Wednesday, February 6, 2019

Happy 24th birthday to me ... tapi bo'ong

Photo by Lidya Nada on Unsplash
Assalamualaikum, 

Ya anggap saja angka cuma angka, yang penting kedewasaan yang utama, eciyeeh bahasanya ...

Semakin berkurang usia saya, semakin mikir saya sudah ngapain aja ya selama ini, kok kayaknya banyak waktu dihabiskan dengan percuma, padahal bisa melakukan hal-hal yang lebih positif untuk masa depan, untuk perkembangan karir, untuk perkembangan diri. Tapi di lain pihak, banyak, sangaaaat banyak hal yang layak disyukuri, keluarga kecil bahagia, anak yang pintar (versi ibunya ya, hehehe), pekerjaan yang memudahkan, bisa melakukan ini itu dengan Alhamdulillah mudah. 

Tapi kadang Ibu satu ini mikir, ini kira-kira kalau di zona nyaman begini terus bisa tetep stay in the track sampai berapa tahun ya ? Saat dihadapkan dengan masalah-masalah yang lebih pelik, apakah mungkin bisa menghadapi ? Lalu, kalau mikir hal-hal seperti itu, kemudian ingat Allah, Allah pasti akan kasih jalan, Allah pasti akan membantu lewat orang-orang atau kejadian yang memudahkan, InsyaAllah ... 

Jadi intinya postingan ini kontemplasi diri aja, aduh tinggi lagi bahasanya, hahaha, bismillah dimudahkan segala urusan, dan saat usia saya semakin berkurang lagi, saya bisa lebih memanfaatkan diri dan orang-orang di sekitar saya, aamiin

Happy birthday, Fenty :*

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Thursday, January 31, 2019

Am I good teacher ?

Assalamualaikum,
Photo by Ryan Pouncy on Unsplash
Kadang pertanyaan itu terbersit di otak saya ketika memikirkan mahasiswa-mahasiswa saya, saat UTS dan UAS khususnya, dimana ujian yang mereka kerjakan kadang-kadang tidak sesuai harapan saya. Kadang juga saat mahasiswa masuk ke tugas akhir, dimana bimbingan tidak berjalan dengan lancar, hmm... saya agak merasa gagal.

Apa iya saya menjelaskan kurang jelas ? Apa iya saya kurang membuka diri agar mahasiswa lebih sering berkonsultasi ataupun bertanya pada saya ? Apa iya saya ini nggak kompeten menjadi pengajar ? Dan apa iya apa iya lainnya, yang membuat diri saya kadang inferior. 

Walaupun menjadi pengajar itu memang cukup menyenangkan sih setelah dijalani bertahun-tahun ini, ya awal-awal kuliah pasti deg-degan melihat crowd mahasiswanya bagaimana, namun setelah pertemuan-pertemuan berikutnya semakin menenangkan saya. Tapi ini kan bukan masalah menyenangkan atau tidak, ini masalah apakah saya punya kompetensi untuk jadi dosen yang baik (dan benar) 

Ah ya saya cuma sedang sedih saja beberapa mahasiswa bimbingan saya tidak terlalu baik proses tugas akhirnya, ada yang dilepas ada juga yang salah terus judulnya. Di sisi lain, ada juga mahasiswa yang pintar, tapi sering sekali cuek terhadap tugas-tugas yang harusnya ia kerjakan, alasannya karena bekerja. 

Tapi hidup ini memang nggak bisa ideal terus, nggak bisa sesuai keinginan kita terus, tetap kok masih banyak yang harus disyukuri, bahwa saya bisa menemukan mahasiswa-mahasiswa lain yang mau belajar, mau berkembang dan bisa bertukar pikiran dengan saya (dengan baik). 

Semoga semua urusan kita dimudahkan dan semoga saya semakin baik menjadi seorang pengajar :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Monday, January 28, 2019

Kecanduan game = nggak produktif

Assalamualaikum,

Saya ini sebenarnya doyan main game, ya walaupun bukan game strategi atau perang-perangan, atau tembak-tembakan ala DOTA (jadul referensinya). Game yang saya suka ya standar untuk perempuan lah, game puzzle, time management, dan game receh lainnya, hehehe.
Photo by Daria Nepriakhina on Unsplash
Masalahnya game itu dimana-mana kalau sudah kecanduan susah lepasnya. Saya pribadi, bisa jadi bikin saya sama sekali nggak produktif. Dimana beberapa bulan ini harusnya saya bisa menyelesaikan tugas-tugas yang menumpuk. Saya malah tiba-tiba install game di ponsel dan kemudian terus-terusan memainkannya pagi, siang, malam. Sungguh nggak sehat! 

