Monday, January 11, 2016

[Cerita Ibu] Lupa bersyukur

Assalamualaikum,


Ada kalanya seorang Ibu menangis dalam sepi, tanpa siapapun tau dan menyadari. Bisa jadi itu tangisan bahagia ataupun sebaliknya. Saya sering melakukan keduanya.

Saya sadar ini baru 2 tahun 4 bulan sejak status saya menjadi Ibu. Tapi ternyata perasaannya bisa rollercoaster seperti ini. Wow *nengok Ibu saya* saya jadi trenyuh sendiri :')

Yes, sometimes I'm upset, gemes pada apa yang anak saya perbuat, menggigit, memukul, melempar barang, teriak-teriak, yang kadang bukan hanya kepada saya, tapi juga orang lain, seperti pada Akung Utinya, atau saat saya mengajaknya keluar rumah, yang membuat saya was was membuat mereka terluka karena ulahnya. Tapi apa endingnya saya mau melakukan hal yang sama yang ia lakukan pada saya? Tentu semua Ibu akan bilang tidak, walaupun kita punya kewajiban mengajarkan hal yang baik dan benar kepadanya. Itu semua butuh proses dan cara yang tepat kan :) Tapi meeeen, itu nggak mudah!

Pernah saya berpikir bodoh, kenapa nggak cepet gede aja sih nih anak supaya bisa ngerti apa yang saya bilang. Tapi apa serunya? Dan bukankah yang instan itu banyak nggak sehatnya ;)

Pikiran itu juga kadang terbersit saat melihat Liam kesakitan karena efek alergi yang ia miliki. Seperti November lalu saat tiba-tiba sebuah bisul muncul di bagian kanan kepalanya, bisulnya pecah dan tiba-tiba muncul beberapa lagi yang jauh lebih besar dan sepertinya menyakitkan di area yang sama. Rasanya sediih sekali, ingin rasanya memindahkan sakit yang ia hadapi ke saya, tapi nggak mungkin.

Kembali terbersit, katanya saat anak semakin besar alerginya akan semakin berkurang, ya saya berharap dia cepat besar tanpa proses sakit-sakit itu. Tapi kemudian saya berpikir, apa untungnya buat saya, bisa saja saat ia tiba-tiba besar, alergi itu masih ada padanya. Lalu pada akhirnya saya tidak tau apa yang harus saya lakukan karena saya tidak melewati proses panjang itu.

Jadi intinya, saya sering lupa bersyukur, bukan hanya "nggak seru ah" kalau nggak melewati proses belajar itu, tapi juga sering lupa kalau perkembangan anak saya yang (bagi saya) sudah sangat luar biasa, contohnya dia sudah bisa naik turun tangga di rumah sendiri (ya walaupun yang lihat was was, dan serem aja kalau nggak didampingi), bisa naik meja makan sendiri (doh) ngambil makanan yang ia inginkan, sudah bisa (kadang-kadang) diajak pipis ke kamar mandi, yah walaupun sering ngompol juga, hehehe, dan banyak hal unik dan mengagumkan lainnya, keajaiban-keajaiban kecil yang helllooow, dulu jaman dia mbrojol 2 tahun 4 bulan yang lalu nggak mungkin bisa ia lakukan. 
Liam, 2 tahun 4 bulan
Lupa bersyukur kalau ternyata saya bisa mengajarkan hal-hal yang somehow berarti untuk perkembangannya, yang kadang-kadang yak ampun, lihat ibu-ibu lain (via sosmed siiih, yang kita juga nggak tau aslinya gimana, hehehe) kok looks so perfect. Tapi ya rumput tetangga yee, pastinya lebih subur gituh. Bahkan suami saya (yang lebih sering di luarnya, dibanding di rumah) amaze sama perkembangan Liam, yang ia pikir Liam bisa begitu dengan sendirinya. Duh, Pak, ini ada Ibu yang ada gunanya loh buat anaknya untuk ngajarin hal-hal kecil itu. Hahaha, yah yah, nggak pa-pa deh, saya maklum saja :D

Jadi, yah, cuma mau curhat, mengeluarkan uneg-uneg, efek pms nih kayaknya, jadi sedih-sedih pikirannya, hahaha, nulis beberapa tulisan di atas sambil mbrebes mili :p

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

8 comments:

  1. tidak terasa Liam sudah besar... semoga terus tumbuh sehat kuat cerdas ya nak..

    ReplyDelete
  2. baca ini saya jadi malu sendiri karena masih suka lupa bersyukur :(

    ReplyDelete
  3. Fen, anak kecil itu emejing!!!!
    Pelatih kesabaran tingkat dewa, pelawak paling lucu melebihi para komik, dan mahluk terpandai melebihi einstein.
    Tapi, tetep aja saya jg sering ga sabaran, pdhl sy ibunya loh!
    Maksudnya, kalo org lainnya, kalo kehilangan kesabaran kan dimaklumi. Ya thats life, mom life :-)

    ReplyDelete
  4. hahaha, sebenernya semua ibu begitu, cuma kan kita gak tau apa yg terjadi di dalam rumah, dan "pencitraan" apa yang diciptakan oleh ibu2 mereka, hahaha, bukannya maksudnya semua ibu pencitraan ya, tapi ngapain juga sih ngomong atau cerita yg jelek2 dan di share ke orang, bikin sakit ati sendiri :p

    kenapa kita sabar ngadepin anak orang, ya karena kita gak ngadepin anak orang itu tiap hari, hahaha #ngarang

    ReplyDelete
  5. Wah, udah 2 tahun mulai suka "aneh-aneh" ya, mbak?
    Ini Aya masih 5 bulan, masih lucu-lucunya. Belum seaktif itu. Hahaha...
    Hmm... Kalo pun memang nanti bakal ngalamin jg nangis diam-diam karena ulah anak, semoga aku tetep enjoy melewatinya. hihihi...
    Iya, bersyukur dgn semua yg anak kita punya dan bisa itu memang penting bgt, ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, nikmatin deh laaa ...
      gak pa2 gemes sih menurutku, asal gak lebay aja :D

      Delete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...