Wednesday, December 28, 2016

Kecanduan Drakor (lagi)

Assalamualaikum,

Hmm, saya sebenarnya udah jauh-jauh dari namanya nonton drakor, alias drama korea, terakhir kali kayaknya waktu Liam masih bayi, gara-gara di rumah aja nganggur, jadinya nonton stasiun tv lokal yang nampilin drakor apa ya dulu itu, tentang hantu-hantuan lah pokoknya, kok yaaa ... gara-gara libur ini saya jadi pengen nonton lagi, hahaha. Salahkah teman-teman saya, yang tadinya nggak suka-suka amat sama drakor, kok tiba-tiba ngeshare macem-macem di sosmed sebelah, kan jadi tertarik lihat juga, hahaha, nggak bisa nahan tangan buat ngeklik xD

Diawali dari drama (iklannya pusat perbelanjaan di korea, yang dibuat tujuh seri itu) 7 First Kisses, akhirnya sekarang terjerat nonton drakor Goblin, serial drama korea yang lagi heitz, fresh banget, yang dibintangi sama Gong Yoo, mas nan ganteng itu #haish 

Ceritanya tentang seorang prajurit di jaman dahulu kala bernama Kim Shin, yang dikhianati rajanya yang masih muda karena pengaruh penasihatnya. Endingnya ia dibunuh menggunakan pedangnya sendiri, tapi dia nggak mati, pedangnya masih tertancap di dadanya, namun ia dikutuk hidup abadi sampai 900 tahun lamanya. Ia bisa mati jika ia dapat menemukan seorang perempuan yang disebut pengantinnya, satu-satunya orang yang bisa mencabut pedang tersebut dari dadanya. di tahun 2016 ini akhirnya ia menemuka pengantinnya tersebut di seorang gadis 19 tahun. Ya, begitulah pokoknya intinya, pinter amat deh ya  Korea ini bikin drama macam ini tanpa dianggap chessy. Coba di Indonesia, dijadikan sinetron kenapa jatuhnya maksa ya, hehehe, keseringan stripping kali ya :p

Mau nonton serialnya, coba yang punya TV kabel, cek TVN tiap sabtu/minggu malem (menurut internet sih) saya juga jarang buka TVN, hahaha, ini lihatnya dari salah satu aplikasi di android, karena saya telat 8 episode :D.

Soal mas Gong Yoo, halah, maas ... :p ternyata dia pemeran utamanya Train to Busan ya, hahaha, nggak berani nonton, jadi nggak tau. Anyway, gara-gara liat dia, saya jadi kepikiran soal suami saya, hahaha. Anu bukan mikir macem-macem kok, cuma mikir suami saya kalau jauh lebih kurus mungkin mirip sama mas Gong Yoo ini xD Eh ini serius, saya bukannya nganggap suami saya mirip banget gitu sih, tapi ada sisi dari mas Gong Yoo ini rada mirip suami saya, sekali lagi, kalau kurus, hahaha. Matanya khususnya, secara sipit ya, hahaha, terus rambut ikal belah tengahnya, dagunya, hidungnya mungkin ya, tauk deh pokoknya, hahaha, ragu sendiri. Jadi inget mbak Tyka yang katanya suaminya mirip Fedi Nuril xD
Si mas Ganteng

Ini mas ganteng saya, dengan anak dan istri, hahaha, nggak mirip ya ternyata, apa saya aja yang agak maksa ya, tapi kadang mirip kok xD #tetepmaksa
Pernah sempat liat Gong Yoo ini di salah satu drakor yang terkenal 9 tahun yang lalu, Coffee Prince, masih muda do'i, sekarang lebih tua lebih gimanaa gitu, mateng kali ya, hahaha.  Inget anak suami feeen xD

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Wednesday, December 21, 2016

