, ya siapa tau masih ada gitu yang mau ajak-ajak saya jalan-jalan gratis atau sekedar diendorse produk baru, aktif woooy!!

Anyway, kemarin akhirnya Liam lulus TK A.
Alhamdulillah ya, dari anaknya membaca masih susah sampai sekarang bisa membaca dengan lancar tapi terbata-bata, ya belum lancar lah sis masih TK ini, hehehe, but Alhamdulillah tentunyaa...

Namun sebenarnya saya agak kepikiran beberapa waktu ini, anak saya kok mulai sering tantrum lagi ya, padahal usianya sudah mau 6 tahun Agustus ini. Lalu gara-gara ini saya googling dong, hmm, apa salah dan dosaku ya google!! Eh Ya Allah ...  ya well, googling bisa menyelesaikan masalah dengan masalah tapi juga bikin tambah stress, hahaha.

Karena mostly artikel menunjukkan bahwa "Salah pola asuh" menjadi yang bahasan paling umum. Lalu kemudian, oh ya ? Apakah aku salah mengasuh anakku? Apakah aku memanjakannya? apakah aku terlalu keras padanya ? Apakah aku tidak sabar dengannya ? dan apakah apakah lainnya yang membuat saya stress tingkat 12 gedung stikom. Namun yang membuat saya takut, apakah sebenarnya anak saya merefleksikan diri saya ? jeng jeeeeng .... karena kadang dia bersikap seperti saya, duh!

Dan setelah saya berpikir secara mendalam sedalam lautan jawa., saya jadi memilah-milah kemungkinan-kemungkinan yang selama ini terjadi pada saya dan anak saya, seperti mungkin perhatian saya berkurang ya selama ini, dia lebih sering main dengan temannya daripada saya, bonding saya dan dia sepertinya mulai berkurang. Ya memang sudah waktunya dia bermain dengan teman sebayanya, tapi saya lupa kalau harusnya ada waktu dimana orang tuanya punya waktu untuk bermain dan belajar bersama. Saya juga mulai jarang membacakannya buku cerita, saya sudah sangat jarang membuatkan permainan untuknya, saya terlalu sering membelikan hal-hal yang kurang penting padanya, seperti snack-snack kurang sehat, terlalu sering menjanjikan hal-hal yang belum bisa dia dapatkan juga. Hmm, yaaa ... sepertinya ketemu nih jawabannya, ya emang salah gue kali ya, huhuhu 

Semoga saya bisa segera memperbaikinya agar tidak berkepanjangan, plus juga berharap saya makin sabaarr ... sabar subur cyiiin .... inget ya buuuk ... 

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum, 

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...