Wednesday, June 21, 2017

Gara-gara Kabe-don, kenalan sama Kento Yamazaki

Assalamualaikum,

Kalian yang demen Japanese Culture atau setidaknya doyan nonton dorama Jepang atau anime-anime Jepang, mungkin paham apa itu Kabedon, nah kalau ada yang belum tau, sebelum saya menjelaskan apa itu Kabedon saya akan cerita dulu kenapa kok tiba-tiba pengen nulis ini, hehehe.

Jadi beberapa waktu lalu saya tidak sengaja membaca artikel dari link yang di share oleh teman saya di salah satu media sosial, nah di dalam artikel itu ada artikel lain yang menceritakan seseorang yang membeli tempat salt shaker unik dengan tema Kabedon di Jepang. Gambarnya kayak yang di bawah nih.

Diambil dari sini
Hahaha, unik banget yaaa ,,,, nah, saya agak paham sih akhirnya Kabedon maksudnya apa, tapi kemudian saya penasaran, arti sesungguhnya Kabedon itu apa. Saya googling dooong, hehehe, UGM banget ya, Universitas Googling Mandiri xD.

Jadi menurut artikel-artikel ini Kabe artinya Tembok, sedangkan Don, itu suara "duk" saat kita memukul sesuatu (di sini maksudnya memukul tembok). Nah di beberapa anime dan dorama Jepang sering banget menggunakan adegan ini, bukan cuma beberapa sih, mostly kayaknya, hahaha. Kalau dalam istilah anime (yang barusan saya googling juga) yang sering menggunakan adegan ini adalah Shoujo Anime, anime yang biasanya disukai oleh pembaca perempuan dimana kisahnya walaupun fantasi atau action ada cerita cintanya, atau romantis, yang bikin deg-deg'an perempuan gitu maksudnya. Setelah saya pikir-pikir, adegan seperti ini juga cukup sering digunakan di beberapa K-drama, alias Drakor, hehehe. Intinya mah kalau bikin cewek deg-deg'an akan dipake untuk buat dimasukkan ke drama-drama ini ya :D

Okay, setelah paham tentang kabedon, saya akhirnya buka youtube nih, hihihi, cari keyword kabedon, dan menemukan adegan multiple kabedon dari salah satu film Jepang bergenre remaja, yang ternyata disadur dari salah satu komik dan anime Jepang, Heroine Shikakku. Live action dari anime ini diberi judul Heroine Disqualified atau ada yang menyebut No longer Heroine di beberapa website info film-film Jepang dan Korea. Adegan Kabedon-nya sih antara Kentaro Sakaguchi dan Mirei Kiritani, nah yang dua orang ini saya barusan kenalan semua nih, hahaha. Langsung naksir berat sama Dek Kentaro ini, cakep ye xD #alaydetected

Dek Kentaro Sakaguchi, diambil dari situs ini


Akhirnya setelah itu, saya cari dong film ini di kissasian.com, langsung deh nonton film ini. Dan selain kenalan sama Kentaro dan Mirei, naaah ... ketemulah saya dengan si Kento Yamazaki, hahahaha. Dia menjadi tokoh utamanya by the way, sebagai Rita Terasaka. Walaupun sebenarnya saya lebih naksir Kentaro sih (apeu siiih, hahaha). 

Intinya sih membuat saya penasaran sama film-film lain yang mereka mainkan, terus akhirnya nemu di Viu serial drama yang dimainkan oleh si orang-orang ini, serial A girl and three sweethearts. Tokoh utamanya sama persis, Mirei Kiritani dan Kento Yamazaki, nah di serial ini Kento, menurut saya, jauh lebih menarik sih daripada tokoh di film sebelumnya yang saya lihat, walaupun secara penokohan mirip, dingin dan sok-sok nggak suka gitu, hahaha.

Dek Kento Yamazaki, diambil dari situs ini
Kento ini mengingatkan saya sama Hideaki Takizawa, nggak mirip sih secara fisik, tapi mereka terkenal di usia yang sama saat itu, entah sekarang kemana ya si Takki ini. Iya, saya tua banget ya bawa-bawa Hideaki Takizawa ke tulisan ini, hahaha. Karena emang terakhir saya tertarik melihat Dorama Jepang sudah lamaaaaaa banget, dan itu yang main Takki, kalau ada yang ingat Strawberry on the shortcake, nah itu tuh, lama kaan? Selain juga dorama Jepang cukup jarang ada di tv lokal, Korean wave mungkin lebih kerasa di Indonesia. Tapi untung saya terselamatkan dan mengenal mereka, hahaha, apa siiih buuuk xD

Mungkin saya memang butuh hiburan baru, selain melihat klisenya serial-serial Korea yang saya lihat di aplikasi atau saya lihat di tv kabel, atau mungkin saya selemah itu melihat adek-adek berwajah oriental yang ganteng, huwaahahaha .... Sadar Ibuuuk ...

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Friday, June 9, 2017

Tutorial : Membuat Wayang Profesi dari kertas

Assalamualaikum,

Hai, man teman, karena saya janji sama beberapa teman saya untuk repost tutorial bagaimana cara membuat wayang orang atau profesi dari kertas tebal atau karton, saya niatin untuk menulisnya pagi ini ^_^

Sebenarnya ide ini saya dapatkan dari salah satu buku kreatif yang saya beli beberapa waktu lalu, judulnya Catatan Mainan DIY Anak (main pintar tidak perlu mahal), yang dikarang bareng-bareng oleh lima ibu kreatif yang salah satunya adalah @iburakarayi. 