[cerita liam] Liam's sleep habit dan sawang sinawang

Assalamualaikum,

Liam mungkin adalah balita yang mungkin punya kebiasaan tidur yang bagi beberapa Ibu menyenangkan. Hehehe, kenapa menyenangkan, karena ia bisa tidur dari jam 6-stgh 7 petang, sampai pagi, dimana mostly teman-teman saya yang punya anak selalu bete dengan anak mereka yang kalau tidur bisa sampai tengah malam, hehehe. Tapiii, sebenarnya nggak seberapa menyenangkan juga sih, karena jam tidurnya memang berbanding sama dengan bangun tidurnya, jadi kalau semakin sore ia tidur, semakin pagi ia bangun, seperti beberapa hari lalu karena ia tidur jam 5 sore, iya 5 sore, ia pernah bangun pukul 3 pagi, hayaaaah .... Mak Bapaknya kriyep-kriyep sambil nemenin anaknya yang sudah keliling kamar.

Kebiasaan ini nggak tau kenapa terbiasakan aja gitu sejak ia bayi, tidur sudah mulai jam 5-7 sore, dan akan bangun pagi, memang semakin bertambah usianya, harusnya semakin sedikit tidur yang diperlukan kan ?


Liam kalau ada di rumah, tidur siang hanya 1-1.5 jam, bisa sampai 2 jam kalau cuaca mendukung dan ada teman tidur (alias saya atau bapaknya, yang menyebabkan kami gak produktif karena harus nemenin tidur, hahaha, emang enak kok tidur itu) mungkin karena itu tidur malamnya bisa lebih pagi dibanding balita-balita lain, tapi tetep berbanding sama dengan jam bangun tidurnya yang pagi banget sih.

Nah berhubung dalam beberapa bulan ini Liam dititipkan di daycare saat saya mengajar, kebiasaannya jadi berubah juga. Bahkan 2-3 bulan di daycare, ia sama sekali tidak tidur siang, haduuh, bikin saya takut nanti ada apa-apa dengan tumbuh kembangnya. Tapi memang sih, karena dia tidak tidur siang, tidur malamnya jadi lebih pagi, seperti jam setengah 5 sampai jam 5.

Waktu saya tanya kenapa tidak mau tidur di daycare, ia cuma bilang nggak mau tidur. Semakin ke sini saya semakin ngerti, mungkin ia juga merasa lebih senang tidur di rumah dan tidur dengan Ibu, hehehe, dan mungkin ia lebih suka menunggu Ibu jemput daripada harus tidur, huhuhu. Awalnya sih jadi merasa bersalah, tapi endingnya ya, akhirnya ia terbiasa juga dan akhirnya juga beberapa kali mau tidur saat di daycare, dan saat ia melakukannya saya selalu memujinya, "Liam pinter mau bobok di tempat Bunda" (tempat bunda itu tempat panggilan kami untuk tempat daycare-nya), dan beberapa waktu ini sebelum saya puji dia langsung memuji dirinya sendiri, "Buuuuk, Liam pintel bobok di tempat bunda" hehehe, good job naak :D

Saya barusan baca artikel tentang pola tidur anak usia 3-5 tahun, kalau anak usia ini butuh tidur 10-12 jam sehari. kalau dilihat dari artikel tersebut sih sebenarnya tidur Liam sudah cukup sih. Misalnya ia tidur siang 1,5 jam, ditambah ia tidur jam 7 malam sampai jam 5 pagi (yang kalau dihitung berarti 10 jam) berarti dia sudah tidur 11.5 jam. Hahaha, kalau gini hati lebih tenang sih.

Karena sebelum tau hal ini, saya suka amaze sama anak  temen yang kalau siang bisa tidur sampai 3 jam, hehehehe. Tapi tentu saja, tidur malamnya bisa sampai lebih dari jam 9 malam. Jadi harusnya saya nggak boleh terlalu risau sih, karena kalau anak saya tidur jam segitu, saya mungkin bisa jarang ngeblog lagi deh, hahaha, karena cuma saat malam atau saat saya lagi ada spare waktu di kampus akhirnya bisa nulis blog dengan tulisan yang panjang seperti ini. Yeah well, biasa deh, rumput tetangga lebih hijau, seperti beberapa teman saya yang suka memuji Liam yang bisa tidur dari jam 6 sore, hahaha. Kalau kata orang Jawa, sawang sinawang, hihihi.

