Thursday, November 24, 2016

Just watch : Fantastic Beast and where to find them

Assalamualaikum,

Hari ini akhirnya saya mendapat kesempatan untuk nonton bioskop lagiii, hahaha, terakhir kali saya nonton itu saat Liam berumur setahunan gitu, walaupun cukup tega juga sih, kalau nonton itu kami harus menitipkan Liam ke daycare dulu, hehehe, ya bersyukurlah bagi yang anaknya ada yang jagain di rumah yaaa :D

Setelah pesan tiket via aplikasi ojek itu loh, kami akhirnya menginjakkan kaki pertama kali ke bioskop CGV Blitz yang baru satu-satunya di Surabaya itu, yang mallnya juga baru, Marvell City Surabaya. Pagi banget kami datangnya, karena memang menonton jadwal yang paling pagi, secara siang saya ada acara dan sore suami kerja, balada mencari jadwal, hahaha.

Ini kalau bukan karena ceritanya dibuat oleh JK Rowling kami nggak akan mungkin juga ngebet nonton. Bukan kami ding, saya, hahaha, karena suami sih ikut-ikut saja. 
Tiket via self ticketing
Iyap, Fantastic beast and where to find them!
Kalau ada yang nggak tau, sebenarnya film ini tidak terinpirasi dari sebuah buku cerita atau novel, tapi dari Ensiklopedia makhluk-makhluk ajaib di negeri sihir yang dikarang oleh si tokoh, Newton Scamander (yang tetap adalah tokoh rekaan dari JK Rowling juga, sih) Jadi karena tidak adanya cerita tertentu, tentu saja itu akan meminimalisir ekspektasi kita yang gimana-gimana gitu kan kalau kita sudah baca novel dan kemudian novelnya difilmkan, eh ternyata kok kurang ini itu.  

Jadi bagaimana menurut saya film ini ?

Hmm, sebenarnya saya cukup terganggu, terganggu dengan anak-anak SMA yang duduk di sebelah saya yang berisik banget ngomentarin tokoh-tokohnya, oh my God, bikin nggak konsen dan pengen sentil satu-satu deh, hehehe. Maaf ya dek, sepulang saya nonton saya baru sadar, saat saya sudah mengenal Harry Potter kalian bahkan baru lahir xD

Balik ke filmnya, filmnya bagus, sangat menarik, seru pula, bikin pengen baca bukunya lagi dan kenal dengan makhluk-makhluk ajaib lainnya yang di film ini sayangnya hanya diperlihatkan beberapa. Eddie Redmayne tentu saja bermain sangat luar biasa di film ini memerankan sosok yang nerdy, yang kayaknya hampir di semua filmnya dia jadi tokoh nerd ya, wajah nggak bisa nipu sih ya :p. Dan Ezra Miller nampak sangat berbeda di film ini, nampak sangat mirip dengan tokoh-tokoh remaja kerasukan macam di film Omen gitu, hahahaha (padahal nonton Omen aja nggak berani)
Taken from HERE
Kabarnya sih memang akan ada sekuel dari Fantastic Beast ini lagi (coba cek IMDB deh ya), kalau nanti sudah publish tentu saja kami akan nonton lagi, karena pasti ceritanya lebih kompleks plus dengan tokoh-tokoh yang lebih beragam. Anything for JK Rowling deh :D 

Jadi kalian sudah  nonton ? Gimana menurut kalian ? 

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Tuesday, November 22, 2016

Can't help to buy a new lipstick!

Assalamualaikum,

You know, harusnya suami saya itu bersyukur banget kalau dia menikahi saya 4 tahun yang lalu, dimana 4 tahun yang lalu saya bahkan nggak peduli dengan penampilan muka saya. Ya, sedikit pakai bedak dan alis yang nggak rapi-rapi amat sih waktu itu, tapi jauh banget deh dari bebenah. Jadi bayangkan kalau ia baru bertemu saya saat ini, disaat saya demen banget perawatan muka plus dandan, hahaha.

