Wednesday, October 24, 2018

Cerita tentang teknologi dan masa lalu

Assalamualaikum,

Judulnya mendayu-dayu sekali ya :D

Jadi kemarin saya duduk menunggu antrian dokter gigi, iya gigi saya bermasalah lagi, my wisdom teeth is start to pop out, huhuhu, sakit banget. But anyway bukan itu yang menjadi bahasan saya kali ini. Saya menunggu antrian tersebut sendirian, jadi apa lagi yang dilakukan kalau tidak membuka hp untuk "sekedar" browsing dan menjawab chat di beberapa aplikasi chatting itu.

Dan tiba-tiba saya membayangkan jika diri saya sedang menunggu antrian yang sama 15 tahun yang lalu, di saat ponsel adalah barang yang tidak selalu dimiliki oleh banyak orang seperti saat ini, saya kemudian bertanya pada diri saya sendiri, apa ya yang akan saya lakukan ? Bengong ? Ngomong sendiri ? Lompat-lompat biar dapat perhatian ? Hehe, rasanya dulu tidak seperti itu. Kemudian saya teringat, jaman dulu di setiap ruang tunggu selalu disiapkan rak koran dan majalah di setiap pojok ruangan. Televisi yang dipasang di dinding bagian atas dan jaman dulu, orang tidak sungkan untuk ngobrol dengan orang di sebelahnya untuk berbasa basi (yang siapa tau end up dapat kenalan baru).
Photo by rawpixel.com from Pexels
Tapi sekarang, jarang sekali orang menyapa orang yang ada di sebelahnya, mereka lebih sibuk dengan ponsel masing-masing untuk "ngobrol" dengan orang yang ada di seberang sana dan sekarang ruang tunggu afdolnya harus ada colokan listrik. Orang-orang lebih khawatir cari colokan listrik daripada orang yang ada di sebelahnya, hehehe, iya atau iya ? Saya aja kali ya yang begitu xD

Lalu kemarin ternyata masih ada loh orang yang (mungkin) bosan, tidak sibuk dengan ponselnya, dan kemudian tiba-tiba menyapa saya dan bertanya, "Kerja dimana mbak ?" 
Saya agak kaget, takut ditawari MLM, hahaha, beneran itu yang saya rasakan jika tiba-tiba ada orang out of nowhere menyapa saya. Padahal kalau dipikir-pikir, mbak yang menyapa saya pasti sedang sakit gigi, kok ya kepikiran mau nawarin produk, kan nggak mungkin ya ? hahaha.

Obrolan kami sih hanya sebentar, cuma sekedar basa basi tentang pekerjaan dan tempat tinggal, karena beberapa menit kemudian, perawat memanggilnya untuk masuk ke ruang pemeriksaan gigi. 

Saya kemudian merasa orang-orang seperti Mbak itu tadi keren, karena lebih menyukai interaksi langsung dengan orang-orang secara nyata dibanding dengan yang ada di contact ponsel kita. Saya juga baru saja mengenal salah satu wali murid sekolah Liam, yang ternyata nggak merasa harus punya aplikasi chatting untuk berkomunikasi. Tipe-nya mirip-mirip dengan Mbak yang tadi itu, orangnya supel, menyapa dengan ramah dan bercerita tentang pengalaman yang menurutnya menarik. 

Kadang kita sendiri yang menyulitkan diri sendiri jika tiba-tiba bingung tidak ada wifi, bingung tidak ada colokan apalagi bingung kalau ponsel tertinggal di rumah. Ya sebenarnya saya belum bisa di tahap nggak bingung kalau itu terjadi, cuma ingin mengajak orang-orang untuk berpikir, kita masih bisa melakukan hal-hal lain yang lebih menarik dibanding sibuk dengan ponsel di tangan kita :)


I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Monday, July 23, 2018

The Masrums Jalan-jalan : "Gereja Ayam" di Bukit Rhema

Assalamualaikum,

Hiyaaak, mumpung lagi ada di kampus dan nungguin mahasiswa untuk konsultasi, sekalian aja saya menyempatkan diri untuk menulis. Setelah postingan yang kemarin, hari ini saya akan bercerita tentang salah satu destinasi kekinian di area Magelang atau tetangganya Yogyakarta.

Tempat ini dikenal dengan nama "Gereja Ayam" salah satu destinasi wisata yang booming setelah muncul di film Ada apa dengan Cinta 2, 2 tahun yang lalu. You know, saat si Rangga dan Cinta niat banget untuk nunggu gelap-gelapan supaya bisa dapet momen Sunrise di atap tempat ini (ya kalau nggak lihat filmnya saya tunjukin salah satu scenenya ya, hehehe)

Yang itu loh ^_^, foto diambil dari SINI
Jadi akhirnya kami ke tempat ini, setelah sebelumnya kami mampir ke Borobudur, saya pernah menulis blog beberapa tahun lalu kalau salah satu destinasi impian saya adalah ke Borobudur, hahaha, cupu ya belum pernah darmawisata ke Borobudur. Obrolan tentang Borobudur akan saya tulis di postingan lain, saat ini saya ingin membahas tentang Bukit Rhema.
Istri dan anaknya Rangga, hehehe 
Bukit Rhema terletak 4 km dari Candi Borobudur, ya 10-15 menit lah dengan menggunakan motor. Kalau dari kota Magelang sekitar setengah jam, kalau dari Jogja ya satu setengah jam, hehehe. Saya sempat posting tentang Bukit Rhema beberapa waktu lalu di instagram ataupun facebook, dan banyak yang memberikan masukan tentang tempat ini, karena mereka kebetulan sudah duluan ke sana.

