Thursday, March 14, 2019

The Great 50 Show by Oriental Circus Indonesia, pertunjukan yang harus kamu saksikan!

Assalamualaikum, 

Perpaduan antara kekuatan, keseimbangan, ketepatan rencana dan keajaiban. Hal itu yang saya pikirkan saat menyaksikan secara langsung sirkus The Great 50 show oleh Oriental Circus Indoneia yang digelar oleh Ananta Harsa Group (AHG) kemarin malam. Oriental Circus Indonesia (OCI) merupakan satu-satunya sirkus asli indonesia yang sudah bertahan selama lebih dari 50 tahun. 
Pose pegangan sama Ring Master
Tenda sirkus klasik, berasa banget aura sirkusnya :)

Diprakarsai dari tahun 1967 oleh Hadi Manangsang, dulunya beliau adalah pemain akrobat di pinggiran kota Jakarta yang kemudian mengajarkan ketiga anaknya untuk memiliki keahlian yang serupa, hingga akhirnya dengan ketekunan dan usaha terus menerus, sirkus "mungil" di pinggir jalan itu bisa berkembang dengan luar biasa hingga dapat bekerja sama dengan sirkus internasional, seperti sekarang. Motto mereka adalah "The show must go on", sehingga ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, atraksi mereka tetap harus dilakukan dengan senyum yang merekah.


Grand opening pertunjukan The Great 50 show, semalam (tanggal 13 Maret 2019) diawali oleh kemunculan Ring Master, pria bertopi tingggi dengan baju sirkus merah (yang mungkin pernah kalian lihat di film The Greatman Show, Hugh Jackman itu loh) dan memperkenalkan beberapa pemain akrobat, lalu acarapun dimulai. 
Josh Kunze sebagai Ring Master yang bahasa Indonesianya lancar banget :D
Konsep dalam pertunjukan sirkus ini mengusung kisah perjalanan seorang anak laki-laki muda bernama Noah yang bercita-cita membuat sebuah kelompok sirkus sendiri, lebih seperti menceritakan tentang tokoh Hadi Manangsang yang saya ceritakan di awal, sampai ia memiliki pergulatan batin dan akhirnya harus menerima keadaan dan berkata "The Show Must go on". 

Dibagi menjadi 2 babak dalam pertunjukan selama 2 jam ini (saya nggak mau membagikan spoiler ah, kalian harus saksikan sendiri seru dan bikin deg-deg'annya atraksi mereka)

Salah satu atraksi akrobat
Permainan laseeer, kereeen .... harus lihat!

Oh ya, jika ada yang tanya, apakah ada hewan di dalam sirkus ini? Jawabannya tidak ada. OCI mengusung konsep baru #sirkustanpahewan, karena banyak sekali berita yang mengatakan jika hewan-hewan sirkus pasti hidupnya sangat menyakitkan, selain juga karena harus hidup bukan di habitat aslinya. Salut untuk OCI yang mengusung konsep tersebut. Sayang foto-foto "hewan"nya blur semua, jadi tidak saya share, jadi mereka mengganti hewan yang biasanya digunakan untuk atraksi, dengan manusia yang menggunakan beberapa properti. 
 
Bertempat di Parkir Utara Lenmarc Mall Surabaya (seberang Lenmarc Mall), pertunjukan berlangsung Selasa-Minggu, dengan jadwal sebagai berikut :

Selasa-Kamis, jam 19.00 WIB
Jum'at, jam 16.00 dan 19.00 WIB
Sabtu-Minggu, jam 10.00, 16.00 dan 19.00 WIB


Tiket pertunjukan dijual dari harga Rp. 100.000 hingga Rp. 375.000 yang bisa dibeli di www.thegreat50show.com dan Traveloka.  

Masih akan buka sampai tanggal 21 April 2019, masih lama ya, people, jadi jangan sampai kelewatan. Kalau lapar, jangan khawatir, Eat and Eat menyediakan booth makanan dan minuman di tenda depan, dan bagi anak-anak juga disediakan playground mungil beserta badut yang memberikan balon yang dibentuk secara gratis, plus juga ada face dan body painting free untuk anak-anak atau orang dewasa. 