Bayangkan betapa dia males banget harus beli seserahan make up merek NYX lah, Wardah lah, Jordana lah, Rollover Reaction, BLP, Emima, Mizzu, The Balm, Ofra, Girlactick, Huda Beauty, Kylie haiissh yang terakhir ini kemahalan, nggak bakalan mungkin juga kali diijinin beli, seharga nyewa baju kawinan ya waktu itu, hahahaha. Empat tahun lalu, saya cuma tau satu make up, Revlon, itupun gara-gara dapat lungsuran dari Ibu saya. Sungguh bukan prioritas utama deh. 

Tapi emang nggak semua elemen make up sih yang saya pakai, 3 penunjang bagi wajah saya, pertama pastinya pensil alis (it's a MUST) alis saya nggak bisa banget deh dibohongin tipisnya, hahaha, lalu eyeliner, kalau eyeshadow habis, eyeliner adalah pertolongan pertama bikin mata kita terlihat muncul, dan lipstick. Yes, lipstick, seperti judulnya, saya hampir 2 tahun ini "rajin" membeli lipstick, like oh my God ... 2 bulan sekali ada kali beli lipstick, yang kadang, kadang sih sekali beli bisa 2-3 warna, hehehe, konsumtif banget sih bagi saya. Karena saya bukan beauty blogger yang harus review lipstick ini itu dalam waktu mingguan.

Bahkan masih ada beberapa lipstick yang mangkrak di meja rias saya, dan saya merasa merugi, huhuhu. Suatu saat saya share di blog aja beberapa lipstick yang pengen saya lego, hehehehe mak-mak perhitungan deh ya.


Lipstick yang hampir selalu ada di pouch saya
Gini ini kalau follow temen yang demen banget pakai lipstick dan follow beauty blogger yang rekomendasinya ciamik banget, seperti contohnya Suhay Salim dan Rachel Goddard tuh, beuh kulit eksotis Indonesianya kan bikin merasa kalau kita pakai lipstick-lipstick itu cocok banget sama kulit kita, hehehe. Dan bagi saya melihat postingan-postingan review lipstick itu, memesan di salah satu toko online kecantikan, menunggu kiriman lipstick-lipstick itu, menerimanya dari mas-mas 'pakeeeet' di siang hari, membuka kotaknya, menyentuh lipsticknya dan memulaskannya di bibir, duuuuh itu bikin stress menurun dengan dahsyat, hahaha, lebay ya gue, tapi saya sering merasa begitu sih. 

Untungnya kok keimpulsifan membeli lipstick itu saat saya baru gajian, hahaha. Salah banget ya kalau lihat sesuatu yang bikin kita mupeng di awal bulan, bikin kosong deh simpenan yang baru aja dimasukkin ke bank, ouch. Another konsumtif posts, hahaha. 

Jadi suami saya, kalau dirimu membaca ini, sabar-sabar ya kalau tiba-tiba menyadari kalau istrimu yang mungil cantik dan mempesona ini sudah memenuhi meja rias dengan berbagai lipstick berbagai ukuran dan warna yang nggak jauh beda, please jangan bilang itu pemborosan, karena beli lipstick itu antistress xD

Jadi beli lipstick apa bulan depan yaaa, dududududu ....

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Friday, November 18, 2016

My kind of skincare

Disclaimer : postingan ini bukan promosi atau mendiskreditkan produk tertentu, pure karena saya ingin membuat testimonial dan review saja :)

Assalamualaikum, 

Hari ini saya akan coba ngomongin soal skincare. 

Terus terang saya orang yang suka coba-coba. Hal yang sebenarnya kurang disarankan kalau itu berhubungan dengan tubuh kita sebagai manusia. Ada yang bilang harusnya semua konsultasikan dulu dengan dokter. Well, saya sepertinya tipe trial and error, hehehe.