Bangunan unik berbentuk burung merpati ((bukan ayam)) ini memang menarik. Pencetus idenya adalah Daniel Alamsjah, bukan seorang tokoh agama (dari yang saya baca), di beberapa media online menyebutkan, beliau dulunya adalah seorang karyawan swasta yang kemudian diberikan mimpi untuk membuat sebuah rumah doa yang bukan hanya untuk agama tertentu di tempat ini. Jadi akhirnya di tahun 1992 ia mulai membangun bangunan unik dengan bentuk seperti burung merpati, yang kita mungkin sudah sering memahaminya sebagai simbol perdamaian. Pembangunannya sempat terhenti di tahun 1996, dan sempat juga ditutup karena penolakan warga di tahun 2000. Lalu kemudian dibuka sebagai tempat wisata di tahun 2014, kemana aja nggak pernah ada yang tau di tahun itu ? ya mungkin karena kurang promosi.
Banner yang ada di bagian pinggir hall, yang menjelaskan isi dan sedikit sejarah dari Bukit Rhema
Saya nggak tau bagaimana akhirnya produser AADC bisa kepikiran memilih tempat ini (belum nemu artikelnya di media online), tapi it work like magic, langsung puff, terkenallah tempat ini. Tidak hanya terkenal, semakin banyak yang ke sini, berarti akan semakin cepat pembangunannya, karena katanya pembangunannya dari swadaya masyarakat dan tergantung wisatawan yang datang. Jadi, cepat nggak cepat sih, hihihi, tapi tetap meningkat sedikit demi sedikit, ya bayangkan pembangunan dari tahun 1992 dan sampai sekarang belum kelar juga, kan lama ya :D

Tempat yang saya lihat bulan lalu ini, jauh sekali dari keadaan Bukit Rhema saat syuting AADC2 2 tahun yang lalu. Bangunan unik ini sudah dikembangkan lebih baik, dari segi eksterior maupun interiornya.

Sekarang sudah ada parkiran di bawah bukit tersebut, kebetulan kami naik motor dari Jogja ke Borobudur, sudah tersedia tempat parkir di halaman salah satu rumah warga (entah rumah warga atau bukan, yang pasti sebuah rumah lah, hehehe) Parkir motornya 5000 rupiah, saya tidak tau parkir mobilnya, pasti lebih mahal. Lalu kemudian, oleh tukang parkirnya kami diberikan opsi, mau ke atas dengan jalan saja atau naik mobil off road untuk ke atas, saya lupa di charge berapa, sepertinya 10ribu per ride naik ke atas. Saat tukang parkirnya bilang jaraknya hanya 200 meter, kami langsung merasa "halah deket aja nggak usah pakai mobil". 

Ngomong-ngomong soal perjalanan dari Borobudur ke sini, tidak sulit (kalau punya gps, hehehe). Kata teman-teman saya yang sudah kesana duluan, selain bangunannya yang sudah mulai lebih terawat, jalan untuk menuju ke sana pun dulu, tidak senyaman sekarang.

Tapi ternyata oh ternyata 200 meter itu jalannya menanjak mameeen, hahahaha. Entah kenapa Liam happy-happy aja saat berjalan ke atas itu, saya dan suami cukup ngos-ngosan, ketauan jarang banget olahraga. Noted buat liburan tahun depan, harus sering olahraga biar liburannya lancar, hahaha.

Disini banyak sekali anak-anak muda yang membantu untuk jadi guide yang menjelaskan banyak hal mengenai Bukit Rhema. Jadi jangan khawatir clueless deh, pasti terinformasi dengan baik.
Waktu kami naik ke bukit, lumayan ya Liam digendong gitu, amaaan, hahahaha

Nah ini waktu Liam jalan sendiri, anak tangganya dibuat warna warni supaya nggak monoton 
Saat sampai di atas banyak warung yang menyediakan makanan kecil, salah satunya es degan :D
Tiket masuknya per orang 10ribu rupiah, bayar 20ribu rupiah, Liam belum kena charge, itu sudah dapat bonus keripik telo, saya nggak sempat ambil keripiknya sih sudah lelah naik turun dan jalan jauh, akhirnya saya cuma naik ke salah satu sisi gedung saja, keripiknya ambil di dekat cafe bagian ekor merpati, maaf info kurang lengkap ya, hehehe. 

Selain bentuk bangunannya, sudah pasti yang memorable adalah bagian mahkota dari bangunan merpati ini. Itu letaknya di lantai 7, nah lantai 7 itu dihitung dari bagian basement untuk tempat berdoa ya, semacam bilik-bilik gitu, agak serem sih, kata guidenya bilik-bilik itu disediakan untuk tempat berdoa berbagai agama. Mau sholat, mau berdoa menurut agama tertentu, mau bertapa, diperbolehkan, tapi kayaknya banyak yang mikir-mikir deh kalau ke bawah, hehehe.

Nah saya nggak punya foto di atas mahkota, karena saya takut ketinggian, hahahaha, failed banget nggak sih, saya cuma bertahan di kepala si burung merpati, nggak sampai ke mahkotanya. Tapi suami dan Liam berani ke atas, jadi mereka punya foto di atas. Oh iya, kata salah satu mbak guide-nya untuk bisa naik ke mahkota untuk lihat sunrise harus janjian dulu sama mereka, dan maksimal 8 orang kalau nggak salah per hari. karena kapasitas di mahkotanya nggak besar, jadi daripada rumpek2an di atas, maka dibatasi orang yang mau melihat sunrise :)
Silau maaan, jam 12 siang ituuu, hahaha
Eaaa selfie diaa ...


Foto bagian ekor dari bagian leher burung
Tangganya masih menggunakan material kayu, belum fix benar, jadi naik turunnya harus hati-hati :)
Dari lantai 2



Dari lantai 2 

Saat baru masuk ke dalam gedung


Jadi Alhamdulillah kesampaian untuk pergi liburan ke Bukit Rhema tahun ini, semoga infonya cukup lengkap, noted buat saya ke destinasi wisata manapun harusnya foto secara detail dari berbagai sisi, jadi info untuk blognya lengkap, hehehe.

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Sunday, July 22, 2018

The Masrums Jalan-jalan : De Tjolomadoe, Convention and Heritage

Assalamualaikum,

Selama hampir 3 bulan tak menyentuh blog, akhirnya klik juga tombol "new post" di dasboard. Oh hi you guys, apa kabar, agak nggak yakin sih masih ada yang stay tuned melihat blog saya, hehehe. But it's okay, bloggers gotta blog kan :D

Sebenarnya ini adalah postingan tambahan dari update instagram saya, yang menjadi perhatian lebih bagi saya dibanding "rumah" yang ini. Kali ini saya akan membahas tentang salah satu tujuan wisata yang kami, The Masrums, alias saya, pak suami dan Liam (sok yes ya pakai julukan begitu, hehehe) lakukan saat pulang kampung liburan bulan lalu.

