Saturday, March 26, 2016

Kenapa sekarang uang 100ribu semakin "kurang" berharga ?

Assalamualaikum,

Eh, itu judulnya berasa sangat nggak bersyukur nggak sih ? 

Ah ya sudahlah, jadi begini, tahun semakin bertambah, anak semakin besar, kebutuhan semakin banyak, tapi mengapa sepertinya semua belum sesuai dengan rencana.

Dan lagi, nggak tau kenapa uang 100ribu sekarang berasa "gampang" aja gitu keluar dari tabungan atau dompet. Sekali belanja di supermarket nggak pernah kurang dari 100ribu. Padahal rasanya sudah berusaha untuk hemat, atau mungkin perasaan saya aja yang hemat, tapi tangan nggak bisa tahan untuk ngeklik token atau ngeluarin uang dari dompet ? Huuft ...

Saya sebenarnya agak takut kalau ngobrolin soal uang ujung-ujungnya tuh berasa nggak bersyukur dengan semua yang dipunya. Tapi kalau nggak diomongin agak nyesek juga di dada. 

Taken from Pinterest
So, my hubby and I had a plan, ingin punya rumah sendiri, ya idealnya begitu kan ya, menikah, punya anak, punya rumah sendiri, punya kehidupan sendiri. Jadi selama lebih dari 3 tahun menikah hal tersebut belum terealisasi. Yang walaupun banyak cerita dari beberapa teman, contohnya ada yang tinggal dengan orang tua selama 7 tahun baru akhirnya bisa menempati tempat tinggal sendiri. Ada yang sampai sekarang masih tinggal dengan orang tua dan nggak berniat untuk pindah. Dengan banyak alasan tentunya, belum tentu alasan tersebut mereka keluarga yang tidak mampu.

Kalau kami, nggak bisa dibilang kami keluarga menengah ke bawah, tapi menengah ke atas juga enggak, jadi kita keluarga kecil yang menengah. Suami kerja full time, saya kerja part time dengan tambahan berbisnis (yang kadang nggak tentu juga pemasukannya), and somehow dengan tabungan sekarang, masih belum aja keturutan untuk mencapai angka minimal untuk kredit rumah impian. Herannya adaaaaa aja yang tiba-tiba terjadi sehingga bahkan angka minimal itu berkurang sedikit demi sedikit. 

Lagi-lagi biaya, tahun depan Liam juga akan kami rencanakan masuk ke sekolah, dan kami sudah berpikir untuk memasukkannya ke salah satu sekolah yang dekat dengan rumah yang kami tinggali sekarang. Dan itu pasti membutuhkan biasa yang nggak sedikit juga, well kalau dibilang jangan muluk-muluk milih sekolah ya nggak boleh gitu juga kan, boleh dong memilih sekolah yang well educating their students, mengingat banyaknya masalah pendidikan di Indonesia saat ini. Semoga tahun depan semua akan lebih baik, lebih baik dalam hal berhemat dan mensyukuri yang dipunya tentu saja.   

Jadi, mungkin kami, saya dan suami sama-sama bukan orang percaya diri yang menganggap semua hal tersebut BISA dilakukan. We complaints a lot, tuh kan ketauan kalau nggak bersyukurnya, hmmm. . 

Intinya curhat saya hari ini berharap semuanya akan selalu baik-baik saja. Berusaha berhemat dan berhemat, berusaha lebih baik dalam pekerjaan dan bisnis, bersyukur lebih banyak. Dan selalu menganggap money it's not everything, dan semoga saya bisa mengajarkan anak saya untuk lebih banyak bersyukur tanpa banyak menuntut :)

Jadi berapa "harga" 100 ribu buatmu ?

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

5 comments:

  1. Jadi ingat dulu waktu kecil dapat sangu Rp 5000 dari atasannya Ibuk. Itu uang yang gedeee sekali karena umumnya kakek nenek kasih 500 maksimal 1000.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah iya kan sekarang 100ribu rasanya kok kurang berharga xD

      Delete
  2. Bener yaaa.. Aku nek ngemall ndik indomaret yo entek e menuju 100 ribu. Dolan ning kediri yo mesti satus munggah malah menuju 200 ewu. Omaigaaad borossss..

    Asline iso sih dikurangi, asal kitanya gak usah kakehan nggaya. Panganan gak kudu iwak pitik. Diganti tahu tempe malah suwehat. Tapi nek wis dasare wong khawatiran yo ra tego ya mangan tahu tempe it sounds sengsara hahah.

    So, cara mengatasi boros sebenarnya ke mindset saja. Mindset hidup sederhana dan gak banyak gaya.

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...