Beberapa tahun lalu, sepertinya 5-6 tahun yang lalu saya mulai concern sama perawatan muka. Melihat di usia saya yang mulai menginjak 25 tahun waktu itu beberapa masalah wajah mulai muncul. Wajah saya sebenarnya tidak mudah berjerawat sih, tapi saya sedikit bermasalah dengan noda hitam, dan setiap saya coba skin care tertentu, "menghilangkan noda hitam" adalah patokan saya.

Awal coba-coba skincare saya disarankan teman saya yang sudah berlangganan di dokter kulit di daerah Mayjen Sungkono Surabaya, lumayan bertahan setahunan sepertinya. Tapi saya berhenti kesana lagi karena sepertinya saya punya masalah jerawat setelah menggunakan produk tersebut.


Lalu saya berhenti pakai skincare apapun selain sabun muka, itupun sabun muka yang dijual bebas di pasaran. Dan niat untuk terus merawat muka, berhenti di tengah jalan.

Awal-awal nikah saya nggak pernah pakai skincare, sabun muka juga enggak. Setelah dipikir-pikir, mungkin saat itu saya sedang hamil, jadi hormonnya bagus banget, bikin kulit kinclong dan rambut ciamik, hehehe.

Menginjak usia 30, saya mikir lagi, gara-gara mikir kerutan-kerutan mulai muncul deh, hahaha, gak ding. Tapi, seingat saya, dahi saya mulai terlihat wrinkle waktu itu. Saya sedikit khawatir, akhirnya saya coba berlangganan produk skincarenya kosmetik berinisial O, produk Swedia itu loh. Sempat nggak cocok dengan dua produknya saat itu, iya, saya coba-coba, hehehe, harusnya nggak boleh ya. 

Ketauan juga akhirnya kalau kulit saya ternyata kering banget. Saya coba beberapa bulan dan saya mutung lagi. Tapi toh saya masih pake produk-produk mereka kecuali skincare-nya.

Terakhir, saya tertarik pada produk yang teman saya share dan jual di facebooknya beberapa waktu lalu. Klaimnya sih produknya herbal dan produk lokal Indonesia. Dari foto-foto testimonialnya sih meyakinkan ya. Tapi yang membuat saya lebih tertarik sih faktor karena ini herbal dan katanya produk lokal apalagi Indonesia, pasti risetnya nggak jauh-jauh dari kulit orang Asia khususnya Indonesia. Jadi akhirnya saya memutuskan untuk pindah ke produk ini. Hampir 3 bulan pemakaian, nggak ngecek banget pake foto before and after, tapi saya sih cukup yakin kalau kulit wajah saya makin cerah ya. Walaupun kalau patokan saya noda hitam hilang ya belum ilang juga sih, hahaha. Tapi komedo juga gak nongol dan kulit emang kerasa lebih kenyal.

So I might say, produk ini recommended untuk kulit kering yang sedikit sensitif macam saya. Varian yang saya pakai saat ini dari produk mereka antara lain Sabun muka (kopi), pembersih wajah (semacam toner), krim pagi dan malam (untuk kulit sensitif), yang jujur pricy banget harganya untuk ukuran cuma beberapa mg, huhuhu. Dan terakhir, saya coba serum wajahnya yang wow enak banget di kulit. 

Nama produknya Batrisyia anyway dan sepertinya saya cukup yakin dengan produk ini. Dan berharap harganya nggak akan naik dengan signifikan, hehehe. Agak menguras dompet apalagi krim-krimnya itu. Tapi ada harga ada rupa kan ya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜
Nah begini nih penampakan kemasannya
Sedikit review, mungkin kalau dilihat dari sisi kemasan terlihat agak "murahan" sih ya, hehehe, ini saya ambil pendapat saya dari sisi seorang desainer sih. Lalu kemasan untuk minyak kelapa atau vco-nya minyaknya sering bocor dari kemasannya. Tapi menurut saya cukup compact untuk dipakai secara rutin. Intinya bikin nggak males ngerawat muka sih. Yah, nggak pa-pa, ntar kalo kemasannya ganti harganya jadi lebih mahal dong, hahaha, mak-mak perhitungan banget sih sayaaah.