Dalam buku tersebut wayang yang dibuat adalah versi dokter, karena saya ingin lebih memperkenalkan profesi Bapaknya Liam ke Liam, akhirnya saya buat profesinya seorang Reporter TV :)

Penampakan bukunya
Wayang dokter di bukunya
Alat dan Bahan :
- Karton bekas kotak susu / sereal (saya pakai bekas kotak sepatu)
- Spidol besar
- Pensil warna (atau pewarna lainnya)
- Gunting
- Selotip kertas
- Lem uhu
- Sumpit kayu (2 pasang) (saya pakai tusuk sate yang jumlahnya 6, biar tebel saya dobelin pakai selotip kertas)
- Paper fastener atau simpul yang terbuat dari benang wool (saya pakai benang)
- Benang tebal seperti benang rajut, benang sulam (didobel dua) atau benang wool
- Benang sulam besar

Cara Membuat : 

1. Buat gambar yang ingin dibuat, kalau di buku sih ada templatenya ya, saya buatnya lebih besar daripada templatenya. Warnai menggunakan pensil warna. Kemudian gunting sesuai pola.
Gambar di karton bekas
Warnai gambar yang sudah kamu buat
Setelah digunting dan diatur sesuai dengan letaknya
2. Untuk menyambung potongan lengan atas dan bawah, gunakan paper fastener atau simpul besar. Tumpuk kedua potongan tangan dan tusuk kira-kira di bagian tengah tumpukan 'siku' wayang. Tarik kuat kemudian buat simpul sekali lagi di sisi sebaliknya.
3. Lakukan hal yang sama untuk pundak dan kaki.


4. Untuk memasang tongkat pengendali pada telapak tangan buat simpul benang lalu tusuk di bagian tengah telapak tangan tokoh wayang, kemudian lilitkan sisa benang yang ada di jarum ke sumpit, beri sedikit lem uhu dan untuk lebih kuatnya pakai selotip kertas (tapi selotipnya jangan nempel di pola lengannya ya, ntar wayangnya nggak bebas geraknya, sudah nyoba begitu soalnya, hehehe)
5. Ulangi untuk tongkat pengendali tangan sebelahnya.
6. Untuk tongkat utama wayang (bagian punggung wayang), ambil sepasang sumpit dan tempel di bagian tengah belakang wayang menggunakan lem uhu. Lapisi lagi dengan selotip kertas supaya lebih kuat. 

7. Wayang siap dimainkan :)

Nah mainnya terserah kalian, mau dongeng tentang Bapak yang belum pulang karena kerjanya selalu full time #eh, hehehe #curhat, atau ya berikan dongeng menyenangkan tentang profesi jurnalis, atau apapun wayang profesi yang kamu buat :)

Selamat mencoba

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Thursday, May 18, 2017

Tayangan televisi untuk anak : Bagus dan tidak itu beda tipis

Assalamualaikum, 

Maaf judulnya kepanjangan, tapi supaya orang jelas dengan isinya, jadi saya nulisnya agak lengkap. 
Jadi saya lagi galau nih, hehehe, galau karena tayangan televisi untuk anak, wether itu Indonesia ataupun barat. 

Saya sadar membuat sebuah tayangan edukatif untuk anak itu sulit, nggak hanya anak, tayangan sinetron yang orang anggap sampah aja juga nggak gampang, harus nurutin kemauan pemirsa kan nggak gampang. Seperti beberapa kegelisahan Ibu-ibu Indonesia di luar sana, termasuk saya. Alhamdulillah sih, anak saya nggak pernah saya tontonin sinetron, eh pernah ding, sinetronnya NET kebetulan, itupun sekarang udah nggak sering, dan menurut saya sinetron-sinetron di NET nggak seperti sinetron kebanyakan di stasiun lain yang you know lah, panjang, sangat hitam putih dan kurang mendidik (yang tetep bagi saya nggak gampang buatnya, wong saya juga nggak bisa buat, hehehe)

Kegelisahan saya tidak hanya soal sinetron itu tadi, untungnya saya nggak terlalu suka dan akhirnya anak saya pun tidak pernah menontonnya. Kegelisahan saya justru tertuju pada tayangan yang notabene dianggap sebagai tayangan untuk anak. Salah satu contohnya Adit Sopo Jarwo. Saya tau membuat animasi itu sulit, sangat sulit, apalagi yang bentuknya 3 dimensi, butuh render berhari-hari hanya untuk beberapa menit pergerakan kartunnya. Tampilannya memang bagus untuk ukuran tayangan kartun Indonesia, namun tidak membuat saya tutup mata terhadap ceritanya. 

Adit & Sopo Jarwo | diambil dari SINI
Bagi saya tayangan ini terlalu hitam putih, misalnya saja hal yang sempat saya buat statusnya di salah satu sosial media saya beberapa waktu lalu. Saya menyebutkannya begini, "Kenapa sih bagi Bang Haji Udin, Bang Jarwo itu salah mulu, bahkan sebelum ditanya masalahnya apa"  

Jadi selama penayangan stripping kartun tersebut saya jadi sadar satu hal, kenapa ya Bang Haji Udin ini sangat putih dan Bang Jarwo itu sangat hitam, ya bukan jahat sih, tapi karakternya menjadi orang yang akan selalu salah aja deh pokoknya. Entahlah, saya jadi berpikir, saat anak kecil melihat orang yang memiliki wajah seperti Bang Jarwo akan bilang bahwa orang tersebut tabiatnya jelek, licik dan pantas ditakuti. Dan ketika melihat orang berpeci dan menggunakan baju koko, pasti orang yang sangat bijaksana. Lah dari kecil udah diajarin mengkotak-kotakkan orang dong ya? 
Lalu si Dennis dan ketakutannya pada semuuuuaaa hal, hfftth .... rasanya gregetan melihat si tokoh chubby ini selalu berlindung di ketiak sahabatnya, tanpa sadar ia bisa berbuat lebih dalam hidupnya. Yah well, yang ini saya sebenarnya agak takut anak saya jadi seperti Dennis ~.~"

