Saturday, March 31, 2018

Nonton film di bioskop

Assalamualaikum,

Bahasan ini membuat saya keliatan kupernya, hehehe, setelah punya anak memang saya jarang sekali nonton di bioskop. Faktor saya merasa nggak enak ninggalin anak untuk nonton bioskop yang biasanya waktunya sampai sore, kalaupun nitipin dia di daycare pulangnya jadi sore banget. Dan orang tua saya agak jengah kalau saya ninggalin anak saya sendiri, misalkan saya pacaran sama suami aja, hehehe, iya, kurang hiburan banget nih maknya Liam. Tapiii hiburan itu nggak mesti ke bioskop sih, duh kan jadi lupa bersyukur.

Anyway, terhitung baru 2 kali saya nonton bioskop setelah Liam lahir, ya ampun, kuper, hahaha. Film pertama yang saya tonton adalah Fantastic beast and where to find them, yang kedua saya beranikan ajak Liam beberapa bulan lalu, nonton Coco. Bukan berarti saya nggak nonton film sih, nontonnya gratisan via internet (plus nonton drama korea, hahaha) tapi dalam 4 tahun terakhir ya, saya baru nonton 2 kali itu di bioskop, hehehe, parah ya kupernya.

Nah tentang nonton film di bioskop sama anak ini, saya jadi ingat tentang postingan seorang selebgram yang sempat posting di insta storiesnya tentang ketidaknyamanan di bioskop karena terganggu pada suara tangisan bayi dari keluarga kecil di dalam bioskop. 
Photo by Donald Tong from Pexels
Saya pribadi merasa wajar saja kalau si mbak seleb (@leonyvh) itu kecewa dengan si Bapak bayi tersebut yang minta untuk dimengerti. Padahal film yang ditonton saat itu adalah film 17tahun ke atas. Film yang ditontonpun (Tomb Rider) sound effectnya juga pasti luar biasa mengganggu si anak, jadi wajar kalau anaknya menangis. 

Saya sebagai seorang Ibu sebenarnya malu mendengar ucapan si bapak bayi tersebut yang bilang, “Kan kamu masih bayi ya. Enggak apa-apa nangis kencang-kencang. Orang-orang begitu mah biasanya yang enggak punya anak”

Ya ampun, saya yakin di dalam bioskop tersebut ada yang sudah punya anak, ada yang punya anak bayi juga, namun mungkin ditinggalkan di rumah bersama kakek nenek atau nanny-nya, ada yang belum punya anak, tapi ingin punya anak, tapi gara-gara ucapan egois itu, ingin mengutuk si bapak ini, saya pun, hehe. Atau mungkin saja si bapak ini sebenarnya malu, tapi gengsi, gengsinya tinggi banget sampai nggak mau dianggap salah.

Semoga sih keluarga kecil itu belajar dari pengalaman untuk tidak membawa bayinya saat menonton bioskop lagi. Kalaupun sudah saatnya, misalnya 2-3 tahun, bolehlah diajak nonton, asalkan ratenya SU, alias Semua Umur. Dan kalau si anak nangis, janganlah ngotot untuk ada di dalam bioskop terus, ajak keluar, tenangkan. Dan kalau sudah tidak bisa ditenangkan, relakan aja tiket nontonnya, dan kemudian bisa dicoba lagi lain waktu. Pada dasarnya jadi orang tua kan memang harus mau berkorban, dan pasti anaknya akan belajar pengorbanan orang tuanya tersebut. Dan sabar lah nunggu sampai waktunya bisa nonton dengan tenang, sementara nonton aja lewat streaming di internet, hehehe. 

Tapi ini dari sudut pandang saya yang sudah tidak moviegoers lagi setelah punya anak ya, saya nggak tau dari sudut pandang orang tua yang harus nonton setidaknya seminggu sekali sih.

Kalau menurut teman-teman ? 