Jadi misalkan sudah jam 7 malam, anak saya sudah minta bobok, saya akan ada di sebelahnya buka ponsel dan memainkan game yang saya install tersebut. Anak saya sudah tidur saya masih sibuk main game, sampai nggak sadar sudah jam 10 malam, dan saya mulai mengantuk. Padahal harusnya saya keluar jam 8, buka laptop, ngerjain tugas dan menyelesaikan tugas saya tersebut. Tapi tidak saya lakukan hanya gara-gara saya "capek" main game, hadeeeuh receh banget hidup guweeh ... xD

Jadi saat saya sober (duh bahasanya), disaat saya sadar maksudnya, di detik itu pula akhirnya saya uninstall game tersebut. Dengan harapan, saya bisa menyelesaikan tugas saya, seminggu dua minggu ke depan saat tugas saya tidak menumpuk seperti sekarang lagi, mungkin saya akan install lagi game tersebut (lah kok tetep, Fen?) Ya, hiburan banget sih sebenernya game itu, tapi saya suka nggak tau waktu, itu aja :D

Anyway, game yang saya mainkan Matchington Mansion, saya install gara-gara iklan di facebook, hahaha. Saya officially ibu-ibu yang kemakan iklan, dan jatuh di dalamnya xD

Jadi, sekarang hanya berharap saya bisa menyelesaikan tugas saya, dan nanti-nanti saya akan segera main game itu lagi :p

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Thursday, January 24, 2019

Saat Bapak liputan luar kota

Assalamualaikum,

Photo by Jenn Evelyn-Ann on Unsplash
Saya pernah cerita bagaimana rasanya menjadi istri jurnalis, dimana bisa saja tiba-tiba saya ditinggal tugas tengah malam, atau tiba-tiba ditinggal tugas selama seminggu lebih. Well, saya memang masih kesal sih misalkan itu terjadi, tapi bisa apa coba, kan sudah jadi resiko, hehehe.

Tapi memang cukup berat sih ketika suami tidak ada di rumah, kemudian tiba-tiba saya sakit, atau tiba-tiba anak saya sakit. Berat karena tidak ada yang membantu, berat saat saya sakit dan harus take care anak saya sendirian. Walaupun sebenarnya saya tidak sendiri, karena saya memang masih tinggal bersama orang tua saya. Tapi anak saya kan tanggung jawab saya, bukan tanggung jawab Uti Akungnya. 

Salah satu hal yang harus dilakukan tiap hari adalah antar anak, dimana ya teman-teman, saya tidak bisa naik motor, hehehe. Bisa naik mobil sih, tapi belum punya sendiri, hehehe, nah mobilnya dipakai Uti Akungnya dong, bukan eike. Jadi saya sangat-sangat terbantu dengan ojol. Setiap Bapaknya liputan luar kota, misalnya kali ini, sampai 2 minggu, saya akan pesan ojek online, selalu tanya kepastian dulu ke bapak ojeknya, "Pak/mas, saya bawa anak 5 tahun, bisa?" karena saya merasa nggak semua ojol mau mengangkut 2 orang sekaligus. 

Beruntungnya sih selalu dapat yang mau, karena kalau saya pakainya taxi online terus, yah 2 minggu bisa berapa rupiah yes ? hehehehe. So I'm grateful ada ojek online ini, bisa lumayan menghemat pengeluaran dan anti capek-capek. 

Anyway, selain masalah antar-antar ini, kalau saya sendirian aja sama anak saya di rumah dan kemudian saya capek, lalu anak saya sedang jadi attention seeker, aduh mulai deh saya jadi galak, dan itu membahayakan kan? Jadi kembali lagi, saya sebenarnya takut, beneran, saya nggak boleh sedang sakit, sedang hectic dan sedang ngantuk kalau hanya berdua dengan anak saya, karena saya bisa jadi galak banget, padahal kan nggak boleh, huhuhu. 