Tapi saya tetap mempertontonkan ini ke anak saya, karena jujur saja anak saya maksa untuk nonton. Dan well, memang beberapa di antaranya ada masukan positif, salah satunya keberagaman suku dan budaya, penting dong di era yang sekarang ini, ya kan ya kan? 
Plus, saya memang belum punya daya upaya untuk upgrade tayangan televisi saya ke tv kabel premium. Pernah premium-pun yang ditonton anak saya juga bukan tayangan kartun, nyesek banget, hahahaha. 
Happy Holy Kids | diambil dari SINI
Ada satu tayangan favorit lagi bagi anak saya selain Adit Sopo Jarwo (ASJ) ini, yaitu  Happy Holy Kids (HHK), tidak seperti ASJ, HHK ini formatnya wayang boneka. Bagi saya tayangan ini bagus dalam hal konsep mengajarkan kebaikan, tapi namanya juga manusia, kayaknya ada aja yang bikin nggak sreg. Seperti pengucapan kata-kata yang asing bagi Liam yang harusnya tidak disebutkan anak seusia Liam, misalnya saat ada tayangan berantem sama teman, yang Liam tiru justru kalimat saat berantemnya, bukan endingnya dimana mereka berbaikan, hhh .... hahaha, repot ya, makanya saya bilang bagus dan tidak itu beda tipis. 
Keluarga Somat | diambil dari SINI
Tayangan lain, Keluarga Somat (KS), yang ini secara visual mungkin di bawah ASJ, rendernya nggak maksimal, tapi buat saya, KS itu bagus loh, hahaha, entahlah mungkin saya suka ceritanya yang tidak terlalu hitam putih, semua pernah punya kesalahan gitu maksudnya, dan ceritanya berkembang tiap minggunya. Patut diapresiasi lah ya. 
Upin&Ipin dan kawan-kawan | diambil dari SINI
Upin Ipin ? Jangan tanya, seperti kebanyakan anak Indonesia lain, tayangan Upin Ipin selalu menjadi favorit buat Liam, hehehe. Emang bagus banget sih ya, dan itu tadi, cerita yang selalu berkembang mungkin menjadi hal yang positif dalam tayangan untuk anak. Mengikuti hal yang sedang terjadi saat ini, dan belajar hal baru lainnya. 

Semoga tayangan anak di Indonesia semakin beragam dan akan jauh lebih baik, karena mau tidak mau kita memang bergantung sama media, yang paling dekat ya televisi (kalau saya sih, soalnya saya nggak pernah ngasih tau tentang youtube ke Liam, hihihihi)

Intinya sih mau tayangan apapun, di usia anak yang masih belia ini kita harus selalu always mau kudu must nemenin dia nonton dan memberi penjelasan yang baik dan yang buruk. Dan mungkin sistem range usia untuk tayangan bisa diberlakukan lebih detail. Misalnya untuk anak, nah anak usia berapa tuh, anak kan dari usia 0-12 tahun bisa dianggap anak, dan cara pandang anak 3 tahun dan 12 tahun beda, kata-kata dan kalimat yang mereka pahami juga berbeda. Ini urusan Komisi Penyiaran Indonesia nih kayaknya, tapi tetep aja orang tuanya kan harus pintar milih tayangan. 

Ini apa sebenarnya semua harus dibebankan pada orang tua ya (YA IYALAAAH) hahaha. Mau anaknya cerdas, ya ortunya harus berpikir cerdas, mau anaknya jadi anak kebanyakan ya sudah go with the flow aja kayak ikan mati di sungai, wiiih sadis perumpamaannya, hahaha. 

Yasallaaaam ... indahnya jadi orang tua (sambil garuk-garuk kepala)

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum, 

Wednesday, April 12, 2017

#latepost Makan di Bakmi Jogja Trunojoyo

Assalamualaikum,

Sebenarnya ini postingan yang harusnya saya share 2-3 minggu yang lalu, tapi karena keterbatasan waktu (cih, sok sibuk, bilang aja males buka laptop) akhirnya baru sempat menulis sekarang.

Ini sebenarnya kesekian kalinya kami makan di Bakmi Jogja Trunojoyo, tapi baru sekarang kami datang ke tempat barunya di jalan Tegalsari, Surabaya. Menurut judulnya kan Bakmi Jogja Trunojoyo itu harusnya di jalan Trunojoyo, sudah setahunan ini pindah ke jalan Tegalsari.

Tempat ini tidak pernah sepi pelanggan, parkiran selalu penuh (itupun sebenarnya tidak ada tempat parkir khusus), semua pelanggan parkir di pinggiran jalan Tegalsari, alhamdulillah kalau dapat parkiran, walaupun harus jalan berapa puluh meter dari tempat yang dituju. Pelanggannya jarang yang naik motor kali ya, semuanya bermobil, jalan sepanjang jalan Tegalsari itu penuh dengan mobil berjejer, hehehe.


Jadi kebetulan beberapa waktu lalu suami saya berulang tahun, dan kebetulan juga dia libur, lagi nggak ada liputan pula. Akhirnya ia mengajak kami sekeluarga untuk makan di sini, saya ding yang ngajak, hahaha, dianya iya-iya aja. Soalnya sudah lama nggak kesini dan kangen rasanya. 

