Monday, July 31, 2017

Ke Solo dan Jogja, dari kehilangan ponsel sampai main ke rumah Hobbit

Assalamualaikum,

This is very very very veeeerrrry latepost, hehehee, saya ke Solo dan Jogjanya sudah sebulan yang lalu, tapi akhirnya baru akan nulis apa yang terjadi disana sekarang. Sebenarnya sudah beberapa foto yang saya posting di Instagram sih, like always, tapi rasanya kurang afdol kalau tidak saya posting di sini juga. 

Jadi seperti biasa, setiap Lebaran saya selalu pulang ke kampungnya suami di Sragen coret, dimana desanya sebenarnya lebih dekat dengan Solo dibanding ke Sragen, makanya saya selalu bilang pulang ke mana kalau Lebaran ? ya ke Solo, nggak ngaku banget, hahaha. 

Anyway, sesuai dengan judulnya, kami kehilangan ponsel saat perjalanan kami ke Solo waktu itu. Bukan ponsel aktif kami sih sebenarnya, jujur saja kami memberi Liam ponsel "mainan", ponsel beneran sih, tapi cuma untuk Liam melihat video edukasi atau video lama jaman dia bayi sampai dua tahun. Intinya sih ponsel lama saya, yang kemudian sudah tidak saya gunakan lagi, dan saya copot sim cardnya untuk dipakai Liam sewaktu-waktu dalam waktu senggangnya. Eh lah dalah, ponsel itu ketinggalan di kereta pertama kami berangkat ke Solo, huhuhuhu. Ketinggalan means, jatuh di bawah kursi dan nggak sadar kalau ponsel itu tidak ada di tas saat kami sudah sampai di rumah orang tua suami. Nyesek hati ini, saya belum pernah kehilangan ponsel sebelumnya (dan jangan sampai lagi sih) saat tau ponsel itu tidak ada di tas, ya rejeki orang yang menemukan sih ya, karena toh di dalamnya nggak ada simcard dan alamat kami, jadi kalaupun ada yang positif mau mengembalikannya hal tersebut bisa dilakukan. But unfortunately, nope 

Anyway, baiklah kami sudah ikhlas, nggak perlu dibahas lagi (yang tadi dibahas supaya pengingat kami agar lebih hati-hati menjaga barang berharga kami) 

Sesampainya di Solo, kami langsung meluncur ke rumah mertua saya, di desa Kalijambe, Liam bertemu oom-oomnya (oomnya yang masih berumur 8 tahun dan oomnya yang sudah lulus SMA) Liam senang sekali kalau bertemu dengan oom kecilnya itu, disana dia jarang makan dan tidur gara-gara main sama si Oom, hahaha. Ya namanya anak kecil, harap maklum, liburan itu bahagianya kebangetan sampai lupa kalau belum makan dan lupa kalau waktunya tidur. Disana Liam juga iseng belajar mancing, mancingnya sih di kolam lele punya Mbah Akungnya sendiri, tapi tetep aja seneng walaupun kolamnya nggak besar. 



Seperti biasa kalau sedang pulang kampung ke sana, kami kalau nggak jalan-jalan ke Solonya (ke Soto Gading dan Keraton Kasunanan) ya ke Museum Sangiran (yang jaraknya nggak sampai 2 km dari rumah mertua) itu-itu mulu tiap tahun, lah ya kudu piye, hahaha, harusnya lebih getol nyari wahana baru atau tempat kuliner baru kali ya, tapi suami mah gak doyan jalan, doyannya kerja atau kalau nggak kerja ya nongkrong di warung kalau enggak bobok di rumah, haish banget, nggak tau apa ya istrinya merindu liburan beneran xD

Tapi tahun ini Alhamdulillah tujuan kami tidak hanya pulang ke rumah mertua, tapi kami juga liburan ke Jogja, yaaay! 

Di Jogja kebetulan ada keluarga adiknya suami yang tinggal di sana, jadi selain silaturahim, kami tentu saja jalan-jalan bareng dooong. Liam pun akhirnya ketemu deh sama Oom Tante dan sepupunya, yang ketemunya baru saat dia bayi doang, huhuhu, akhirnya ya Liam ketemu juga sama adeknya Bapak :D

Di Jogja, kami jalan ke beberapa spot di daerah Jogja, antara lain Taman Pintar Yogyakarta, Nanamia Pizzeria Tirtodipuran, Museum Gunung Merapi, The Lost World Castle, Angkringan Klangenan Patangpuluhan, sama Malioboro tentu saja, eh iya, kami memang cuma ke situ, wong disana cuma 3 hari 2 malam, jadi terbatas banget waktunya, hehehe. Padahal ya pengen kesana kemari, cuma waktunya nggak bisa ditambahin lagi, kan tiket pulang sudah di tangan dan suami akhir minggu udah kerja, jadi harus puas deh, hehehe. 

