Tuesday, January 17, 2017

[Cerita Dosen] Pengalaman mengajarkan segalanya

Assalamualaikum,

Saya hampir 6 tahun menjadi pengajar (skip setahun lebih mengajar, karena melahirkan mengurus anak), dimana di awal "karir" saya, saya cenderung sulit untuk mengutarakan pendapat di depan banyak orang. Semakin ke sini saya semakin santai, luwes dan bisa mengajar lebih baik dari sebelumnya.

Namun walaupun sudah 6 tahun, tetap saja selalu ada hambatan di setiap semesternya. Dimana akhirnya membuat saya merasa harus membuat perubahan-perubahan di tahun berikutnya. Mungkin karakter mahasiswanya mempengaruhi, mungkin saya yang terlalu santai dalam memberikan penjelasan teorinya.

Saat ini contohnya, saya sedang mengkoreksi tugas pengganti UAS tentang pembahasan A, saya sudah menjelaskan tentang A ini 3 minggu sebelum tugas ini saya berikan. Lalu harapan saya adalah dalam waktu 3 minggu tersebut mahasiswa akan memahami, atau nglonthok di dalam otaknya tentang bahasan A, yang ehm, walaupun memang nggak bisa dibilang sedikit sih, ada 10 bahasan disana. Tapi saat saya memberikan tugas, saya hanya mengambil 3 bahasan dari 10 tersebut untuk dibuat karyanya. 

Lalu saat hari pengumpulan datang, karya-karya yang dikumpulkan banyak yang tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Saya nggak berharap karyanya buagus banget sih, karena kalaupun mereka pintar gambar yaa mungkin harus lebih banyak pengalaman karya mereka masih semester awal. Yang saya harapkan adalah mereka memahami tentang teorinya, dimana saat saya menjelaskan, saya memberi contoh berulang-ulang. Tapi ya, begitulah, bisa dibilang hanya 10% dari mahasiswa yang memahami apa yang saya maksud dengan mengumpulkan tugas yang menurut saya benar. 

Hal-hal seperti ini hampir setiap semester terjadi, kadang saya menyalahkan mahasiswanya yang mungkin malas untuk bertanya, atau malas untuk memahami, karena baginya mereka bisa dapatkan teori tersebut via google, dimana nggak semuanya tepat. Tapi saya juga sering menyalahkan saya sendiri, apa mungkin saya ini nggak becus ngajarnya sampai mereka nggak memahami apa yang saya sebutkan, atau teori-teori yang saya sampaikan. Apa cara saya mengajar yang perlu diperbaiki, terlalu cepat kah saya menjelaskan, terlalu monoton kah ? 

Yeah, pada intinya sih saya ingin mengatakan bahwa semester depan saya harus berubah menjadi lebih baik. Saya nggak bisa menyalahkan mahasiswanya terus, karena jaman berubah, saya yang harus ngikutin cara mereka berpikir. Mengarahkan mereka untuk lebih banyak membaca keseluruhan hal dibanding hanya membaca yang mereka ingin baca saja (pe-er semua orang sih ini ya) Karena katanya budaya membaca orang Indonesia itu sangat rendah, that's why saya gregetan pengen bikin Liam suka membaca :)
Taken from here
Semoga sih semester depan apa yang saya ajarkan dapat lebih dipahami mahasiswa, karena saya harus belajar dari pengalaman, dan kalimat "pengalaman mengajarkan segalanya" itu bener banget. 

So wish me luck :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

8 comments:

  1. Ternyata jadi dosen itu serba salah yaaaa, selalu salah di mata mahasiswa nya dan dosen uga selalu menyalahkan mahasiswa nya hahahah #kabur

    ReplyDelete
  2. lucu juga bacabacanya mbak tapi emang ya jadi donesi itu nggak gampang :/ salut!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, nggak usah salut, yang penting pengalaman sih, dan 6 tahun ternyata belum seberapa, yang harus diberi salut orang2 yang sudah mengabdi puluhan tahun :D

      Delete
  3. semoga tahun ini lebih menyenangkan ya mbak :) berasa tahun lalu mampir kesini haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. blognya banyak banget siiih, nggak ribet ngurusinnya ? xD

      Delete
  4. jadi bikin flashback jaman kuliah setahun yang lalu :"

    ReplyDelete
  5. jadi bikin flashback jaman kuliah setahun yang lalu :"

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...