Tempatnya open space, nggak ada ac dan semua mejanya menggunakan kayu berukiran khas Jawa, rumah makannya pun bernuansa tempo dulu, jadi menambah otentiknya tempat ini. Makanannya ? Jangan tanya, enak bangeet, lumayan terjangkau juga harganya, secara beberapa waktu yang lalu kami juga pernah makan ke suatu tempat model angkringan Jogja di daerah dukuh kupang, duh harganya selangit untuk tempat yang bagi kami biasa-biasa saja. Harga makanannya dibandrol paling mahal 21ribu rupiah, memang sih variannya hanya mie dan nasi goreng, tapi memang itu yang bikin ngangenin, apalagi bakmi nyemek-nya, haduuh pengen ngacir kesana lagi walaupun parkirannya susah, hehehe. 
Bagian depan Bakmi Jogja Trunojoyo, rumah vintage yang dijadikan rumah makan
Tempat masaknya di bagian depan rumah, jadi kita bisa lihat para "chef" yang membuat sajian mie dan nasi

Furniturenya semuanya dari kayu, otentik tempo doeloe banget ya
Di salah satu sudut rumah makan ada juga tempat penjualan pisang goreng tempo doeloe yang rasa pisang gorengnya memang tidak terlalu manis, tapi disampingnya diberi cocolan gula halus dan brown sugar. 
Kalau mau beli pisang goreng, beli sendiri di pojokan area rumah makan


Selain mie-nya yang fenomenal, yang paling terkenal disini adalah teh pocinya, yang memang disajikan bersama poci dari tanah liat, dan tehnya akan selalu hangat walaupun kita nongkrong lama di sana. 

Teh poci yang menggunakan gula batu
Mie Nyemek fenomenal itu, seharga Rp. 21.000,-

Pluuus, jangan kaget kalau pramusajinya dan semua karyawan disana berbicara pada kita menggunakan bahasa Jawa (Jawa tengahan) Krama (Kromo) pada kita. Walaupun kita membalasnya menggunakan bahasa Indonesia loh. Jangan khawatir kita pasti tau sama tau kok, hehehe. Cuma emang repot ya kalau mereka buka rumah makan seperti ini di pulau lain di Indonesia ya. Tapi toh banyak orang Jawa di bagian lain Indonesia ini :p

Nah segini nih yang kita keluarkan untuk makan 5 orang, lumayan lah ya, setidaknya 30ribuan untuk satu customer :)
Tertarik untuk mampir juga ? Jangan lupa ya kalau mereka jam 9 malam sudah tutup loh, hehehe. Jadi jangan kemaleman sampai di sana :) Dan jangan lupa bawa uang cash, disana nggak bisa gesek debit atau credit card, hehehe. 

I think that's all, thank you
Wassalamualaikum,

Tuesday, April 11, 2017

#ceritaliam : Threenager dan setangkup roti

Assalamualaikum,

Sebagai orang tua baru yang "kekinian", yang pertanyaan apapun tentang hidup kita tanyakan pada google, hehehe, tentu saja saya juga sering cari-cari artikel yang berhubungan dengan apa yang awam dilakukan anak seusia Liam. Saya menemukan perbendaharaan kata baru saat Liam menginjak usia 3 tahun Agustus lalu, Threenagers, alias remaja 3 tahun, hahaha. Seperti yang yang kita tau kalau remaja itu keinginannya agak random ya, drama pula gitu, nah gimana kalau hal tersebut digabungkan dengan anak 3 tahun, yang drama adalah mak bapaknya! #pusingpalaemak xD 

Contohnya beberapa waktu ini, Liam hobi makan roti pakai meises pagi-pagi, kemudian setelah saya membuatkan eh ternyata rotinya robek di bagian bawahnya. Dramanya, Liam teriak-teriak sampai nangis minta ganti tuh roti jadi baru, padahal semua roti emang pada robek dikit gitu, saya yang mbuatin jadi ikut marah-marah dong. Sampai saya sadar emang hal tersebut nggak bisa dihindari, emang dasarnya anak usia segitu dramanya bukan main, kayak masalah kecil bisa jadi problem luar biasa dalam hidupnya, seperti remaja jaman sekarang kan ? xD 

Awalnya saya memang takut kalau hal tersebut dituruti dan diteruskan, anaknya bisa jadi manja dan idealis. Tapi setelah membaca beberapa artikel parenting yang saya sebutkan di awal itu, well, mungkin saya harus agak selow sedikit, iya saya akan terus memberikan pengarahan kalau hal ini sama saja, atau membuat aturan-aturan tertentu dimana mau tidak mau dia harus menaatinya, tapi nggak pake kepala panas tentunya. Karena kontrol emosi saya agak kurang baik sih, huhuhu, padahal dia masih 3 tahun, dan pastinya banyak yang harus ia pelajari yang nggak bisa secara instan. Memang menyesal baru belakangan, dan belajar dari semua pengalaman ini, intinya jadi orang tua itu harus sabar. 

Menurut saya tegas boleh banget, tapi jangan marah-marah juga karena hal kecil. Hahaha, ini kok jadinya tentang saya lagi ya, padahal harusnya tentang threenager xD Tapi memang kok yang paling tau anak kita seperti apa dan mau diapain ya orang tuanya, jangan orang lain ikut ngatur-ngatur kehidupan keluarga kita toh ya, hahaha,

Anyway ini salah satu artikel yang saya baca, semoga membantu atau jadi merasa punya teman senasib sepenanggungan, hehehe --> Artikel Threenager

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Tuesday, March 21, 2017

#ceritaliam : Toddler Night Terrors

Assalamualaikum,

Judulnya serem ya, tapi ternyata beneran ada loh, dan sepertinya hal ini juga terjadi pada Liam. 
Jadi semingguan ini, Liam hampir selalu bangun dari tidur malamnya, dan kemudian menangis histeris, dan nggak akan berhenti sampai dia mau masuk lagi ke dalam kamar. 

Awalnya kami pikir ada sesuatu terjadi di kamar, seperti melihat hal-hal ghaib atau apalah yang bagi kami itu menyeramkan. Tapi kata Bapaknya (yang katanya bisa merasakan hal-hal ghaib) nggak ada apa-apa di dalam kamar. Oh baiklah, solusi saya akhirnya mengajaknya baca doa sebelum tidur tiap hari. Tapi anehnya setiap jam 7 sampai jam 8 malam, ia masih selalu "terbangun" dan kemudian menangis histeris. 

