Friday, July 12, 2019

The Masrums Jalan-jalan : Tumurun Private Museum


Assalamualaikum, 

Hai dari kami keluarga Masrum yang sudah kembali ke peradaban, halah, padahal liburan udah dua minggu yang lalu, hahaha.

Seperti tahun lalu destinasi liburan kami setelah Lebaran tahun ini adalah Solo dan Jogja, karena you know lah kalau kami tuh Lebaran nggak pernah mudik, mudik kami ya 2-3 minggu setelah Lebaran kelar, nunggu suami selo dan bisa cuti begitchuuh .... kenapa ke dua tempat itu karena sementara yang affordable dan emang mertua eikeh darisana ya bok, plus belum semua tempat kami singgahi dan perkembangannya ada mulu tiap tahun ya disana itu, hehehe

Tahun ini saya penasaran pada salah satu destinasi wisata "eksklusif" tapi gratis yang ada di Solo, tajuknya adalah "Tumurun Private Museum" namanya aja elegan, isinya pun begitu. Museum slash art gallery ini dimiliki oleh bos Sritex, Iwan Setiawan Lukminto yang merupakan pecinta seni dan suka mengkoleksi benda-benda seni seperti lukisan dan instalasi seni, karya-karya yang dimiliki beliau ini bukan hanya milik pribadinya saja, namun juga milik keluarganya, tepatnya ayahnya, almarhum Lukminto, sehingga museum ini diberi nama Tumurun, karena turun temurun atau diturunkan dari ayah ke anaknya. Jadi itu seklumit cerita mengenai kenapa nama museum ini Tumurun.
Wajib selfie disini (katanya)
Jadi bagaimana kita bisa masuk ke dalam museum ini ? Seperti yang saya bilang di atas, masuk ke dalamnya gratis. Kalau mau registrasi, wajib registrasi HANYA lewat websitenya, di Tumurun Museum. Teman-teman bisa langsung klik event dan memilih tanggal kehadiran teman-teman, maksimal dua hari sebelumnya. Hanya bisa 5 orang per rombongan yang mendaftar, dan 50 orang per sesi. Sesinya ada setiap jam dari pukul 10.00 WIB sampai jam 17.00 (sepertinya, saya lupa, tapi jangan sore-sore deh kayaknya, hehehe) Seperti museum-museum lain di seluruh dunia, hari Senin tutup ya chuuuy! :D

Aturan-aturan yang wajib dipenuhi
Ini "ruang" tunggunya yaa :D
Halaman depan museum, yang minimalis sekali
Oh ya di luar gallery ini tidak ada papan namanya, jadi awal-awal saya kesini juga tebak-tebak buah manggis, ada rumah gede banget bentuknya minimalis dan ada mas-mas berpakaian rapi nunggu di depan gerbang, oh sepertinya ini, dan yak anda benar sekali Bu Fenty! :D
Saat mas petugasnya menjelaskan tentang aturan-aturan di dalam museum, pegawainya rapi-rapi bin necis looh

Pintu masuknya ekslusif banget :D beda dengan museum-museum pada umumnya di Indonesia

Salah satu karya instalasi seni yang saya sukai, karena berbentuk maket, hehehe
Karya dari  Aditya Novali

Lukisan Remake lukisan Raden Saleh, Penangkapan Pangeran Diponegoro yang di dalamnya terdapat ukiran cerita berbeda menggunakan Java Script alias aksara Jawa! Ngeriii ...
Karya Eddy Susanto
Ini karya Eddy Susanto yang lain, the last supper, di depannya ada meja yang diukir menggunakan aksara Jawa juga. Kereeen ...
Ada lukisan manga jugaa

Saya datang ke sini di jam paling awal jam 10.00, dan kalau belum waktunya masuk kita akan diminta untuk menunggu dulu di terasnya, ada sebuah bangku yang tersedia di sana. Kalau nunggu nggak ada jualan cangcimen ya teman-teman, hahaha, jadi kesana itu bener-bener harus siap lahir batin, sudah makan dan sudah ngemil, kalau minum air putih sih boleh aja kayaknya, toh nanti tasnya akan dititipkan di sebuah meja khusus.  

Oh iya .... ke sini bawa anak kecil itu perjuangan loh. Saya pikir anak saya bakal tertarik gitu melihat instalasi seni yang bentuknya aneh-aneh seperti mata besar-besar menjulang tinggi hampir setinggi atap gedung. Eh ternyata Liam rewel dong minta pulang, hahaha, kami hanya tahan setengah jam di sana, karenaaa anaknya rewel banget cuuyy, minta pulang dan makan, tahun depan bakalan harus milih-milih lagi destinasi wisata ramah anak. 
Ada peti mati kaca, entah apa yang Bapaknya Liam bilang padanya saat itu, hehehe
Ini mobil yang dibuletin nak :D
Iya, karena memang galeri ini diperuntukkan untuk orang-orang yang suka dengan seni dan selfie. Saya kayaknya alasan nomer dua, hahaha, karena beberapa instalasi seni saya nggak paham maksudnya apaan, tapi tetap menarik dilihat dan dipelajari konteksnya. Dan sebagai dosen jurusan yang nyambung-nyambung dengan seni, ya wajib datang sih, selain bisa menyebarkannya ke mahasiswa, hal ini bisa jadi bahasan di mata kuliah tertentu di tempat saya mengajar. Mungkin next destination museum Macan ya, hihihi, itupun kalau ada rejeki ke Jakarta :D Ke Jakarta kok liburan.

Bottomline, bagi kalian pecinta seni dan tempat kekinian wajib kesini, gratis, dan semoga likes instagrammu makin banyak #eh  

Note : di bagian keterangan judul seni/lukisannya, tidak ada penjelasan secara detail, tapi kalau penasaran bisa langsung diakses melalui aplikasi QR ataupun melalui QR di Line. Jadi selamat mempelajari seni :)

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum, 

Thursday, July 4, 2019

Make up, skin care dan kebahagiaan diri

Assalamualaikum,

Dulu, jaman 10 tahunan yang lalu, saya belum doyan make up, let say, karena saya nggak mampu beli dan saya nggak punya kapabilitas untuk membuat wajah saya mendingan menggunakan make up. Awal-awal saya menggunakan make up pun alis saya ancur-ancuran, Ibu saya pun saat itu bilang, "Dek, alismu kok kereng sih, mending nggak usah dialisin disisir aja kayak mama", tapi enggak, saya nggak puas, belum tentu kebiasaan Ibu saya akan berdampak sama dengan apa yang bisa saya lakukan, eciyeeeh, bangga amat. Tapi emang iya sih, alis saya itu tipis, kalo nggak "dicerengi" deuh gundul, hahaha.

