Wednesday, December 28, 2016

Kecanduan Drakor (lagi)

Assalamualaikum,

Hmm, saya sebenarnya udah jauh-jauh dari namanya nonton drakor, alias drama korea, terakhir kali kayaknya waktu Liam masih bayi, gara-gara di rumah aja nganggur, jadinya nonton stasiun tv lokal yang nampilin drakor apa ya dulu itu, tentang hantu-hantuan lah pokoknya, kok yaaa ... gara-gara libur ini saya jadi pengen nonton lagi, hahaha. Salahkah teman-teman saya, yang tadinya nggak suka-suka amat sama drakor, kok tiba-tiba ngeshare macem-macem di sosmed sebelah, kan jadi tertarik lihat juga, hahaha, nggak bisa nahan tangan buat ngeklik xD

Diawali dari drama (iklannya pusat perbelanjaan di korea, yang dibuat tujuh seri itu) 7 First Kisses, akhirnya sekarang terjerat nonton drakor Goblin, serial drama korea yang lagi heitz, fresh banget, yang dibintangi sama Gong Yoo, mas nan ganteng itu #haish 

Ceritanya tentang seorang prajurit di jaman dahulu kala bernama Kim Shin, yang dikhianati rajanya yang masih muda karena pengaruh penasihatnya. Endingnya ia dibunuh menggunakan pedangnya sendiri, tapi dia nggak mati, pedangnya masih tertancap di dadanya, namun ia dikutuk hidup abadi sampai 900 tahun lamanya. Ia bisa mati jika ia dapat menemukan seorang perempuan yang disebut pengantinnya, satu-satunya orang yang bisa mencabut pedang tersebut dari dadanya. di tahun 2016 ini akhirnya ia menemuka pengantinnya tersebut di seorang gadis 19 tahun. Ya, begitulah pokoknya intinya, pinter amat deh ya  Korea ini bikin drama macam ini tanpa dianggap chessy. Coba di Indonesia, dijadikan sinetron kenapa jatuhnya maksa ya, hehehe, keseringan stripping kali ya :p

Mau nonton serialnya, coba yang punya TV kabel, cek TVN tiap sabtu/minggu malem (menurut internet sih) saya juga jarang buka TVN, hahaha, ini lihatnya dari salah satu aplikasi di android, karena saya telat 8 episode :D.

Soal mas Gong Yoo, halah, maas ... :p ternyata dia pemeran utamanya Train to Busan ya, hahaha, nggak berani nonton, jadi nggak tau. Anyway, gara-gara liat dia, saya jadi kepikiran soal suami saya, hahaha. Anu bukan mikir macem-macem kok, cuma mikir suami saya kalau jauh lebih kurus mungkin mirip sama mas Gong Yoo ini xD Eh ini serius, saya bukannya nganggap suami saya mirip banget gitu sih, tapi ada sisi dari mas Gong Yoo ini rada mirip suami saya, sekali lagi, kalau kurus, hahaha. Matanya khususnya, secara sipit ya, hahaha, terus rambut ikal belah tengahnya, dagunya, hidungnya mungkin ya, tauk deh pokoknya, hahaha, ragu sendiri. Jadi inget mbak Tyka yang katanya suaminya mirip Fedi Nuril xD
Si mas Ganteng

Ini mas ganteng saya, dengan anak dan istri, hahaha, nggak mirip ya ternyata, apa saya aja yang agak maksa ya, tapi kadang mirip kok xD #tetepmaksa
Pernah sempat liat Gong Yoo ini di salah satu drakor yang terkenal 9 tahun yang lalu, Coffee Prince, masih muda do'i, sekarang lebih tua lebih gimanaa gitu, mateng kali ya, hahaha.  Inget anak suami feeen xD

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Wednesday, December 21, 2016

[cerita liam] Liam's sleep habit dan sawang sinawang

Assalamualaikum,

Liam mungkin adalah balita yang mungkin punya kebiasaan tidur yang bagi beberapa Ibu menyenangkan. Hehehe, kenapa menyenangkan, karena ia bisa tidur dari jam 6-stgh 7 petang, sampai pagi, dimana mostly teman-teman saya yang punya anak selalu bete dengan anak mereka yang kalau tidur bisa sampai tengah malam, hehehe. Tapiii, sebenarnya nggak seberapa menyenangkan juga sih, karena jam tidurnya memang berbanding sama dengan bangun tidurnya, jadi kalau semakin sore ia tidur, semakin pagi ia bangun, seperti beberapa hari lalu karena ia tidur jam 5 sore, iya 5 sore, ia pernah bangun pukul 3 pagi, hayaaaah .... Mak Bapaknya kriyep-kriyep sambil nemenin anaknya yang sudah keliling kamar.

Kebiasaan ini nggak tau kenapa terbiasakan aja gitu sejak ia bayi, tidur sudah mulai jam 5-7 sore, dan akan bangun pagi, memang semakin bertambah usianya, harusnya semakin sedikit tidur yang diperlukan kan ?


Liam kalau ada di rumah, tidur siang hanya 1-1.5 jam, bisa sampai 2 jam kalau cuaca mendukung dan ada teman tidur (alias saya atau bapaknya, yang menyebabkan kami gak produktif karena harus nemenin tidur, hahaha, emang enak kok tidur itu) mungkin karena itu tidur malamnya bisa lebih pagi dibanding balita-balita lain, tapi tetep berbanding sama dengan jam bangun tidurnya yang pagi banget sih.

Nah berhubung dalam beberapa bulan ini Liam dititipkan di daycare saat saya mengajar, kebiasaannya jadi berubah juga. Bahkan 2-3 bulan di daycare, ia sama sekali tidak tidur siang, haduuh, bikin saya takut nanti ada apa-apa dengan tumbuh kembangnya. Tapi memang sih, karena dia tidak tidur siang, tidur malamnya jadi lebih pagi, seperti jam setengah 5 sampai jam 5.

Waktu saya tanya kenapa tidak mau tidur di daycare, ia cuma bilang nggak mau tidur. Semakin ke sini saya semakin ngerti, mungkin ia juga merasa lebih senang tidur di rumah dan tidur dengan Ibu, hehehe, dan mungkin ia lebih suka menunggu Ibu jemput daripada harus tidur, huhuhu. Awalnya sih jadi merasa bersalah, tapi endingnya ya, akhirnya ia terbiasa juga dan akhirnya juga beberapa kali mau tidur saat di daycare, dan saat ia melakukannya saya selalu memujinya, "Liam pinter mau bobok di tempat Bunda" (tempat bunda itu tempat panggilan kami untuk tempat daycare-nya), dan beberapa waktu ini sebelum saya puji dia langsung memuji dirinya sendiri, "Buuuuk, Liam pintel bobok di tempat bunda" hehehe, good job naak :D

Saya barusan baca artikel tentang pola tidur anak usia 3-5 tahun, kalau anak usia ini butuh tidur 10-12 jam sehari. kalau dilihat dari artikel tersebut sih sebenarnya tidur Liam sudah cukup sih. Misalnya ia tidur siang 1,5 jam, ditambah ia tidur jam 7 malam sampai jam 5 pagi (yang kalau dihitung berarti 10 jam) berarti dia sudah tidur 11.5 jam. Hahaha, kalau gini hati lebih tenang sih.