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Thursday, March 22, 2018

Memori masa kecil Liam (1)

Assalamualaikum,

Hai kalian, sudah waktunya saya mengerjakan pekerjaan rumah lagi, tema yang diambil dari salah satu kelas di mata kuliah yang saya ampu minggu ini adalah masa kecil. Saya cukup beruntung saya tidak hanya bisa menceritakan diri saya sendiri sejak saya punya anak, atau sebenarnya menceritakan tema masa kecilpun tidak perlu tentang diri sendiri sih, contohnya aja seperti apa masa kecil tokoh favorit yang kita kagumi, ini seperti saya mengingatkan mahasiswa ya, hehehe, siapa tau ada mahasiswa yang membaca :D

Jadi saya mau bercerita sedikit tentang Liam, tentang apa yang selama ini saya ajarkan ke Liam. Saat ini usianya menginjak 4 tahun 7 bulan di bulan ini, sebentar lagi usianya 5 tahun. Benar-benar balita, alias bayi lima tahun, bukan batita lagi :D Katanya anak usia 5 tahun, sudah lebih dapat berkompromi dengan dunia sekitar, apalagi berbicara tentang peraturan padanya. Saya ingat teman saya dulu bercerita saat anaknya berusia 5 tahun, rasanya lebih nyaman dibanding usia-usia sebelumnya, sampai saat itu belum berpikir untuk punya anak kedua (sekarang sudah punya), walaupun pasti tetap ada tantangannya. 

Mendengar hal tersebut saat ini saya sepertinya merasakan hal yang serupa, semakin matang usianya, semakin ia memahami mana yang benar dan tidak, mana yang boleh mana yang tidak, tidak perlu tantrum dan marah-marah nggak jelas. Semakin usianya bertambah pun, ia semakin mandiri, ya tidak 100% mandiri tentu saja, mungkin karena Ibunya ini masih belum percaya diri untuk percaya 100% padanya, hehehe, ya namanya juga anak masih satu ya, rasa was-was itu masih tetap ada. Tapi insyaAllah semua akan ada waktunya untuk rasa siap itu :)

Liam coba menguaskan cat :)
Kembali berbicara tentang apa yang saya ajarkan padanya, selama hampir 5 tahun ini, saya selalu berusaha menanamkan hal-hal positif padanya. Salah satu diantaranya adalah punya mainan nggak perlu mahal, hehehe, ini sebenarnya saya sendiri yang agak "pelit" karena berpikir ya ampun, ngapain juga sih beliin mainan mahal untuk anak kalau nanti endingnya dilempar-lempar, hehehe. Saya cukup selektif memang soal mainan anak ini, bukan berarti saya tidak membelikannya mainan. Saya lebih suka membelikan mainan yang bentuknya edukatif, seperti plastisin (playdoh), lego atau mainan pasir. Kalaupun ada yang koleksi mainannya yang berbentuk tokoh ataupun mainan transportasi tertentu, mostly dibelikan orang, saya pernah sih membelikan, tapi jarang :D

Jadi akhirnya untuk mengurangi budget beli mainan itu, saya buat sendiri mainannya, seperti saya pernah membuatkannya kompor yang masih ia gunakan sampai saat ini, mainan atm, busy book, city map ala kadarnya, mesin edc, dll, yang semuanya saya buat dari bahan yang ada di rumah, seperti kardus bekas atau koleksi kain saya yang seabrek. 
Liam dan Lego :D
Sadar ataupun tidak, sebenarnya hal itu mengajarkan Liam untuk lebih kreatif sih (ini mindset Ibu yang dosen kreatifitas soalnya, hahahahaha), walaupun hasil itu belum terlihat secara jelas. Namun saya rasa memori tentang saya memberikan stimulus tersebut padanya, saat ia besar nanti akan tertancap di otaknya sampai ia lebih dewasa nanti. Rasanya asik aja kan ya, suatu saat nanti Liam bercerita pada temannya seperti, "Ibuku bikin mainan loh buat aku dari aku kecil, keren kan Ibuku?" hahaha, Ibu dan daydreamnya xD ya itu bonus lah, seperti kita hidup sehat bonusnya jadi langsing, hehehe. 