Tapi emang dulu kalau saya dandan (alis dan lipen doang sih) nggak oke, karena saya nggak punya junjungan untuk belajar make up.

Ibu saya? Ya well, makeup beliau dari dulu revlon aja dong, yang ternyata setelah saya coba-coba terlalu berat untuk kulit saya. Saya jadi bernoda hitam juga gara2 blush dari revlon. Tapi emang cocok-cocokan kan ya, kebetulan saya nggak cocok, ibu saya cocok, so nggak mau ngejudge.

10 tahunan lalu saya masih bertahan hanya pakai lipstick dan pensil alis yang samar-samar tipis banget, karena Ibu saya bilang kereng itu tadi, "kereng" itu galak kalau orang Jawa bilang ya, hehehe, siapa tau ada yang curious. Sejam dua jam kemudian wajah udah kumus-kumus aja. Saat itu dimana saya masih berusia 20puluhan merasa, halah, kulit saya lumayan putih kok, nggak usah diapa-apain juga masih keliatan oke tapi nggak laku-laku, hahaha. Baru akhirnya bertemu teman lama saya yang bilang ke saya, kulit itu harus dirawat loh, iya sih masih 20 tahunan masih belum kerasa, ntar saat umur sudah di atas 30 tahun kerasa banget bedanya. 

Gara-gara hal itu akhirnya saya belajar untuk pakai skincare, cuma sabun muka macam biore dan ponds, baru tau kalau bentuk kulit itu ada macam-macam. Ada yang normal, kering, berminyak dan kombinasi. ternyata kalau saya pakai sabun A, kulit jadi kering banget, kalau pakai sabun B jadi bagiamana, pakai C cocok, dari situ saya tau, ooh ternyata saya kulitnya cenderung normal ke kering, alhamdulillah juga jarang jerawatan, jadi memang kandungan minyaknya kecil. Lalu teman saya yang lain mengajak saya ke dokter langganannya, di sana saya belajar pakai day and night cream. Sempat vakum paska saya melahirkan, karena ngerem di rumah terus. kulit jadi kerasa banget bedanya, mulai muncul keriput di dahi, huwaah takuut. Akhirnya saya pakai skin care lagi, saya jadi ingat sempat posting skin care saya beberapa waktu lalu, kayaknya bahasan skin care kita stop dulu deh, bahas make up aja, hahaha.

Semakin kesini, semakin saya terinformasi tentang make up, plus juga saya akhirnya punya uang sendiri juga. Jadi, bisa beli macem-macem dong. Tadinya saya nggak pernah pakai foundation, bb cream dan sebagainya. Akhirnya saya kenal juga peralatan-peralatan itu. 

Dulu, saya bahkan nggak pernah pakai bedak tabur, saya kenal bedak tabur juga karena sepupu saya saranin saya pakai bedak tabur supaya tidak terlalu kumus-kumus. Lalu beberapa tahun lalu, saya akhirnya mainan lipstik, sebelumnya saya hanya pakai lipstik selera Ibu saya, you know, revlon. Akhirnya kenal purbasari dengan lipmattenya itu, sepertinya gara-gara itu akhirnya merembet ke macam-macam produk make up lain. Dan tidak bisa berhenti, gara-gara banyak beauty vlogger dan beauty influencer di berbagai media sosial yang mempromosikan banyak produk make up yang macam-macam. Dari yang terjangkau sampai yang harganya saya cuma mampu bengong doang, hahaha. 
My kind of make up
Produk make up terakhir yang saya purchase adalah Make Over Cushion, semacam foundation/BB cream dalam compact case begitu, hehehe. Saking sukanya coba-coba jadi pengen buat konten beginian sendiri kan ya, semacam "make up buat ngajar ala bu dosen imut" halah banget, hahahaha. 2 postingan terakhir saya naga-naganya keliatan banget gitu ya ingin buat konten video youtube sendiri, hihihi. 

Anyway, dulu saya juga orang yang merasa kalau perempuan dandan itu nggak percaya diri pada dirinya sendiri, tapi semakin kesini semakin merasa, ini masalah kebahagiaan. I'm happy, karena saya cukup mampu membeli make up saya sendiri, I'm happy, karena saya mampu memulaskan make up di wajah saya walaupun tidak sesempurna Fatya Biya ataupun Tasya Farasya (kalau nggak tau googling aja, hahaha), I'm happy, because turn out, I'm pretty ... hihihihi. 

Jadi terserah orang mau bilang saya menor atau apa, saya bahagia, itu saja :)   



I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Monday, June 24, 2019

The story of what so called petite chubby hijabi girl

Assalamualaikum,

Girl ? Ya woman deeeh ... xD

Alhamdulillah ya saya pendek-pendek gini masih lebih tinggi daripada anak saya (yaiyalah Feeen, masih 5 tahun inii) hahaha

Jadi kadang saya ini memang nggumun, eh nggumun bahasa Indonesianya apa ya ? bete tapi mikir gitu kali ya, ada hal-hal yang bikin saya sebel karena ukuran tinggi saya. Bagi yang tidak tau, tinggi saya ini tidak sampai 150cm ya teman-teman, nyaris sih, 148cm tepatnya dengan BB yang eh nggak usah disebutin deh, hahaha. 

Nah ada hal-hal yang bikin saya nggumun itu tadi, contohnya bonceng ojek online, jadi sebagai pengguna ojek online berbintang 5, eciyeeeh, karena hampir tiap hari order gaeees, hehehe, motor tuh kan gonta ganti dooong. Aman saat saya mendapat ojol yang motornya standar (tingginya), nah kalau tiba-tiba saya dapet ojol yang pake motor nmax, motor balap, motor cowok, motor yang intinya mengharuskan saya jinjit dan berusaha keras untuk naik ke jok motor tersebut, hadeeeuh, rasanya kudu cancel, tapi kesian abang ojolnya. 