Seperti biasa liburan kami pasti akan dilakukan selepas libur lebaran umumnya, karena yeah, suami saya tidak mungkin bisa meninggalkan pekerjaannya saat Lebaran. Bahkan di akhir Juni tahun ini ada Pilkada, jadi sebagai wartawan berita tak mungkin kan bisa cuti, hehehe, so saya akhirnya harus bersabar sedikit agar bisa liburan yang lebih panjang.

Jadi akhirnya kami pulang ke Sragen coret (letak rumah mertua saya desanya lebih dekat dengan Solo sih daripada ke kota Sragen-nya), menginap beberapa hari di sana, dan di dalamnya merencanakan untuk pergi ke beberapa destinasi wisata di dekat Solo.


Nah salah satunya adalah tempat ini, namanya adalah De Tjolomadoe, sebuah pabrik gula yang tadinya sudah terbengkalai dan kemudian dipugar, atau kalau kata yang saya lihat di berita direvitalisasi menjadi museum dan convention hall dengan konsep yang modern. Tempatnya berada di Karanganyar, sekitar 12km dari pusat kota Solo, yang sebenarnya cukup dekat sih ya, entah kenapa perjalanan kemarin terasa sangat jauh, hehehe, ya mungkin karena baru pertama kali.

Anyway, De Tjolomadoe berada di daerah Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, perjalanan 10 menit dari Bandara Adi Soemarmo Solo, tapi dari rumah mertua ke daerah Bandara bisa sampai 30 menit sendiri sih, hehehe, jadi hampir 40 menit kalau dari sana. Tempat ini buka pukul 10.00 WIB, kebetulan kami sampai sana pukul 09.30, yang membuat kami harus menunggu beberapa saat sampai akhirnya pintu masuknya dibuka, masuknya nggak perlu bayar alias free, menyenangkan kaan ? :D 
Cerobong asapnya yang memiliki struktur yang kuat sehingga bertahan hingga ratusan tahun
Basicly, tempat ini adalah sebuah gedung bangunan pabrik tua yang dipugar, beberapa bagian masih ada yang dibiarkan seperti awal gedung ini terbengkalai selama 20 tahun. Dibangun di era Mangkunegaran IV, pada tahun 1861, pabrik ini beroperasi lebih dari 100 tahun, namun kemudian mungkin karena mesinnya semakin tua, pabrik tersebut tidak digunakan lagi. Dan kabarnya pabrik tersebut sempat jadi destinasi wisata horor sih sebelum dipugar, kalau kata teman saya seremnya nggak wajar xD, hahaha, secara tempatnya sebelum dipugar seperti sekarang hampir tak tersentuh tangan manusia xD
Dari luar gedung
Tapi jangan khawatir sekarang sudah bagus, pakai banget, semua bagian direstorasi dengan sentuhan klasik modern, beberapa bagian dinding memang dibiarkan seperti saat bangunan tersebut ditinggalkan, lebih kepada untuk menciptakan kesan klasik dan otentik. Terdapat cafe dan restoran yang ada di sana untuk menciptakan fungsi baru tempat tersebut. Nah kebalikan dari masuknya yang tanpa bayar, cafe dan restonya dikonsepkan kekinian dengan harga yang kekinian juga (saya tidak sempat incip-incip kopi ataupun makanannya, tapi kabarnya cukup pricely)

Stasiun Gilingan, space paling besar di dalam pabrik tersebut

Lihat betapa besarnya mesin-mesin itu

Salah satu cafe yang ada di De Tjolomadoe
Mungkin sebelumnya ada uap yang keluar dari saringan besar itu, sekarang bisa instagramable ya ^_^
Tempat tersebut dibagi beberapa area yang mereka sebut sebagai stasiun-stasiun, dari area penggilingan tebu, penguapan, sampai kristalisasi menjadi gula. Mesin-mesin itu sudah tidak ada yang berfungsi, namun diletakkan masih di area aslinya, selain karena pasti sulit memindahkannya, hal tersebut dilakukan untuk membuat kesan pabrik yang otentik, tapi mesin-mesin itu tidak diperbolehkan untuk disentuh melihat usianya sudah lebih dari 100 tahun kan ya :).    
Terbengkalai 20 tahun, bahkan ada pohon yang tumbuh di dalam gedung, saat restorasi dibiarkan saja disana untuk menambah estetisnya tempat tersebut
Ngomong-ngomong soal restorasi, revitalisasi ataupun pemugaran, saya jadi teringat dengan sebuah variety show di channel National Geographic People, Restoration Man. Pemandu acaranya adalah seorang arsitektur Inggris, George Clarke, yang memang suka sekali dengan bangunan unik dan pemugaran bangunan-bangunan lama di Inggris. Acara tersebut membuka mata saya mengenai pemugaran bangunan lama, yang prosesnya bisa luar biasa sulit, dari penggunaan material, zonasi tempat, izin dari pemerintah setempat, ini dan itu, yang membuat saya sangat-sangat menghargai orang-orang yang peduli pada sejarah, seperti orang yang memutuskan untuk memugar pabrik gula Colomadu ini. 

Semoga semakin banyak orang ataupun lembaga yang peduli pada pemugaran tempat bersejarah seperti ini, sehingga lebih banyak destinasi wisata yang menarik plus edukatif :) 

Dan semoga setelah ini saya akan sempat menulis destinasi wisata lain yang saya singgahi di Solo-Jogja liburan kemarin, aamiiin, hehehe :*

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Sunday, May 27, 2018

Penyakit M

Assalamualaikum,

Alhamdulillah sudah memasuki minggu ke 2 puasa Ramadan, tapi pola hidup saya belum menunjukkan hal positif. Semangat olahraga setiap hari dulu itu hilang, yang ada kebiasaan makannya yang tidak terkontrol. Mungkin saya butuh di"pecut" lagi biar back in track, jadi perut saya nggak membuncit bukan karena hamil lagi.

Pexels.com
Anyway, memang penyakit malas itu sering bikin kita terbuai ya. Butuh manajemen waktu dan manajemen makan yang tepat supaya bisa handle banyak hal. Secara makan kurang, laper, makan kebanyakan ngantuk, jatuhnya sama-sama nggak produktif.  Dan malam hari itu Liam sering bangun minta ditemenin bobok, alhasil lebih sering boboknya deh daripada ngerjain tugasnya, hmmm. Yes, every moms problem. 

Apa kira-kira ada masukan supaya saya bisa ngerjain banyak hal di malam hari, tanpa terkendala ngantuk berlebih dan lebih sehat saat berpuasa?