Jadi semakin dia besar, saya semakin rajin cari-cari hal menarik yang bisa saya buat untuk bermain dengan Liam, sesuai dengan usianya. Saya ingin Liam tau, kalau masa kecilnya sangat bahagia karena dia punya Ibu (dan Bapak) yang selalu mengajarkan sesuatu yang seru padanya :)

Oh iya, judulnya menarik, jadi siapa tau saya buat versi berikutnya, jadi ini adalah postingan tentang Memori masa kecil Liam Chapter 1, ya mungkin saya akan bercerita beberapa bulan atau tahun yang akan datang di chapter-chapter berikutnya :)

Saya harap masa kecilmu juga bahagia ya :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Monday, March 19, 2018

#bumasrumkulineran

Assalamualaikum,

Hastag di atas adalah salah satu cara saya mendokumentasikan kegiatan saya saat makan di berbagai tempat. Tidak perlu mahal, tidak perlu di cafe, bahkan di kantin kampuspun saya anggap kulineran, hehehe, iya kalau kalian pernah baca bahwa saya jarang sekali jalan-jalan, mungkin kalian paham betapa terbatasnya tujuan hidup saya #eh tujuan tempat nongkrong saya maksudnya.

Karena sejatinya kuliner itu kan hasil olahan makanan dan minuman, nggak perlu juga saya harus ke restoran paling mahal seSurabaya untuk bisa mendokumentasikan kegiatan makan saya kan, kecuali saya memang memposisikan diri saya sebagai food blogger, which thankfully I'm not :D tapi jadi food blogger bisa bikin makan gratis di tempat yang mahal itu sih, hahaha, itupun kalau hasil foto saya bagus, sementara masih biasa aja xD
Nah tuh, cuma 51 post, kalau saya food blogger pasti ribuan tuh :D
Jadi jika kalian follow saya di instagram (cieeh sok seleb, padahal follower cuma berapa) saya mengatur feed instagram saya, kalau di salah satu side isinya kuliner semua, mau yang saya masak sendiri, yang saya beli di restoran tertentu beberapa diantaranya juga minuman, dan lain-lain yang berhubungan dengan kuliner, jadi menyadari walaupun saya tidak terlalu sering jalan-jalan, saya masih bisa terus melengkapi feed itu, hahaha, demi kerapian isi feed instagram ya xD

Kalau kalian punya hastag yang berhubungan dengan makan-makan ? 

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Sunday, March 18, 2018

Siapa tokoh favoritmu ? Ini 3 orang versi saya

Assalamualaikum,

Tema minggu ini adalah tokoh favorit. Saya sulit jika menyebutkan satu orang, karena saya punya banyak orang di daftar tersebut, tapi mostly yang saya akan favoritkan, jika orang tersebut adalah orang kreatif yang berkecimpung di industri kreatif, plus dia perempuan. Mungkin karena pekerjaan saya yang tidak jauh-jauh dari hal tersebut dan saya adalah perempuan :D.

Sebagai orang kreatif saya butuh untuk terinspirasi terus, saya juga butuh menemukan ide baru untuk membuat ini itu demi daya kreatifitas saya yang tidak boleh tumpul #etdah, dalem banget bahasanya. Dan melihat karya-karya mereka seperti mendorong saya untuk melakukan lebih dari yang saya bisa sekarang, dengan kapasitas yang saya mampu tentunya.