Lalu beberapa hari lalu saya tidak sengaja membaca artikel di salah satu majalah parenting, membahas tentang permasalahan pada anak-anak di usia tertentu. Kemudian mata saya tertuju pada salah satu subjudul, Toddler Night Terrors, jeng jeeeeng .... hehehe. Gara-gara baca judul subartikel tersebut, saya jadi keingetan apa yang terjadi pada Liam beberapa hari ini. 

Benar saja, ternyata apa yang ditulis di artikelnya pas banget apa yang saya rasakan terjadi pada Liam. Kata artikel tersebut, Night Terrors bisa terjadi pada anak usia 2-3 tahun, yang dimana hal ini berbeda dari mimpi buruk biasa.  Kalau menurut cuplikan artikel yang saya lihat di babycenter.com
According to sleep expert Jodi A. Mindell, author of Sleeping Through the Night, the easiest way to tell the difference between a night terror and a nightmare is to ask yourself who's more upset about it the next morning. "If your child is more agitated, she had a nightmare. If you're the one who's disturbed, she probably had a night terror," says Mindell.

In other words, the "terror" of a night terror lingers far longer in the parent who watched it than in the child who lived it.
Memang benar ternyata, waktu saya tanya paginya, ada apa sama Liam kemarin malam. Liam seperti nggak peduli apa yang saya tanyakan. Selow aja gitu, eh kitanya yang bingung ada apa sama Liam semalam, hahaha. Jadi bener kan, terrornya lebih ke kitanya dibanding ke anaknya xD

Menurut artikel itu pula, yang katanya sih belum diteliti keampuhannya. Cara terbaik untuk membuat anak tersebut tidak mengalami Night terrors lagi adalah dengan membangunkannya 15-20 menit sebelum kejadian night terrors tersebut terjadi. Berhubung Liam memang dalam seminggu ini tiap hari selalu terbangun dan menangis histeris di waktu dan jam yang sama, sepertinya hal tersebut bisa saya coba. Salah satu tipsnya lagi adalah dengan memberikan jadwal yang konsisten setiap harinya, dari mandi, tidur dan makannya. Ehm, ini agak sulit, tapi semoga bisa dicoba terus menerus hingga akhirnya ia tidak mengalami teror lagi. Karena bukannya dia yang kena teror, kitanya yang kebingungan, hehehe.

Adakah dari teman-teman yang anaknya mengalami hal serupa ? Atau memang ini beneran wajar ya untuk anak seusia Liam. Share dong :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Friday, February 24, 2017

Bahagia itu sederhana kok

Cuma ya butuh modal dikit, hahahahaha #oops

Assalamualaikum, 

Kadang banyak orang yang nggak sengaja saya stalk di media sosial sering mengatakan hal tersebut di postingannya, bahagia itu sederhana, yang kadang kalau kita lihat apa yang diposting, seperti foto
misalkan, ia jalan-jalan ke suatu negara atau daerah yang indah dan belum pernah kita datangi sebelumnya. Hastagnya adalah #bahagiaitusederhana, sesederhana pergi ke Eropa #eh, hehehe, nyinyir amat bukfen, iri pangkal nyesek loh, hahahaha 

Maafkeun, jadi sebenarnya saya jadi mikir, bahagia menurut persepsi masing-masing orang itu berbeda. Misalnya ada orang yang bahagia bagi-bagi duit ke orang lain, ada orang yang bahagia bikin orang lain bahagia dengan memberikan senyuman termanisnya, atau seperti di atas bahagia kalau dia bisa jalan-jalan ke suatu tempat impiannya. Saya misalnya, bahagia kalau suami ada di rumah atau lebih lagi ngajak jalan-jalan saya dan anak kami, bahagia banget!! #darihati :p

Saya juga bahagia lihat anak saya punya pengalaman baru dalam hidupnya. Jujur selama ini saya merasa belum memberikan banyak hal untuk anak saya, padahal sebenernya banyak banget perkembangan kecil darinya yang tidak saya pahami sebagai perubahan dalam hidupnya. Misalnya anak saya tiba-tiba punya kemauan untuk pakai baju sendiri, menghafal angka sendiri lewat remote tv, hihihi, cuci tangan di wastafel sendiri, dan banyak hal yang dulu ia tidak bisa lakukan sekarang bisa ia lakukan sendiri. Saya terlalu rendah diri untuk mengatakan anak saya masih belum bisa ini dan itu, ah! Kok tiba-tiba bener-bener butuh di taser, hehehehe, sorry (again)

Balik ke bahagia itu sederhana, minggu kemarin saya dan suami mengajak anak saya ke salah satu "pasar" kalau bisa disebut pasar sih, di Masjid Agung Surabaya. Happy moment, karena saya pertama kali mengajak Liam naik andong dan kenalan sama kuda dari dekat, hehehe. Mungkin karena saya bukan pecinta hewan, Liam juga nggak terlalu nyaman dekat-dekat dengan hewan, bukankah anak cerminan orang tuanya ya, hehehehe, nggak bisa juga sih kita minta dia harus suka pada hal ini dan itu padahal kita sebagai orang tuanya nggak suka. Tapi, di sisi lain dia suka dengan pengalaman baru, seperti halnya saya, tapi seperti halnya saya dia juga anak yang peragu, duh duh, bad habit.  