Jadi semoga saya nggak akan pindah-pindah skincare lagi, dan tujuan saya untuk bikin noda hitam di pipi saya hilang bisa terealisasi ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Setidaknya kulit saya lebih sehat dengan cara yang (menurut saya) sehat.
Selfie dengan muka yang cerah bersinar tralalalalalaaa ....

Saya nggak tau, selfie saya jadi terlihat lumayan cerah sih nowadays, jadi mikir mungkin faktor saya pakai produk ini, hihihi, kinclong kan buuk, mau coba, gih hubungi salah satu teman saya yang jualan produk ini.
Shefti   : 083871728326
Tutut    : 085733991100

Jadi apa skincare-mu ? ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum

Thursday, November 17, 2016

Plan : Piknik asik murah meriah ke Bandung

Assalamualaikum,

Duuh, udah lama nggak piknik, mungkin saya sering marah-marah juga gara-gara kurang piknik kali ya, hahaha.
Kalau kata psikolog sih saat pikiran kita relax, kita jadi lebih sehat, lebih bahagia dan berpikir positif pada banyak hal. Hore banget kayaknya, hihihi, jadi pengen jawil suami kaaan.
Anyway, saya sering sih ngecek situs-situs traveling, pilihan pertama saya selalu traveloka duluan, mungkin faktor tagline-nya selalu terngiang di otak saya, “ Traveloka dulu, ...”  yang lain kemudian, hahaha. Sip banget tuh advertising agency-nya bikin tagline.

Ngomong-ngomong soal piknik, kalau ada waktu saya nggak mau jauh-jauh dulu ke luar negeri kok, Bandung akan jadi salah satu pilihan saya. Why? karena saya jarang ke Bandung, hehehe, bisa dihitung dengan jari banget deh pengalaman saya jalan-jalan ke kota yang satu ini. Terakhir kesana 5 tahun yang lalu saat pernikahan kakak dari kakak ipar saya, lama ya bok. Tapi entah kenapa saya selalu kangen untuk kembali lagi. Karena hellow, disana banyak banget destinasi wisata yang bisa diexplore. Nggak cuma wisata pemandangan, kuliner, pendidikan, sejarah dan tentu saja budaya.

Dan Bandung gitu loh, siapa tau saat saya jalan-jalan kesana eh ketemu Kang Emil yang lagi blusukan ke tempat yang kebetulan saya tuju, boleh dong salaman, selfie dan minta nasihat percintaan, halah, hahaha.

Urusan menginap di Bandung ? Hmm, saya nggak perlu khawatir sepertinya, pilihan hotel di Bandung itu banyak, eh bukan banyak, buanyaaaaaaak, hahaha. Secara Bandung termasuk destinasi wisata, pasti membuat banyak pengembang mengembangkan properti berupa hotel disana. Mau pilih yang dari harga 200ribu sampai puluhan jutapun pasti banyak. Cari di Traveloka pasti cepet banget deh, tinggal cari hotel dengan kisaran harga yang diinginkan, bluuf, ratusan hotel terpampang nyata disana.

Idea’s hotel Bandung bisa jadi pilihan yang tepat nih buat kami untuk menginap nanti, selain tempatnya strategis, harganya juga sangat terjangkau. Ada wifi, internet di dalam kamar, parkiran luas, sarapan yang enak, kayaknya merupakan tempat yang bisa banget jadi pilihan terbaik untuk wisatawan berbudget rendah macam kami, hahaha.
https://www.traveloka.com/hotel/indonesia/ideas-hotel-bandung-3000010003286
Pilihan kami manapun nantinya semuanya bisa dipilih di Traveloka, harganya pasti lebih terjangkau dibanding kami pesan langsung ke hotelnya dan kalau saya ragu dengan pilihan pertama masih banyak pilihan lain yang bisa kami tuju, simple.