Saat pertama kali saya berkecimpung di dunia craft saya mengagumi seorang blogger yang kebetulan punya usaha craft yaitu Martha Putri (biasa dipanggil Puwi), di blognya yang bernama Idekuhandmade, dimana yang tadinya craftnya cukup simple, berbekal kain flanel dan kain perca, kemudian beralih ke marker doll/cushion, lalu terakhir ia terkenal dengan membuat beberapa workshop ilustrasi. Saya pernah membaca artikel tentangnya di salah satu blog craft lain, ia berkata bahwa tidak ada karya yang tidak punya peminatnya. Hal itu membuat kepercayaan diri saya naik, bahwa karya sesimple apapun, bisa jadi menarik untuk beberapa orang :)
Martha Puri
Source : Tempo.co
Orang kedua yang saya kagumi tentu saja Aprodita Wibowo, atau dikenal sebagai Cemprut. Bonekanya yang tidak biasa dan sangat berkonsep membuat karyanya sangat dicintai banyak orang. Orang rela nunggu disaat ia "buka toko" yang ia sebut sebagai "lahiran" via facebook, dan kemudian rela waiting list saat boneka yang diharapkan terbeli sudah ada yang diambil orang, hehehe. Cemprut adalah salah satu crafter yang bertumbuh, mirip seperti Puwi, dari usahanya yang biasa saja kemudian ia menjadi terkenal dengan konsepnya yang luar biasa, dan tentu saja ia tidak puas dengan hanya membuat boneka saja. Saat ini Cemprut sering menggelar kegiatan menyulam, dengan hastagnya #sambilmenyulaminumair  
Cemprut
Source : Kitty Manu blog
Orang ketiga, yang mungkin menjadi top three terakhir dalam tokoh inspiratif saya mungkin adalah Nur Maliyanti. Kalau dia sih membuat saya terinpirasi untuk membuat mainan dari kardus bekas untuk Liam. Ia menyebut dirinya sebagai Ibu kardus, karena semua mainan untuk anaknya ia buat menggunakan kardus. Beberapa tips untuk membuat mainan menarik dari kardus, saya ambil dari instagramnya. 
Nur Maliyanti
Source : Rocking Mama
Ya mungkin itu adalah 3 orang yang termasuk dalam list saya, kalau saya pikir-pikir lagi, saya lebih suka mengidolakan atau terinspirasi dari tokoh-tokoh yang memang dekat dengan kehidupan dan diri saya sendiri sebagai perempuan, istri dan ibu. Saya bisa menyebutkan beberapa orang lain yang bisa jadi tokoh inspiratif untuk saya, seperti @iburakarayi @dianarikasari @uchywidya @blogsachi, dan banyak orang yang hampir semuanya adalah perempuan :D

Kalau versimu, seperti apa tokoh yang kalian favoritkan ?

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Saturday, March 10, 2018

Bahagia itu sesederhana ...

Bisa ngurangin berat badan dua kilogram, hahahaha

Hai kalian, Assalamualaikum ...

Memang di usia saya yang masih kepala 2 (tapi boong) ini, susah banget mau mengurangi berat badan, lebih ke mental mungkin ya, plus support juga dari lingkungan. Masalahnya lingkungan support saya untuk makan dan bahagia aja terus, tapi jadi lupa sama berat badan. Ada yang bilang ya udah kali ya, udah nikah ini, nggak usah mikir berat badan lagi deh. Tapi setelah banyak berita jelek di luaran sana yang you know laaah ... jadinya merasa harus lebih merawat badan sendiri. Ya di satu sisi harus pede aja dengan bodi yang udah melebar ini, tapi di sisi lain harus banget merawat badan sendiri. 

Tapi tentu ada banyak hal lain yang dipikirkan, selain mikir tampak langsing di depan suami maksudnya. 
Kesehatan! 

Secara saya berharap sekali kalau saya bisa mendapatkan anak kedua, memiliki badan yang sehat adalah keharusan. Apalagi usia nggak bisa menipu, semakin bertambah usia kita, semakin besar tantangannya untuk bisa mendapatkan anak lagi. Bagi saya sih begitu, walaupun ada yang kayaknya (uhuk) gampang hamil lagi. Jadi ya, saya berharap saya bisa memiliki bobot tubuh yang lebih langsing dibanding sekarang, karena faktor itu. 
Duuh rinduuu .... dari Pexels.com
Pakai usaha nggak ? Kan nggak mungkin ngarep doang tanpa usaha ? 
Ya, beberapa waktu ini saya mulai mengurangi makan malam dan olahraga setengah jam dalam sehari. Ya Alhamdulillah itu tadi, turun dua kilo, hahaha, dan saya bahagia. Setidaknya itu awal yang baik kan, asalkan tetap berusaha yang terbaik, insyaAllah ada hasil yang akan tercapai. Dan semoga di tahun ini, bisa hamil adeknya Liam, aamiiin ....