Ada souvenirnya nggak ? Oh, tentu saja ada, dari tas, mug sampai kaos dijual di dekat pintu masuk tenda depan.


Booth makanan dari Eat and Eat
Face and body painting for free
Playground, Liam sibuk mewarnai gambar Boboy sampai selesai

Kalau mau tau serunya pertunjukan ini, harus lihat sendiri langsung ke acara ini ya, people. Pokoknya Spektakuler dan kamu bakalan rugi banget kalau nggak datang. So, don't miss it!

I think that's all, thank you 
  
Wassalamualaikum,

Thursday, March 7, 2019

Itinerary liburan Malang-Batu, 3 hari 2 malam versi The Masrums

Assalamualaikum, 

Horeee, alhamdulillah dikasih kesempatan liburan. Ke Malang aja sih, jadi wacana mulu dari dulu, padahal ya nggak jauh-jauh amat ya dari Surabaya, bagi beberapa orang yang punya privilege waktu dan transportasi kayaknya gampang-gampang aja ya kesana, bagi kami wacananya bisa lamaaa banget. Alhamdulillah pertengahan Februari lalu kejadian juga, hehehe 

Anyway, kami memilih  hari kerja untuk berlibur karena kami tahu, tiap weekend Malang dan Batu itu astaghfirullah macetnya. Karena kami merasa Liam masih TK kan ya, masih boleh lah bolos sehari dua hari, hehehe (jangan ditiru). 

Postingan ini bakal membahas jadwal kami saat ada disana, siapa tau bisa jadi opsi teman-teman yang ingin berlibur di Malang dan Batu selama 3 hari dan 2 malam. Postingan ini panjaaaang yaa, jadi sabar saja bacanya, hehehe

Transportasi ke Malang

Suami saya itu paling anti naik mobil jauh-jauh, secara emang kemana-mana naik motor ya (dan punya mobil pun mobil ortu, jadi nggak maksa deh pakai mobil kemana-mana), jadi akhirnya kami berkeputusan untuk naik kereta saja ke Malang. Plus ke Malang naik kereta itu nggak capek, karena kalau ke Malang sekarang relatif lama, bisa sampai 2-3 jam (kalau weekend bahkan bisa sampai 4-5 jam) kalau naik kereta hanya 2 jam saja.

Ada beberapa pilihan untuk ke Malang dari Surabaya. Bisa menggunakan kereta Mutiara Selatan Bisnis-Eksekutif (dari arah Bandung dan pemberhentian terakhir di Malang) atau bisa menggunakan kereta Penataran Ekonomi (Surabaya-Blitar). Karena kami anti ribet, daripada harus ke stasiun ngantri untuk beli tiket, ya sudah beli lah kami tiket online, jadi pakai Mutiara Selatan, hehehe. Tiket Mutiara Selatan di hari itu (Selasa) 45ribu rupiah untuk bisnis dan 60rb rupiah untuk eksekutif, kami memilih bisnis saja, dekat ini. Kalau pakai penataran lebih murah lagi, 20rb, tapi ya gitu harus ke stasiun untuk beli tiketnya. Kami berangkat jam 7.29 pagi, sampai disana jam 9.30, 2 jam 1 menit, hehehe. 

Transportasi di Malang

Jadi, ke Malang gimana kalau nggak bawa kendaraan sendiri ? Saya dan suami juga anti ribet masalah ini, sama seperti kalau ke Jogja, kami sewa motor. Dari stasiun kami naik taxi online ke hotel, nginep dimana ? Cek bahasan selanjutnya ya, hehehe. 

Sewa motor di Malang ini harganya mirip-mirip lah di berbagai kota wisata lain. Antara 75ribu sampai 100ribu per hari, tergantung motor yang dipilih. Kami memilih motor Vario 150 cc saat itu, tangguh untuk naik-naik ke puncak gunung, hahaha (padahal gak ke gunung juga sih), sewa motor itu dibandrol 90ribu per hari. Kami sewa 3 hari, jadi 270ribu+ojek pengantar (15ribu) = 285ribu. DM aja kalau mau tau dimana, syaratnya cuma nitipin kartu-kartu penting seperti ktp, kartu asuransi atau kartu keluarga.