Berhubung saya dan suami juga suka wisata sejarah, ke Bandung tak lengkap rasanya, jika tidak mengunjungi museum Konferensi Asia Afrika atau museum KAA. Museum Konferensi Asia Afrika adalah salah satu saksi bersejarah mengenai kiprah Indonesia di dalam kancah politik luar negeri. Dahulunya tempat ini adalah tempat berlangsungnya konferensi bertaraf International pada tanggal 18 – 24 April 1955  setelah sepuluh tahun Indonesia merdeka.
www.indonesiakaya.com
Kesuksesan konfrensi Asia Afrika tersebut membuat semakin besar semangat untuk terus mengibarkan nama Indonesia di ranah internasional. Untuk mengabadikan momen bersejarah itu Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H.,LL.M. menggagas ide untuk menjadikan tempat tersebut sebagai museu, maka dibangunlah museum Konferensi Asia Afrika. Sebagai catatan saya, Museum Konferensi Asia Afrika terletak di jalan Asia Afrika No. 65 Bandung, Jawa Barat.

Selain museum Asia Afrika, ada beberapa museum menarik lagi di Bandung, antara lain

(1) Museum Barli. Museum Barli didirikan oleh seorang maestro seni lukis realis yang bernama Barli Sasmitawinata. Di museum ini selain kita dapat melihat berbagai macam hasil lukisan kita juga akan menjumpai berbagai acara tentang seni lukis, karena tempat ini sering dijadikan berbagai kegiatan seni.Selain itu kita dapat menjupai banyak koleksi mainan era 1980an. Mainan yang di pamerkan di museum Barli seperti komik era 80an, mainan plastic, nintendo, gamebot dan masih banyak lagi. Wah pasti saya dan suami akan bernostagia dengan semua mainan yang ada di museum Barli. Museum Barli terletak di jalan Prof. Ir. Sutami No. 91, Sukasari Bandung
https://plus.google.com/112332275608353443245
(2) Museum Sri Baduga, yang berisi sejarah kota Bandung dengan berbagai koleksi replika, maket dan foto-foto sejarah, yang terletak di jalan  Jalan BKR No. 185, Bandung.

(2) Museum Geologi, yang berisi informasi tentang sistem tata surya, geologi Indonesia, fosil manusia purba, berbagai jenis bebatuan, aktifitas gunung berapi di Indonesia, dan berbagai informasi informasi penting lainnya. Museum yang hampir mirip dengan museum yang pernah kami kunjungi di Sragen,kampung halaman suami saya, hehehe. Museum Geologi beralamat di, Jalan Diponegoro No. 57 Bandung.

(3) Museum Pos Indonesia, sepertinya museum yang ini menarik, ada tiga kategori dari koleksi museum di sini antara lain koleksi sejarah, koleksi peralatan dan koleksi filateli, kalau ada yang nggak tau filateli itu adalah seni mengkoleksi perangko, hehehe. Disana kita juga juga akan menemukan benda-benda pos seperti sepeda jadul onthel Pak Pos, timbangan surat, dan berbagai peralatan pos lainnya yang dipakai saat jaman kemerdekaan hingga menjadi memori yang luar biasa sekarang J Lokasi museum pos Indonesia berada di, Jalan Cilaki No. 47, Bandung.