Jadi mari berusaha lebih kuat lagi, untuk dapatkan badan yang lebih sehat, langsing dan subur (eh) hehehe. 

NB : Semoga postingan beberapa waktu lagi, berat badan saya lebih banyak berkurang ya :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Friday, March 9, 2018

Nyetir motor

Assalamualaikum,

BF: "Oke, minggu ini tema-nya apa, mas-mas, mbak mbak ?"
M3: "Makanan buuk" "Mantan buuk ...."
        "Eh jangan, aku kan nggak punya mantan"
        "Ojo panganan taah, tema sing ndisik podo ae" 
         (Jangan makanan dong, tema kemaren kan sama aja)
BF : "Ya udah terserah aja ya tema minggu ini ?"
M3 : "Loh buk, nanti saya bingung mau bahas apa, pake konten aja"
         "Nggak po-po tah, lak sembarang tulisane" (Nggak apa-apa lah, kan terserah nulis apa)
BF : "Ya sudah, tema minggu ini 'Random' ya, jadi terserah kalian mau bahas apapun, oke?"
M3 : "Oke deh buuuk" 

Obrolan di kelas antara Bu Fenty (BF) dan M3 (Mas Mbak Mahasiswa) di atas terjadi di akhir perkuliahan copywriting minggu lalu untuk mencari tema konten blog minggu ini, hehehe. Yes se random itu awalan tulisan blog saya kali ini, hehehe

Padahal yang saya mau bahas adalah pengendara motor, haish jauh banget ya, ya kan random, jadi boleh dong saya mengawalinya dengan apapun (pembenaran, padahal biar panjang aja postingannya) 


Jadi, selama 6 tahun terakhir saya jadi jarang sekali nyetir mobil karena sudah ada suami yang antar-antar saya pakai motor. Saya tidak pernah mengendarai motor, karena memang tidak bisa, dan entah kenapa saya tidak pernah berpikir untuk berlatih naik motor lagi saat ini. 
Bukan saya dan suami sih, hahaha, dapet dari Pexels.com
Dulu, duluuuu sekali, saat saya masih SMP saya pernah berlatih naik motor dengan ayah saya. Saat itu perumahan tempat saya tinggal belum banyak bangunannya, jadi masih banyak lahan kosong untuk saya berlatih dengan ayah saya. Lalu kemudian itu tidak berlanjut, saya sudah jiper duluan melihat jalanan daerah Surabaya barat yang penuh truk-truk besar bahkan yang gandengan juga ada (truk gandeng maksudnya). Mungkin faktor ayah saya juga yang nggak rela anaknya ini saingan sama truk-truk besar itu, kalau dipikir-pikir ayah saya ini cukup memanjakan saya sih, hehehe, love you Dad. 

Anyway, akhirnya di usia saya yang sekarang, saya belum pernah benar-benar mengendarai motor, nggak pernah mengurus SIMnya juga (ya karena emang nggak terbiasa). Jadi life skill saya dalam mengendarai transportasi hanya sepeda kayuh dan mobil, lainnya nggak ada, walaupun pengen juga bisa mengendarai pesawat terbang, eaaaaa. 