Eh iya, ngomong-ngomong soal rumah Hobbit, sepertinya lagi heits banget deh di setiap tempat wisata ada spot foto berupa rumah hobbit seperti yang kami singgahi waktu itu. Kebetulan kami menemukannya di depan The Lost World Castle, htmnya rumah hobbit 10ribu rupiah, lumayan lah untuk pengalaman foto-foto di rumah hobbit, tanpa harus ke Selandia Baru, hehehe.


Kalau htm The Lost World sih 25ribu, dengan berbagai spot foto menarik (yang gratis maupun bayar), katanya bakalan naik harganya sampai 60ribu rupiah saat pembangunannya benar-benar selesai.

tuh kan beneran Rumah Hobbit :D
Tetep Alhamdulillah keturutan ke Jogjanya, semoga tahun depan bisa ke sana lagi dengan tujuan yang lebih banyak dan lebih lama :D

Bahkan kami punya wacana untuk jalan ke daerah Karanganyar, Boyolali dan sekitarnya, cumaaa .... ya masih mikir-mikir kendaraannya gimana, secara kami berdua ini kurang doyan nyetir mobil jauh-jauh, kalaupun mau sewa kendaraan mending sewa motor (itupun suami doang yang bisa nyetir, hahaha) nah kalau daerah seperti Karanganyar, kira-kira dapet nggak ya sewa motor begitu ? Ada yang punya pengalaman ? #tancapgas #tanyatanyawalaupunmasihlama :D

Tadinya saya mau posting banyak foto, tapi males ngedit watermarknya, jadi saya cuma sertakan satu gambar dan gambar lain yang sudah saya post di instagram saya saja ya. Punten, hehehe, ini cuma pengingat aja tahun ini saya liburan ke Jogja, yaay :D

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Sunday, July 30, 2017

Kehilangan arah

Assalamualaikum,

Beberapa bulan ini jujur saja saya sedang kehilangan arah mau dibawa kemana karir saya yang saya gadang-gadang menjadi passion saya itu dibawa. Saya suka crafting, saya masih sangat suka melihat tutorial-tutorial membuat ini itu, melihat teman-teman crafter saya yang masih aktif menmbuat produk ciptaan mereka, tapi jujur saja saya kehilangan minat untuk membuat hal yang sama terus menerus. Nah kalau saya kemudian menemukan ide yang out of the box sih oke, ini ujung-ujungnya saya merasa ah, kalau saya buat ini kayaknya biasa aja, ah kalau buat ini kayaknya juga nggak bakalan ada pasarnya, ah barang masih banyak nih, kapan lakunya, dan endesbre endesbre. 

Saya sampai searching di google, bagaimana cara menemukan ide baru yang brillian, beberapa situs mengatakan katanya saya harus jalan-jalan, saya harus searching di situs-situs kreatif macam behance atau pinterest, ujung-ujungnya di satu situs menyebutkan saya harus bersih-bersih workspace saya. Hahaha, atau mungkin sebenarnya hal kecil bisa bikin buntu ide ya, contohnya karena workspace kita nggak pernah benar-benar bersih. Entahlah, saya juga belum minat untuk membersihkannya karena "merasa" kekurangan tempat, ya gimana sih ya, masih numpang #alesanlagi #alesanterus hehehe

Lalu kemudian saya jadi lebih sering membuatkan anak saya mainan menggunakan barang-barang bekas yang saya temukan di rumah. Senang sih masih dianggap kreatif, tapi saya belum pede "menjual" ilmu saya yang cethek untuk membuat mainan anak seperti yang saya buat. Saya masih merasa loh kalau semua Ibu itu bisa melakukannya, nggak perlu diajari atau bahkan nggak perlu membeli jadi dari orang atau dari toko tertentu. 

Mungkin saya juga kurang promosi, yang membuat usaha saya akhirnya jadi tersendat-sendat, then again beberapa teman saya pun ada yang mengalami hal semacam saya. Sedang nggak ada waktu untuk membuat ini itu, sedang kehilangan passion juga, ada yang lebih suka jualan barang jadi dibandingkan membuat sesuatu. 

Tapi jujur, saya juga nggak mau passion itu hilang begitu saja, saya mau tetap membuat sesuatu dimana bisa saya jual atau tunjukkan hasilnya pada orang lain. Mungkin saya memang harus bersabar dan tetap berusaha cari ide terbaik apa yang bisa saya lakukan agar usaha saya tidak mandeg di tengah jalan. Semoga saya nggak lupa saya masih punya keinginan untuk membuat usaha ini menjadi besar.

Mungkin, saya butuh partner yang bisa membuat saya tetap holding on, hmmm... *mikir sambil pegang dagu*

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...