Karena sebelum tau hal ini, saya suka amaze sama anak  temen yang kalau siang bisa tidur sampai 3 jam, hehehehe. Tapi tentu saja, tidur malamnya bisa sampai lebih dari jam 9 malam. Jadi harusnya saya nggak boleh terlalu risau sih, karena kalau anak saya tidur jam segitu, saya mungkin bisa jarang ngeblog lagi deh, hahaha, karena cuma saat malam atau saat saya lagi ada spare waktu di kampus akhirnya bisa nulis blog dengan tulisan yang panjang seperti ini. Yeah well, biasa deh, rumput tetangga lebih hijau, seperti beberapa teman saya yang suka memuji Liam yang bisa tidur dari jam 6 sore, hahaha. Kalau kata orang Jawa, sawang sinawang, hihihi.

Anyway, gara-gara artikel itu saya jadi deg-degan, di saat Liam di atas 5 tahun, kegiatan Liam akan semakin banyak, dan tidur siangnya juga akan semakin berkurang. Terus enaknya Liam dikasih kegiatan apa lagi nih selain sekolah ? hahaha, belum juga sekolah udah mikir yang lain-lain xD  

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Monday, December 12, 2016

[Cerita Ibu] Saya rindu menyusui

Assalamualaikum,

Kemarin saya sedang ngajak anak saya makan di salah satu resto di sebuah mall, sembari nunggu anak saya main di playground mungil di pojokan resto saya melihat-lihat sekitar, dan mata saya tertuju pada seorang ibu muda yang sedang menggendong bayi mungil, yang mungkin masih berusia 1-2 bulan, mungil sekali, di salah satu lengannya, sambil sesekali ngemil dari makanan yang sudah tersedia di meja. Lalu anak di dalam gendongannya tersebut mulai bergerak -gerak gelisah, ah, sudah pasti dia sudah lapar. Sang Ibu langsung membuka sebagian baju yang sepertinya memang breastfeeding friendly dan mengarahkan mulut anaknya ke dadanya. Kok sounds gimana gitu sih saya nulisnya, hahahaha. 

Hadoooh pipinyaaa pengen tak cokoot, hahaha
Well anyway, jujur saya rindu momen-momen itu, saya rindu menggendong anak semungil itu dan menyusuinya seakan cuma saya yang dibutuhkan bayi mungil itu. Dan memang, cuma saya yang dibutuhkan bayi saya saat anak saya masih seusia itu. Cuma dada ibu yang bisa melepaskannya dari dahaga, cuma dada ibu yang bisa membuatnya tenang saat sedang gelisah, dan cuma dada ibu yang bisa membuatnya tidur pulas dengan tersenyum bahagia. 

Aduh, saya mellow, saya pengen merasakannya lagi, walaupun dulu saya merasakan sulitnya mengeluarkan asi yang banyak, walaupun anak saya tidak "segendut" anak-anak seusianya, walaupun katanya gara-gara asi saya nggak banyak yang bikin anak saya nggak sesuai dengan kurva, tapi saya suka dan bahagia karena merasakan bayi saya nempel sama saya. Rasanya kebutuhan itu nggak cuma di anak saya, tapi di saya juga. 

Saat akhirnya saya memutuskan untuk menyapihnya saat usianya dua tahun lebih, rasanya nyesss banget, seperti lepas dari kekasih yang sudah lama berkumpul, hehehe. Nyesek, karena kayak dia nggak butuh saya lagi, tapi kan harus kan ya xD
Liam, Agustus lalu, kalo udah ngantuk maunya digendong Ibunya aja
Tapi enggak lah ya, setiap anak masih butuh Ibunya kok. Anak saya kadang ya kangen sih, kadang nunjuk-nunjuk, kadang saat saya gendong ia meletakkan kepalanya di dada saya, mungkin itu sesuatu yang menyenangkan baginya tapi dia tau dia sudah tidak mungkin melakukan hal tersebut lagi. 

Jadi intinya sih, saya berharap masih dapat kesempatan untuk merasakannya lagi, punya bayi lagi, dan menyusuinya lagi ^_^

Aamiiin ....


I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Friday, December 9, 2016

Ngobrolin soal buku, perpustakaan dan internet

Assalamualaikum,

Seperti kita tau banyak orang saat ini lebih banyak mengandalkan internet daripada buku, wajar karena internet sekarang lebih mudah diakses dibanding harus membeli buku. Tapi tidak dapat dipungkiri buku juga sesuatu yang masih sangat penting, setidaknya bagi saya. Buku merupakan sesuatu yang berisi data valid dan butuh proses juga penelitian yang sangat mendetail jika ingin menulis dan menciptakan sebuah buku, even itu buku fiksi ataupun non fiksi. Dan satu hal yang pasti, seorang penulis itu butuh niat ing sun untuk menulis sebuah buku sampai selesai, hahaha, karena saya belum bisa niat seperti itu, liat aja draft buku gak sampai ber-bab-bab, masih satu bab yang belum jelas jalan ceritanya seperti apa.

Ngomong-ngomong soal buku, pasti nggak jauh-jauh dari toko buku dan perpustakaan, ada dari kalian yang rajin ke dua tempat tersebut ? Saya pribadi nggak bisa dikatakan rajin sih, hehehe, ngaku. Setiap bulan memang saya menyempatkan waktu untuk pergi ke toko buku, untuk sekedar melihat-lihat, kalau ada buku yang menarik hati saya, saya akan beli, kalau tidak ya membaca saja di sana sambil berpikir kalau ada uang nanti buku itu dibeli, hehehe.

Beberapa waktu yang lalu saya juga sempat ke bazaar buku import terbesar di Indonesia itu, Big Bad Wolf, kalau ada dari kalian yang belum tau. Melihat deretan buku-buku import dengan kualitas bagus, baru dan warna-warna yang indah itu bikin nggak mau cepet-cepet pulang kok :p Tapi karena harus hemat ya setidaknya megang-megang bukunya aja kali ya, siapa tau ketemu lagi di waktu mendatang :p

Nah kalau perpus, saya pribadi sih memang jarang ke perpus daerah setempat, tapi kalau perpustakaan di kampus di tempat saya bekerja, saya cukup sering ke sana. Selain memang mencari buku yang saya butuhkan untuk bahan ajar, saya juga sering cari inspirasi disana untuk materi yang akan saya berikan ke mahasiswa.

