Thursday, November 17, 2016

Bad habit : Angry and yelling

Assalamualaikum,

Saya jadi sering sedih karena Liam. Bukan karena Liam sakit atau apa, tapi karena saya jadi sering marah padanya. I'm not a perfect mom of course, saya bisa marah, dan kalau saya marah pada Liam endingnya saya merasa jadi the worst mom ever! Kalau sudah reda saya ciumin dia, minta maaf endesbre-endesbre, tapiii ... dia kan sudah kadung sakit hati, hiks jahat kan jadinya. 

Bukan berarti nggak beralasan juga sih marahnya, yes, bagaimanapun juga ada bagian dimana Liam salah, entah dia nggak mengikuti aturan, dia menggunakan kata-kata yang buruk dan paling sering itu dia lakukan hal yang bagi saya jelek, tapi merasa menang karena uti akungnya membela. Heish, furious banget rasanya. 

Taken from Here
Tapi memang saya sering lupa, banyak part yang Liam belum ngerti, masih perlu dibimbing, masih perlu diingatkan dengan rasa kasih sayang, bukan dengan membentak. 

Kalau sudah masa contemplating gini paling sering baca artikel parenting, mencari pembenaran bukan hanya saya sendiri yang menghadapi hal tersebut. True, memang banyak sih Ibu-ibu tipe saya ini. Tipe moody, kurang sabar dan merasa bersalah setelah memarahi, merasa walaupun banyak melihat teori parenting tetep aja nggak bisa handle the emotion. 

Tapi kok ya tetep aja ada masa-masanya saya lupa pada teori-teori itu, lupa kalau anak kita itu manusia, yang kalau dibentak pasti rasanya membekas di ingatan. Lupa karena kita merasa lebih berkuasa, lebih besar, lebih tua, lebih tau, lebih blablablabla, dem ...  hiks, maaf jadi drama banget. 

Postingan ini reminder aja buat saya, kalau harus selalu berkepala dingin saat menghadapi anak yang di waktu-waktu tertentu tidak sesuai dengan keinginan kita. Akan selalu ingat mengucapkan Astaghfirullah, akan selalu ingat seabreg teori-teori parenting itu, dan akan selalu mengucapkan kalimat-kalimat yang positif, yang membentuk good habit dalam diri saya, hingga tertular pada Liam sampai Liam besar nanti. Aamiin. 

I'm sorry kiddo, your Mom is just an ordinary human.

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

2 comments:

  1. Huahahaha mama liam, cobain deh kalo nanti beranak 2, hilang sudah semua stok sabar. Kadang krdian cuma kitakan manusia jg. Yg maunya merhatiin tapi sikon ga memungkinkan.
    I feel u

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...