Karena saya masih ingin jahit secara berkala, ingin menulis dengan serius, ingin bisa melatih tangan untuk menggambar lagi, ingin koreksi tugas mahasiswa dengan tenang dan juga ingin bisa olahraga teratur tentu saja. Tapi tantangan dan godaannya luar biasa.

Oh I need help 

Tertanda, Ibuk Liam yang sedang nyempetin menggalau di blog supaya bisa dapat jawaban dari teman-teman :D

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Wednesday, May 2, 2018

Berbahasa yang baik (dalam pesan)

Assalamualaikum,

Jadi semester ini saya mendapat mata kuliah yang agak nyerempet ke urusan bahasa dan tulis menulis, hal yang dikenal sebagai copywriting. Nah gara-gara hal tersebut, setiap kali melihat tulisan dalam bentuk laporan, artikel atau bahkan pesan melalui aplikasi ponsel sekalipun yang tulisannya kurang mengena di hati, bawaannya ingin mengoreksinya. 

Saya juga bukan orang yang sempurna dalam tata bahasa sih, tapi setidaknya saya cukup memahami tulisan seperti apa yang nyaman dibaca dan mana yang tidak.

Taken from HERE
Tulisan kali ini saya akan fokus pada penulisan pesan melalui sosial media ataupun aplikasi di ponsel. Jujur saja, saya selalu jengah saat membaca pesan dari orang yang menulis dengan cara yang membuat saya tidak nyaman. Contoh pertama, mungkin kalian sering sekali melihat orang menulis "nya" dengan menggantinya menjadi "x" kan ? Hal semacam itu yang membuat saya sebal. Saya tidak tahu dimana rumusnya, "x" itu dibaca sebagai "nya". Mungkin maksudnya supaya nulisnya tidak terlalu panjang, cuma ya gimana ya, mungkin saya saja yang baper. Masalahnya kadang yang menulis seperti itu adalah pengajar, lalu kemudian saya berpikir kenapa seorang pengajar tidak mencontohkan hal yang baik pada muridnya. Hal baik yang saya maksud adalah menulis dengan benar. 

Contoh lain adalah menggunakan tanda tanya yang banyak, seperti "oh ya ?????", ada yang bilang itu bentuk penekanan kalau si penulisnya ngomong dengan ngotot atau terlalu excited. Sayapun pernah menulis seperti itu, konteksnya sih karena saya kaget atau bercanda. Tapi ada loh yang memang punya kebiasaan seperti itu di setiap ia bertanya di sebuah pesan. Nah kalau saya berpikir orangnya ngotot terus gimana ? Jangan-jangan orang tersebut lagi marah sama saya, hehehe. 

Banyak contoh lain, seperti "q" sebagai ganti "aku", memotong kata "dari" jadi "ri", "tapi" jadi "pi", saya tidak mau bilang kalau mereka salah banget atau alay kok, karena setiap orang punya kebiasaan beda-beda. Walaupun selalu terbersit di otak saya, semakin dewasa usia kita mestinya semakin sadar untuk memperbaiki hal-hal yang tidak benar dalam diri kita. Idealnya begitu, iya nggak sih :D

Ya sudah lah, begitulah curhat bahasa saya hari ini, jika ada teman-teman yang masih menulis seperti itu, coba pikirkan baik-baik lah kira-kira kalau menulis dengan lebih baik lebih berfaedah nggak ? Maafkan saya kalau tulisan saya nyentil ya :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Thursday, April 5, 2018

Kerennya tas handmade lokal Indonesia

Assalamualaikum,

Beberapa waktu ini saya berpikir bahwa banyak sekali desainer dan produk Indonesia yang namanya sudah mulai menjebol pasar fashion dunia. Salah satu produk yang membuat saya tertarik adalah aksesoris pelengkap perempuan, yaitu tas. Duh, siapa sih perempuan yang nggak lupa membawa tas kemana-mana, mau ke pasar, ke mol, ke sekolah, ke kampus, nganter anak sekolah nganter anak ngaji (hehe) rasanya semua perempuan selalu membawa tas, dari yang kecil, besar sampai backpack sekalipun, perempuan punya semuanya untuk segala kondisi.

Balik lagi ke tas produksi desainer Indonesia, setelah saya cari-cari nih, ternyata produk-produk tas ciptaan desainer itu kebanyakan produk handmade loh. Sepertinya para desainer tas tersebut berpikir, ketika pengerjaan tas dilakukan 80% menggunakan tangan, hasil yang diciptakan lebih bagus, otentik dan halus sekali. Nah kemudian saya membayangkan juga, ketika pembuatan tas-tas tersebut lebih banyak menggunakan tenaga manusia, bukan tenaga mesin, maka semakin banyak orang yang mendapat pekerjaan dari industri kerajinan tangan khususnya tas. Jadi nih kalau kita beli tas wanita handmade, berarti kita ikut mendukung penyerapan tenaga kerja juga dong ya, good thought kan ? Mengurangi pengangguran, penting tuh :D

Penasaran bagaimana cara mereka membuat tas wanita ? Begini nih caranya.

Ternyata, proses pembuatan tas handmade ini menarik banget loh, pencarian awal dimulai dari bahan, ada yang kulit, sutra, satin, sampai suede. Proses pemilihan juga sangat penting, sehingga perlu banget diperhatikan. Yang pasti, harus sama dengan desain awal dari desainer. Harus dicek dulu asal usul bahannya supaya kualitasnya terjaga.

Selain bahan utama, bahan tambahan juga pasti dipertimbangkan masak-masak. Seperti risleting, kunci, ring, aksesoris, hingga gesper tas. Bahkan ada loh produk tas handmade yang menggunakan benang sutra sebagai hiasan tas. Proses desainnya sendiri katanya lumayan rumit. Pengerjaan ini dilakukan oleh pengrajin tas wanita satu per satu. Jadi, hasilnya juga lebih teliti dan detail.

Awalnya, digambar dulu corak desain di selembar kertas. Kalau sudah, dilakukan proses pewarnaan. Kemudian, dicocokin deh warnanya dengan warna kain yang tersedia. Kalau dari desain udah siap, lanjut deh ke proses menjahit. Kain yang sudah disulam sesuai pola kemudian direkatkan ke tas wanita. Akhirnya, jadilah tas wanita handmade kualitas premium menggunakan sulaman. Itu baru satu contoh, masih banyak contoh tas handmade kualitas premium lainnya.