Salah satu buku yang saya baca saat saya datang ke perpustakaan kemarin berjudul Ecodesign, karya Silvia Barbero dan Brunella Cozzo, buku dengan tebal 352 halaman ini berisi kumpulan desain-desain ramah lingkungan yang sudah dibuat ataupun proyek (atau masih dalam rancangan) oleh beberapa desainer dunia. 
Penampakan buku Ecodesign
Salah satu rancangan yang menarik adalah Aquaduct bike, sebuah inovasi sepeda yang dipadukan dengan proses pemfilteran air, sehingga kita bisa mendapatkan air bersih sekali perjalanan. Inovasi ini diciptakan berdasarkan permasalahan air kotor yang ada di beberapa negara miskin di dunia. Banyak orang di negara miskin masih menggunakan metode yang konvensional dalam membawa galon air yang tidak sedikit. Entah dengan cara disunggi atau di bawa di atas kepala, diangkat menggunakan tangan ataupun digendong di punggung.
Aquaduct Bike
Nah para desainer tersebut berpikir akan lebih efektif jika orang-orang tersebut menggunakan sepeda dalam perjalanannya. Sembari membawa air yang diisi di dalam tangki yang dibuat khusus di belakang sepeda, orang yang mengayuh sepedanya di saat yang bersamaan memfilter air yang terdapat di tangki, dan mengalirkan air yang ada di tangki belakang ke dalam galon air di bagian depan. Efektif banget kan ? Tapi memang nggak semua daerah bisa menggunakan sepeda ini sih menurut saya, ya untuk daerah daratan rendah mungkin efektif, tapi kalau jalannya meliuk-liuk naik turun mungkin pr juga sih buat orang yang tinggal disana ya, hehehe. Mungkin akan efektif kalau menggunakan drone untuk yang ada di daerah seperti itu. Tapi balik lagi, masalah modal nggak bisa disingkirkan begitu saja. Apalagi ini untuk orang-orang yang ada di negara miskin, kan nggak mungkin juga mereka bisa bayar sepeda ataupun drone semacam itu :p

Selain Aquaduct bike, beberapa desain menarik juga ditunjukkan di buku itu, seperti baterai khusus yang bisa di recharge menggunakan usb laptop atau komputer, jadi kita gak perlu berkali-kali membuang baterai dan merusak alam dengan komposisinya; atau kita bisa menggunakan bahan recycle agar bisa menjadi fashionable dan chic, seperti di salah satu judulnya yaitu Eco-chic, dan banyak lagi yang lainnya.

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, saya membaca buku ini di perpustakaan tempat saya bekerja. Perpustakaan Stikom tepatnya, perpustakaan kampus yang kabarnya terakreditasi A, karena adanya teknologi, kenyamanan tempat dan koleksi yang cukup lengkap. Berhubung kampus ini adalah kampus berbasis teknologi, informasi dan komputerisasi, jadi afdol banget dong kalau kamu yang suka membaca buku tentang teknologi informasi nongkrong di perpustakaan ini. Perpustakaan ini sampai 3 tingkat loh, lantai 9 jalan masuknya, di lantai 10 ada tempat untuk event tertentu, sedangkan lantai 8 terdapat movie room yang hampir tiap minggu menayangkan film-film baru yang pastinya bagus banget, dan ada beberapa ruangan private yang bisa digunakan untuk mengerjakan tugas ataupun mengadakan brainstorming dengan teman kelompok. Tempatnya memang cukup nyaman, koleksinya lumayan up to date, dan wifinya kenceng, hehehe, yang penting ijin dulu sih ke resepsionis :D Kapan-kapan mesti mampir loh ke Perpustakaan Stikom :)
Lihat betapa spacious-nya perpustakaan Stikom, yuk yuk mampir :D
Jadi kapan terakhir kali kamu ke perpustakaan ?

Postingan ini diikutsertakan dalam lomba blog Tema "Buku & Internet Sebagai Jendela Informasi Masa Depan !" #SmartfrenCommunity #GPMBTangsel #DigitalLiterasi

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Saturday, December 3, 2016

[CeritaLiam] Liam yang cadel

Assalamualaikum,

Tiba-tiba pengen ngobrolin tentang cadelnya Liam, hehehe, karena menurut saya ini lucu. Saya tau sih masih sangat wajar anak seusia Liam yang baru menginjak 3 tahun masih belum bisa mengucapkan huruf "R", tapi saat beberapa kali ngobrol sama nih anak seru aja gitu, dia udah ngerti misalkan kami meniru ucapannya itu berarti salah, dan saat kami menyebutkan kata yang benar dia akan bilang, "iyaa ituu", hahaha, good boy :D

Misalnya tentang lagu Balonku yang mulai dikenalnya sejak usia 2 tahun, dulu saat menyanyikan lagu tersebut, dia menggunakan kata "kupegang eyak eyak" sebagai pengganti "kupegang erat-erat", sekarang saat pelafalannya lebih baik dia menyanyikannya "kupegang elat-elat" dan saat saya atau suami menirukan kalimat yang sama dengan Liam dia akan langsung bilang, "bukaaan, nggak gituu, kupegang elat-elat!" hahahahaha. Jadinya lucu aja, kami tau maksud Liam adalah "kupegang erat-erat" tapi dia belum bisa menyebutkannya dengan baik. Huruf "R" akan masih ia ganti dengan huruf "L".

Ibu dan Liam selalu bersama :D
Saya pribadi sih nggak pernah membiasakannya dengan kata-kata lucu atau kalimat yang dicadel-cadelkah kalau ngobrol dengan Liam. Kalaupun dia mengucapkannya berbeda, sampai sekarang kami nggak pernah meniru apa yang diucapkannya (sebagai ucapan sehari-hari maksudnya, kalau kami meniru apa yang dilakukannya di waktu-waktu tertentu maksudnya sih untuk lucu-lucuan aja, dan sekedar meyakinkan Liam, nggak tiap hari juga kok, hehehe) Karena sebelum Liam lahir kami sudah teredukasi bahwa hal seperti itu nggak bikin anaknya belajar bahasa yang sebenarnya, Jadi Alhamdulillah anaknya terbiasa dengan bahasa sehari-hari kami.

Barusan baca tentang balita cadel, umumnya mereka cadel sampai usia 5 tahun dan selepas itu wajarnya pengucapannya akan lebih baik karena tingkat kematangan berpikir dan kematangan sistem syaraf otak untuk mengatur koordinasi motorik otot-otot lidah akan lebih baik dibanding sebelumnya. 

Berhubung Liam masih baru 3 tahun, saya rasa tepat kalau saya suami dan orang-orang rumah harus selalu ingat untuk mengarahkan Liam dengan lebih baik, misalkan saat ia salah pengucapannya kami harus selalu mengkoreksinya dan kalau dia sudah mulai menunjukkan perkembangan walaupun sedikit saja harus kami puji. Kadang karena seringnya kami puji, Liam juga memuji dirinya sendiri kalau melakukan sesuatu yang benar, hahaha. Seperti saat sudah bisa pakai baju sendiri dia mengatakan pada dirinya sendiri, "Liam pintel ya bu" dan akhirnya saya jawab dengan, "Oh iya Liam anak pintar, sudah bisa pakai baju sendiri" dan kemudian Liam saya uyel-uyel, hahaha. 