Hotel di Malang

Pilihan hotel di Malang itu bejibun guys, mau yang ada kolam renangnya, kamar gede atau kamar kecil, fasilitas gym, makan pagi dsb banyaaak. Kami kalau liburan wajib ingsun ada kolam renang di hotel tersebut, supaya si anak kicik ini bisa berenang. Kami memilih hotel yang cukup dekat dengan tengah kota kemarin. Namanya Gets hotel, ngiklan yowesben, hehehe. Ratenya bintang 3, kami memilih kamar deluxe (tanpa sarapan), karena kami berpikir ya di Malang kan banyak tempat makan yang enak, walaupun akhirnya nggak banyak tempat juga yang benar-benar menarik hati kami, tapi lumayan mengurangi budget sih, budgetnya bisa setengah dari makan pagi kalau nggak pakai sarapan di hotel. Kamarnya gede 30m2 (deluxe), ada kulkasnya, air dingin/panas, ada teko air panas dan dapat sandal hotel (yaiyalah). Sayangnya pilihan channel tv-nya sedikit, dan gambarnya nggak bening, huhuhu. 



Spot hari pertama

Sampai di hotel sekitar jam 10.05 pagi, kami kira akan nitip tas dulu, eh ternyata sudah boleh check in, privilege yang liburan di hari kerja, hotelnya agak sepi guys, hehehe. Check in, leyeh-leyeh bentar, nunggu kiriman sewaan motor, jam 11 lebih cuss berangkat. Tujuan pertama kami ke Kampung Warna Warni Jodipan. Penasaran dari dulu gara-gara banyak teman yang yang foto-foto disana yang saya lihat via instagram. 
Jalan-jalan kesini mending pake sepatu kets/sneaker guys, biar nggak capek :D
Huwih cukup melelahkan kalau jalan-jalan ke sini, karena jalannya tangga dimana-mana. Tapi yang saya suka, disana itu kampungnya bersih banget. Di setiap sudut kampung ada tempat sampahnya, dan colorful, sungguh instagramable. Sebenarnya ada spot menarik juga di atas sungai, yaitu jembatan kaca untuk spot foto. Tapi sayang Liam emoh naik karena takut dan ndredeg, dia sampai ngotot maunya pulang ke hotel aja karena merasa nggak seru. Tapi setelah turun dari jembatan, jam sudah menunjukkan jam 12, ada mushola dekat situ, saya sholat, Bapaknya akhirnya iming-imingi Liam dengan permen lolipop, hehehe. Akhirnya dia tenang dan mau foto-foto lagi. 
Masuk Kampung Jodipan 2000 rupiah saja teman-teman, 3x2000=6000 rupiah.

Jam 1 siang kami beranjak dari kampung tersebut untuk makan siang, pilihan saya, saya tujukan ke Museum Inggil Malang, Museum yang sekaligus restoran masakan Jawa. Kami pikir spotnya menarik, tapi ternyata sungup, guys, maksudnya karena disana itu bangunan lama, plus barang-barang yang didisplay juga lama, dan mostly tidak terawat (ada yang berdebu dan bersarang laba-laba), jadinya kami merasa agak menyesal ke sana. 

Makanannya cukup enak sih, tapi kami merasa ingin segera keluar aja dari museum/restoran ini, don't know why, mungkin banyak penunggu bendanya kali, hehehe. Plus ada kejadian nggak menyenangkan, secara anak seumur Liam kalau nganggur kan ngider ya, eh dia nggak sengaja pegang-pegang kabel guys, njerit keras banget, ternyata dia kesetrum, aaaccckkk .... ya masa bisa nyalahin anak umur segitu coba, gitu waitress minta maafnya setengah-setengah aja, bilang kalau listriknya sudah nggak ada kok itu, lah sungguh pengen kesuruh dia pegang kabel lampu itu, nggak sopan! Hati-hati aja kalau kesana bawa anak kecil ya ...

Jam 3 kami balik ke hotel, Liam berenang! yaaay, saya leyeh-leyeh di kamar sambil posting-posting foto, hehehe. Sorenya kami berangkat jalan-jalan lagi. 

Sekitar jam setengah 6 kami berangkat untuk makan sore, karena penasaran sama Bakso President (iya tiap tahun padahal ke Malang untuk Lebaran tapi nggak pernah sama sekali ke sini), kami pergi lah kesana. Bakso Malang dengan sensasi tempatnya pas di pinggir rel kereta api. 