Bagi teman-teman yang pendeknya se saya mungkin merasakan perasaan tersebut, yes kita harus struggle untuk naik ke joknya loh, kadang abang ojolnya mesti turun dulu biar kaki saya bisa lewat jok bagian depan, hahahaha, ngapunten.

Yang kedua nih problematika saya pribadi sih ini, nemuin style yang tepat buat bodi macam saya
Selain saya ini petite, biar kerenan dikit gitu bahasanya, atau mungil bahasa unyu-nya, badan saya juga agak melar sejak punya anak, hehehe, belum balik lagi sis, susyeh amat siih. 

Saat saya googling atau youtubing, saat mencari keywords "fashion for petite and chubby girl" atau "style untuk cewek pendek dan chubby" atau "chubby petite hijab girl fashion", mesti nggak ketemu output yang tepat. Kan jadi pengen bikin konten sendiri, hahahaha, kesempatan ya seharusnya ya :D Intinya untuk sekarang, saya cukup bingung cari-cari style yang menarik untuk saya, plus juga keterbatasan outfit sih, jadinya saya cukup sering menggunakan pakaian yang gelap dan monochrome, huehue, padahal ya bisa aja pakai sesuatu yang lebih cerah.

Selain juga hal-hal seperti susah ngambil barang yang terlalu tinggi, nggak keliatan saat lihat acara yang nggak ada panggungnya, harus ndongak ketemu orang yang tinggi, dsb dsb. 

Eh tapi bukan berarti nggak bersyukur sih, Alhamdulillah masih diberi nikmat sehat ya, ntar kalo ngomong jelek-jelek terus dosa cuy .... nggak bersyukur gitu :')

Sudahlah, lagi ingin nulis itu aja :D
Doakan nanti konten youtube saya tentang style fashion cewek pendek, chubby, berjilbab dan cantik jelita sepanjang masa akan keluar segera, hahaha

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

3 youtuber yang sedang sering saya tonton

Assalamualaikum,

Eaaa, receh amat ya postingan hari ini, ya yang penting nulis nggak siiih ...

Jadi jujur saja, saya nonton youtube (secara serius) itu cuma saat saya ada di kantor, yang which is hanya 2-3 hari per minggu, hihihihi. Yes saya tidak kekinian, but anyway anyhow, setidaknya saya menonton hal-hal yang cukup berbobot sih (bagi saya), hahaha, daripada nonton prank-prank dan vlog tanpa tujuan jelas hanya dengan judul yang clickbait.

Langsung aja, without further ado, let's go and let's jump right in ...

1. Fatya Biya

Sebenarnya kalau kalian sering lihat videonya, dia selalu mengatakan kalimat di atas barusan, hehehe. Beauty vlogger yang sudah aktif dari tahun 2016 bukan sih? saya baru subscribe sekitar 2-3 bulanan ini. Karenaaa .... jeng jeng, ada yang bilang dia mirip saya, hahaha. Para biyalova pasti pada nggak rela, biyalova itu fansclubnya fatya biya, btw. 

Tapi selain hal tersebut, karena beberapa waktu ini dan selama ini masih demen make-up'an, ya menurut saya cocok lah kalau saya melihat cara fatya biya menggunakan make-upnya. Karena secara bentuk wajah, jilbab dan kulit mirip-mirip, jadi boleh jadi junjunganque, hehehe. Plus, saya suka cara dia berbicara di dalam video-videonya, sangat sopan, halus, jelas, dan nggak nyablak. Karena saya agak kurang suka dengan youtuber yang ngomongnya cepet, nyablak dan kebanyakan editan, if you know what I mean. 

2. Gita Savitri

Saya follow Gitsav sudah setahunan ini, salah seorang influencer yang menurut saya worth to follow, worth to watch dan worth to be your idol. Influencer yang tinggal di Jerman ini selalu punya konten yang berisi di setiap video youtube-nya. Berisi beneran, berasa pinter gitu kalau menonton acaranya, hehe. Obrolan Pagi-pagi-nya saya suaminya, Paul, tentang hal-hal yang "abot" tapi dikemas dengan obrolan yang light dan seru. Vlog-vlog saat dia di luar negeri pun sangat menarik dan merasa mendapat informasi yang banyak sekali dari yang dia ucapkan. 
Jadi jangan lupa follow Gitsav ya!


3. Raditya Dika

Ya siapa yang nggak tau beliaunya ini ya, tapi jujur saja saya jarang banget nonton dia, ini karena saya nggak ada pilihan lain aja sih, hahaha. Cuma beberapa waktu ini saya suka dengan podcastnya dia dengan beberapa influencer Indonesia begitu. Worth to watch lah ... salah satunya yang ini


Lainnya, nggak ada yang konsisten, hehehe, itu doang 3, ya ampun, sungguh bukan penonton youtube sejati ya saya :D

Kalau kalian ?

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Saturday, June 22, 2019

Mari menulis, menulis saja, yang penting menulis : Tentang Liam di usia yang hampir 6 tahun

Assalamualaikum,

Disclaimer : ini postingan curhat, tapi bukan ngiklan, jadi kalau nggak suka curhatan lewatin aja sih, hehehe

MasyaAllah, memang kebanyakan media sosial membuat saya sering lupa posting di sini, padahal kan di sini bisa jadi ladang rejeki juga ya, hehehe, ya siapa tau masih ada gitu yang mau ajak-ajak saya jalan-jalan gratis atau sekedar diendorse produk baru, aktif woooy!!

Anyway, kemarin akhirnya Liam lulus TK A.
Alhamdulillah ya, dari anaknya membaca masih susah sampai sekarang bisa membaca dengan lancar tapi terbata-bata, ya belum lancar lah sis masih TK ini, hehehe, but Alhamdulillah tentunyaa...

Namun sebenarnya saya agak kepikiran beberapa waktu ini, anak saya kok mulai sering tantrum lagi ya, padahal usianya sudah mau 6 tahun Agustus ini. Lalu gara-gara ini saya googling dong, hmm, apa salah dan dosaku ya google!! Eh Ya Allah ...  ya well, googling bisa menyelesaikan masalah dengan masalah tapi juga bikin tambah stress, hahaha.