Menurut saya nggak masalah sih kalau dia sedikit bragging tentang hal-hal kecil yang sudah bisa ia lakukan, karena kepercayaan dirinya akan meningkat saat kita menyetujui apa yang dia lakukan. Namun tetap dalam koridor tertentu, kalau dia salah pasti kami juga nggak membanggakan hal tersebut sih :D

Pokoknya PR buat kami orang tuanya adalah selalu ngomong yang baik sama dia, pengucapan yang baik, bahasa yang baik dan memberikan contoh yang baik padanya. Benih yang kita tanam dan rawat insyaAllah akan tumbuh sesuai dengan perawatan yang kita berikan :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Thursday, December 1, 2016

Good morning, December

Assalamualaikum,

Wow, kok sudah Desember aja sih, rasanya masih kapan hari tahun 2016 dimulai, sekarang udah mau berakhir aja. 

Alhamdulillah beberapa waktu ini mulai rajin nulis di blog lagi, karena sayang aja sih ya, saya sudah bayar domainnya per tahun tapi saya biarin mangkrak berbulan-bulan. Ya mungkin beberapa waktu bisa saya gunakan untuk menambah penghasilan, atau sekedar mencetak sejarah aja, yang penting bisa digunakan dengan baik lah ya :D
Bu dosen yang rajin selfie di pintu lift kampus, hahahaha
Desember ini juga adalah bulan terakhir saya ngajar di semester ini sebelum Januari nanti sudah masuk ke minggu UAS. Akan dimulai deh minggu-minggu "nganggur" gara-gara saya akan jarang ke kampus, hehehe. Dasar dosen kontrakan, jadinya musiman banget deh datang ke kantor :p 

Semoga nanti waktunya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya agar lebih produktif, entah menciptakan karya baru ataupun tulisan baru, duh lupa banget kalau pr-nya masih banyak deh ya, dan bulan depan udah ganti tahun aja, hiks, berasa sangat-sangat kurang produktif tahun ini. 

Eh ini masih awal Desember dan sudah mikir mau bikin resolusi aja, hahaha. Anyway, saya lagi pengen hunting-hunting lomba blog nih, supaya lebih terasah jari-jarinya untuk ngetik di tuts keyboard, hehehe, semoga istiqomah deh yaaa.

Semoga Desember saya lebih bermanfaat, kalau Desembermu rencananya bagaimana ? 

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Thursday, November 24, 2016

Just watch : Fantastic Beast and where to find them

Assalamualaikum,

Hari ini akhirnya saya mendapat kesempatan untuk nonton bioskop lagiii, hahaha, terakhir kali saya nonton itu saat Liam berumur setahunan gitu, walaupun cukup tega juga sih, kalau nonton itu kami harus menitipkan Liam ke daycare dulu, hehehe, ya bersyukurlah bagi yang anaknya ada yang jagain di rumah yaaa :D

Setelah pesan tiket via aplikasi ojek itu loh, kami akhirnya menginjakkan kaki pertama kali ke bioskop CGV Blitz yang baru satu-satunya di Surabaya itu, yang mallnya juga baru, Marvell City Surabaya. Pagi banget kami datangnya, karena memang menonton jadwal yang paling pagi, secara siang saya ada acara dan sore suami kerja, balada mencari jadwal, hahaha.

Ini kalau bukan karena ceritanya dibuat oleh JK Rowling kami nggak akan mungkin juga ngebet nonton. Bukan kami ding, saya, hahaha, karena suami sih ikut-ikut saja. 
Tiket via self ticketing
Iyap, Fantastic beast and where to find them!
Kalau ada yang nggak tau, sebenarnya film ini tidak terinpirasi dari sebuah buku cerita atau novel, tapi dari Ensiklopedia makhluk-makhluk ajaib di negeri sihir yang dikarang oleh si tokoh, Newton Scamander (yang tetap adalah tokoh rekaan dari JK Rowling juga, sih) Jadi karena tidak adanya cerita tertentu, tentu saja itu akan meminimalisir ekspektasi kita yang gimana-gimana gitu kan kalau kita sudah baca novel dan kemudian novelnya difilmkan, eh ternyata kok kurang ini itu.  

Jadi bagaimana menurut saya film ini ?

Hmm, sebenarnya saya cukup terganggu, terganggu dengan anak-anak SMA yang duduk di sebelah saya yang berisik banget ngomentarin tokoh-tokohnya, oh my God, bikin nggak konsen dan pengen sentil satu-satu deh, hehehe. Maaf ya dek, sepulang saya nonton saya baru sadar, saat saya sudah mengenal Harry Potter kalian bahkan baru lahir xD

Balik ke filmnya, filmnya bagus, sangat menarik, seru pula, bikin pengen baca bukunya lagi dan kenal dengan makhluk-makhluk ajaib lainnya yang di film ini sayangnya hanya diperlihatkan beberapa. Eddie Redmayne tentu saja bermain sangat luar biasa di film ini memerankan sosok yang nerdy, yang kayaknya hampir di semua filmnya dia jadi tokoh nerd ya, wajah nggak bisa nipu sih ya :p. Dan Ezra Miller nampak sangat berbeda di film ini, nampak sangat mirip dengan tokoh-tokoh remaja kerasukan macam di film Omen gitu, hahahaha (padahal nonton Omen aja nggak berani)
Taken from HERE
Kabarnya sih memang akan ada sekuel dari Fantastic Beast ini lagi (coba cek IMDB deh ya), kalau nanti sudah publish tentu saja kami akan nonton lagi, karena pasti ceritanya lebih kompleks plus dengan tokoh-tokoh yang lebih beragam. Anything for JK Rowling deh :D 

Jadi kalian sudah  nonton ? Gimana menurut kalian ? 

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Tuesday, November 22, 2016

Can't help to buy a new lipstick!

Assalamualaikum,

You know, harusnya suami saya itu bersyukur banget kalau dia menikahi saya 4 tahun yang lalu, dimana 4 tahun yang lalu saya bahkan nggak peduli dengan penampilan muka saya. Ya, sedikit pakai bedak dan alis yang nggak rapi-rapi amat sih waktu itu, tapi jauh banget deh dari bebenah. Jadi bayangkan kalau ia baru bertemu saya saat ini, disaat saya demen banget perawatan muka plus dandan, hahaha.

Bayangkan betapa dia males banget harus beli seserahan make up merek NYX lah, Wardah lah, Jordana lah, Rollover Reaction, BLP, Emima, Mizzu, The Balm, Ofra, Girlactick, Huda Beauty, Kylie haiissh yang terakhir ini kemahalan, nggak bakalan mungkin juga kali diijinin beli, seharga nyewa baju kawinan ya waktu itu, hahahaha. Empat tahun lalu, saya cuma tau satu make up, Revlon, itupun gara-gara dapat lungsuran dari Ibu saya. Sungguh bukan prioritas utama deh. 

Tapi emang nggak semua elemen make up sih yang saya pakai, 3 penunjang bagi wajah saya, pertama pastinya pensil alis (it's a MUST) alis saya nggak bisa banget deh dibohongin tipisnya, hahaha, lalu eyeliner, kalau eyeshadow habis, eyeliner adalah pertolongan pertama bikin mata kita terlihat muncul, dan lipstick. Yes, lipstick, seperti judulnya, saya hampir 2 tahun ini "rajin" membeli lipstick, like oh my God ... 2 bulan sekali ada kali beli lipstick, yang kadang, kadang sih sekali beli bisa 2-3 warna, hehehe, konsumtif banget sih bagi saya. Karena saya bukan beauty blogger yang harus review lipstick ini itu dalam waktu mingguan.