Liam, yang ragu memegang kuda
Jadi di sana, Liam pertama kalinya naik andong atau dokar, whatever you named it lah, hehehe, harusnya ini jadi resolusi sampai usianya 5 tahun ya, kan katanya golden moment, dia harus tau banyak sekali transportasi yang ada di sekitarnya. Kalau didaftar, Liam sudah pernah naik mobil, motor, becak, kereta kelinci, pesawat, kereta api, dan hmmm sepeda, ternyata masih banyak yang belum ia coba, contohnya perahu, kapal laut, gethek #eh, itu mah transportasi maknye jaman sekolah dulu, dusun banget nggak sih, hehehe, ah ya yang gampang sebenernya naik angkot dan bus kota, belum tersealisasi sampai sekarang, pe-er yang harus dicentang segera nih.

Selain naik dokar, ia kami ajak juga naik kereta kelinci disana, sebenarnya ia cukup sering naik transportasi hiburan yang murah meriah ini saat ia ada di daycare, bunda-bundanya sering mengajak anak-anak di daycare untuk jalan-jalan naik kereta kelinci. Hiburan yang aneh sebenernya, cuma muterin suatu rute di dalam kendaraan full color dan full cartoon character, dengan musik anak-anak yang luar biasa mengundang perhatian orang-orang di sekitarnya, hehehe, tapi anak-anak senang, padahal mungkin ia tau jalan-jalan tersebut, bukan sesuatu yang luar biasa. Sayangnya kereta kelinci itu juga full polusi udara, karena kendaraannya terbuka dan lewat jalan raya yang penuh polusi udara. Tapi naik motor pun juga polusi udara ding, hehehe. 

Liam juga kami ajak mainan portable murah di pinggiran masjid tersebut, seperti yang di bawah ini nih, nyewa selama 10 menit 5 ribu rupiah, main escavator kecil dan mancing ikan plastik. 

Mainan yang lagi ngetrend
Mancing, atau lebih tepatnya menjala ikan, hehehe


Apapun yang ia lakukan, ia lakukan atas dasar penasaran, tapi ia bahagia dan saya bahagia melihatnya. Walaupun itu tadi, semua itu butuh modal, modal bukan cuma uang kok, modal waktu dan perhatian kita ke anak juga penting. 

Itu #bahagiaitusederhana saya sementara ini, hihihi, sementara karena semoga selalu ada kebahagiaan lain yang selalu menyertai kami ya temans, semoga bahagia kami bisa membuat kamu bahagia juga ya ;) 

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Wednesday, February 22, 2017

Tentang Februari dan suami

Assalamualaikum,

Eh udah sebulan sejak saya nulis postingan terakhir, padahal maunya kommit per bulan sampai 10 kali postingan, hiks, saya butuh niat lagi kayaknya. Tapi emang beberapa waktu ini belum bisa ada spare waktu buat nulis di blog sih. Masih harus mengerjakan materi matkul baru dan ngerjain beberapa pesenan craft. Akhirnya lupa kalau ada kerjaan lain di dunia blog seperti ini, iya kerjaan, saya harus menganggap ini kerjaan biar ada komitmen bahwa saya juga masih cinta dunia blog, bhihik, gayanya. Ini juga saya tulis di sela-sela koreksi tugas mahasiswa, sungguh rajin pangkal kaya sekali saya *wink*

So anyway, harusnya bulan Februari ini bulan yang membuat saya harus nulis banyak hal, salah satunya adalah tentang ulang tahun dan harapan saya. Sudah dua minggu lebih sejak tanggal ulang tahun saya. Di usia sekarang Alhamdulillah masih diberi hidup yang nyaman dan menyenangkan. Punya keluarga kecil yang menyenangkan dan teman yang selalu membantu. Di ulang tahun kemarin juga akhirnya suami saya menulis postingan manis di wall facebook-nya, hahaha, selama 5 tahun kenal suami saya baru ini suami nulis sesuatu untuk saya di facebook. Iya, segitu ansosnya saya dan suami di facebook xD. Lalu tanggal 6 kemarin dia mengirimkan sebuah puisi ke wall facebook saya, puisi yang cukup bikin trenyuh hati perempuan gitu deh, hehehe. 

Keputusan yang luar biasa berani, secara suami kalo nulis status isinya nyinyirin negara dan berita, hahaha, dasar wartawan. Jadi ya akhirnya banyak yang ciye ciye dong di komennya, hehehe, love him more and more kan jadinya *ngikik sambil nutupin mulut* :p

Jaket baru, hadiah dari suami *blush*
Seminggu sebelum saya berulang tahun, saya udah nodong suami untuk belikan saya jaket baru untuk hadiah, hehehe. Waktu dia bilang, "ntar kukasih duit aja, kamu beli sendiri" saya sih hihahihi aja, soalnya setiap tahun ya gitu sih, hehehe. Eh sehari setelah saya berulang tahun, akhirnya beneran saya dikasih jaket :D akhirnya tahun ini saya nggak dapat mentahannya, hahaha, harusnya saya minta mentahannya aja ya :p Seperti beberapa waktu lalu saya minta dibelikan tas untuk kerja, tas ransel murah aja sih, karena tas ransel untuk saya ngajar sudah jebol, ia dengan senang hati ngasih mentahannya, hahaha, suami yang pengertian.

Yeah, saya tau dia berusaha kuat untuk selalu membuat saya bahagia, caranya mungkin tidak selalu romantis. Tapi mungkin baginya, bolehlah sekali dua kali melakukan sesuatu yang tidak biasa. Salah satunya adalah melakukan hal di atas. Kalau dia berubah 180derajat saya mungkin akan bingung sendiri ada apa dengan suami saya, hehehe. 

Then again, suami saya sudah banyak melakukan yang luar biasa kok, kecil tapi luar biasa. Contohnya dia ada saat weekend untuk bersama saya dan anak saja, saya udah bahagia banget, selain kita bisa spend waktu sama-sama, suami juga bisa ada waktu untuk beristirahat di pekerjaan yang bikin dia sulit untuk melakukannya. Karena saya juga agak deg-deg'an sih, karena ia berangkat sore pulang pagi buta setiap hari, kadang-kadang makan jam 12 malam di warung pinggir jalan ya nggak sehat kan. Jadi setiap dia ada di rumah dan bisa sama-sama, saya harus taking care of him sebaik-baiknya. 