Menurut saya, hmm.... overrated, hehehe. Masih ada bakso yang lebih enak daripada tempat ini, sungguh ini soal selera. B aja sih rasanya, tapi pricely. Makan bertiga 85 ribu rupiah. 

Setelah ke Bakso President, kami melanjutkan perjalanan ke Malang Night Paradise. Agak jauh dari tengah kota, perjalanannya sekitar 25 menit ke arah Surabaya, letaknya sama dengan Hawaian Waterpark (siang bukanya), isinya taman lampu, hehehe. Plus kalau nggak sempat ke Dino Park, disini ada wahana Jurrasic Park mini-nya. Karena musim hujan, kami kesana gerimis-gerimisan loh, hehehehe, tapi untungnya gerimis cuma bentar, Alhamdulillah tidak sampai hujan deras. Cukup seru sih, spot fotonya juga menarik. Tapi karena hari kerja, jadi beberapa spotnya agak sepi pengunjung, jadi kesannya creepy, kami bahkan naik Carousel cuma bertiga, hehehe. 
HTMnya 50000 per orang (tidak terusan, kalau terusan 85ribu)
Lampu lampu dimana-mana lampu
Selesai darisana, sekitar jam setengah 9 malam kami pulang ke hotel. 

Rangkuman itinerary liburan ke Malang untuk hari pertama ialah sebagai berikut:


  • Pukul 07.30  Berangkat dari Stasiun Wonokromo (naik Mutiara Selatan)
  • Pukul 09.30  Sampai di Stasiun Malang 
  • Pukul 09.45  Naik Taxi Online ke Hotel 
  • Pukul 10.05  Sampai di Hotel, check in
  • Pukul 11.15  Berangkat ke Kampung Warna Warni Jodipan
  • Pukul 13.00  Ke Museum Inggil Resto, ke Museum sekaligus makan siang
  • Pukul 14.30  Balik ke Hotel, istirahat, Liam berenang
  • Pukul 17.30  Makan di Bakso President
  • Pukul 18.30  Berangkat ke Malang Night Paradise
  • Pukul 21.00  Kembali ke Hotel


Spot hari kedua

Setelah bangun pagi, sholat dan kriyep-kriyep, hehehe, akhirnya kami merencanakan untuk pergi kemana hari itu. 

Seperti yang saya bahas sebelumnya, kalau kami menginap di hotel tanpa fasilitas sarapan, jadi pagi-pagi kami cari sarapan dulu di luar hotel. Sekitar jam 7 pagi, kami memutuskan untuk pergi sarapan bubur di Bubur Ayam Agus, hanya 10 menit dari hotel. Bayangan saya pertama adalah tempat makan pinggir jalan begitu, ternyata itu ruko, teman-teman. 

Rasanya tidak mengecewakan kalau saya bilang, dari bubur dan mie ayamnya, otentik chinesse food begitu. 

Makan disitu habis 75ribu rupiah untuk 3 orang (masih lebih worth it daripada makan Bakso yang sebelumnya) hehehe

Balik ke hotel, sekitar jam 8.30, mandi siap-siap, jam 10 kami berangkat ke Batu untuk datang ke Jatim Park 3, tujuan awalnya sih hanya Dino Park. Tapi karena hujan! Iya hujan deras ... akhirnya kami juga masuk ke Fun Tech, sembari menunggu hujan reda untuk bisa masuk lagi ke Dino Park, tapi sangat worth it!

Masuk ke Dino Park aslinya 70ribu di hari kerja, tapi saya mencari diskonan via Traveloka. Eh kok ya Alhamdulillah malah dapat promo Valentine (bukan berarti merayakan loh ya, tapi kan ya lumayan dapat diskon, hahaha) Jadinya kami hanya membayar 61ribu rupiah saja per orang, lumayaan ... dengan fasilitas yang cukup banyak di Dino Park, sangat worth it! Kami masuk sekitar jam 11 siang, langsung menuju wahana Jelajah 5 zaman, lumayan cepat sih ngantrinya (karena katanya kalau weekend bisa mengular sampai beberapa ratus meter, serem)

Tapi itu tadi, karena di luar hujan deras akhirnya kami diminta untuk keluar dulu dari Dino Park, sembari menunggu hujan mereda. 