Bahkan masih ada beberapa lipstick yang mangkrak di meja rias saya, dan saya merasa merugi, huhuhu. Suatu saat saya share di blog aja beberapa lipstick yang pengen saya lego, hehehehe mak-mak perhitungan deh ya.


Lipstick yang hampir selalu ada di pouch saya
Gini ini kalau follow temen yang demen banget pakai lipstick dan follow beauty blogger yang rekomendasinya ciamik banget, seperti contohnya Suhay Salim dan Rachel Goddard tuh, beuh kulit eksotis Indonesianya kan bikin merasa kalau kita pakai lipstick-lipstick itu cocok banget sama kulit kita, hehehe. Dan bagi saya melihat postingan-postingan review lipstick itu, memesan di salah satu toko online kecantikan, menunggu kiriman lipstick-lipstick itu, menerimanya dari mas-mas 'pakeeeet' di siang hari, membuka kotaknya, menyentuh lipsticknya dan memulaskannya di bibir, duuuuh itu bikin stress menurun dengan dahsyat, hahaha, lebay ya gue, tapi saya sering merasa begitu sih. 

Untungnya kok keimpulsifan membeli lipstick itu saat saya baru gajian, hahaha. Salah banget ya kalau lihat sesuatu yang bikin kita mupeng di awal bulan, bikin kosong deh simpenan yang baru aja dimasukkin ke bank, ouch. Another konsumtif posts, hahaha. 

Jadi suami saya, kalau dirimu membaca ini, sabar-sabar ya kalau tiba-tiba menyadari kalau istrimu yang mungil cantik dan mempesona ini sudah memenuhi meja rias dengan berbagai lipstick berbagai ukuran dan warna yang nggak jauh beda, please jangan bilang itu pemborosan, karena beli lipstick itu antistress xD

Jadi beli lipstick apa bulan depan yaaa, dududududu ....

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Friday, November 18, 2016

My kind of skincare

Disclaimer : postingan ini bukan promosi atau mendiskreditkan produk tertentu, pure karena saya ingin membuat testimonial dan review saja :)

Assalamualaikum, 

Hari ini saya akan coba ngomongin soal skincare. 

Terus terang saya orang yang suka coba-coba. Hal yang sebenarnya kurang disarankan kalau itu berhubungan dengan tubuh kita sebagai manusia. Ada yang bilang harusnya semua konsultasikan dulu dengan dokter. Well, saya sepertinya tipe trial and error, hehehe.

Beberapa tahun lalu, sepertinya 5-6 tahun yang lalu saya mulai concern sama perawatan muka. Melihat di usia saya yang mulai menginjak 25 tahun waktu itu beberapa masalah wajah mulai muncul. Wajah saya sebenarnya tidak mudah berjerawat sih, tapi saya sedikit bermasalah dengan noda hitam, dan setiap saya coba skin care tertentu, "menghilangkan noda hitam" adalah patokan saya.

Awal coba-coba skincare saya disarankan teman saya yang sudah berlangganan di dokter kulit di daerah Mayjen Sungkono Surabaya, lumayan bertahan setahunan sepertinya. Tapi saya berhenti kesana lagi karena sepertinya saya punya masalah jerawat setelah menggunakan produk tersebut.


Lalu saya berhenti pakai skincare apapun selain sabun muka, itupun sabun muka yang dijual bebas di pasaran. Dan niat untuk terus merawat muka, berhenti di tengah jalan.

Awal-awal nikah saya nggak pernah pakai skincare, sabun muka juga enggak. Setelah dipikir-pikir, mungkin saat itu saya sedang hamil, jadi hormonnya bagus banget, bikin kulit kinclong dan rambut ciamik, hehehe.

Menginjak usia 30, saya mikir lagi, gara-gara mikir kerutan-kerutan mulai muncul deh, hahaha, gak ding. Tapi, seingat saya, dahi saya mulai terlihat wrinkle waktu itu. Saya sedikit khawatir, akhirnya saya coba berlangganan produk skincarenya kosmetik berinisial O, produk Swedia itu loh. Sempat nggak cocok dengan dua produknya saat itu, iya, saya coba-coba, hehehe, harusnya nggak boleh ya. 

Ketauan juga akhirnya kalau kulit saya ternyata kering banget. Saya coba beberapa bulan dan saya mutung lagi. Tapi toh saya masih pake produk-produk mereka kecuali skincare-nya.

Terakhir, saya tertarik pada produk yang teman saya share dan jual di facebooknya beberapa waktu lalu. Klaimnya sih produknya herbal dan produk lokal Indonesia. Dari foto-foto testimonialnya sih meyakinkan ya. Tapi yang membuat saya lebih tertarik sih faktor karena ini herbal dan katanya produk lokal apalagi Indonesia, pasti risetnya nggak jauh-jauh dari kulit orang Asia khususnya Indonesia. Jadi akhirnya saya memutuskan untuk pindah ke produk ini. Hampir 3 bulan pemakaian, nggak ngecek banget pake foto before and after, tapi saya sih cukup yakin kalau kulit wajah saya makin cerah ya. Walaupun kalau patokan saya noda hitam hilang ya belum ilang juga sih, hahaha. Tapi komedo juga gak nongol dan kulit emang kerasa lebih kenyal.

So I might say, produk ini recommended untuk kulit kering yang sedikit sensitif macam saya. Varian yang saya pakai saat ini dari produk mereka antara lain Sabun muka (kopi), pembersih wajah (semacam toner), krim pagi dan malam (untuk kulit sensitif), yang jujur pricy banget harganya untuk ukuran cuma beberapa mg, huhuhu. Dan terakhir, saya coba serum wajahnya yang wow enak banget di kulit. 

Nama produknya Batrisyia anyway dan sepertinya saya cukup yakin dengan produk ini. Dan berharap harganya nggak akan naik dengan signifikan, hehehe. Agak menguras dompet apalagi krim-krimnya itu. Tapi ada harga ada rupa kan ya 😁😁😁
Nah begini nih penampakan kemasannya
Sedikit review, mungkin kalau dilihat dari sisi kemasan terlihat agak "murahan" sih ya, hehehe, ini saya ambil pendapat saya dari sisi seorang desainer sih. Lalu kemasan untuk minyak kelapa atau vco-nya minyaknya sering bocor dari kemasannya. Tapi menurut saya cukup compact untuk dipakai secara rutin. Intinya bikin nggak males ngerawat muka sih. Yah, nggak pa-pa, ntar kalo kemasannya ganti harganya jadi lebih mahal dong, hahaha, mak-mak perhitungan banget sih sayaaah.

Jadi semoga saya nggak akan pindah-pindah skincare lagi, dan tujuan saya untuk bikin noda hitam di pipi saya hilang bisa terealisasi 😁😁 Setidaknya kulit saya lebih sehat dengan cara yang (menurut saya) sehat.
Selfie dengan muka yang cerah bersinar tralalalalalaaa ....

