Wednesday, May 2, 2018

Berbahasa yang baik (dalam pesan)

Assalamualaikum,

Jadi semester ini saya mendapat mata kuliah yang agak nyerempet ke urusan bahasa dan tulis menulis, hal yang dikenal sebagai copywriting. Nah gara-gara hal tersebut, setiap kali melihat tulisan dalam bentuk laporan, artikel atau bahkan pesan melalui aplikasi ponsel sekalipun yang tulisannya kurang mengena di hati, bawaannya ingin mengoreksinya. 

Saya juga bukan orang yang sempurna dalam tata bahasa sih, tapi setidaknya saya cukup memahami tulisan seperti apa yang nyaman dibaca dan mana yang tidak.

Taken from HERE
Tulisan kali ini saya akan fokus pada penulisan pesan melalui sosial media ataupun aplikasi di ponsel. Jujur saja, saya selalu jengah saat membaca pesan dari orang yang menulis dengan cara yang membuat saya tidak nyaman. Contoh pertama, mungkin kalian sering sekali melihat orang menulis "nya" dengan menggantinya menjadi "x" kan ? Hal semacam itu yang membuat saya sebal. Saya tidak tahu dimana rumusnya, "x" itu dibaca sebagai "nya". Mungkin maksudnya supaya nulisnya tidak terlalu panjang, cuma ya gimana ya, mungkin saya saja yang baper. Masalahnya kadang yang menulis seperti itu adalah pengajar, lalu kemudian saya berpikir kenapa seorang pengajar tidak mencontohkan hal yang baik pada muridnya. Hal baik yang saya maksud adalah menulis dengan benar. 

Contoh lain adalah menggunakan tanda tanya yang banyak, seperti "oh ya ?????", ada yang bilang itu bentuk penekanan kalau si penulisnya ngomong dengan ngotot atau terlalu excited. Sayapun pernah menulis seperti itu, konteksnya sih karena saya kaget atau bercanda. Tapi ada loh yang memang punya kebiasaan seperti itu di setiap ia bertanya di sebuah pesan. Nah kalau saya berpikir orangnya ngotot terus gimana ? Jangan-jangan orang tersebut lagi marah sama saya, hehehe. 

Banyak contoh lain, seperti "q" sebagai ganti "aku", memotong kata "dari" jadi "ri", "tapi" jadi "pi", saya tidak mau bilang kalau mereka salah banget atau alay kok, karena setiap orang punya kebiasaan beda-beda. Walaupun selalu terbersit di otak saya, semakin dewasa usia kita mestinya semakin sadar untuk memperbaiki hal-hal yang tidak benar dalam diri kita. Idealnya begitu, iya nggak sih :D

Ya sudah lah, begitulah curhat bahasa saya hari ini, jika ada teman-teman yang masih menulis seperti itu, coba pikirkan baik-baik lah kira-kira kalau menulis dengan lebih baik lebih berfaedah nggak ? Maafkan saya kalau tulisan saya nyentil ya :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

1 comment:

Gunung Penanggungan said...

aku kalo nge WA dosen tiba2 jadi ahli bahasa Indonesia haha

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...