Anyway, gara-gara artikel itu saya jadi deg-degan, di saat Liam di atas 5 tahun, kegiatan Liam akan semakin banyak, dan tidur siangnya juga akan semakin berkurang. Terus enaknya Liam dikasih kegiatan apa lagi nih selain sekolah ? hahaha, belum juga sekolah udah mikir yang lain-lain xD  

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Monday, December 12, 2016

[Cerita Ibu] Saya rindu menyusui

Assalamualaikum,

Kemarin saya sedang ngajak anak saya makan di salah satu resto di sebuah mall, sembari nunggu anak saya main di playground mungil di pojokan resto saya melihat-lihat sekitar, dan mata saya tertuju pada seorang ibu muda yang sedang menggendong bayi mungil, yang mungkin masih berusia 1-2 bulan, mungil sekali, di salah satu lengannya, sambil sesekali ngemil dari makanan yang sudah tersedia di meja. Lalu anak di dalam gendongannya tersebut mulai bergerak -gerak gelisah, ah, sudah pasti dia sudah lapar. Sang Ibu langsung membuka sebagian baju yang sepertinya memang breastfeeding friendly dan mengarahkan mulut anaknya ke dadanya. Kok sounds gimana gitu sih saya nulisnya, hahahaha. 

Hadoooh pipinyaaa pengen tak cokoot, hahaha
Well anyway, jujur saya rindu momen-momen itu, saya rindu menggendong anak semungil itu dan menyusuinya seakan cuma saya yang dibutuhkan bayi mungil itu. Dan memang, cuma saya yang dibutuhkan bayi saya saat anak saya masih seusia itu. Cuma dada ibu yang bisa melepaskannya dari dahaga, cuma dada ibu yang bisa membuatnya tenang saat sedang gelisah, dan cuma dada ibu yang bisa membuatnya tidur pulas dengan tersenyum bahagia. 

Aduh, saya mellow, saya pengen merasakannya lagi, walaupun dulu saya merasakan sulitnya mengeluarkan asi yang banyak, walaupun anak saya tidak "segendut" anak-anak seusianya, walaupun katanya gara-gara asi saya nggak banyak yang bikin anak saya nggak sesuai dengan kurva, tapi saya suka dan bahagia karena merasakan bayi saya nempel sama saya. Rasanya kebutuhan itu nggak cuma di anak saya, tapi di saya juga. 

Saat akhirnya saya memutuskan untuk menyapihnya saat usianya dua tahun lebih, rasanya nyesss banget, seperti lepas dari kekasih yang sudah lama berkumpul, hehehe. Nyesek, karena kayak dia nggak butuh saya lagi, tapi kan harus kan ya xD
Liam, Agustus lalu, kalo udah ngantuk maunya digendong Ibunya aja
Tapi enggak lah ya, setiap anak masih butuh Ibunya kok. Anak saya kadang ya kangen sih, kadang nunjuk-nunjuk, kadang saat saya gendong ia meletakkan kepalanya di dada saya, mungkin itu sesuatu yang menyenangkan baginya tapi dia tau dia sudah tidak mungkin melakukan hal tersebut lagi. 

Jadi intinya sih, saya berharap masih dapat kesempatan untuk merasakannya lagi, punya bayi lagi, dan menyusuinya lagi ^_^

Aamiiin ....