Saya nggak tau, selfie saya jadi terlihat lumayan cerah sih nowadays, jadi mikir mungkin faktor saya pakai produk ini, hihihi, kinclong kan buuk, mau coba, gih hubungi salah satu teman saya yang jualan produk ini.
Shefti   : 083871728326
Tutut    : 085733991100

Jadi apa skincare-mu ? 😊😊😊

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum

Thursday, November 17, 2016

Plan : Piknik asik murah meriah ke Bandung

Assalamualaikum,

Duuh, udah lama nggak piknik, mungkin saya sering marah-marah juga gara-gara kurang piknik kali ya, hahaha.
Kalau kata psikolog sih saat pikiran kita relax, kita jadi lebih sehat, lebih bahagia dan berpikir positif pada banyak hal. Hore banget kayaknya, hihihi, jadi pengen jawil suami kaaan.
Anyway, saya sering sih ngecek situs-situs traveling, pilihan pertama saya selalu traveloka duluan, mungkin faktor tagline-nya selalu terngiang di otak saya, “ Traveloka dulu, ...”  yang lain kemudian, hahaha. Sip banget tuh advertising agency-nya bikin tagline.

Ngomong-ngomong soal piknik, kalau ada waktu saya nggak mau jauh-jauh dulu ke luar negeri kok, Bandung akan jadi salah satu pilihan saya. Why? karena saya jarang ke Bandung, hehehe, bisa dihitung dengan jari banget deh pengalaman saya jalan-jalan ke kota yang satu ini. Terakhir kesana 5 tahun yang lalu saat pernikahan kakak dari kakak ipar saya, lama ya bok. Tapi entah kenapa saya selalu kangen untuk kembali lagi. Karena hellow, disana banyak banget destinasi wisata yang bisa diexplore. Nggak cuma wisata pemandangan, kuliner, pendidikan, sejarah dan tentu saja budaya.

Dan Bandung gitu loh, siapa tau saat saya jalan-jalan kesana eh ketemu Kang Emil yang lagi blusukan ke tempat yang kebetulan saya tuju, boleh dong salaman, selfie dan minta nasihat percintaan, halah, hahaha.

Urusan menginap di Bandung ? Hmm, saya nggak perlu khawatir sepertinya, pilihan hotel di Bandung itu banyak, eh bukan banyak, buanyaaaaaaak, hahaha. Secara Bandung termasuk destinasi wisata, pasti membuat banyak pengembang mengembangkan properti berupa hotel disana. Mau pilih yang dari harga 200ribu sampai puluhan jutapun pasti banyak. Cari di Traveloka pasti cepet banget deh, tinggal cari hotel dengan kisaran harga yang diinginkan, bluuf, ratusan hotel terpampang nyata disana.

Idea’s hotel Bandung bisa jadi pilihan yang tepat nih buat kami untuk menginap nanti, selain tempatnya strategis, harganya juga sangat terjangkau. Ada wifi, internet di dalam kamar, parkiran luas, sarapan yang enak, kayaknya merupakan tempat yang bisa banget jadi pilihan terbaik untuk wisatawan berbudget rendah macam kami, hahaha.
https://www.traveloka.com/hotel/indonesia/ideas-hotel-bandung-3000010003286
Pilihan kami manapun nantinya semuanya bisa dipilih di Traveloka, harganya pasti lebih terjangkau dibanding kami pesan langsung ke hotelnya dan kalau saya ragu dengan pilihan pertama masih banyak pilihan lain yang bisa kami tuju, simple.

Berhubung saya dan suami juga suka wisata sejarah, ke Bandung tak lengkap rasanya, jika tidak mengunjungi museum Konferensi Asia Afrika atau museum KAA. Museum Konferensi Asia Afrika adalah salah satu saksi bersejarah mengenai kiprah Indonesia di dalam kancah politik luar negeri. Dahulunya tempat ini adalah tempat berlangsungnya konferensi bertaraf International pada tanggal 18 – 24 April 1955  setelah sepuluh tahun Indonesia merdeka.
www.indonesiakaya.com
Kesuksesan konfrensi Asia Afrika tersebut membuat semakin besar semangat untuk terus mengibarkan nama Indonesia di ranah internasional. Untuk mengabadikan momen bersejarah itu Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H.,LL.M. menggagas ide untuk menjadikan tempat tersebut sebagai museu, maka dibangunlah museum Konferensi Asia Afrika. Sebagai catatan saya, Museum Konferensi Asia Afrika terletak di jalan Asia Afrika No. 65 Bandung, Jawa Barat.

Selain museum Asia Afrika, ada beberapa museum menarik lagi di Bandung, antara lain

(1) Museum Barli. Museum Barli didirikan oleh seorang maestro seni lukis realis yang bernama Barli Sasmitawinata. Di museum ini selain kita dapat melihat berbagai macam hasil lukisan kita juga akan menjumpai berbagai acara tentang seni lukis, karena tempat ini sering dijadikan berbagai kegiatan seni.Selain itu kita dapat menjupai banyak koleksi mainan era 1980an. Mainan yang di pamerkan di museum Barli seperti komik era 80an, mainan plastic, nintendo, gamebot dan masih banyak lagi. Wah pasti saya dan suami akan bernostagia dengan semua mainan yang ada di museum Barli. Museum Barli terletak di jalan Prof. Ir. Sutami No. 91, Sukasari Bandung
https://plus.google.com/112332275608353443245
(2) Museum Sri Baduga, yang berisi sejarah kota Bandung dengan berbagai koleksi replika, maket dan foto-foto sejarah, yang terletak di jalan  Jalan BKR No. 185, Bandung.

(2) Museum Geologi, yang berisi informasi tentang sistem tata surya, geologi Indonesia, fosil manusia purba, berbagai jenis bebatuan, aktifitas gunung berapi di Indonesia, dan berbagai informasi informasi penting lainnya. Museum yang hampir mirip dengan museum yang pernah kami kunjungi di Sragen,kampung halaman suami saya, hehehe. Museum Geologi beralamat di, Jalan Diponegoro No. 57 Bandung.

(3) Museum Pos Indonesia, sepertinya museum yang ini menarik, ada tiga kategori dari koleksi museum di sini antara lain koleksi sejarah, koleksi peralatan dan koleksi filateli, kalau ada yang nggak tau filateli itu adalah seni mengkoleksi perangko, hehehe. Disana kita juga juga akan menemukan benda-benda pos seperti sepeda jadul onthel Pak Pos, timbangan surat, dan berbagai peralatan pos lainnya yang dipakai saat jaman kemerdekaan hingga menjadi memori yang luar biasa sekarang J Lokasi museum pos Indonesia berada di, Jalan Cilaki No. 47, Bandung.