Dari pembahasan tentang life skill di atas, saya jadi berpikir, bahwa mengendarai motor di jalanan kota besar macam Surabaya itu butuh bakat yang luar biasa, hahaha lebay ya saya. Saya ngomong seperti ini, karena faktor saya nggak bisa nyetir motor sih. Karena setelah saya melihat suami, dan babang-babang ojek online yang saya tumpangi (motornya loh yaaa). Mereka bisa banget gitu masuk ke celah-celah kemacetan di jalan. Apalagi daerah yang saya lewati (misalnya dari Wiyung ke Kedung Baruk) macetnya di beberapa titik, dan mereka bisa banget mengontrol kendaraan mereka agar bisa jalan terus tanpa harus benar-benar terkendala kemacetan. Saya suka amaze sendiri kok karena hal ini, hahaha, sesimple itu rasa takjub saya pada suatu hal xD 

Terimakasih untuk suami dan orang-orang yang pernah mengantarkan saya pakai motor, karena tanpa kalian perjalanan saya ke kantor atau kemanapun tidak akan lancar xD

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum, 

Saturday, March 3, 2018

11 years blogging

Assalamualaikum,

Terasa nggak sih kalau saya sedang rajin menulis beberapa waktu terakhir ? 

Ini kalau jaman dulu, saat blog masih menjadi cara terbaik untuk menulis di publik, yang komen pasti lebih dari 30 orang, iya sebanyak itu "follower" saya dulu, mungkin yang komentar sering sekali membicarakan "eh iya, lagi sering nulis ya, Fen, kemaren-kemaren kemana aja ?"
Hahahaha....

Jadi sebenarnya saya ada proyek, proyeknya adalah menulis setidaknya 2 kali dalam seminggu, karena kebetulan saya "memerintah" mahasiswa saya untuk melakukan hal yang serupa, nggak ding, saya menyarankan mereka (demi nilai) untuk menulis satu tema dalam seminggu. Dan supaya seimbang, dosennya nggak asal perintah aja, saya akhirnya menantang diri saya untuk menulis juga. Kebetulan saya mengajar kuliah copywriting 2 kelas, jadi otomatis saya menulis 2 kali dalam seminggu. Proyek ini sebenarnya menguntungkan untuk saya karena saya terpaksa harus nulis, demi pagerank xD.
taken from this web
Tema minggu ini dalam salah satu kelas adalah Pengalaman. 
Saya kemudian berpikir, yah bolehlah saya menulis tentang pengalaman saya nulis di blog.
Saya sudah menulis di blog ini selama hampir 11 tahun (hampir, karena baru mulainya November 2007, tapi sebelumnya saya juga punya blog lain, yang saya lupa apa namanya)  Haduuh setua itu saya, sudah 136 purnama lah xD (iseng ngitung) 

Ini blog saya yang paling istiqomah, karena ya, saya punya beberapa blog lain dengan tema berbeda, ada salah satunya tempat saya share produk handmade saya, ada yang tentang rencana pernikahan saya dulu (yang sudah nggak kepegang, karena kan nggak nikah lagi, hehehe) dan dulu saya pernah membahas tentang tugas-tugas saya jaman S2. 

Tidak berfaedah ? Ah masa sih? Saya rasa menulis adalah salah satu cara kita untuk mencatat apa yang pernah kita lakukan di masa lampau. Kalau jaman dulu banget kita pakainya buku diary, sekarang akan lebih mudah melakukannya karena kita bisa share di blog kita. Walaupun ada juga manusia introvert yang nggak mau apapun kegiatannya diketahui oleh massa, boleh juga lah blog itu diprivate (saya juga punya private blog, heyaaa banyak amat, Fen?) jadi ngurangin rasa depresi kita, karena menulis itu healing, kalau memang nggak mau membahasnya secara langsung dengan orang lain :)

Keuntungan lain ngeblog, bagi kamu yang punya bakat jadi jurnalis, bisa datang ke kegiatan-kegiatan menarik tertentu dan menulis tentang kegiatan tersebut. Endingnya mungkin bisa jadi uang untuk kamu (ini modus supaya mahasiswa saya aktif ngeblog) hehehe. Review produk-pun bisa mendatangkan pundi-pundi uang, jadi saya rasa semua hal bisa dilakukan jika kita aktif menulis. Saya pernah diundang nonton konser salah satu band Amerika secara gratis, asal saya nulis di blog saya setelah itu. 

