Thursday, March 22, 2018

Memori masa kecil Liam (1)

Assalamualaikum,

Hai kalian, sudah waktunya saya mengerjakan pekerjaan rumah lagi, tema yang diambil dari salah satu kelas di mata kuliah yang saya ampu minggu ini adalah masa kecil. Saya cukup beruntung saya tidak hanya bisa menceritakan diri saya sendiri sejak saya punya anak, atau sebenarnya menceritakan tema masa kecilpun tidak perlu tentang diri sendiri sih, contohnya aja seperti apa masa kecil tokoh favorit yang kita kagumi, ini seperti saya mengingatkan mahasiswa ya, hehehe, siapa tau ada mahasiswa yang membaca :D

Jadi saya mau bercerita sedikit tentang Liam, tentang apa yang selama ini saya ajarkan ke Liam. Saat ini usianya menginjak 4 tahun 7 bulan di bulan ini, sebentar lagi usianya 5 tahun. Benar-benar balita, alias bayi lima tahun, bukan batita lagi :D Katanya anak usia 5 tahun, sudah lebih dapat berkompromi dengan dunia sekitar, apalagi berbicara tentang peraturan padanya. Saya ingat teman saya dulu bercerita saat anaknya berusia 5 tahun, rasanya lebih nyaman dibanding usia-usia sebelumnya, sampai saat itu belum berpikir untuk punya anak kedua (sekarang sudah punya), walaupun pasti tetap ada tantangannya. 

Mendengar hal tersebut saat ini saya sepertinya merasakan hal yang serupa, semakin matang usianya, semakin ia memahami mana yang benar dan tidak, mana yang boleh mana yang tidak, tidak perlu tantrum dan marah-marah nggak jelas. Semakin usianya bertambah pun, ia semakin mandiri, ya tidak 100% mandiri tentu saja, mungkin karena Ibunya ini masih belum percaya diri untuk percaya 100% padanya, hehehe, ya namanya juga anak masih satu ya, rasa was-was itu masih tetap ada. Tapi insyaAllah semua akan ada waktunya untuk rasa siap itu :)

Liam coba menguaskan cat :)
Kembali berbicara tentang apa yang saya ajarkan padanya, selama hampir 5 tahun ini, saya selalu berusaha menanamkan hal-hal positif padanya. Salah satu diantaranya adalah punya mainan nggak perlu mahal, hehehe, ini sebenarnya saya sendiri yang agak "pelit" karena berpikir ya ampun, ngapain juga sih beliin mainan mahal untuk anak kalau nanti endingnya dilempar-lempar, hehehe. Saya cukup selektif memang soal mainan anak ini, bukan berarti saya tidak membelikannya mainan. Saya lebih suka membelikan mainan yang bentuknya edukatif, seperti plastisin (playdoh), lego atau mainan pasir. Kalaupun ada yang koleksi mainannya yang berbentuk tokoh ataupun mainan transportasi tertentu, mostly dibelikan orang, saya pernah sih membelikan, tapi jarang :D

Jadi akhirnya untuk mengurangi budget beli mainan itu, saya buat sendiri mainannya, seperti saya pernah membuatkannya kompor yang masih ia gunakan sampai saat ini, mainan atm, busy book, city map ala kadarnya, mesin edc, dll, yang semuanya saya buat dari bahan yang ada di rumah, seperti kardus bekas atau koleksi kain saya yang seabrek. 
Liam dan Lego :D
Sadar ataupun tidak, sebenarnya hal itu mengajarkan Liam untuk lebih kreatif sih (ini mindset Ibu yang dosen kreatifitas soalnya, hahahahaha), walaupun hasil itu belum terlihat secara jelas. Namun saya rasa memori tentang saya memberikan stimulus tersebut padanya, saat ia besar nanti akan tertancap di otaknya sampai ia lebih dewasa nanti. Rasanya asik aja kan ya, suatu saat nanti Liam bercerita pada temannya seperti, "Ibuku bikin mainan loh buat aku dari aku kecil, keren kan Ibuku?" hahaha, Ibu dan daydreamnya xD ya itu bonus lah, seperti kita hidup sehat bonusnya jadi langsing, hehehe. 

Jadi semakin dia besar, saya semakin rajin cari-cari hal menarik yang bisa saya buat untuk bermain dengan Liam, sesuai dengan usianya. Saya ingin Liam tau, kalau masa kecilnya sangat bahagia karena dia punya Ibu (dan Bapak) yang selalu mengajarkan sesuatu yang seru padanya :)

Oh iya, judulnya menarik, jadi siapa tau saya buat versi berikutnya, jadi ini adalah postingan tentang Memori masa kecil Liam Chapter 1, ya mungkin saya akan bercerita beberapa bulan atau tahun yang akan datang di chapter-chapter berikutnya :)

Saya harap masa kecilmu juga bahagia ya :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...