Februari tinggal seminggu lagi tapi banyak hal yang belum saya lakukan dengan sempurna, semoga selalu ada jalan yang baik untuk kami sekeluarga :)

Bagaimana Februarimu ?  

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Saturday, January 21, 2017

Anak itu penyembuh jiwa

Assalamualaikum,

Anak itu luar biasa ya, penyembuh jiwa yang sedang galau atau sedih orang tuanya. Padahal saya sering banget marah-marah sama dia, walaupun dia pada akhirnya membalas membentak saya. Jatuhnya saya yang jadi sakit hati sendiri. Yeah I know, saya telah memberikan contoh yang sangat buruk, but not always tough. Kita lebih sering happy-happynya kok ^_^

Saya tiba-tiba menulis tentang ini karena tadi Utinya ngambek, hehehe, karena Akungnya atau Bapak saya terlambat jemput Mama saya. Eh tiba-tiba di tengah keheningan, anak saya tiba-tiba ingin memeluk Mama saya dan mencium pipinya. Hal yang sama ia lakukan pada Bapak saya. Dan kemudian keadaan mencair. Melihat hal tersebut saya jadi sedikit trenyuh, yak ampun obat banget deh anak kecil itu. Anak kecil yang nggak tau apa-apa, memecah keheningan dengan ketulusannya. Mungkin ia tau kalau ada sesuatu yang salah, mungkin ia merasakannya. Mungkin juga tidak, dia cuma merasa kok sepi sih, cium Uti dulu ah, hahaha. Ya, siapa tau.  
Ibu dan Liam
Walaupun, semakin besar pasti ia memahami hidup itu ada naik turunnya, nggak selalu lempeng, dan ia nggak bisa selalu mendapatkan apa yang dia mau dengan mudah. Nggak semudah ia akan mencium pipi orang tuanya dan semuanya akan berakhir dengan baik. Tapi rasanya menikmati hari-hari dimana ia masih sangat polos sangat menenangkan hati saya. Somehow, saya merasa saya sudah mengajarkannya berwelas asih dengan cara saya memberikan kasih sayang yang bisa ia sampaikan pada orang lain juga :)

#proudmom

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Tuesday, January 17, 2017

[Cerita Dosen] Pengalaman mengajarkan segalanya

Assalamualaikum,

Saya hampir 6 tahun menjadi pengajar (skip setahun lebih mengajar, karena melahirkan mengurus anak), dimana di awal "karir" saya, saya cenderung sulit untuk mengutarakan pendapat di depan banyak orang. Semakin ke sini saya semakin santai, luwes dan bisa mengajar lebih baik dari sebelumnya.

Namun walaupun sudah 6 tahun, tetap saja selalu ada hambatan di setiap semesternya. Dimana akhirnya membuat saya merasa harus membuat perubahan-perubahan di tahun berikutnya. Mungkin karakter mahasiswanya mempengaruhi, mungkin saya yang terlalu santai dalam memberikan penjelasan teorinya.

Saat ini contohnya, saya sedang mengkoreksi tugas pengganti UAS tentang pembahasan A, saya sudah menjelaskan tentang A ini 3 minggu sebelum tugas ini saya berikan. Lalu harapan saya adalah dalam waktu 3 minggu tersebut mahasiswa akan memahami, atau nglonthok di dalam otaknya tentang bahasan A, yang ehm, walaupun memang nggak bisa dibilang sedikit sih, ada 10 bahasan disana. Tapi saat saya memberikan tugas, saya hanya mengambil 3 bahasan dari 10 tersebut untuk dibuat karyanya. 

Lalu saat hari pengumpulan datang, karya-karya yang dikumpulkan banyak yang tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Saya nggak berharap karyanya buagus banget sih, karena kalaupun mereka pintar gambar yaa mungkin harus lebih banyak pengalaman karya mereka masih semester awal. Yang saya harapkan adalah mereka memahami tentang teorinya, dimana saat saya menjelaskan, saya memberi contoh berulang-ulang. Tapi ya, begitulah, bisa dibilang hanya 10% dari mahasiswa yang memahami apa yang saya maksud dengan mengumpulkan tugas yang menurut saya benar. 

Hal-hal seperti ini hampir setiap semester terjadi, kadang saya menyalahkan mahasiswanya yang mungkin malas untuk bertanya, atau malas untuk memahami, karena baginya mereka bisa dapatkan teori tersebut via google, dimana nggak semuanya tepat. Tapi saya juga sering menyalahkan saya sendiri, apa mungkin saya ini nggak becus ngajarnya sampai mereka nggak memahami apa yang saya sebutkan, atau teori-teori yang saya sampaikan. Apa cara saya mengajar yang perlu diperbaiki, terlalu cepat kah saya menjelaskan, terlalu monoton kah ? 

Yeah, pada intinya sih saya ingin mengatakan bahwa semester depan saya harus berubah menjadi lebih baik. Saya nggak bisa menyalahkan mahasiswanya terus, karena jaman berubah, saya yang harus ngikutin cara mereka berpikir. Mengarahkan mereka untuk lebih banyak membaca keseluruhan hal dibanding hanya membaca yang mereka ingin baca saja (pe-er semua orang sih ini ya) Karena katanya budaya membaca orang Indonesia itu sangat rendah, that's why saya gregetan pengen bikin Liam suka membaca :)
Taken from here
Semoga sih semester depan apa yang saya ajarkan dapat lebih dipahami mahasiswa, karena saya harus belajar dari pengalaman, dan kalimat "pengalaman mengajarkan segalanya" itu bener banget. 