Pengalaman itu membuat saya merasa banyak sekali keuntungan yang saya dapat, tulisan saya pun juga terasa berkembang dari waktu ke waktu. Di awal menulis dulu bahasan saya menye-menye dan hanya membahas tentang kebaperan saya aja, namun semakin ke sini ternyata banyak hal yang sudah saya perbaiki dari tulisan saya, dari cara saya berpikir pun juga berkembang. Walaupun setiap orang pasti punya karakter dalam tulisannya. Saya sendiri mungkin bukan dan tidak akan pernah pernah bisa menulis tulisan yang terlalu serius. Walaupun jika terpaksa, saya harus bisa menulis untuk alasan akademis, penelitian atau laporan misalnya.  

Jadi nikmati prosesnya, siapa tau ini memang passionmu
So keep on blogging, guys
Disini tulisanmu tercatat dalam sejarah ^_^

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Thursday, March 1, 2018

Pentingkah jalan-jalan ?

Assalamualaikum,

"Buk, kamu setiap minggu harus banget ya jalan ke mall?" 
"Iya, kalau nggak ke mall setiap minggu rasanya ada yang kurang"
"Harus banget ?"
"Harus! Jadi kalau aku nanti ketemu jodoh nih, harus yang mau aku ajak jalan tiap weekend. Minimal ke mall lah"

Salah satu obrolan saya dengan teman saya yang doyan jalan ini membuat saya berpikir, kenapa saya nggak sebegitu merasa penting ya jalan tiap weekend. Sepertinya memang dimulai dari kebiasaan keluarga yang lebih sering menghabiskan weekend di dalam rumah. Hingga akhirnya saya menjadi salah seorang anak yang berkembang menjadi anak rumahan. 

Herannya Ibu saya justru merasa aneh melihat saya saat weekend tidak pernah kemana-mana. Padahal kalau dipikir-pikir, itu juga karena orang tua saya yang jarang ngajak saya kemana-mana dulu, hehehe. Mungkin saya juga bukan orang yang mudah terpengaruh lingkungan di luar rumah, akhirnya ya well, saya sedikit kuper jaman saya sekolah. But that's alright, toh saya bertemu dengan suami yang nggak doyan jalan juga (tapi nggak kuper, cuma punya selera musik jadul aja sih, hehehe)

Jadi jalan-jalan bagi saya itu harus ada faedahnya, misalnya belanja kebutuhan tiap minggu, perlu beli bahan untuk gambar atau menjahit, ketemu teman yang memang sudah janjian sejak lama, atau ingin makan di suatu tempat yang memang ingin banget kesana (gara-gara ada promo salah satunya, hehehehe)
Jalan-jalan kemana kita ?
Tapi sebenarnya cukup penting sih jalan-jalan ke suatu tempat itu, kenapa ? Bagi saya pribadi, kita bisa dapat banyak inspirasi, salah satunya tren saat ini, entah itu make up, fashion, makanan atau mungkin perilaku masyarakat, yang mungkin saja bisa kita jadikan sebuah penelitian (hahaha, dosen minded banget) Jalan-jalan pun nggak selalu harus ke mall sih, sesederhana jalan-jalan di kompleks atau di perkampungan dekat rumah juga bisa. Yang ini saya sering melakukannya dengan anak saya, karena dia juga butuh ruang yang lebih luas dibanding rumah. Dan melihatnya bahagia itu membuat saya bahagia juga :)

Walaupun balik lagi, saya lebih suka mager di rumah sambil selimutan, hehehe, efek udara dingin habis hujan nih kayaknya. 

Jadi penting atau tidak penting sih, terserah yang menjalani, penting bagi saya jika ada kebutuhan yang memang harus dilakukan, tidak penting kalau memang nggak berfaedah apalagi ketika tanggal tua xD

Bagi kalian mungkin beda lagi kan ? Menurutmu bagaimana ?

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...