Cukup museumnya, gimana dengan kuliner, waaah, di Bandung pasti banyak banget dong wisata kuliner. Tapi ada satu tempat menarik bernama Paskal Food Market, kita bisa mencicipi kuliner khas Bandung disana. Lokasinya yang tidak begitu jauh dengan pusat kota membuat Paskal food market menjadi tempat favorit para pemburu kuliner di Bandung loh. Di tempat ini katanya banyak menyediakan berbagai menu khas Bandung sampai menu makanan luar negri. 
www.anekatempatwisata.com
Konsep paskal food market pun tidak kalah menarik, desain outdoor dengan hiasan kolam yang berada di tengah paskal food market beserta lampu pijar membuat tempat ini menjadi romantic pada saat di malam hari. Selain itu di tempat ini juga disediakan live music. Dan yang paling penting, harganya terjangkau, daripada kita ngafe-ngafelucu tapi nggak ada budget ke situ ya mending di sini kan :D

Hmmm, cukup deh ngetik-ngetiknya, sudah saatnya menyampaikan “proposal” ini ke Pak Suami, kira-kira kapan ya kita berangkat ke Bandung, hehehe.

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Bad habit : Angry and yelling

Assalamualaikum,

Saya jadi sering sedih karena Liam. Bukan karena Liam sakit atau apa, tapi karena saya jadi sering marah padanya. I'm not a perfect mom of course, saya bisa marah, dan kalau saya marah pada Liam endingnya saya merasa jadi the worst mom ever! Kalau sudah reda saya ciumin dia, minta maaf endesbre-endesbre, tapiii ... dia kan sudah kadung sakit hati, hiks jahat kan jadinya. 

Bukan berarti nggak beralasan juga sih marahnya, yes, bagaimanapun juga ada bagian dimana Liam salah, entah dia nggak mengikuti aturan, dia menggunakan kata-kata yang buruk dan paling sering itu dia lakukan hal yang bagi saya jelek, tapi merasa menang karena uti akungnya membela. Heish, furious banget rasanya. 

Taken from Here
Tapi memang saya sering lupa, banyak part yang Liam belum ngerti, masih perlu dibimbing, masih perlu diingatkan dengan rasa kasih sayang, bukan dengan membentak. 

Kalau sudah masa contemplating gini paling sering baca artikel parenting, mencari pembenaran bukan hanya saya sendiri yang menghadapi hal tersebut. True, memang banyak sih Ibu-ibu tipe saya ini. Tipe moody, kurang sabar dan merasa bersalah setelah memarahi, merasa walaupun banyak melihat teori parenting tetep aja nggak bisa handle the emotion. 

Tapi kok ya tetep aja ada masa-masanya saya lupa pada teori-teori itu, lupa kalau anak kita itu manusia, yang kalau dibentak pasti rasanya membekas di ingatan. Lupa karena kita merasa lebih berkuasa, lebih besar, lebih tua, lebih tau, lebih blablablabla, dem ...  hiks, maaf jadi drama banget. 

Postingan ini reminder aja buat saya, kalau harus selalu berkepala dingin saat menghadapi anak yang di waktu-waktu tertentu tidak sesuai dengan keinginan kita. Akan selalu ingat mengucapkan Astaghfirullah, akan selalu ingat seabreg teori-teori parenting itu, dan akan selalu mengucapkan kalimat-kalimat yang positif, yang membentuk good habit dalam diri saya, hingga tertular pada Liam sampai Liam besar nanti. Aamiin. 

I'm sorry kiddo, your Mom is just an ordinary human.

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Monday, November 14, 2016

Buku anak-anak lokal vs buku anak-anak import

Assalamualaikum,

Jadi pengen ngebahas ini, gara-gara baru sadar saya mulai menumpuk buku-buku buat Liam yang most of them belum kebaca. Tapi ya sudahlah, investasi kok, hei kalo buku itu bukan pembenaran kok, hehehe.