So wish me luck :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Monday, January 16, 2017

8 manfaat nonton Drama Korea

Assalamualaikum,


Sungguh judul yang ulalaaa .... hahaha, ada apa saya ini akhirnya kecanduan Oppa-Oppa ganteng lagi, kirain semua ini akan berakhir di Won Bin, etdah jadul banget selera guweh, ternyata gara-gara liat Gong Yoo, Song Joong Ki dan Park Hae Jin saya terperosok jauh ke dalam lembah hitam penuh oppa ini, hahahaha. Lalu tiba-tiba saya jadi punya ide kan gara-gara nonton drakor ini, ini salah satu research saya, halah bahasanya, research xD 
Park Hae Jin, hadeeeh ....
Taken from here
Jadi ini adalah 8 manfaat nonton drama Korea versi saya :D (yang nggak suka, nggak usah protes :p)


1. Bikin diet sukses. Ya gimana kalau sudah kadung nonton lupa makan, mandi, ngurus diri, segalanya deh, apalagi pake aplikasi nonton dengan gratis kuota yang lagi banyak diiklanin sekarang :p ini bukan iklan provider loh yaa. Beneran bisa lupa sama makan loh, apalagi nonton episodenya 2-3 jam untuk 4 episode (itu sudah pake diskip-skip loh) udah capek, bobok deh, lupa makan :D
Kim Go Eun, pemeran cewek di Goblin yang langsing
Sukak nih cewek, not to pretty, tapi aktingnya oke :D
taken from here
2. Bikin lebih romantis sama pasangan. Ini versi saya sih, secara suami saya sipit-sipit macam aktor Korea ya kan jadinya pengen ndusel-ndusel terus xD Waktu suami saya bilang kalau kadang-kadang dia mirip Gong Yoo, dianya senyum-senyum kege'eran, hahaha (sudah, nggak boleh protes) eh tapi working juga lah buat yang masih pacaran, biar tau gimana caranya romantis sama pacar. Asal masih dalam batasan ya #eaaaa 

Song Song Couple, yang katanya romantis banget :D
Taken from here
3. Bikin ide mengalir. Nah ini cocok banget buat yang suka nulis, atau bikin karya. Inspirasinya bisa didapat dari drama-drama macam ini loh. Tuh liat, gara-gara drakor, saya akhirnya bikin postingan ini :p kira-kira bikin apa lagi ya setelah ini, bikin boneka oppa kali ya :p

4. Bikin semangat ngumpulin duit. Kenapa? Biar tabungannya tambah banyak dan bisa berangkat ke Korea, iya kaaan? Pengen kaaan :D terus lupa nabung buat beli rumah atau umroh, ck ck ck  .... Feeen, sadar Feeen :p


5. Belajar bahasa. Iya, selain tau Annyonghaseyo, Oppa, Onnie, Ahjussi, Ahjumma dan sebagainya itu, saya jadi agak paham kalau orang Korea sepertinya punya aksen yang bikin mereka sulit untuk mengucapkan huruf F, sehingga F disebut dengan P, atau mungkin karena di bahasa Korea nggak ada F ya ? Waduh saya akhirnya disebut Penty dong ya, hahaha. Jadi mikir kalau bahsanya hampir mirip kayak orang Bali atau Sunda ya, hehehe. Seperti menyebutkan Coffee jadi Kopie, jadi seperti bahasa Indonesia ya :D
Kopie ? :D
taken from here
6. Belajar budaya dan sejarahnya. Ya setelah kekumpul duitnya dan berangkat ke Korea, setidaknya tau sedikit-sedikit lah dengan budaya dan sejarahnya. Seperti misalnya Korea itu dulunya disebut Goryeo dan masih merupakan satu kerajaan di daerah Mongolia (cmiiw, itu yang saya baca di Wikipedia, hehehe) makanya huruf hangul(?)nya jaman dulu masih nyerempet huruf cina. 
Naju Image Theme Park
Tempat si Goblin dibunuh :D
Keren ya ada theme parknya sendiri bisa dibuat untuk banyak setting film atau serial, nuiat :D
Taken from here
7. Bikin mimpi indah, karena setelah nonton drakor, saya jadi sering mimpi dramatis banget, hahaha. Untungnya sih dalam mimpi masih sama suami sih, uhuk :p

8. Karena sekarang (kayaknya) drakor booming lagi gara-gara Goblin tuh, akhirnya bikin kita lebih gampang bersosialisasi, khususnya sih sesama penggemar oppa(s) xD

9. Hmmm, kayaknya segitu aja, monggo diisi sendiri kalau pengen nambahin :D


Maafkan saya dengan kerajingan saya yang satu ini, joesonghabnida (maafkan saya) hehehe :D

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Friday, January 13, 2017

Hari ke 13 di tahun 2017

Assalamualaikum,

Sudah hari ke 13 tahun 2017, dan saya baru menulis blog sekarang, duh duh duh. Dimana semangat 45 menulis blog yang beberapa bulan ini mulai saya kobarkan #etdah kobarkan, hahahaha. 

Hidup saya masih begitu saja, tahun 2017 kok semangat berbenah belum muncul lagi, berbenah rumah dan berbenah diri. Teorinya sih emang gampang, tapi emang melakukannya sulit. Jadi berpikir, mungkin memang belum saatnya kami dikasih rejeki rumah sendiri, wong masih tinggal di rumah ortu aja ngurusnya nggak gampang. Berbenah diri untuk lebih sehat dan ehm langsing juga belum sukses, hehehe, walaupun udah ngurangin makan nasi tetep aja nggak segampang membalikkan telapak tangan, kurang sekilo dua kilo, naik lagi sekilo dua kilo, hehehe. 

Konsisten itu penting kok emang 😁
Jadi mari menyemangati diri lagi 😃

Tapi toh my life's good, still good. 
How about you ?

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...