I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Friday, December 9, 2016

Ngobrolin soal buku, perpustakaan dan internet

Assalamualaikum,

Seperti kita tau banyak orang saat ini lebih banyak mengandalkan internet daripada buku, wajar karena internet sekarang lebih mudah diakses dibanding harus membeli buku. Tapi tidak dapat dipungkiri buku juga sesuatu yang masih sangat penting, setidaknya bagi saya. Buku merupakan sesuatu yang berisi data valid dan butuh proses juga penelitian yang sangat mendetail jika ingin menulis dan menciptakan sebuah buku, even itu buku fiksi ataupun non fiksi. Dan satu hal yang pasti, seorang penulis itu butuh niat ing sun untuk menulis sebuah buku sampai selesai, hahaha, karena saya belum bisa niat seperti itu, liat aja draft buku gak sampai ber-bab-bab, masih satu bab yang belum jelas jalan ceritanya seperti apa.

Ngomong-ngomong soal buku, pasti nggak jauh-jauh dari toko buku dan perpustakaan, ada dari kalian yang rajin ke dua tempat tersebut ? Saya pribadi nggak bisa dikatakan rajin sih, hehehe, ngaku. Setiap bulan memang saya menyempatkan waktu untuk pergi ke toko buku, untuk sekedar melihat-lihat, kalau ada buku yang menarik hati saya, saya akan beli, kalau tidak ya membaca saja di sana sambil berpikir kalau ada uang nanti buku itu dibeli, hehehe.

Beberapa waktu yang lalu saya juga sempat ke bazaar buku import terbesar di Indonesia itu, Big Bad Wolf, kalau ada dari kalian yang belum tau. Melihat deretan buku-buku import dengan kualitas bagus, baru dan warna-warna yang indah itu bikin nggak mau cepet-cepet pulang kok :p Tapi karena harus hemat ya setidaknya megang-megang bukunya aja kali ya, siapa tau ketemu lagi di waktu mendatang :p

Nah kalau perpus, saya pribadi sih memang jarang ke perpus daerah setempat, tapi kalau perpustakaan di kampus di tempat saya bekerja, saya cukup sering ke sana. Selain memang mencari buku yang saya butuhkan untuk bahan ajar, saya juga sering cari inspirasi disana untuk materi yang akan saya berikan ke mahasiswa.

Salah satu buku yang saya baca saat saya datang ke perpustakaan kemarin berjudul Ecodesign, karya Silvia Barbero dan Brunella Cozzo, buku dengan tebal 352 halaman ini berisi kumpulan desain-desain ramah lingkungan yang sudah dibuat ataupun proyek (atau masih dalam rancangan) oleh beberapa desainer dunia. 
Penampakan buku Ecodesign
Salah satu rancangan yang menarik adalah Aquaduct bike, sebuah inovasi sepeda yang dipadukan dengan proses pemfilteran air, sehingga kita bisa mendapatkan air bersih sekali perjalanan. Inovasi ini diciptakan berdasarkan permasalahan air kotor yang ada di beberapa negara miskin di dunia. Banyak orang di negara miskin masih menggunakan metode yang konvensional dalam membawa galon air yang tidak sedikit. Entah dengan cara disunggi atau di bawa di atas kepala, diangkat menggunakan tangan ataupun digendong di punggung.
Aquaduct Bike
Nah para desainer tersebut berpikir akan lebih efektif jika orang-orang tersebut menggunakan sepeda dalam perjalanannya. Sembari membawa air yang diisi di dalam tangki yang dibuat khusus di belakang sepeda, orang yang mengayuh sepedanya di saat yang bersamaan memfilter air yang terdapat di tangki, dan mengalirkan air yang ada di tangki belakang ke dalam galon air di bagian depan. Efektif banget kan ? Tapi memang nggak semua daerah bisa menggunakan sepeda ini sih menurut saya, ya untuk daerah daratan rendah mungkin efektif, tapi kalau jalannya meliuk-liuk naik turun mungkin pr juga sih buat orang yang tinggal disana ya, hehehe. Mungkin akan efektif kalau menggunakan drone untuk yang ada di daerah seperti itu. Tapi balik lagi, masalah modal nggak bisa disingkirkan begitu saja. Apalagi ini untuk orang-orang yang ada di negara miskin, kan nggak mungkin juga mereka bisa bayar sepeda ataupun drone semacam itu :p

