Wednesday, August 2, 2017

Ditampar kata "Grit"

Assalamualaikum,

Beberapa hari lalu saya sempat posting tentang saya kehilangan arah passion saya, dimana saya lebih rajin daydreaming daripada menciptakan produk baru untuk dipromosikan dan dijual.

Kemudian sepupu saya posting sebuah video presentasi TEDx, sebuah acara yang di dalamnya mengundang banyak orang kreatif dan inspiratif di dunia. TEDx yang ini sebenarnya sudah lama sih, tapi karena baru di share sepupu saya, akhirnya baru tau sekarang deh. Anyway, dalam video tersebut ditayangkan sebuah presentasi dari Angela Lee Duckworth, psikolog yang tadinya seorang guru, yang melakukan sebuah survey di beberapa sekolah, akademi militer, dan kantor, kepada guru-guru, murid-murid dan karyawan disana. Penelitiannya adalah mana dari mereka yang akan bertahan di dalam lingkungan mereka, apakah mereka akan lulus dengan nilai yang mereka impikan, bertahan untuk menjadi pengajar yang baik ataupun menjadi karyawan dengan penghasilan tertinggi.  

Ternyata hal ini tidak berhubungan dengan modal besar, mimpi yang tinggi apalagi IQ. Hal yang paling penting ternyata adalah GRIT atau Gritty. Saat saya search di google translate (hehehe, kata baru nih bagi saya) ternyata Grit berarti Menggertakkan. Kalau saya sebenarnya punya kata yang mungkin cukup cocok sebagai arti kata Grit, saya menyebutnya NGOTOT, hehehe.
taken from HERE
Karena dari penjabaran Dr. Duckworth tersebut, saya menangkap orang yang memiliki Grit yang tinggi, adalah orang yang nggak gampang menyerah. Walaupun dia tidak pintar, walaupun dia tidak berIQ tinggi, dia tidak kaya, bermodal besar dan lainnya, tapi dia tidak gampang menyerah. Kalau pertama kali tidak sukses, dia akan bangun untuk mencoba lagi dan lagi, sampai akhirnya berhasil.   

Berikut adalah ucapan Dr. Duckworth yang bikin saya merasa ditampar >_<
Grit is passion and perseverance for very long term goals. Grit is having stamina. Grit is sticking with your future, day in, day out, not just for the week, not just for the month, but for years. And working really hard to make the future a reality. Grit is living live like it's a marathon, not a sprint. 
Talent doesn't make you gritty!  (ini kalimat yang nampar banget, hahaha)
We need to take our best ideas, our strongest intuitions, and we need to test them. We need to measure whether we've been successful, and we have to be willing to fail, to be wrong, to start over again with lessons learned.
In other words, we need to be gritty, about getting our kids grittier.  
Hal tersebut sepertinya memang nyambung untuk saya atau teman-teman yang merupakan orang tua jaman sekarang, yang kita tau tantangannya besar sekali untuk membuat anak kita bisa survive dalam hidupnya, untuk punya passion yang sesuai dengan dirinya, tidak gampang menyerah and stick with it. Atau ya ngotot dalam hal yang positif, yakin bahwa apa yang mereka yakini pasti bisa didapatkan (with positive ways, of course) 

So, untuk beberapa hal saya merasa saya belum se-gritty itu untuk mencapai mimpi saya, huhuhu. Punya beberapa teman crafter yang memiliki grit yang tinggi yang saya kagumi "kengototannya" dalam mencapai mimpinya, tapi hal tersebut belum ada di dalam hidup saya, apakah mungkin bisa saya dapatkan, pasti bisa, tapi saya harus mengembangkan mindset tersebut di otak saya terus menerus. Meanwhile, mungkin grit saya ini bisa saya terapkan untuk mendidik anak saya dulu. Untuk beberapa case saya merasa cukup berhasil untuk itu :)

Teman-teman bagaimana ? 

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

4 comments:

  1. Gw nonton juga tuh video nya dan gw juga lgsg manggil anak anak abis itu. Gw setuju banget emang yg paling penting itu grit. Perlu strong drive and effort ya to be successful.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya aku bakalan ngajak liam nonton juga kalau dia udah gede nanti :D

      Delete
  2. Wowww aku baru tau ttg Grit ini. Etdah mama liam produktip banget, gimana aku yg kdg2 suka2 aja? Masih ga tercover grit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi kamu grit dalam hal nulis blooog, hahaha, itu sudah satu poin loh :D

      Delete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...