Saya jadi ingat dengan ucapan teman saya, yang penting ibunya terpenuhi dulu kebutuhannya baru bisa mikir urusan anaknya, jadi Ibu-ibu kita harus tetap waras, cukup tidur, cukup vitamin dan cukup bahagia xD

Dear Bapak, keep healthy, biar di sini juga tenang, dan jangan lupa pulang bawa uang #eh
dan, Dear Ibu, keep your sanity always ... *wink*

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Tuesday, January 22, 2019

Rant about my Son's school comittee

Assalamualaikum,

Photo by Danielle MacInnes on Unsplash
Postingan ke dua di 2019 dan lagi-lagi saya mau ngeluarin uneg-uneg nggak enak yang ada di hati. Jadi tahun ajaran baru di sekolah anak saya sekarang, tiba-tiba saya masuk ke keanggotaan komite sekolah, yang jujur saya sesali sekarang. Mengapa menyesal? Karena banyak rencana-rencana saya yang terbengkalai gara-gara saya ngikutin organisasi ini. Saya nggak bilang ini jelek sih, tapi saya nggak bisa bilang ini berguna banyak buat saya. 

Karena pada dasarnya saya nggak bisa mengerjakan banyak hal di satu waktu, salah satu asalan saya memilih karir untuk jadi dosen kontrak untuk sementara waktu. Jadi mendapatkan "pekerjaan" menjadi anggota komite di sekolah anak saya merupakan hal yang di luar rencana. Saya pikir sih di awal masih bisa haha hihi aja, oh temennya banyak, tapi ternyata saudara-saudara, kerjaannya banyak! 

Rasanya pengen segera selesai tahun ajaran ini dan nggak ngurus-ngurus lagi deh urusan komite, yang tadinya nyaman-nyaman aja ke sekolah anak saya, sekarang saya wegah kalau nggak penting banget atau janjian sama orang.

Memang lebih enak jadi orang yang menikmati acaranya jalan daripada pusing mikirin bagaimana di belakang layar. 

Sekian curhatan saya, doakan kami yang ada di komite ini selalu waras wal afiat ...

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Monday, January 21, 2019

Blogging itu soal waktu

Assalamualaikum,

Jadi saya ikut sebuah acara workshop tentang blogging dan vlogging di salah satu hotel di Surabaya. Menurut saya isinya bagus sih, ngenalin Ibu-ibu yang notabene sebelumnya bukan blogger, jadi seorang blogger, begitupun menjadi vlogger. 

Photo by rawpixel on Unsplash
Namun point utama yang diberikan pada sesi workshop tersebut hanya, jadi blogger itu cuma untuk sekedar review produk, masukin link, promosi website tertentu, dan hal-hal yang berhubungan dengan online marketing. Ya nggak pa-pa sih, blogging memang bisa dapet duit kok. Cuma, tim workshopnya tidak menjelaskan bahwa menjadi seorang blogger itu butuh waktu. Buat blog-mu lebih bernilai dengan posting banyak dulu di blog, latihan yang banyak, sampai punya pagerank yang tinggi. Jadi kita punya nilai saat di googling. Sama saja seperti orang bekerja, untuk menjadi seorang yang profesional semuanya butuh usaha dan waktu, nanti suatu saat dia akan meningkat, dari taraf pegawai biasa jadi manajer misalnya.

Waktu itu bisa bermacam arti, waktu untuk belajar menulis yang baik, waktu untuk menulisnya (yang saya yakin setiap orang punya spare waktu yang beda-beda), saya misalnya susah banget untuk menyempatkan waktu untuk nulis di depan laptop, di depan ponsel-pun kadang-kadang saya tidak teselesaikan dengan sempurna, yang ada cuma jadi draft. Plus terakhir, komitmen dalam waktu, maksud saya adalah bisa saja, saya menyempatkan satu jam dalam sehari hanya untuk ngeblog, nah saya nggak yakin semua sanggup, atau punya komitmen untuk itu.  

Blogging should be fun sih emang ya, kalau memang menulis adalah passionmu. Tapi jangan juga sekedar ikut-ikutan temen saya ngeblog dan dapet duit, ah saya juga ah, padahal penulisannya masih amburadul. Saya juga bukan sok menganggap tulisan saya udah bener sih, jauuuh lah dari itu. Cuma berharap "guru-guru" blogging di luar sana, menyatakan sesuatu yang lebih realistis. Jadi ilmu yang didapat juga tidak sekedar lewat doang gitu.  

Eh tapi kenapa oh kenapa kamu mau jadi blogger Fen ? kan udah 12 tahun punya blog ? hehehe, saya ngincer jadi vlogger sih, tapi sepertinya kapasitas gadget saya sementara ini masih belum oke xD

Maafkan saya yang tiba-tiba muncul di awal tahun ini dengan ocehan tak jelas xD

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum, 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...