Selain Aquaduct bike, beberapa desain menarik juga ditunjukkan di buku itu, seperti baterai khusus yang bisa di recharge menggunakan usb laptop atau komputer, jadi kita gak perlu berkali-kali membuang baterai dan merusak alam dengan komposisinya; atau kita bisa menggunakan bahan recycle agar bisa menjadi fashionable dan chic, seperti di salah satu judulnya yaitu Eco-chic, dan banyak lagi yang lainnya.

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, saya membaca buku ini di perpustakaan tempat saya bekerja. Perpustakaan Stikom tepatnya, perpustakaan kampus yang kabarnya terakreditasi A, karena adanya teknologi, kenyamanan tempat dan koleksi yang cukup lengkap. Berhubung kampus ini adalah kampus berbasis teknologi, informasi dan komputerisasi, jadi afdol banget dong kalau kamu yang suka membaca buku tentang teknologi informasi nongkrong di perpustakaan ini. Perpustakaan ini sampai 3 tingkat loh, lantai 9 jalan masuknya, di lantai 10 ada tempat untuk event tertentu, sedangkan lantai 8 terdapat movie room yang hampir tiap minggu menayangkan film-film baru yang pastinya bagus banget, dan ada beberapa ruangan private yang bisa digunakan untuk mengerjakan tugas ataupun mengadakan brainstorming dengan teman kelompok. Tempatnya memang cukup nyaman, koleksinya lumayan up to date, dan wifinya kenceng, hehehe, yang penting ijin dulu sih ke resepsionis :D Kapan-kapan mesti mampir loh ke Perpustakaan Stikom :)
Lihat betapa spacious-nya perpustakaan Stikom, yuk yuk mampir :D
Jadi kapan terakhir kali kamu ke perpustakaan ?

Postingan ini diikutsertakan dalam lomba blog Tema "Buku & Internet Sebagai Jendela Informasi Masa Depan !" #SmartfrenCommunity #GPMBTangsel #DigitalLiterasi

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Saturday, December 3, 2016

[CeritaLiam] Liam yang cadel

Assalamualaikum,

Tiba-tiba pengen ngobrolin tentang cadelnya Liam, hehehe, karena menurut saya ini lucu. Saya tau sih masih sangat wajar anak seusia Liam yang baru menginjak 3 tahun masih belum bisa mengucapkan huruf "R", tapi saat beberapa kali ngobrol sama nih anak seru aja gitu, dia udah ngerti misalkan kami meniru ucapannya itu berarti salah, dan saat kami menyebutkan kata yang benar dia akan bilang, "iyaa ituu", hahaha, good boy :D

Misalnya tentang lagu Balonku yang mulai dikenalnya sejak usia 2 tahun, dulu saat menyanyikan lagu tersebut, dia menggunakan kata "kupegang eyak eyak" sebagai pengganti "kupegang erat-erat", sekarang saat pelafalannya lebih baik dia menyanyikannya "kupegang elat-elat" dan saat saya atau suami menirukan kalimat yang sama dengan Liam dia akan langsung bilang, "bukaaan, nggak gituu, kupegang elat-elat!" hahahahaha. Jadinya lucu aja, kami tau maksud Liam adalah "kupegang erat-erat" tapi dia belum bisa menyebutkannya dengan baik. Huruf "R" akan masih ia ganti dengan huruf "L".

Ibu dan Liam selalu bersama :D
Saya pribadi sih nggak pernah membiasakannya dengan kata-kata lucu atau kalimat yang dicadel-cadelkah kalau ngobrol dengan Liam. Kalaupun dia mengucapkannya berbeda, sampai sekarang kami nggak pernah meniru apa yang diucapkannya (sebagai ucapan sehari-hari maksudnya, kalau kami meniru apa yang dilakukannya di waktu-waktu tertentu maksudnya sih untuk lucu-lucuan aja, dan sekedar meyakinkan Liam, nggak tiap hari juga kok, hehehe) Karena sebelum Liam lahir kami sudah teredukasi bahwa hal seperti itu nggak bikin anaknya belajar bahasa yang sebenarnya, Jadi Alhamdulillah anaknya terbiasa dengan bahasa sehari-hari kami.