Cukup museumnya, gimana dengan kuliner, waaah, di Bandung pasti banyak banget dong wisata kuliner. Tapi ada satu tempat menarik bernama Paskal Food Market, kita bisa mencicipi kuliner khas Bandung disana. Lokasinya yang tidak begitu jauh dengan pusat kota membuat Paskal food market menjadi tempat favorit para pemburu kuliner di Bandung loh. Di tempat ini katanya banyak menyediakan berbagai menu khas Bandung sampai menu makanan luar negri. 
www.anekatempatwisata.com
Konsep paskal food market pun tidak kalah menarik, desain outdoor dengan hiasan kolam yang berada di tengah paskal food market beserta lampu pijar membuat tempat ini menjadi romantic pada saat di malam hari. Selain itu di tempat ini juga disediakan live music. Dan yang paling penting, harganya terjangkau, daripada kita ngafe-ngafelucu tapi nggak ada budget ke situ ya mending di sini kan :D

Hmmm, cukup deh ngetik-ngetiknya, sudah saatnya menyampaikan “proposal” ini ke Pak Suami, kira-kira kapan ya kita berangkat ke Bandung, hehehe.

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Bad habit : Angry and yelling

Assalamualaikum,

Saya jadi sering sedih karena Liam. Bukan karena Liam sakit atau apa, tapi karena saya jadi sering marah padanya. I'm not a perfect mom of course, saya bisa marah, dan kalau saya marah pada Liam endingnya saya merasa jadi the worst mom ever! Kalau sudah reda saya ciumin dia, minta maaf endesbre-endesbre, tapiii ... dia kan sudah kadung sakit hati, hiks jahat kan jadinya. 

Bukan berarti nggak beralasan juga sih marahnya, yes, bagaimanapun juga ada bagian dimana Liam salah, entah dia nggak mengikuti aturan, dia menggunakan kata-kata yang buruk dan paling sering itu dia lakukan hal yang bagi saya jelek, tapi merasa menang karena uti akungnya membela. Heish, furious banget rasanya. 

Taken from Here
Tapi memang saya sering lupa, banyak part yang Liam belum ngerti, masih perlu dibimbing, masih perlu diingatkan dengan rasa kasih sayang, bukan dengan membentak. 

Kalau sudah masa contemplating gini paling sering baca artikel parenting, mencari pembenaran bukan hanya saya sendiri yang menghadapi hal tersebut. True, memang banyak sih Ibu-ibu tipe saya ini. Tipe moody, kurang sabar dan merasa bersalah setelah memarahi, merasa walaupun banyak melihat teori parenting tetep aja nggak bisa handle the emotion. 

Tapi kok ya tetep aja ada masa-masanya saya lupa pada teori-teori itu, lupa kalau anak kita itu manusia, yang kalau dibentak pasti rasanya membekas di ingatan. Lupa karena kita merasa lebih berkuasa, lebih besar, lebih tua, lebih tau, lebih blablablabla, dem ...  hiks, maaf jadi drama banget. 

Postingan ini reminder aja buat saya, kalau harus selalu berkepala dingin saat menghadapi anak yang di waktu-waktu tertentu tidak sesuai dengan keinginan kita. Akan selalu ingat mengucapkan Astaghfirullah, akan selalu ingat seabreg teori-teori parenting itu, dan akan selalu mengucapkan kalimat-kalimat yang positif, yang membentuk good habit dalam diri saya, hingga tertular pada Liam sampai Liam besar nanti. Aamiin. 

I'm sorry kiddo, your Mom is just an ordinary human.

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Monday, November 14, 2016

Buku anak-anak lokal vs buku anak-anak import

Assalamualaikum,

Jadi pengen ngebahas ini, gara-gara baru sadar saya mulai menumpuk buku-buku buat Liam yang most of them belum kebaca. Tapi ya sudahlah, investasi kok, hei kalo buku itu bukan pembenaran kok, hehehe.

Beberapa waktu lalu kan ada sale buku terbesar di Indonesia tuh, yang judulnya Big Bad Wolf atau Serigala Besar yang Nakal, yang dihelat di Surabaya setelah beberapa bulan sebelumnya sudah diadakan di Jakarta. Saya nggak sia-siain kesempatan dong untuk kesana dan ngubek-ngubek tumpukan buku demi dapat buku import dengan harga yang lebih reasonable, walaupun most of them di atas 50ribu juga sih *basuh peluh*. Tapi yah kalau udah mikir buku import pasti mahal kan, jadi worth it lah membeli beberapa buku di sana. Total kerusakan dompet saya adalah 700 ribu, dapat 8 buku, rata-rata harganya 80-90ribuan lah ya. Untuk buku import yang kalau di luaran sana bisa 250ribu sendiri ini sangat worth it. Amaze aja sama banyak orang lain yang bisa beli sampai puluhan buku, entah dijual atau ya buat sendiri, ya rejekinya lebih luas kali ya, hahahaha, iri deh guweh. 
Buku-buku yang kebeli di BBW, masih ada dua yang belum kefoto
Hampir semua buku-buku tersebut memiliki kualitas kertas yang bagus, cerita atau konsep yang menarik dan warna yang terang. Herannya emang buku-buku seperti ini di Indonesia masih sangat jarang. 

Tahun lalu saya juga sempat ikut arisan buku dari salah satu produk penerbitan Indonesia, buku lokal berarti kan, dan ternyata buku-buku lokal untuk anak-anak sekarang ada juga yang bagus-bagus. Saya beli sepaket buku seharga 2juta something gitu (arisan loh yaaa, jadi bayarnya nyicil per bulan gitu tanpa bunga, hehehe), sepaket ada 25 judul buku, yang kesemuanya pake hardcover yang per halamannya juga pake duplek yang lumayan tebal. Plus bonus 3 boneka tangan yang didapatkan gratis dari paket tersebut. Alhamdulillah Liam juga sudah mulai tertarik untuk membuka buku-buku tersebut, dan mendengar ceritanya dari saya.

Tapi saya juga punya beberapa buku anak-anak lokal yang saya beli dari penerbitan lain, yang memang kalau dibandingkan dengan buku import kualitas kertasnya nggak oke. 

Jadi, intinya semua itu ada harga ada rupa, buku lokal kualitas bagus kalau mau bukunya nggak cepet disobek-sobek sama anak balita ya harganya pasti lebih mahal. Apalagi buku berfitur pop up ataupun ada suaranya, jauh lebih mahal pastinya. Dan di penerbitan Indonesia masih jarang yang begitu.

Berhubung mahasiswa saya beberapa membuat buku cerita yang memiliki fitur tertentu untuk tugas akhirnya, saya jadi pengen encourage mereka untuk buat yang luar biasa menarik, jadi kalau bukunya jadi saya mungkin bisa dikasih, hahaha *maumu buuuuk*

Saya juga sedang tertarik pada dua produk buku lokal yang kualitas cerita dan sepertinya kualitas kertasnya juga oke, namanya Rabbit Hole di ig @rabbitholeid dan dari Impian Studio di ig @impianstudio, aaaak, pengen beli semuaaah .... gimana ini, isi postingannya kok pengen beli ini itu mulu ya, hahahaha.
Ini salah satu karyanya @impianstudio ambil dari http://impianstudio.blogspot.com

Yang ini @rabbitholeid diambil dari facebooknya https://www.facebook.com/RabbitHoleId/
Tapi, sebenarnya semua balik lagi tergantung orang tuanya mengenalkan buku pada anak sih, walaupun kita sudah beli banyak buku tapi endingnya bukunya cuma untuk hiasan di lemari aja ya percuma gila, hehehe. 