Kami memutuskan untuk masuk Fun Tech yang letaknya di atas pintu masuk Dino Park lebih dahulu, masuknya 30000 di hari kerja (weekend 40ribu rupiah), seru! Banyak sekali permainan-permainan yang berhubungan dengan teknologi. Cocok banget untuk anak-anak dan keluarga.

Setelah hujan reda, karena itu sudah siang, kami keluar dari Fun tech berencana untuk masuk ke Dino Park, tapi suami memutuskan untuk makan siang dulu. Kami makan siang di Kedai Tong Tjie, yang ada di Hall JTP 3, sebenarnya rasanya sama saja seperti yang di Surabaya, tapi karena udaranya sejuk (setelah hujan), jadi makannya berasa enak banget, hahaha, kami pesan nasi goreng dan ayam geprek. 

Jam 13.30 kami masuk lagi ke Dino Park, langsung ke wahana Jelajah 5 zaman, nggak pakai ngantri, langsung cuss masuk ke wahana. Dan ternyata teman-teman, wahana yang katanya biasanya ngantrinya beratus meter itu, cuma 12 menitan perjalanannya, hahaha. Cegek saya!

Tapi wahana di dalam Dino Park seru-seru kok, dan semuanya cocok untuk anak dan keluarga. Pasarnya sepertinya memang bukan untuk remaja, tapi jelas-jelas untuk keluarga yang memiliki anak kecil, jadi sangat tepat kami datang ke sana. Karena tempatnya luas, dan itu sudah agak sore, takut Liam capek, kami menyewa E-bike, yang dibandrol 100ribu per 3 jam. Tapi worth it kok guys, cocok buat orang berumur (kayak saya, eh)

Wahananya antara lain Jelajah 5 Zaman; Dino Action, Naga Cloning (yang agak bikin deg-degan); Istana Boneka, Family Fun Rides (semacam istana boneka di Dufan, cuma tokohnya dino chibi2 gitu); Ice Age, The Rimba, dll, seru lah pokoknya, puas datang ke sini :D

Kami pulang sekitar pukul 16.30, sore banget ya, hehehe. Balik ke hotel jalanan lumayan macet, mungkin karena jam pulang kantor

Setelah sholat Maghrib, kami pergi untuk makan di kedai burger yang jadi idola beberapa teman medsos saya. Burger Shot! Katanya sih rasanya lebih enak dibanding di Surabaya (tapi Surabaya aja saya belum pernah beli, hehehe) Disana saya memang sekalian janjian sama teman blogger lama saya, Nora, waah senangnya ketemu Ummanya Uwais. Cerita ngalor ngidul tanpa sadar Liam sudah mengantuk sekali, akhirnya ia mengantar saya sekitar pukul 20.30 ke hotel (suami nyusul naik motor, hihihi)

Jam 21.00, Nora pulang setelah berpamitan. Setelah itu kami istirahat deh.

Rangkuman itinerary liburan ke Malang untuk hari kedua ialah sebagai berikut:
  • Pukul 07.00  Makan di Bubur Ayam Agus
  • Pukul 10.15  Berangkat ke Jawa timur Park 3 
  • Pukul 10.45  Sampai di JTP 3, menuju loket tukar tiket Dino Park (sudah beli via Traveloka), hujan, masuk ke Fun Tech makan di Tong Tjie, masuk lagi ke Dino Park
  • Pukul 16.30  Pulang ke hotel
  • Pukul 18.30  Makan di Burger Shot
  • Pukul 20.00  Balik ke hotel, ngobrol bentar sama tante Nora
  • Pukul 21.00  Istirahat

Spot hari ke tiga dan pulang

Huhuhu, sudah hari ketiga aja, rasanya kurang banget deh liburannya (duh Ibuk, bersyukur dong xD) Seperti pagi sebelumnya, kami cari sarapan di luar hotel dulu.