Beberapa waktu lalu kan ada sale buku terbesar di Indonesia tuh, yang judulnya Big Bad Wolf atau Serigala Besar yang Nakal, yang dihelat di Surabaya setelah beberapa bulan sebelumnya sudah diadakan di Jakarta. Saya nggak sia-siain kesempatan dong untuk kesana dan ngubek-ngubek tumpukan buku demi dapat buku import dengan harga yang lebih reasonable, walaupun most of them di atas 50ribu juga sih *basuh peluh*. Tapi yah kalau udah mikir buku import pasti mahal kan, jadi worth it lah membeli beberapa buku di sana. Total kerusakan dompet saya adalah 700 ribu, dapat 8 buku, rata-rata harganya 80-90ribuan lah ya. Untuk buku import yang kalau di luaran sana bisa 250ribu sendiri ini sangat worth it. Amaze aja sama banyak orang lain yang bisa beli sampai puluhan buku, entah dijual atau ya buat sendiri, ya rejekinya lebih luas kali ya, hahahaha, iri deh guweh. 
Buku-buku yang kebeli di BBW, masih ada dua yang belum kefoto
Hampir semua buku-buku tersebut memiliki kualitas kertas yang bagus, cerita atau konsep yang menarik dan warna yang terang. Herannya emang buku-buku seperti ini di Indonesia masih sangat jarang. 

Tahun lalu saya juga sempat ikut arisan buku dari salah satu produk penerbitan Indonesia, buku lokal berarti kan, dan ternyata buku-buku lokal untuk anak-anak sekarang ada juga yang bagus-bagus. Saya beli sepaket buku seharga 2juta something gitu (arisan loh yaaa, jadi bayarnya nyicil per bulan gitu tanpa bunga, hehehe), sepaket ada 25 judul buku, yang kesemuanya pake hardcover yang per halamannya juga pake duplek yang lumayan tebal. Plus bonus 3 boneka tangan yang didapatkan gratis dari paket tersebut. Alhamdulillah Liam juga sudah mulai tertarik untuk membuka buku-buku tersebut, dan mendengar ceritanya dari saya.

Tapi saya juga punya beberapa buku anak-anak lokal yang saya beli dari penerbitan lain, yang memang kalau dibandingkan dengan buku import kualitas kertasnya nggak oke. 

Jadi, intinya semua itu ada harga ada rupa, buku lokal kualitas bagus kalau mau bukunya nggak cepet disobek-sobek sama anak balita ya harganya pasti lebih mahal. Apalagi buku berfitur pop up ataupun ada suaranya, jauh lebih mahal pastinya. Dan di penerbitan Indonesia masih jarang yang begitu.

Berhubung mahasiswa saya beberapa membuat buku cerita yang memiliki fitur tertentu untuk tugas akhirnya, saya jadi pengen encourage mereka untuk buat yang luar biasa menarik, jadi kalau bukunya jadi saya mungkin bisa dikasih, hahaha *maumu buuuuk*

Saya juga sedang tertarik pada dua produk buku lokal yang kualitas cerita dan sepertinya kualitas kertasnya juga oke, namanya Rabbit Hole di ig @rabbitholeid dan dari Impian Studio di ig @impianstudio, aaaak, pengen beli semuaaah .... gimana ini, isi postingannya kok pengen beli ini itu mulu ya, hahahaha.
Ini salah satu karyanya @impianstudio ambil dari http://impianstudio.blogspot.com

Yang ini @rabbitholeid diambil dari facebooknya https://www.facebook.com/RabbitHoleId/
Tapi, sebenarnya semua balik lagi tergantung orang tuanya mengenalkan buku pada anak sih, walaupun kita sudah beli banyak buku tapi endingnya bukunya cuma untuk hiasan di lemari aja ya percuma gila, hehehe. 

Liam sendiri sepertinya belum jadi tipe pembaca dan melihat gambar dengan tekun, dia lebih suka aktivitas fisik, jadi maknya ini kudu sabar untuk mengenalkan dan mengenalkan lagi. Semoga dia gedenya jadi pembaca yang baik, sesuai dengan nama depannya, Qori, hehehe. 


I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Sunday, November 13, 2016

Konsumtif !