Karena mostly artikel menunjukkan bahwa "Salah pola asuh" menjadi yang bahasan paling umum. Lalu kemudian, oh ya ? Apakah aku salah mengasuh anakku? Apakah aku memanjakannya? apakah aku terlalu keras padanya ? Apakah aku tidak sabar dengannya ? dan apakah apakah lainnya yang membuat saya stress tingkat 12 gedung stikom. Namun yang membuat saya takut, apakah sebenarnya anak saya merefleksikan diri saya ? jeng jeeeeng .... karena kadang dia bersikap seperti saya, duh!

Dan setelah saya berpikir secara mendalam sedalam lautan jawa., saya jadi memilah-milah kemungkinan-kemungkinan yang selama ini terjadi pada saya dan anak saya, seperti mungkin perhatian saya berkurang ya selama ini, dia lebih sering main dengan temannya daripada saya, bonding saya dan dia sepertinya mulai berkurang. Ya memang sudah waktunya dia bermain dengan teman sebayanya, tapi saya lupa kalau harusnya ada waktu dimana orang tuanya punya waktu untuk bermain dan belajar bersama. Saya juga mulai jarang membacakannya buku cerita, saya sudah sangat jarang membuatkan permainan untuknya, saya terlalu sering membelikan hal-hal yang kurang penting padanya, seperti snack-snack kurang sehat, terlalu sering menjanjikan hal-hal yang belum bisa dia dapatkan juga. Hmm, yaaa ... sepertinya ketemu nih jawabannya, ya emang salah gue kali ya, huhuhu 

Semoga saya bisa segera memperbaikinya agar tidak berkepanjangan, plus juga berharap saya makin sabaarr ... sabar subur cyiiin .... inget ya buuuk ... 

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum, 

Thursday, March 14, 2019

The Great 50 Show by Oriental Circus Indonesia, pertunjukan yang harus kamu saksikan!

Assalamualaikum, 

Perpaduan antara kekuatan, keseimbangan, ketepatan rencana dan keajaiban. Hal itu yang saya pikirkan saat menyaksikan secara langsung sirkus The Great 50 show oleh Oriental Circus Indoneia yang digelar oleh Ananta Harsa Group (AHG) kemarin malam. Oriental Circus Indonesia (OCI) merupakan satu-satunya sirkus asli indonesia yang sudah bertahan selama lebih dari 50 tahun. 
Pose pegangan sama Ring Master
Tenda sirkus klasik, berasa banget aura sirkusnya :)

Diprakarsai dari tahun 1967 oleh Hadi Manangsang, dulunya beliau adalah pemain akrobat di pinggiran kota Jakarta yang kemudian mengajarkan ketiga anaknya untuk memiliki keahlian yang serupa, hingga akhirnya dengan ketekunan dan usaha terus menerus, sirkus "mungil" di pinggir jalan itu bisa berkembang dengan luar biasa hingga dapat bekerja sama dengan sirkus internasional, seperti sekarang. Motto mereka adalah "The show must go on", sehingga ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, atraksi mereka tetap harus dilakukan dengan senyum yang merekah.


Grand opening pertunjukan The Great 50 show, semalam (tanggal 13 Maret 2019) diawali oleh kemunculan Ring Master, pria bertopi tingggi dengan baju sirkus merah (yang mungkin pernah kalian lihat di film The Greatman Show, Hugh Jackman itu loh) dan memperkenalkan beberapa pemain akrobat, lalu acarapun dimulai. 
Josh Kunze sebagai Ring Master yang bahasa Indonesianya lancar banget :D
Konsep dalam pertunjukan sirkus ini mengusung kisah perjalanan seorang anak laki-laki muda bernama Noah yang bercita-cita membuat sebuah kelompok sirkus sendiri, lebih seperti menceritakan tentang tokoh Hadi Manangsang yang saya ceritakan di awal, sampai ia memiliki pergulatan batin dan akhirnya harus menerima keadaan dan berkata "The Show Must go on". 

Dibagi menjadi 2 babak dalam pertunjukan selama 2 jam ini (saya nggak mau membagikan spoiler ah, kalian harus saksikan sendiri seru dan bikin deg-deg'annya atraksi mereka)

Salah satu atraksi akrobat
Permainan laseeer, kereeen .... harus lihat!

Oh ya, jika ada yang tanya, apakah ada hewan di dalam sirkus ini? Jawabannya tidak ada. OCI mengusung konsep baru #sirkustanpahewan, karena banyak sekali berita yang mengatakan jika hewan-hewan sirkus pasti hidupnya sangat menyakitkan, selain juga karena harus hidup bukan di habitat aslinya. Salut untuk OCI yang mengusung konsep tersebut. Sayang foto-foto "hewan"nya blur semua, jadi tidak saya share, jadi mereka mengganti hewan yang biasanya digunakan untuk atraksi, dengan manusia yang menggunakan beberapa properti. 
 
Bertempat di Parkir Utara Lenmarc Mall Surabaya (seberang Lenmarc Mall), pertunjukan berlangsung Selasa-Minggu, dengan jadwal sebagai berikut :

Selasa-Kamis, jam 19.00 WIB
Jum'at, jam 16.00 dan 19.00 WIB
Sabtu-Minggu, jam 10.00, 16.00 dan 19.00 WIB


Tiket pertunjukan dijual dari harga Rp. 100.000 hingga Rp. 375.000 yang bisa dibeli di www.thegreat50show.com dan Traveloka.  

Masih akan buka sampai tanggal 21 April 2019, masih lama ya, people, jadi jangan sampai kelewatan. Kalau lapar, jangan khawatir, Eat and Eat menyediakan booth makanan dan minuman di tenda depan, dan bagi anak-anak juga disediakan playground mungil beserta badut yang memberikan balon yang dibentuk secara gratis, plus juga ada face dan body painting free untuk anak-anak atau orang dewasa. 

Ada souvenirnya nggak ? Oh, tentu saja ada, dari tas, mug sampai kaos dijual di dekat pintu masuk tenda depan.