Nah ini nih rekomendasi tas wanita handmade lokal kualitas premium yang beneran kece abis.

Gara-gara saya penasaran nih, akhirnya saya cari juga deh beberapa tas wanita handmade dari material kulit yang kece-kece di Qlapa.com, situs kerajinan handmade dan unik punya Indonesia. Konon katanya tas kulit handmade lagi banyak yang suka nih. Alasannya, produk bahan kulit terlihat alami dan elegan. Saat ini, ada beberapa pengrajin yang memproduksi tas wanita kulit handmade keren dan banyak disukai orang. Yuk simak lima label yang keren banget di bawah ini.

1. Geulis Leather Ethnic
Tas wanita kulit handmade bisa dikombinasikan dengan bahan lain tanpa merusak kesan elegan dari material dasarnya lho! Geulis Leather Ethnic mampu mengharmoniskan kulit asli dengan kain khas daerah di Indonesia dan menghasilkan tas etnik dan kece. Hasil produksi Geulis Leather ethnic cocok deh buat perempuan modern. Pengrajinnya asal Bandung, tau kan kalau Bandung dikenal dengan kearifan budaya yang tinggi, pasti hasil desainnya oke punya dong.
Kita bisa menemukan tas yang hanya menggunakan kulit namun juga bisa kita temukan tas dengan kombinasi kulit sapi asli bersama kain batik dan tenun. Ragam ukurannya ada banyak. Pertama, sling bag kecil untuk jalan-jalan santai. Kedua, tas buket berukuran sedang cocok dibawa ke kantor. Ketiga, totebag ukuran besar untuk traveling. Semua model ini oleh Geulis Leather Ethnic diberi harga 1,1 juta rupiah sampai 1,4 juta rupiah.

2. Cupio
Wow, kalian harus lihat produk tas wanita buatan cupio ini, produknya tidak menggunakan tas dari kulit sapi, melainkan ular loh. Warna yang dihasilkan keren banget, ada yang bewarna ombre gitu, terlihat unik namun juga glamour dan mewah, sehingga cocok dipakai di acara resmi. 
Label ini berasal dari Jakarta Barat, dan produk Cupio dibandrol antara 1,8 juta rupiah hingga 5 juta rupiah. Harga tersebut sangat wajar mengingat materialnya  sulit didapatkan. Selain itu, model Cupio sendiri dibentuk dengan desain yang unik dan artistik.

3. Kali Uma
Bagi kalian pencinta tas kulit berdesain simple, pengrajin dari Bali ini adalah salah satu pilihan yg nggak boleh ditinggalkan. Namanya Kali Uma, cocok banget buat wanita anti ribet. Soalnya, konsepnya beraliran minimalis. 
Kali Uma, yang berpusat di Denpasar, memiliki model tote bag favorit para konsumennya. Kenapa? Soalnya, tote bag itu bisa memuat banyak barang. Harga yang ditawarkan untuk satu buah produk sangat affordable hanya 800 ribu rupiah! Tote bag milik Kali Uma ini selain bisa dijinjing, bisa juga diselempangkan lho. Keren kan?

4. Felistianova
Suka dengan nuansa etnik? Berarti kamu harus kenalan sama Felistianova, pengrajin handmade asal Bandung juga. Produksi tas wanita Felistianova punya kesan etnik nan kental. Bahan berupa kulit sapi asli, makanya tingkat kekuatan produk gak perlu diragukan lagi. Perpaduannya dengan kain etnik nusantara membuat produk Felistianova sangat menarik, bayangkan saja ada Tenun Ayutopas NTT, Tenun Buna Pot, Tenun Rangrang, Batik Hokokai, Songket Palembang, dan beberapa kain-kain khas nusantara yang bahkan kalian belum pernah dengar namanya.
Harga produk Felistianova sendiri berkisar 950 ribu rupiah hingga 2,65 juta rupiah. Semua itu sesuai dengan material berkualitas dan desain khas Nusantara yang macamnya banyak sekali.

5. Adib Craft
Pengrajin Adib Craft, termasuk selera saya banget nih. Modelnya tidak hanya sekedar dibuat dari bahan kulit, namun mostly karya mereka dibuat dengan cara dianyam. Yang jauh lebih menarik lagi ada beberapa tas Adib Craft yang menggunakan lukisan tangan motif batik bunga di atas kulit sapi yang mereka gunakan, kereen :D
Di sini, kamu bisa nemuin beragam model tas, mulai dari tote bag, hand bag, clutch hingga  sling bag. Harganya juga berkisar antara 115 ribu rupiah hingga 395 ribu rupiah saja. Affordable pakai banget!

See, hasil karya desainer Indonesia tidak kalah kan dengan produk luar negeri, apalagi jangan sampai tertipu produk-produk KW yang katanya mulai banyak menjamur terjual di berbagai online store di Indonesia. Maka, yuk beli tas wanita handmade lokal Indonesia, dijamin awet dan nggak bakalan nyesel :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Saturday, March 31, 2018

Nonton film di bioskop

Assalamualaikum,

Bahasan ini membuat saya keliatan kupernya, hehehe, setelah punya anak memang saya jarang sekali nonton di bioskop. Faktor saya merasa nggak enak ninggalin anak untuk nonton bioskop yang biasanya waktunya sampai sore, kalaupun nitipin dia di daycare pulangnya jadi sore banget. Dan orang tua saya agak jengah kalau saya ninggalin anak saya sendiri, misalkan saya pacaran sama suami aja, hehehe, iya, kurang hiburan banget nih maknya Liam. Tapiii hiburan itu nggak mesti ke bioskop sih, duh kan jadi lupa bersyukur.

Anyway, terhitung baru 2 kali saya nonton bioskop setelah Liam lahir, ya ampun, kuper, hahaha. Film pertama yang saya tonton adalah Fantastic beast and where to find them, yang kedua saya beranikan ajak Liam beberapa bulan lalu, nonton Coco. Bukan berarti saya nggak nonton film sih, nontonnya gratisan via internet (plus nonton drama korea, hahaha) tapi dalam 4 tahun terakhir ya, saya baru nonton 2 kali itu di bioskop, hehehe, parah ya kupernya.