Barusan baca tentang balita cadel, umumnya mereka cadel sampai usia 5 tahun dan selepas itu wajarnya pengucapannya akan lebih baik karena tingkat kematangan berpikir dan kematangan sistem syaraf otak untuk mengatur koordinasi motorik otot-otot lidah akan lebih baik dibanding sebelumnya. 

Berhubung Liam masih baru 3 tahun, saya rasa tepat kalau saya suami dan orang-orang rumah harus selalu ingat untuk mengarahkan Liam dengan lebih baik, misalkan saat ia salah pengucapannya kami harus selalu mengkoreksinya dan kalau dia sudah mulai menunjukkan perkembangan walaupun sedikit saja harus kami puji. Kadang karena seringnya kami puji, Liam juga memuji dirinya sendiri kalau melakukan sesuatu yang benar, hahaha. Seperti saat sudah bisa pakai baju sendiri dia mengatakan pada dirinya sendiri, "Liam pintel ya bu" dan akhirnya saya jawab dengan, "Oh iya Liam anak pintar, sudah bisa pakai baju sendiri" dan kemudian Liam saya uyel-uyel, hahaha. 

Menurut saya nggak masalah sih kalau dia sedikit bragging tentang hal-hal kecil yang sudah bisa ia lakukan, karena kepercayaan dirinya akan meningkat saat kita menyetujui apa yang dia lakukan. Namun tetap dalam koridor tertentu, kalau dia salah pasti kami juga nggak membanggakan hal tersebut sih :D

Pokoknya PR buat kami orang tuanya adalah selalu ngomong yang baik sama dia, pengucapan yang baik, bahasa yang baik dan memberikan contoh yang baik padanya. Benih yang kita tanam dan rawat insyaAllah akan tumbuh sesuai dengan perawatan yang kita berikan :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Thursday, December 1, 2016

Good morning, December

Assalamualaikum,

Wow, kok sudah Desember aja sih, rasanya masih kapan hari tahun 2016 dimulai, sekarang udah mau berakhir aja. 

Alhamdulillah beberapa waktu ini mulai rajin nulis di blog lagi, karena sayang aja sih ya, saya sudah bayar domainnya per tahun tapi saya biarin mangkrak berbulan-bulan. Ya mungkin beberapa waktu bisa saya gunakan untuk menambah penghasilan, atau sekedar mencetak sejarah aja, yang penting bisa digunakan dengan baik lah ya :D
Bu dosen yang rajin selfie di pintu lift kampus, hahahaha
Desember ini juga adalah bulan terakhir saya ngajar di semester ini sebelum Januari nanti sudah masuk ke minggu UAS. Akan dimulai deh minggu-minggu "nganggur" gara-gara saya akan jarang ke kampus, hehehe. Dasar dosen kontrakan, jadinya musiman banget deh datang ke kantor :p 

Semoga nanti waktunya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya agar lebih produktif, entah menciptakan karya baru ataupun tulisan baru, duh lupa banget kalau pr-nya masih banyak deh ya, dan bulan depan udah ganti tahun aja, hiks, berasa sangat-sangat kurang produktif tahun ini. 

Eh ini masih awal Desember dan sudah mikir mau bikin resolusi aja, hahaha. Anyway, saya lagi pengen hunting-hunting lomba blog nih, supaya lebih terasah jari-jarinya untuk ngetik di tuts keyboard, hehehe, semoga istiqomah deh yaaa.

Semoga Desember saya lebih bermanfaat, kalau Desembermu rencananya bagaimana ? 

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...