Booth makanan dari Eat and Eat
Face and body painting for free
Playground, Liam sibuk mewarnai gambar Boboy sampai selesai

Kalau mau tau serunya pertunjukan ini, harus lihat sendiri langsung ke acara ini ya, people. Pokoknya Spektakuler dan kamu bakalan rugi banget kalau nggak datang. So, don't miss it!

I think that's all, thank you 
  
Wassalamualaikum,

Thursday, March 7, 2019

Itinerary liburan Malang-Batu, 3 hari 2 malam versi The Masrums

Assalamualaikum, 

Horeee, alhamdulillah dikasih kesempatan liburan. Ke Malang aja sih, jadi wacana mulu dari dulu, padahal ya nggak jauh-jauh amat ya dari Surabaya, bagi beberapa orang yang punya privilege waktu dan transportasi kayaknya gampang-gampang aja ya kesana, bagi kami wacananya bisa lamaaa banget. Alhamdulillah pertengahan Februari lalu kejadian juga, hehehe 

Anyway, kami memilih  hari kerja untuk berlibur karena kami tahu, tiap weekend Malang dan Batu itu astaghfirullah macetnya. Karena kami merasa Liam masih TK kan ya, masih boleh lah bolos sehari dua hari, hehehe (jangan ditiru). 

Postingan ini bakal membahas jadwal kami saat ada disana, siapa tau bisa jadi opsi teman-teman yang ingin berlibur di Malang dan Batu selama 3 hari dan 2 malam. Postingan ini panjaaaang yaa, jadi sabar saja bacanya, hehehe

Transportasi ke Malang

Suami saya itu paling anti naik mobil jauh-jauh, secara emang kemana-mana naik motor ya (dan punya mobil pun mobil ortu, jadi nggak maksa deh pakai mobil kemana-mana), jadi akhirnya kami berkeputusan untuk naik kereta saja ke Malang. Plus ke Malang naik kereta itu nggak capek, karena kalau ke Malang sekarang relatif lama, bisa sampai 2-3 jam (kalau weekend bahkan bisa sampai 4-5 jam) kalau naik kereta hanya 2 jam saja.

Ada beberapa pilihan untuk ke Malang dari Surabaya. Bisa menggunakan kereta Mutiara Selatan Bisnis-Eksekutif (dari arah Bandung dan pemberhentian terakhir di Malang) atau bisa menggunakan kereta Penataran Ekonomi (Surabaya-Blitar). Karena kami anti ribet, daripada harus ke stasiun ngantri untuk beli tiket, ya sudah beli lah kami tiket online, jadi pakai Mutiara Selatan, hehehe. Tiket Mutiara Selatan di hari itu (Selasa) 45ribu rupiah untuk bisnis dan 60rb rupiah untuk eksekutif, kami memilih bisnis saja, dekat ini. Kalau pakai penataran lebih murah lagi, 20rb, tapi ya gitu harus ke stasiun untuk beli tiketnya. Kami berangkat jam 7.29 pagi, sampai disana jam 9.30, 2 jam 1 menit, hehehe. 

Transportasi di Malang

Jadi, ke Malang gimana kalau nggak bawa kendaraan sendiri ? Saya dan suami juga anti ribet masalah ini, sama seperti kalau ke Jogja, kami sewa motor. Dari stasiun kami naik taxi online ke hotel, nginep dimana ? Cek bahasan selanjutnya ya, hehehe. 

Sewa motor di Malang ini harganya mirip-mirip lah di berbagai kota wisata lain. Antara 75ribu sampai 100ribu per hari, tergantung motor yang dipilih. Kami memilih motor Vario 150 cc saat itu, tangguh untuk naik-naik ke puncak gunung, hahaha (padahal gak ke gunung juga sih), sewa motor itu dibandrol 90ribu per hari. Kami sewa 3 hari, jadi 270ribu+ojek pengantar (15ribu) = 285ribu. DM aja kalau mau tau dimana, syaratnya cuma nitipin kartu-kartu penting seperti ktp, kartu asuransi atau kartu keluarga.

Hotel di Malang

Pilihan hotel di Malang itu bejibun guys, mau yang ada kolam renangnya, kamar gede atau kamar kecil, fasilitas gym, makan pagi dsb banyaaak. Kami kalau liburan wajib ingsun ada kolam renang di hotel tersebut, supaya si anak kicik ini bisa berenang. Kami memilih hotel yang cukup dekat dengan tengah kota kemarin. Namanya Gets hotel, ngiklan yowesben, hehehe. Ratenya bintang 3, kami memilih kamar deluxe (tanpa sarapan), karena kami berpikir ya di Malang kan banyak tempat makan yang enak, walaupun akhirnya nggak banyak tempat juga yang benar-benar menarik hati kami, tapi lumayan mengurangi budget sih, budgetnya bisa setengah dari makan pagi kalau nggak pakai sarapan di hotel. Kamarnya gede 30m2 (deluxe), ada kulkasnya, air dingin/panas, ada teko air panas dan dapat sandal hotel (yaiyalah). Sayangnya pilihan channel tv-nya sedikit, dan gambarnya nggak bening, huhuhu. 



Spot hari pertama

Sampai di hotel sekitar jam 10.05 pagi, kami kira akan nitip tas dulu, eh ternyata sudah boleh check in, privilege yang liburan di hari kerja, hotelnya agak sepi guys, hehehe. Check in, leyeh-leyeh bentar, nunggu kiriman sewaan motor, jam 11 lebih cuss berangkat. Tujuan pertama kami ke Kampung Warna Warni Jodipan. Penasaran dari dulu gara-gara banyak teman yang yang foto-foto disana yang saya lihat via instagram. 
Jalan-jalan kesini mending pake sepatu kets/sneaker guys, biar nggak capek :D
Huwih cukup melelahkan kalau jalan-jalan ke sini, karena jalannya tangga dimana-mana. Tapi yang saya suka, disana itu kampungnya bersih banget. Di setiap sudut kampung ada tempat sampahnya, dan colorful, sungguh instagramable. Sebenarnya ada spot menarik juga di atas sungai, yaitu jembatan kaca untuk spot foto. Tapi sayang Liam emoh naik karena takut dan ndredeg, dia sampai ngotot maunya pulang ke hotel aja karena merasa nggak seru. Tapi setelah turun dari jembatan, jam sudah menunjukkan jam 12, ada mushola dekat situ, saya sholat, Bapaknya akhirnya iming-imingi Liam dengan permen lolipop, hehehe. Akhirnya dia tenang dan mau foto-foto lagi. 
Masuk Kampung Jodipan 2000 rupiah saja teman-teman, 3x2000=6000 rupiah.