Nah tentang nonton film di bioskop sama anak ini, saya jadi ingat tentang postingan seorang selebgram yang sempat posting di insta storiesnya tentang ketidaknyamanan di bioskop karena terganggu pada suara tangisan bayi dari keluarga kecil di dalam bioskop. 
Photo by Donald Tong from Pexels
Saya pribadi merasa wajar saja kalau si mbak seleb (@leonyvh) itu kecewa dengan si Bapak bayi tersebut yang minta untuk dimengerti. Padahal film yang ditonton saat itu adalah film 17tahun ke atas. Film yang ditontonpun (Tomb Rider) sound effectnya juga pasti luar biasa mengganggu si anak, jadi wajar kalau anaknya menangis. 

Saya sebagai seorang Ibu sebenarnya malu mendengar ucapan si bapak bayi tersebut yang bilang, “Kan kamu masih bayi ya. Enggak apa-apa nangis kencang-kencang. Orang-orang begitu mah biasanya yang enggak punya anak”

Ya ampun, saya yakin di dalam bioskop tersebut ada yang sudah punya anak, ada yang punya anak bayi juga, namun mungkin ditinggalkan di rumah bersama kakek nenek atau nanny-nya, ada yang belum punya anak, tapi ingin punya anak, tapi gara-gara ucapan egois itu, ingin mengutuk si bapak ini, saya pun, hehe. Atau mungkin saja si bapak ini sebenarnya malu, tapi gengsi, gengsinya tinggi banget sampai nggak mau dianggap salah.

Semoga sih keluarga kecil itu belajar dari pengalaman untuk tidak membawa bayinya saat menonton bioskop lagi. Kalaupun sudah saatnya, misalnya 2-3 tahun, bolehlah diajak nonton, asalkan ratenya SU, alias Semua Umur. Dan kalau si anak nangis, janganlah ngotot untuk ada di dalam bioskop terus, ajak keluar, tenangkan. Dan kalau sudah tidak bisa ditenangkan, relakan aja tiket nontonnya, dan kemudian bisa dicoba lagi lain waktu. Pada dasarnya jadi orang tua kan memang harus mau berkorban, dan pasti anaknya akan belajar pengorbanan orang tuanya tersebut. Dan sabar lah nunggu sampai waktunya bisa nonton dengan tenang, sementara nonton aja lewat streaming di internet, hehehe. 

Tapi ini dari sudut pandang saya yang sudah tidak moviegoers lagi setelah punya anak ya, saya nggak tau dari sudut pandang orang tua yang harus nonton setidaknya seminggu sekali sih.

Kalau menurut teman-teman ? 

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Thursday, March 22, 2018

Memori masa kecil Liam (1)

Assalamualaikum,

Hai kalian, sudah waktunya saya mengerjakan pekerjaan rumah lagi, tema yang diambil dari salah satu kelas di mata kuliah yang saya ampu minggu ini adalah masa kecil. Saya cukup beruntung saya tidak hanya bisa menceritakan diri saya sendiri sejak saya punya anak, atau sebenarnya menceritakan tema masa kecilpun tidak perlu tentang diri sendiri sih, contohnya aja seperti apa masa kecil tokoh favorit yang kita kagumi, ini seperti saya mengingatkan mahasiswa ya, hehehe, siapa tau ada mahasiswa yang membaca :D

Jadi saya mau bercerita sedikit tentang Liam, tentang apa yang selama ini saya ajarkan ke Liam. Saat ini usianya menginjak 4 tahun 7 bulan di bulan ini, sebentar lagi usianya 5 tahun. Benar-benar balita, alias bayi lima tahun, bukan batita lagi :D Katanya anak usia 5 tahun, sudah lebih dapat berkompromi dengan dunia sekitar, apalagi berbicara tentang peraturan padanya. Saya ingat teman saya dulu bercerita saat anaknya berusia 5 tahun, rasanya lebih nyaman dibanding usia-usia sebelumnya, sampai saat itu belum berpikir untuk punya anak kedua (sekarang sudah punya), walaupun pasti tetap ada tantangannya. 

Mendengar hal tersebut saat ini saya sepertinya merasakan hal yang serupa, semakin matang usianya, semakin ia memahami mana yang benar dan tidak, mana yang boleh mana yang tidak, tidak perlu tantrum dan marah-marah nggak jelas. Semakin usianya bertambah pun, ia semakin mandiri, ya tidak 100% mandiri tentu saja, mungkin karena Ibunya ini masih belum percaya diri untuk percaya 100% padanya, hehehe, ya namanya juga anak masih satu ya, rasa was-was itu masih tetap ada. Tapi insyaAllah semua akan ada waktunya untuk rasa siap itu :)

Liam coba menguaskan cat :)
Kembali berbicara tentang apa yang saya ajarkan padanya, selama hampir 5 tahun ini, saya selalu berusaha menanamkan hal-hal positif padanya. Salah satu diantaranya adalah punya mainan nggak perlu mahal, hehehe, ini sebenarnya saya sendiri yang agak "pelit" karena berpikir ya ampun, ngapain juga sih beliin mainan mahal untuk anak kalau nanti endingnya dilempar-lempar, hehehe. Saya cukup selektif memang soal mainan anak ini, bukan berarti saya tidak membelikannya mainan. Saya lebih suka membelikan mainan yang bentuknya edukatif, seperti plastisin (playdoh), lego atau mainan pasir. Kalaupun ada yang koleksi mainannya yang berbentuk tokoh ataupun mainan transportasi tertentu, mostly dibelikan orang, saya pernah sih membelikan, tapi jarang :D

Jadi akhirnya untuk mengurangi budget beli mainan itu, saya buat sendiri mainannya, seperti saya pernah membuatkannya kompor yang masih ia gunakan sampai saat ini, mainan atm, busy book, city map ala kadarnya, mesin edc, dll, yang semuanya saya buat dari bahan yang ada di rumah, seperti kardus bekas atau koleksi kain saya yang seabrek. 
Liam dan Lego :D
Sadar ataupun tidak, sebenarnya hal itu mengajarkan Liam untuk lebih kreatif sih (ini mindset Ibu yang dosen kreatifitas soalnya, hahahahaha), walaupun hasil itu belum terlihat secara jelas. Namun saya rasa memori tentang saya memberikan stimulus tersebut padanya, saat ia besar nanti akan tertancap di otaknya sampai ia lebih dewasa nanti. Rasanya asik aja kan ya, suatu saat nanti Liam bercerita pada temannya seperti, "Ibuku bikin mainan loh buat aku dari aku kecil, keren kan Ibuku?" hahaha, Ibu dan daydreamnya xD ya itu bonus lah, seperti kita hidup sehat bonusnya jadi langsing, hehehe. 