Sesuai saran tante Nora, akhirnya kami menuju ke Warung Kiroman, sebuah warung rawon rumahan yang sudah lama banget ada di Malang. Letaknya dekat dengan Alun-alun kota Malang. Otentik banget tempatnya. Porsinya bejibun! Aduh sayang saya nggak paham berapa harga masing-masing makanannya, yang saya tau, semuanya habis sekitar 80ribuan, agak mahal sih, tapi melihat porsinya yang buanyak banget, ya worth it lah. 

Balik ke hotel untuk packing sekalian check out, saya ngabari suami kalau kita keretanya baru jam 16.30, hihihi, lama banget yaaa .... akhirnya kami mikir mau kemana nih sekalian nunggu waktu. 

Saya sebenarnya ingin pergi ke Selecta, tapi lihat gps ternyata jauh banget di atas. Akhirnya kami pergi ke Sengkaling saja, yang letaknya setengah dari jarak ke Selecta. 

Sengkaling sebenarnya wisata yang lama sekali ada di perbatasan Batu dan Malang, jadi wahananya juga jadul-jadul, kalau di hari kerja seperti kemarin itu, makin creepy, hahaha. Tapi untuk mengisi waktu nggak apa lah.

Eh karena disana dasarnya adalah wisata air, jadi banyak kolam renangnya, nah karena banyak kolam renangnya, pengen renang lah Liam, eaaa Pe-er buat Ibu ini, karena kami nggak bawa baju renang ke sana. Akhirnya putar otak deh, beli baju daleman dan baju baru buat Liam, dan Liam berenang nggak proper pakai baju daleman aja, hahaha, untung bukan kolam renang yang modern ya xD

Masuk ke Sengkaling 30ribu per orang (weekend maupun weekdays), di tempat kolam renang Liam yang ada prosotan dan ember yang bisa jebar jebur otomatis harus bayar lagi, 13 ribu per orang, sebenarnya ada tiket terusan 60ribu per orang, sudah bisa semuanya, tapi kan kami tidak berencana lama-lama disana, ya udah deh nambah 26 ribu, hanya saya dan Liam saja yang masuk. 

Alhamdulillah anaknya seru-seru aja, nggak terlalu kedinginan.

Jam 13.30 siang kami selesai main ke Sengkaling, mau balik ke hotel masih lama, ya sudah akhirnya makan dulu, sesuai dengan saran tante Nora, kami pergi ke Mie Bromo Pojok dekat stasiun Malang. Kuliner yang satu ini bagi saya kurang worth it sih, tapi untungnya Liam habis makannya, mungkin karena faktor dia barusan berenang ya, hehehe

Setelah dari Mie Bromo Pojok, beli oleh-oleh di toko Anugerah depan stasiun Malang, karena dekat sih, tapi belum balik ke hotel untuk ambil barang.

Baru sekitar pukul 14.45 balik ke hotel.

Nunggu orang persewaan motor datang, lalu pesan taxi online menuju stasiun Malang sekitar jam 16.00, untung deket, bisa ada waktu 15 menit untuk check in tiket, hehehe.

Jam 16.30 berangkat dari Malang dan sampai di Surabaya 18.30

Rangkuman itinerary liburan ke Malang untuk hari ketiga ialah sebagai berikut:
  • Pukul 07.00  Makan di Warung Kiroman
  • Pukul 10.30  Berangkat ke Sengkaling  
  • Pukul 13.00  Ishoma, turun ke Malang
  • Pukul 13.30  Makan di Mie Bromo Pojok
  • Pukul 14.30  Beli oleh-oleh di toko Anugerah depan stasiun, lalu balik ke hotel
  • Pukul 16.00   Berangkat dari hotel ke statiun
  • Pukul 16.30  Berangkat dari Stasiun Malang  
  • Pukul 18.30  Sampai di Surabaya
  
Alhamdulillah liburan yang menyenangkan, semoga ke depan bisa diagendakan lagi, dimudahkan rejekinya, waktu dan biayanya aamiiin :D Semoga masing-masing ceritanya bisa saya ceritakan di postingan lain, semogaa, hahaha

Kalian pernah liburan di hari kerja ? hihihihi

NB : suka bingung sekarang kalau posting perjalanan begini, ingin masukin foto banyak, tapi males ngedit watermarknya, hehehe ... jadi seadanya aja deh, foto-foto lain bisa lihat di postingan lain (atau lewat instagram) :D

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum, 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...