Assalamualaikum,

Saya pernah mention nggak ya kalau saya orang yang sangat-sangat sulit memanage keuangan saya. Merasa bukan Ibu rumah tangga yang baik deh kalau nabung sebulan aja gak bisa banyak. Justru kalau saya nggak kerja saya lebih ngirit, hahaha, tapi karena saya sekarang kerja dengan jadwal yang lebih banyak (walaupun nggak 8-5 tiap hari juga sih), alhamdulillah dapat penghasilan yang cukup dibanding semester kemarin. Nggak mungkin lah nggak disyukuri, bayangannya bisa nabung lebih banyak kan. Tapiiii ... why oh why saya belum bisa membatasi keinginan pribadi saya untuk beli ini itu. Ouuh jadi inget postingan saya tentang termudahkan teknologi, hahaha, gara-gara teknologi beli apapun sekarang gampang banget. 

Liat aja awal bulan saya sempat-sempatnya beli lipstick, iyaaaa, lipstick, yang sebenernya lipstick saya bejibun (walaupun nggak sebejibun beauty blogger yang lipstick junkie juga sih, pembenaran) Gara-garanya saya melihat si Lizzie Parra pakai lipstick Rollover Reaction di snapchat, adoooh, ampun deh follower banget gueh, hahahaha.

Tuh Rollover Reaction yang kebeli kemaren, aduh, gimana ya, cantik sih saya pake lipen itu, aaak, sadis ini sadis, nggak boleh sering-sering
Terus dalam seminggu saya bisa loh 3-4 kali ke supermarket depan rumah, dengan pengeluaran yang nggak main-main, yang kadang sih emang reasonable alasan saya kesananya, misalnya beli susu uht-nya Liam atau beli sop-sop'an dimana kalau saya berangkat pagi saya nggak mungkin bisa ke pasar. Tapi kadang ada aja gitu keinginan yang bikin budget beli pertamanya segini, tiba-tiba kebeli ini itu yang sungguh nggak seberapa penting, seperti ada promo beli BearBrand Gold Teh putih favorit saya, beli 3 jadi 19ribu, jadi akhirnya saya beli beli dan beli terus. Gosh, promo itu membunuh dompet saya, hahaha. Kalian pasti pernah kayak gitu juga kaaaan ? kan kan ? Nyari temen deh xD

Emang kok kalau penghasilan kita lebih banyak, kayak ada yang bisikin terus untuk mengeluarkan uang lebih banyak lagi. Haduh, semoga ke depannya bisa sering mawas diri deh untuk nggak beli hal-hal yang nggak dibutuhkan. Kayak duit ngambil dari tempat sampah aja, Fen :(

Nabung-nabung, beli RD, infaq-infaq, biar barokaaaah ... :D :D :D

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Thursday, November 10, 2016

10.11.16

Assalamualaikum,

Ya ampun banget, udah lama nggak post di blog. Sebenarnya sering buka, tapi kalau di depan layar tiba-tiba blank mau ngomong apaan. Atau tiba-tiba ketika sudah nulis setengah paragraf, kepikiran kalau penting nggak sih hal-hal seperti itu dibahas di blog. Hehehe, saya sekarang jadi selektif banget kalau mau nulis macem-macem, nggak senyerocos dulu kali ya. Banyak pertimbangan yang membuat saya akhirnya suka batal nulis, entah kepikiran kalau bisa aja dibaca keluarga, dibaca mahasiswa saya, dibaca orang asing yang suka kepo, hihihi, lah siapa saya emangnya ya.

Sekarang saja saat saya menulis postingan ini, saya menghapus dua paragraf sangking ragunya, hahaha. Kebiasaan nulis satu kalimat di sosmed ini kayaknya ya.

Anyway, today are my 4th wedding anniversary with my husband. Sudah empat tahun aja, it seems like yesterday ;p deg-deg'annya, lempar-lempar berasnya, dandan-dandannya. Alhamdulillah kemudahan selalu menyertai, semoga apapun di depan kami selalu bisa menghadapi bersama dan solid :) 

Harapannya banyak, salah satunya adalah rencana hamil lagi, semoga dimudahkah Allah :) 

Kami, 4 tahun yang lalu :)
So sorry untuk postingan kurang berisi ini :D

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...