Jadi semakin dia besar, saya semakin rajin cari-cari hal menarik yang bisa saya buat untuk bermain dengan Liam, sesuai dengan usianya. Saya ingin Liam tau, kalau masa kecilnya sangat bahagia karena dia punya Ibu (dan Bapak) yang selalu mengajarkan sesuatu yang seru padanya :)

Oh iya, judulnya menarik, jadi siapa tau saya buat versi berikutnya, jadi ini adalah postingan tentang Memori masa kecil Liam Chapter 1, ya mungkin saya akan bercerita beberapa bulan atau tahun yang akan datang di chapter-chapter berikutnya :)

Saya harap masa kecilmu juga bahagia ya :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Monday, March 19, 2018

#bumasrumkulineran

Assalamualaikum,

Hastag di atas adalah salah satu cara saya mendokumentasikan kegiatan saya saat makan di berbagai tempat. Tidak perlu mahal, tidak perlu di cafe, bahkan di kantin kampuspun saya anggap kulineran, hehehe, iya kalau kalian pernah baca bahwa saya jarang sekali jalan-jalan, mungkin kalian paham betapa terbatasnya tujuan hidup saya #eh tujuan tempat nongkrong saya maksudnya.

Karena sejatinya kuliner itu kan hasil olahan makanan dan minuman, nggak perlu juga saya harus ke restoran paling mahal seSurabaya untuk bisa mendokumentasikan kegiatan makan saya kan, kecuali saya memang memposisikan diri saya sebagai food blogger, which thankfully I'm not :D tapi jadi food blogger bisa bikin makan gratis di tempat yang mahal itu sih, hahaha, itupun kalau hasil foto saya bagus, sementara masih biasa aja xD
Nah tuh, cuma 51 post, kalau saya food blogger pasti ribuan tuh :D
Jadi jika kalian follow saya di instagram (cieeh sok seleb, padahal follower cuma berapa) saya mengatur feed instagram saya, kalau di salah satu side isinya kuliner semua, mau yang saya masak sendiri, yang saya beli di restoran tertentu beberapa diantaranya juga minuman, dan lain-lain yang berhubungan dengan kuliner, jadi menyadari walaupun saya tidak terlalu sering jalan-jalan, saya masih bisa terus melengkapi feed itu, hahaha, demi kerapian isi feed instagram ya xD

Kalau kalian punya hastag yang berhubungan dengan makan-makan ? 

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Sunday, March 18, 2018

Siapa tokoh favoritmu ? Ini 3 orang versi saya

Assalamualaikum,

Tema minggu ini adalah tokoh favorit. Saya sulit jika menyebutkan satu orang, karena saya punya banyak orang di daftar tersebut, tapi mostly yang saya akan favoritkan, jika orang tersebut adalah orang kreatif yang berkecimpung di industri kreatif, plus dia perempuan. Mungkin karena pekerjaan saya yang tidak jauh-jauh dari hal tersebut dan saya adalah perempuan :D.

Sebagai orang kreatif saya butuh untuk terinspirasi terus, saya juga butuh menemukan ide baru untuk membuat ini itu demi daya kreatifitas saya yang tidak boleh tumpul #etdah, dalem banget bahasanya. Dan melihat karya-karya mereka seperti mendorong saya untuk melakukan lebih dari yang saya bisa sekarang, dengan kapasitas yang saya mampu tentunya.

Saat pertama kali saya berkecimpung di dunia craft saya mengagumi seorang blogger yang kebetulan punya usaha craft yaitu Martha Putri (biasa dipanggil Puwi), di blognya yang bernama Idekuhandmade, dimana yang tadinya craftnya cukup simple, berbekal kain flanel dan kain perca, kemudian beralih ke marker doll/cushion, lalu terakhir ia terkenal dengan membuat beberapa workshop ilustrasi. Saya pernah membaca artikel tentangnya di salah satu blog craft lain, ia berkata bahwa tidak ada karya yang tidak punya peminatnya. Hal itu membuat kepercayaan diri saya naik, bahwa karya sesimple apapun, bisa jadi menarik untuk beberapa orang :)
Martha Puri
Source : Tempo.co
Orang kedua yang saya kagumi tentu saja Aprodita Wibowo, atau dikenal sebagai Cemprut. Bonekanya yang tidak biasa dan sangat berkonsep membuat karyanya sangat dicintai banyak orang. Orang rela nunggu disaat ia "buka toko" yang ia sebut sebagai "lahiran" via facebook, dan kemudian rela waiting list saat boneka yang diharapkan terbeli sudah ada yang diambil orang, hehehe. Cemprut adalah salah satu crafter yang bertumbuh, mirip seperti Puwi, dari usahanya yang biasa saja kemudian ia menjadi terkenal dengan konsepnya yang luar biasa, dan tentu saja ia tidak puas dengan hanya membuat boneka saja. Saat ini Cemprut sering menggelar kegiatan menyulam, dengan hastagnya #sambilmenyulaminumair  
Cemprut
Source : Kitty Manu blog
Orang ketiga, yang mungkin menjadi top three terakhir dalam tokoh inspiratif saya mungkin adalah Nur Maliyanti. Kalau dia sih membuat saya terinpirasi untuk membuat mainan dari kardus bekas untuk Liam. Ia menyebut dirinya sebagai Ibu kardus, karena semua mainan untuk anaknya ia buat menggunakan kardus. Beberapa tips untuk membuat mainan menarik dari kardus, saya ambil dari instagramnya. 
Nur Maliyanti
Source : Rocking Mama
Ya mungkin itu adalah 3 orang yang termasuk dalam list saya, kalau saya pikir-pikir lagi, saya lebih suka mengidolakan atau terinspirasi dari tokoh-tokoh yang memang dekat dengan kehidupan dan diri saya sendiri sebagai perempuan, istri dan ibu. Saya bisa menyebutkan beberapa orang lain yang bisa jadi tokoh inspiratif untuk saya, seperti @iburakarayi @dianarikasari @uchywidya @blogsachi, dan banyak orang yang hampir semuanya adalah perempuan :D

Kalau versimu, seperti apa tokoh yang kalian favoritkan ?

