Friday, February 24, 2017

Bahagia itu sederhana kok

Cuma ya butuh modal dikit, hahahahaha #oops

Assalamualaikum, 

Kadang banyak orang yang nggak sengaja saya stalk di media sosial sering mengatakan hal tersebut di postingannya, bahagia itu sederhana, yang kadang kalau kita lihat apa yang diposting, seperti foto
misalkan, ia jalan-jalan ke suatu negara atau daerah yang indah dan belum pernah kita datangi sebelumnya. Hastagnya adalah #bahagiaitusederhana, sesederhana pergi ke Eropa #eh, hehehe, nyinyir amat bukfen, iri pangkal nyesek loh, hahahaha 

Maafkeun, jadi sebenarnya saya jadi mikir, bahagia menurut persepsi masing-masing orang itu berbeda. Misalnya ada orang yang bahagia bagi-bagi duit ke orang lain, ada orang yang bahagia bikin orang lain bahagia dengan memberikan senyuman termanisnya, atau seperti di atas bahagia kalau dia bisa jalan-jalan ke suatu tempat impiannya. Saya misalnya, bahagia kalau suami ada di rumah atau lebih lagi ngajak jalan-jalan saya dan anak kami, bahagia banget!! #darihati :p

Saya juga bahagia lihat anak saya punya pengalaman baru dalam hidupnya. Jujur selama ini saya merasa belum memberikan banyak hal untuk anak saya, padahal sebenernya banyak banget perkembangan kecil darinya yang tidak saya pahami sebagai perubahan dalam hidupnya. Misalnya anak saya tiba-tiba punya kemauan untuk pakai baju sendiri, menghafal angka sendiri lewat remote tv, hihihi, cuci tangan di wastafel sendiri, dan banyak hal yang dulu ia tidak bisa lakukan sekarang bisa ia lakukan sendiri. Saya terlalu rendah diri untuk mengatakan anak saya masih belum bisa ini dan itu, ah! Kok tiba-tiba bener-bener butuh di taser, hehehehe, sorry (again)

Balik ke bahagia itu sederhana, minggu kemarin saya dan suami mengajak anak saya ke salah satu "pasar" kalau bisa disebut pasar sih, di Masjid Agung Surabaya. Happy moment, karena saya pertama kali mengajak Liam naik andong dan kenalan sama kuda dari dekat, hehehe. Mungkin karena saya bukan pecinta hewan, Liam juga nggak terlalu nyaman dekat-dekat dengan hewan, bukankah anak cerminan orang tuanya ya, hehehehe, nggak bisa juga sih kita minta dia harus suka pada hal ini dan itu padahal kita sebagai orang tuanya nggak suka. Tapi, di sisi lain dia suka dengan pengalaman baru, seperti halnya saya, tapi seperti halnya saya dia juga anak yang peragu, duh duh, bad habit.  

Liam, yang ragu memegang kuda
Jadi di sana, Liam pertama kalinya naik andong atau dokar, whatever you named it lah, hehehe, harusnya ini jadi resolusi sampai usianya 5 tahun ya, kan katanya golden moment, dia harus tau banyak sekali transportasi yang ada di sekitarnya. Kalau didaftar, Liam sudah pernah naik mobil, motor, becak, kereta kelinci, pesawat, kereta api, dan hmmm sepeda, ternyata masih banyak yang belum ia coba, contohnya perahu, kapal laut, gethek #eh, itu mah transportasi maknye jaman sekolah dulu, dusun banget nggak sih, hehehe, ah ya yang gampang sebenernya naik angkot dan bus kota, belum tersealisasi sampai sekarang, pe-er yang harus dicentang segera nih.

Selain naik dokar, ia kami ajak juga naik kereta kelinci disana, sebenarnya ia cukup sering naik transportasi hiburan yang murah meriah ini saat ia ada di daycare, bunda-bundanya sering mengajak anak-anak di daycare untuk jalan-jalan naik kereta kelinci. Hiburan yang aneh sebenernya, cuma muterin suatu rute di dalam kendaraan full color dan full cartoon character, dengan musik anak-anak yang luar biasa mengundang perhatian orang-orang di sekitarnya, hehehe, tapi anak-anak senang, padahal mungkin ia tau jalan-jalan tersebut, bukan sesuatu yang luar biasa. Sayangnya kereta kelinci itu juga full polusi udara, karena kendaraannya terbuka dan lewat jalan raya yang penuh polusi udara. Tapi naik motor pun juga polusi udara ding, hehehe. 

Liam juga kami ajak mainan portable murah di pinggiran masjid tersebut, seperti yang di bawah ini nih, nyewa selama 10 menit 5 ribu rupiah, main escavator kecil dan mancing ikan plastik. 

Mainan yang lagi ngetrend
Mancing, atau lebih tepatnya menjala ikan, hehehe


Apapun yang ia lakukan, ia lakukan atas dasar penasaran, tapi ia bahagia dan saya bahagia melihatnya. Walaupun itu tadi, semua itu butuh modal, modal bukan cuma uang kok, modal waktu dan perhatian kita ke anak juga penting. 

Itu #bahagiaitusederhana saya sementara ini, hihihi, sementara karena semoga selalu ada kebahagiaan lain yang selalu menyertai kami ya temans, semoga bahagia kami bisa membuat kamu bahagia juga ya ;) 

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

3 comments:

  1. Bisa jalan bareng keluarga udah seneng ya pastinya

    ReplyDelete
  2. mainan pancingan ikan itu masih ada aja ya jaman sekarang? jaman gw kecil dulu juga ada kayak gituan di pasar malem

    ReplyDelete
  3. wah baru tau di sana ada pasar2an buat anak kecil, bisa mainan excavator dsb.. wah seneng banget nanti anakku diajak ke sana.. thank you infonya

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...