Jam 1 siang kami beranjak dari kampung tersebut untuk makan siang, pilihan saya, saya tujukan ke Museum Inggil Malang, Museum yang sekaligus restoran masakan Jawa. Kami pikir spotnya menarik, tapi ternyata sungup, guys, maksudnya karena disana itu bangunan lama, plus barang-barang yang didisplay juga lama, dan mostly tidak terawat (ada yang berdebu dan bersarang laba-laba), jadinya kami merasa agak menyesal ke sana. 

Makanannya cukup enak sih, tapi kami merasa ingin segera keluar aja dari museum/restoran ini, don't know why, mungkin banyak penunggu bendanya kali, hehehe. Plus ada kejadian nggak menyenangkan, secara anak seumur Liam kalau nganggur kan ngider ya, eh dia nggak sengaja pegang-pegang kabel guys, njerit keras banget, ternyata dia kesetrum, aaaccckkk .... ya masa bisa nyalahin anak umur segitu coba, gitu waitress minta maafnya setengah-setengah aja, bilang kalau listriknya sudah nggak ada kok itu, lah sungguh pengen kesuruh dia pegang kabel lampu itu, nggak sopan! Hati-hati aja kalau kesana bawa anak kecil ya ...

Jam 3 kami balik ke hotel, Liam berenang! yaaay, saya leyeh-leyeh di kamar sambil posting-posting foto, hehehe. Sorenya kami berangkat jalan-jalan lagi. 

Sekitar jam setengah 6 kami berangkat untuk makan sore, karena penasaran sama Bakso President (iya tiap tahun padahal ke Malang untuk Lebaran tapi nggak pernah sama sekali ke sini), kami pergi lah kesana. Bakso Malang dengan sensasi tempatnya pas di pinggir rel kereta api. 

Menurut saya, hmm.... overrated, hehehe. Masih ada bakso yang lebih enak daripada tempat ini, sungguh ini soal selera. B aja sih rasanya, tapi pricely. Makan bertiga 85 ribu rupiah. 

Setelah ke Bakso President, kami melanjutkan perjalanan ke Malang Night Paradise. Agak jauh dari tengah kota, perjalanannya sekitar 25 menit ke arah Surabaya, letaknya sama dengan Hawaian Waterpark (siang bukanya), isinya taman lampu, hehehe. Plus kalau nggak sempat ke Dino Park, disini ada wahana Jurrasic Park mini-nya. Karena musim hujan, kami kesana gerimis-gerimisan loh, hehehehe, tapi untungnya gerimis cuma bentar, Alhamdulillah tidak sampai hujan deras. Cukup seru sih, spot fotonya juga menarik. Tapi karena hari kerja, jadi beberapa spotnya agak sepi pengunjung, jadi kesannya creepy, kami bahkan naik Carousel cuma bertiga, hehehe. 
HTMnya 50000 per orang (tidak terusan, kalau terusan 85ribu)
Lampu lampu dimana-mana lampu
Selesai darisana, sekitar jam setengah 9 malam kami pulang ke hotel. 

Rangkuman itinerary liburan ke Malang untuk hari pertama ialah sebagai berikut:


  • Pukul 07.30  Berangkat dari Stasiun Wonokromo (naik Mutiara Selatan)
  • Pukul 09.30  Sampai di Stasiun Malang 
  • Pukul 09.45  Naik Taxi Online ke Hotel 
  • Pukul 10.05  Sampai di Hotel, check in
  • Pukul 11.15  Berangkat ke Kampung Warna Warni Jodipan
  • Pukul 13.00  Ke Museum Inggil Resto, ke Museum sekaligus makan siang
  • Pukul 14.30  Balik ke Hotel, istirahat, Liam berenang
  • Pukul 17.30  Makan di Bakso President
  • Pukul 18.30  Berangkat ke Malang Night Paradise
  • Pukul 21.00  Kembali ke Hotel


Spot hari kedua

Setelah bangun pagi, sholat dan kriyep-kriyep, hehehe, akhirnya kami merencanakan untuk pergi kemana hari itu. 

Seperti yang saya bahas sebelumnya, kalau kami menginap di hotel tanpa fasilitas sarapan, jadi pagi-pagi kami cari sarapan dulu di luar hotel. Sekitar jam 7 pagi, kami memutuskan untuk pergi sarapan bubur di Bubur Ayam Agus, hanya 10 menit dari hotel. Bayangan saya pertama adalah tempat makan pinggir jalan begitu, ternyata itu ruko, teman-teman. 

Rasanya tidak mengecewakan kalau saya bilang, dari bubur dan mie ayamnya, otentik chinesse food begitu. 

Makan disitu habis 75ribu rupiah untuk 3 orang (masih lebih worth it daripada makan Bakso yang sebelumnya) hehehe

Balik ke hotel, sekitar jam 8.30, mandi siap-siap, jam 10 kami berangkat ke Batu untuk datang ke Jatim Park 3, tujuan awalnya sih hanya Dino Park. Tapi karena hujan! Iya hujan deras ... akhirnya kami juga masuk ke Fun Tech, sembari menunggu hujan reda untuk bisa masuk lagi ke Dino Park, tapi sangat worth it!

Masuk ke Dino Park aslinya 70ribu di hari kerja, tapi saya mencari diskonan via Traveloka. Eh kok ya Alhamdulillah malah dapat promo Valentine (bukan berarti merayakan loh ya, tapi kan ya lumayan dapat diskon, hahaha) Jadinya kami hanya membayar 61ribu rupiah saja per orang, lumayaan ... dengan fasilitas yang cukup banyak di Dino Park, sangat worth it! Kami masuk sekitar jam 11 siang, langsung menuju wahana Jelajah 5 zaman, lumayan cepat sih ngantrinya (karena katanya kalau weekend bisa mengular sampai beberapa ratus meter, serem)

Tapi itu tadi, karena di luar hujan deras akhirnya kami diminta untuk keluar dulu dari Dino Park, sembari menunggu hujan mereda. 

