Thursday, August 3, 2017

Proses kreatif itu memang nggak perlu mahal


Assalamualaikum,

Saya ingin menulis hal ini terinpirasi dari bekas obat nyamuk mat elektrik yang beberapa hari ini saya gunakan lagi di kamar (red : gambar di atas :D). Kok bisa ? Ya bisa dong, hahaha.

Kalau dipikir-pikir saya di saat kecil merupakan anak yang cukup kreatif. Jadi begini, kalian ingat tidak dengan mainan bongkar pasang dari kertas yang hits di tahun 90an, ya ampun, ketauan banget kecilnya di masa 90an, hahaha. Jadi saya kalau memainkan permainan bongkar pasang itu merasa kurang afdol kalau si "mbak-mbak"nya itu nggak punya rumah. Jadi saya buatin deh mereka rumah, hubungannya sama mat elektrik apa ? Naaah, gini nih, karena saya anak yang *ehem* nggak dimanja dengan banyak mainan apalagi mainan mahal (dulu sering iri sama temen yang punya mainan ini itu yang nggak dibelikan oleh Mama saya, hehehe), endingnya saya menggunakan barang bekas untuk membuat imajinasi di otak saya menjadi nyata. 

Saya nggak tau kenapa, mungkin saya memiliki bakat penimbun dari Mama saya. Saya suka menimbun barang-barang kurang penting seperti halnya mat elektrik yang mestinya dibuang tapi saya simpan sampai berjumlah banyak di satu kresek, yang kemudian mat elektrik tersebut saya jadikan perabotan untuk rumah si mbak-mbak bongkar pasang dan satu boneka Barbie (bukan barang ori sih, pemberian teman saya saat saya ulang tahun, waktu itu saya senangnya bukan main karena saya punya Barbie, walaupun bukan Barbie beneran, haahaha) agar bisa berkegiatan di dalam rumah. 

Jadi mat-mat tersebut saya tumpuk-tumpuk, ada yang dibentuk jadi sofa, ada yang dibentuk jadi tempat tidur, ada yang dibentuk jadi lemari dan sebagainya. Sebagai alasnya, saya menggunakan triplek bekas, saya lupa bekas apa, sepertinya bekas tempat kue tart pemberian orang. Untuk temboknya saya menggunakan kerdus-kerdus bekas seingat saya, ah saya lupa detailnya, yang pasti semuanya tidak ada yang mainan beneran kecuali si bongkar pasang dan bonekanya. Semua adalah barang bekas. 

Saya heran kenapa dulu Mama saya tidak melarang saya untuk tidak menggunakan mat elektrik tersebut, karena hellow, itu obat nyamuk alias racun nyamuk gitu, yang kalau dipegang-pegang bekasnya akan nempel di tangan kita dan yah karena kita sudah terinformasi dengan baik ya sekarang, kita tau kalau obat nyamuk dimana-mana itu bahaya, hahaha. Tapi orang tua saya sepertinya nggak peduli, dan sepertinya saya cukup bersyukur karena gara-gara hal tersebut pada akhirnya tangan saya tetap gratil membuat sesuatu sampai sekarang. 

Saya juga jadi ingat, saya pernah menggunakan sebuah kotak perhiasan dari plastik tebal yang sudah tidak digunakan oleh  Mama saya. Jaman dulu itu ada sebuah serial di RCTI (karena hanya itu tv swasta yang ada di jaman awal 90an), Mission Impossible (yang sekarang filmnya malah sudah berseri-seri), seperti kita tau Mission Impossible gadgetnya aneh-aneh dan keren, karena mungkin jaman dulu juga nggak ada mainan aneh-aneh seperti sekarang, saya menggunakan otak tersebut sebagai briefcase Mission Impossible yang bisa meledak sewaktu-waktu, hahahaha. Seingat saya, saya bawa kotak tersebut ke sekolah yang saya mainkan bersama teman-teman saya. Imajinasi saya jaman dulu cukup menakjubkan ya :p walaupun tetap saja saya dari dulu dikenal sebagai sosok yang pendiam, dan nggak mau ribut xD

Saat saya sudah kuliah, kegiatan bikin-bikin sesuatu itu malah semakin sering karena mahasiswa desain memang dituntut untuk menjadi orang yang kreatif dan punya tangan gratil, hahaha. Saya bukan orang yang jago gambar sih, jadi kegiatan membuat sesuatu yang nggak perlu bakat menggambar, nilai saya cukup baik lah dibanding kalau saya harus menggambar sesuatu (kecuali gambar teknik, nilai saya cukup baik di mata kuliah itu) 

Dan latihan saya saat kecil tersebut ternyata berguna juga saat saya sudah kuliah, saya diwajibkan membuat maket di setiap semester, yaaay! hahahaha, jadi mungkin Allah mengarahkan saya untuk latihan dari saya kecil agar bisa lebih "master" saat saya sudah menjadi mahasiswa saat itu. Walaupun siiih, saat ini pekerjaan saya agak melenceng dari kuliah saya yang dulunya bikin maket dan mikir tentang desain interior. 

But well, saya sangat bersyukur dengan apa yang saya kerjakan sekarang. Malah saya jadi mikir, ternyata saya punya banyak kebisaan yang mungkin orang lain tidak melatihnya dari kecil, hehehe. Ini kalimat penggugah untuk saya agar lebih semangat berkreasi lagi, biar grit saya makin terasah, hahahaha

Jadi, harus buat apa lagi kita besok :D

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

2 comments:

  1. wah untung sih lo kecil pas udah jaman mat elektrik, coba kalau kecilnya pas jaman obat nyamuk bakar kan susah tuh bekasnya mau dijadiin mainan

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...