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Saturday, March 10, 2018

Bahagia itu sesederhana ...

Bisa ngurangin berat badan dua kilogram, hahahaha

Hai kalian, Assalamualaikum ...

Memang di usia saya yang masih kepala 2 (tapi boong) ini, susah banget mau mengurangi berat badan, lebih ke mental mungkin ya, plus support juga dari lingkungan. Masalahnya lingkungan support saya untuk makan dan bahagia aja terus, tapi jadi lupa sama berat badan. Ada yang bilang ya udah kali ya, udah nikah ini, nggak usah mikir berat badan lagi deh. Tapi setelah banyak berita jelek di luaran sana yang you know laaah ... jadinya merasa harus lebih merawat badan sendiri. Ya di satu sisi harus pede aja dengan bodi yang udah melebar ini, tapi di sisi lain harus banget merawat badan sendiri. 

Tapi tentu ada banyak hal lain yang dipikirkan, selain mikir tampak langsing di depan suami maksudnya. 
Kesehatan! 

Secara saya berharap sekali kalau saya bisa mendapatkan anak kedua, memiliki badan yang sehat adalah keharusan. Apalagi usia nggak bisa menipu, semakin bertambah usia kita, semakin besar tantangannya untuk bisa mendapatkan anak lagi. Bagi saya sih begitu, walaupun ada yang kayaknya (uhuk) gampang hamil lagi. Jadi ya, saya berharap saya bisa memiliki bobot tubuh yang lebih langsing dibanding sekarang, karena faktor itu. 
Duuh rinduuu .... dari Pexels.com
Pakai usaha nggak ? Kan nggak mungkin ngarep doang tanpa usaha ? 
Ya, beberapa waktu ini saya mulai mengurangi makan malam dan olahraga setengah jam dalam sehari. Ya Alhamdulillah itu tadi, turun dua kilo, hahaha, dan saya bahagia. Setidaknya itu awal yang baik kan, asalkan tetap berusaha yang terbaik, insyaAllah ada hasil yang akan tercapai. Dan semoga di tahun ini, bisa hamil adeknya Liam, aamiiin ....

Jadi mari berusaha lebih kuat lagi, untuk dapatkan badan yang lebih sehat, langsing dan subur (eh) hehehe. 

NB : Semoga postingan beberapa waktu lagi, berat badan saya lebih banyak berkurang ya :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Friday, March 9, 2018

Nyetir motor

Assalamualaikum,

BF: "Oke, minggu ini tema-nya apa, mas-mas, mbak mbak ?"
M3: "Makanan buuk" "Mantan buuk ...."
        "Eh jangan, aku kan nggak punya mantan"
        "Ojo panganan taah, tema sing ndisik podo ae" 
         (Jangan makanan dong, tema kemaren kan sama aja)
BF : "Ya udah terserah aja ya tema minggu ini ?"
M3 : "Loh buk, nanti saya bingung mau bahas apa, pake konten aja"
         "Nggak po-po tah, lak sembarang tulisane" (Nggak apa-apa lah, kan terserah nulis apa)
BF : "Ya sudah, tema minggu ini 'Random' ya, jadi terserah kalian mau bahas apapun, oke?"
M3 : "Oke deh buuuk" 

Obrolan di kelas antara Bu Fenty (BF) dan M3 (Mas Mbak Mahasiswa) di atas terjadi di akhir perkuliahan copywriting minggu lalu untuk mencari tema konten blog minggu ini, hehehe. Yes se random itu awalan tulisan blog saya kali ini, hehehe

Padahal yang saya mau bahas adalah pengendara motor, haish jauh banget ya, ya kan random, jadi boleh dong saya mengawalinya dengan apapun (pembenaran, padahal biar panjang aja postingannya) 


Jadi, selama 6 tahun terakhir saya jadi jarang sekali nyetir mobil karena sudah ada suami yang antar-antar saya pakai motor. Saya tidak pernah mengendarai motor, karena memang tidak bisa, dan entah kenapa saya tidak pernah berpikir untuk berlatih naik motor lagi saat ini. 
Bukan saya dan suami sih, hahaha, dapet dari Pexels.com
Dulu, duluuuu sekali, saat saya masih SMP saya pernah berlatih naik motor dengan ayah saya. Saat itu perumahan tempat saya tinggal belum banyak bangunannya, jadi masih banyak lahan kosong untuk saya berlatih dengan ayah saya. Lalu kemudian itu tidak berlanjut, saya sudah jiper duluan melihat jalanan daerah Surabaya barat yang penuh truk-truk besar bahkan yang gandengan juga ada (truk gandeng maksudnya). Mungkin faktor ayah saya juga yang nggak rela anaknya ini saingan sama truk-truk besar itu, kalau dipikir-pikir ayah saya ini cukup memanjakan saya sih, hehehe, love you Dad. 

Anyway, akhirnya di usia saya yang sekarang, saya belum pernah benar-benar mengendarai motor, nggak pernah mengurus SIMnya juga (ya karena emang nggak terbiasa). Jadi life skill saya dalam mengendarai transportasi hanya sepeda kayuh dan mobil, lainnya nggak ada, walaupun pengen juga bisa mengendarai pesawat terbang, eaaaaa. 

Dari pembahasan tentang life skill di atas, saya jadi berpikir, bahwa mengendarai motor di jalanan kota besar macam Surabaya itu butuh bakat yang luar biasa, hahaha lebay ya saya. Saya ngomong seperti ini, karena faktor saya nggak bisa nyetir motor sih. Karena setelah saya melihat suami, dan babang-babang ojek online yang saya tumpangi (motornya loh yaaa). Mereka bisa banget gitu masuk ke celah-celah kemacetan di jalan. Apalagi daerah yang saya lewati (misalnya dari Wiyung ke Kedung Baruk) macetnya di beberapa titik, dan mereka bisa banget mengontrol kendaraan mereka agar bisa jalan terus tanpa harus benar-benar terkendala kemacetan. Saya suka amaze sendiri kok karena hal ini, hahaha, sesimple itu rasa takjub saya pada suatu hal xD 

Terimakasih untuk suami dan orang-orang yang pernah mengantarkan saya pakai motor, karena tanpa kalian perjalanan saya ke kantor atau kemanapun tidak akan lancar xD

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum, 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...