Kami memutuskan untuk masuk Fun Tech yang letaknya di atas pintu masuk Dino Park lebih dahulu, masuknya 30000 di hari kerja (weekend 40ribu rupiah), seru! Banyak sekali permainan-permainan yang berhubungan dengan teknologi. Cocok banget untuk anak-anak dan keluarga.

Setelah hujan reda, karena itu sudah siang, kami keluar dari Fun tech berencana untuk masuk ke Dino Park, tapi suami memutuskan untuk makan siang dulu. Kami makan siang di Kedai Tong Tjie, yang ada di Hall JTP 3, sebenarnya rasanya sama saja seperti yang di Surabaya, tapi karena udaranya sejuk (setelah hujan), jadi makannya berasa enak banget, hahaha, kami pesan nasi goreng dan ayam geprek. 

Jam 13.30 kami masuk lagi ke Dino Park, langsung ke wahana Jelajah 5 zaman, nggak pakai ngantri, langsung cuss masuk ke wahana. Dan ternyata teman-teman, wahana yang katanya biasanya ngantrinya beratus meter itu, cuma 12 menitan perjalanannya, hahaha. Cegek saya!

Tapi wahana di dalam Dino Park seru-seru kok, dan semuanya cocok untuk anak dan keluarga. Pasarnya sepertinya memang bukan untuk remaja, tapi jelas-jelas untuk keluarga yang memiliki anak kecil, jadi sangat tepat kami datang ke sana. Karena tempatnya luas, dan itu sudah agak sore, takut Liam capek, kami menyewa E-bike, yang dibandrol 100ribu per 3 jam. Tapi worth it kok guys, cocok buat orang berumur (kayak saya, eh)

Wahananya antara lain Jelajah 5 Zaman; Dino Action, Naga Cloning (yang agak bikin deg-degan); Istana Boneka, Family Fun Rides (semacam istana boneka di Dufan, cuma tokohnya dino chibi2 gitu); Ice Age, The Rimba, dll, seru lah pokoknya, puas datang ke sini :D

Kami pulang sekitar pukul 16.30, sore banget ya, hehehe. Balik ke hotel jalanan lumayan macet, mungkin karena jam pulang kantor

Setelah sholat Maghrib, kami pergi untuk makan di kedai burger yang jadi idola beberapa teman medsos saya. Burger Shot! Katanya sih rasanya lebih enak dibanding di Surabaya (tapi Surabaya aja saya belum pernah beli, hehehe) Disana saya memang sekalian janjian sama teman blogger lama saya, Nora, waah senangnya ketemu Ummanya Uwais. Cerita ngalor ngidul tanpa sadar Liam sudah mengantuk sekali, akhirnya ia mengantar saya sekitar pukul 20.30 ke hotel (suami nyusul naik motor, hihihi)

Jam 21.00, Nora pulang setelah berpamitan. Setelah itu kami istirahat deh.

Rangkuman itinerary liburan ke Malang untuk hari kedua ialah sebagai berikut:
  • Pukul 07.00  Makan di Bubur Ayam Agus
  • Pukul 10.15  Berangkat ke Jawa timur Park 3 
  • Pukul 10.45  Sampai di JTP 3, menuju loket tukar tiket Dino Park (sudah beli via Traveloka), hujan, masuk ke Fun Tech makan di Tong Tjie, masuk lagi ke Dino Park
  • Pukul 16.30  Pulang ke hotel
  • Pukul 18.30  Makan di Burger Shot
  • Pukul 20.00  Balik ke hotel, ngobrol bentar sama tante Nora
  • Pukul 21.00  Istirahat

Spot hari ke tiga dan pulang

Huhuhu, sudah hari ketiga aja, rasanya kurang banget deh liburannya (duh Ibuk, bersyukur dong xD) Seperti pagi sebelumnya, kami cari sarapan di luar hotel dulu.

Sesuai saran tante Nora, akhirnya kami menuju ke Warung Kiroman, sebuah warung rawon rumahan yang sudah lama banget ada di Malang. Letaknya dekat dengan Alun-alun kota Malang. Otentik banget tempatnya. Porsinya bejibun! Aduh sayang saya nggak paham berapa harga masing-masing makanannya, yang saya tau, semuanya habis sekitar 80ribuan, agak mahal sih, tapi melihat porsinya yang buanyak banget, ya worth it lah. 

Balik ke hotel untuk packing sekalian check out, saya ngabari suami kalau kita keretanya baru jam 16.30, hihihi, lama banget yaaa .... akhirnya kami mikir mau kemana nih sekalian nunggu waktu. 

Saya sebenarnya ingin pergi ke Selecta, tapi lihat gps ternyata jauh banget di atas. Akhirnya kami pergi ke Sengkaling saja, yang letaknya setengah dari jarak ke Selecta. 

Sengkaling sebenarnya wisata yang lama sekali ada di perbatasan Batu dan Malang, jadi wahananya juga jadul-jadul, kalau di hari kerja seperti kemarin itu, makin creepy, hahaha. Tapi untuk mengisi waktu nggak apa lah.

Eh karena disana dasarnya adalah wisata air, jadi banyak kolam renangnya, nah karena banyak kolam renangnya, pengen renang lah Liam, eaaa Pe-er buat Ibu ini, karena kami nggak bawa baju renang ke sana. Akhirnya putar otak deh, beli baju daleman dan baju baru buat Liam, dan Liam berenang nggak proper pakai baju daleman aja, hahaha, untung bukan kolam renang yang modern ya xD

Masuk ke Sengkaling 30ribu per orang (weekend maupun weekdays), di tempat kolam renang Liam yang ada prosotan dan ember yang bisa jebar jebur otomatis harus bayar lagi, 13 ribu per orang, sebenarnya ada tiket terusan 60ribu per orang, sudah bisa semuanya, tapi kan kami tidak berencana lama-lama disana, ya udah deh nambah 26 ribu, hanya saya dan Liam saja yang masuk. 

