Saturday, March 31, 2018

Nonton film di bioskop

Assalamualaikum,

Bahasan ini membuat saya keliatan kupernya, hehehe, setelah punya anak memang saya jarang sekali nonton di bioskop. Faktor saya merasa nggak enak ninggalin anak untuk nonton bioskop yang biasanya waktunya sampai sore, kalaupun nitipin dia di daycare pulangnya jadi sore banget. Dan orang tua saya agak jengah kalau saya ninggalin anak saya sendiri, misalkan saya pacaran sama suami aja, hehehe, iya, kurang hiburan banget nih maknya Liam. Tapiii hiburan itu nggak mesti ke bioskop sih, duh kan jadi lupa bersyukur.

Anyway, terhitung baru 2 kali saya nonton bioskop setelah Liam lahir, ya ampun, kuper, hahaha. Film pertama yang saya tonton adalah Fantastic beast and where to find them, yang kedua saya beranikan ajak Liam beberapa bulan lalu, nonton Coco. Bukan berarti saya nggak nonton film sih, nontonnya gratisan via internet (plus nonton drama korea, hahaha) tapi dalam 4 tahun terakhir ya, saya baru nonton 2 kali itu di bioskop, hehehe, parah ya kupernya.

Nah tentang nonton film di bioskop sama anak ini, saya jadi ingat tentang postingan seorang selebgram yang sempat posting di insta storiesnya tentang ketidaknyamanan di bioskop karena terganggu pada suara tangisan bayi dari keluarga kecil di dalam bioskop. 
Photo by Donald Tong from Pexels
Saya pribadi merasa wajar saja kalau si mbak seleb (@leonyvh) itu kecewa dengan si Bapak bayi tersebut yang minta untuk dimengerti. Padahal film yang ditonton saat itu adalah film 17tahun ke atas. Film yang ditontonpun (Tomb Rider) sound effectnya juga pasti luar biasa mengganggu si anak, jadi wajar kalau anaknya menangis. 

Saya sebagai seorang Ibu sebenarnya malu mendengar ucapan si bapak bayi tersebut yang bilang, “Kan kamu masih bayi ya. Enggak apa-apa nangis kencang-kencang. Orang-orang begitu mah biasanya yang enggak punya anak”

Ya ampun, saya yakin di dalam bioskop tersebut ada yang sudah punya anak, ada yang punya anak bayi juga, namun mungkin ditinggalkan di rumah bersama kakek nenek atau nanny-nya, ada yang belum punya anak, tapi ingin punya anak, tapi gara-gara ucapan egois itu, ingin mengutuk si bapak ini, saya pun, hehe. Atau mungkin saja si bapak ini sebenarnya malu, tapi gengsi, gengsinya tinggi banget sampai nggak mau dianggap salah.

Semoga sih keluarga kecil itu belajar dari pengalaman untuk tidak membawa bayinya saat menonton bioskop lagi. Kalaupun sudah saatnya, misalnya 2-3 tahun, bolehlah diajak nonton, asalkan ratenya SU, alias Semua Umur. Dan kalau si anak nangis, janganlah ngotot untuk ada di dalam bioskop terus, ajak keluar, tenangkan. Dan kalau sudah tidak bisa ditenangkan, relakan aja tiket nontonnya, dan kemudian bisa dicoba lagi lain waktu. Pada dasarnya jadi orang tua kan memang harus mau berkorban, dan pasti anaknya akan belajar pengorbanan orang tuanya tersebut. Dan sabar lah nunggu sampai waktunya bisa nonton dengan tenang, sementara nonton aja lewat streaming di internet, hehehe. 

Tapi ini dari sudut pandang saya yang sudah tidak moviegoers lagi setelah punya anak ya, saya nggak tau dari sudut pandang orang tua yang harus nonton setidaknya seminggu sekali sih.

Kalau menurut teman-teman ? 

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

3 comments:

christin said...

aku belum punya anak sih ya jadi ngga tau rasanya ngempet pengen nonton itu gimana... tapi rasanya kurang bijak juga kalo ngajak anak nonton film yang ratingnya di atasnya, selain itu juga kalo ngganggu orang lain gimana. minggu lalu aku nonton pacific rim dengan rating 17+, di sebelahku duduk anak cowok yg rasanya baru sekitar 8-9 tahun nonton sama ibunya. sepanjang film dia nanyaaaaaa melulu. berisik. trus kalo pas adegannya rada membosankan, dia menghentak-hentakkan diri di kursinya yang tentu saja kursiku ikut ajrut-ajrutan juga. untung begitu aku lirik lalu dia diam, dan ibunya juga nyuruh dia ngga gitu lagi.

Fenty Fahminnansih said...

@kittin : iya, tin, makanya aku jarang banget nonton film di bioskop, suka mikir gimana nanti, hahaha, tapi liam termasuk anak anteng sih kalo ada banyak orang, tapi yo embuh sih, nggak ambil resiko xD

Hans said...

Saya punya pengalaman yang sama sih.
Sama2 gak mengenakan, hahaha.
Bayangin aja mba, aku nontonnya midnight dan itu diatas jam 11 malem pastinya.
Gila aja ada ortu yang ajak anak bayinya (mungkin belum nyampe 1 tahun) untuk nonton tengah malam seperti itu.
Namanya bayi ya yang emang butuh tidur lebih lama, pasti nangis lah selama pertunjukan film.
Apalagi berisik banget kan, gak nyaman pasti di telinga si bayi.
Maaf ya, tapi sempat ngomong dalem hati "Ada ya ortu goblok kayak gini".
Kzl sendiri jadinya :))

Eh tapi itu pihak pengelola khususnya ticketing juga punya sikap ya kalo ada yang bawa bayi gitu --"

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...