Alhamdulillah anaknya seru-seru aja, nggak terlalu kedinginan.

Jam 13.30 siang kami selesai main ke Sengkaling, mau balik ke hotel masih lama, ya sudah akhirnya makan dulu, sesuai dengan saran tante Nora, kami pergi ke Mie Bromo Pojok dekat stasiun Malang. Kuliner yang satu ini bagi saya kurang worth it sih, tapi untungnya Liam habis makannya, mungkin karena faktor dia barusan berenang ya, hehehe

Setelah dari Mie Bromo Pojok, beli oleh-oleh di toko Anugerah depan stasiun Malang, karena dekat sih, tapi belum balik ke hotel untuk ambil barang.

Baru sekitar pukul 14.45 balik ke hotel.

Nunggu orang persewaan motor datang, lalu pesan taxi online menuju stasiun Malang sekitar jam 16.00, untung deket, bisa ada waktu 15 menit untuk check in tiket, hehehe.

Jam 16.30 berangkat dari Malang dan sampai di Surabaya 18.30

Rangkuman itinerary liburan ke Malang untuk hari ketiga ialah sebagai berikut:
  • Pukul 07.00  Makan di Warung Kiroman
  • Pukul 10.30  Berangkat ke Sengkaling  
  • Pukul 13.00  Ishoma, turun ke Malang
  • Pukul 13.30  Makan di Mie Bromo Pojok
  • Pukul 14.30  Beli oleh-oleh di toko Anugerah depan stasiun, lalu balik ke hotel
  • Pukul 16.00   Berangkat dari hotel ke statiun
  • Pukul 16.30  Berangkat dari Stasiun Malang  
  • Pukul 18.30  Sampai di Surabaya
  
Alhamdulillah liburan yang menyenangkan, semoga ke depan bisa diagendakan lagi, dimudahkan rejekinya, waktu dan biayanya aamiiin :D Semoga masing-masing ceritanya bisa saya ceritakan di postingan lain, semogaa, hahaha

Kalian pernah liburan di hari kerja ? hihihihi

NB : suka bingung sekarang kalau posting perjalanan begini, ingin masukin foto banyak, tapi males ngedit watermarknya, hehehe ... jadi seadanya aja deh, foto-foto lain bisa lihat di postingan lain (atau lewat instagram) :D

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum, 

Wednesday, February 6, 2019

Happy 24th birthday to me ... tapi bo'ong

Photo by Lidya Nada on Unsplash
Assalamualaikum, 

Ya anggap saja angka cuma angka, yang penting kedewasaan yang utama, eciyeeh bahasanya ...

Semakin berkurang usia saya, semakin mikir saya sudah ngapain aja ya selama ini, kok kayaknya banyak waktu dihabiskan dengan percuma, padahal bisa melakukan hal-hal yang lebih positif untuk masa depan, untuk perkembangan karir, untuk perkembangan diri. Tapi di lain pihak, banyak, sangaaaat banyak hal yang layak disyukuri, keluarga kecil bahagia, anak yang pintar (versi ibunya ya, hehehe), pekerjaan yang memudahkan, bisa melakukan ini itu dengan Alhamdulillah mudah. 

Tapi kadang Ibu satu ini mikir, ini kira-kira kalau di zona nyaman begini terus bisa tetep stay in the track sampai berapa tahun ya ? Saat dihadapkan dengan masalah-masalah yang lebih pelik, apakah mungkin bisa menghadapi ? Lalu, kalau mikir hal-hal seperti itu, kemudian ingat Allah, Allah pasti akan kasih jalan, Allah pasti akan membantu lewat orang-orang atau kejadian yang memudahkan, InsyaAllah ... 

Jadi intinya postingan ini kontemplasi diri aja, aduh tinggi lagi bahasanya, hahaha, bismillah dimudahkan segala urusan, dan saat usia saya semakin berkurang lagi, saya bisa lebih memanfaatkan diri dan orang-orang di sekitar saya, aamiin

Happy birthday, Fenty :*

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Thursday, January 31, 2019

Am I good teacher ?

Assalamualaikum,
Photo by Ryan Pouncy on Unsplash
Kadang pertanyaan itu terbersit di otak saya ketika memikirkan mahasiswa-mahasiswa saya, saat UTS dan UAS khususnya, dimana ujian yang mereka kerjakan kadang-kadang tidak sesuai harapan saya. Kadang juga saat mahasiswa masuk ke tugas akhir, dimana bimbingan tidak berjalan dengan lancar, hmm... saya agak merasa gagal.

Apa iya saya menjelaskan kurang jelas ? Apa iya saya kurang membuka diri agar mahasiswa lebih sering berkonsultasi ataupun bertanya pada saya ? Apa iya saya ini nggak kompeten menjadi pengajar ? Dan apa iya apa iya lainnya, yang membuat diri saya kadang inferior. 

Walaupun menjadi pengajar itu memang cukup menyenangkan sih setelah dijalani bertahun-tahun ini, ya awal-awal kuliah pasti deg-degan melihat crowd mahasiswanya bagaimana, namun setelah pertemuan-pertemuan berikutnya semakin menenangkan saya. Tapi ini kan bukan masalah menyenangkan atau tidak, ini masalah apakah saya punya kompetensi untuk jadi dosen yang baik (dan benar) 

Ah ya saya cuma sedang sedih saja beberapa mahasiswa bimbingan saya tidak terlalu baik proses tugas akhirnya, ada yang dilepas ada juga yang salah terus judulnya. Di sisi lain, ada juga mahasiswa yang pintar, tapi sering sekali cuek terhadap tugas-tugas yang harusnya ia kerjakan, alasannya karena bekerja. 

Tapi hidup ini memang nggak bisa ideal terus, nggak bisa sesuai keinginan kita terus, tetap kok masih banyak yang harus disyukuri, bahwa saya bisa menemukan mahasiswa-mahasiswa lain yang mau belajar, mau berkembang dan bisa bertukar pikiran dengan saya (dengan baik). 

Semoga semua urusan kita dimudahkan dan semoga saya semakin baik menjadi seorang pengajar :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...