Liam sendiri sepertinya belum jadi tipe pembaca dan melihat gambar dengan tekun, dia lebih suka aktivitas fisik, jadi maknya ini kudu sabar untuk mengenalkan dan mengenalkan lagi. Semoga dia gedenya jadi pembaca yang baik, sesuai dengan nama depannya, Qori, hehehe. 


I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Sunday, November 13, 2016

Konsumtif !

Assalamualaikum,

Saya pernah mention nggak ya kalau saya orang yang sangat-sangat sulit memanage keuangan saya. Merasa bukan Ibu rumah tangga yang baik deh kalau nabung sebulan aja gak bisa banyak. Justru kalau saya nggak kerja saya lebih ngirit, hahaha, tapi karena saya sekarang kerja dengan jadwal yang lebih banyak (walaupun nggak 8-5 tiap hari juga sih), alhamdulillah dapat penghasilan yang cukup dibanding semester kemarin. Nggak mungkin lah nggak disyukuri, bayangannya bisa nabung lebih banyak kan. Tapiiii ... why oh why saya belum bisa membatasi keinginan pribadi saya untuk beli ini itu. Ouuh jadi inget postingan saya tentang termudahkan teknologi, hahaha, gara-gara teknologi beli apapun sekarang gampang banget. 

Liat aja awal bulan saya sempat-sempatnya beli lipstick, iyaaaa, lipstick, yang sebenernya lipstick saya bejibun (walaupun nggak sebejibun beauty blogger yang lipstick junkie juga sih, pembenaran) Gara-garanya saya melihat si Lizzie Parra pakai lipstick Rollover Reaction di snapchat, adoooh, ampun deh follower banget gueh, hahahaha.

Tuh Rollover Reaction yang kebeli kemaren, aduh, gimana ya, cantik sih saya pake lipen itu, aaak, sadis ini sadis, nggak boleh sering-sering
Terus dalam seminggu saya bisa loh 3-4 kali ke supermarket depan rumah, dengan pengeluaran yang nggak main-main, yang kadang sih emang reasonable alasan saya kesananya, misalnya beli susu uht-nya Liam atau beli sop-sop'an dimana kalau saya berangkat pagi saya nggak mungkin bisa ke pasar. Tapi kadang ada aja gitu keinginan yang bikin budget beli pertamanya segini, tiba-tiba kebeli ini itu yang sungguh nggak seberapa penting, seperti ada promo beli BearBrand Gold Teh putih favorit saya, beli 3 jadi 19ribu, jadi akhirnya saya beli beli dan beli terus. Gosh, promo itu membunuh dompet saya, hahaha. Kalian pasti pernah kayak gitu juga kaaaan ? kan kan ? Nyari temen deh xD

Emang kok kalau penghasilan kita lebih banyak, kayak ada yang bisikin terus untuk mengeluarkan uang lebih banyak lagi. Haduh, semoga ke depannya bisa sering mawas diri deh untuk nggak beli hal-hal yang nggak dibutuhkan. Kayak duit ngambil dari tempat sampah aja, Fen :(

Nabung-nabung, beli RD, infaq-infaq, biar barokaaaah ... :D :D :D

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Thursday, November 10, 2016

10.11.16

Assalamualaikum,

Ya ampun banget, udah lama nggak post di blog. Sebenarnya sering buka, tapi kalau di depan layar tiba-tiba blank mau ngomong apaan. Atau tiba-tiba ketika sudah nulis setengah paragraf, kepikiran kalau penting nggak sih hal-hal seperti itu dibahas di blog. Hehehe, saya sekarang jadi selektif banget kalau mau nulis macem-macem, nggak senyerocos dulu kali ya. Banyak pertimbangan yang membuat saya akhirnya suka batal nulis, entah kepikiran kalau bisa aja dibaca keluarga, dibaca mahasiswa saya, dibaca orang asing yang suka kepo, hihihi, lah siapa saya emangnya ya.

Sekarang saja saat saya menulis postingan ini, saya menghapus dua paragraf sangking ragunya, hahaha. Kebiasaan nulis satu kalimat di sosmed ini kayaknya ya.

Anyway, today are my 4th wedding anniversary with my husband. Sudah empat tahun aja, it seems like yesterday ;p deg-deg'annya, lempar-lempar berasnya, dandan-dandannya. Alhamdulillah kemudahan selalu menyertai, semoga apapun di depan kami selalu bisa menghadapi bersama dan solid :) 

Harapannya banyak, salah satunya adalah rencana hamil lagi, semoga dimudahkah Allah :) 

Kami, 4 tahun yang lalu :)
So sorry untuk postingan kurang berisi ini :D

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Wednesday, August 31, 2016

#CeritaLiam Liam's turns three

Assalamualaikum,

Anakku sudah 3 tahun aja siiih, hahaha, time flies like an arrow

Tanggal 29 Agustus kemarin, saya dan suami merayakan ulang tahun Liam ke 3 secara sederhana, sederhana itu ya di rumah aja, ngorder pizza double box sebagai pengganti birthday cake, yang saya tau Liam nggak akan mungkin doyan. Dia seperti balita lain pecinta rasa gurih dibanding cake yang manis-manis gitu. Jadi daripada beli cake dengan topping yang keren tapi kuenya nggak dimakan ya dipastikan aja pesan pizza, hehehe. 

Si dahi lebar kayak Ibunya, hahaha, plus balon angka 3 dan Pizza double box
Saya dan suami seperti semua orang tua lain pastinya berharap anak kami tumbuh dengan sehat, pintar dan sholeh, dengan plus-plus yang lain, yang kami sadari doa seperti itu juga butuh usaha dari orang tua yang plus-plus, sebuah tanaman tidak akan tumbuh sempurna jika tidak dipupuk dengan pupuk yang benar dan media tanam yang baik kan, aiih bahasa gue bahasa urban farming banget, hahaha

Liam hari ini adalah balita yang kadang menyenangkan, sering menyebalkan, hahaha, c'mon, nggak setiap hari seorang balita bisa manis-manis dengan kita, mencium dan memeluk kita tanpa sebab, nurut apa yang kita minta. Dia juga sering berantakin barang, susah diajak mandi, tapi kalau sudah mandi nggak mau selesai main air, looove to play outside yang membuat aroma tubuhnya kecut-kecut piye gitu, hahaha, dan mem-ban-tah! 

Ouch, balita tiga tahun itu ternyata sudah bisa membantah, sulit diberitahu, mengiya-iyakan saat kita meminta sesuatu. Tapi ia melakukan lagi apa yang kami larang. Mereka juga pendengar dan peniru yang baik. Karena bisa jadi sesuatu yang kita katakan tanpa sengaja bisa nempel terus di otaknya dan akan ia ulangi entah beberapa hari kemudian. Bikin kita agak was-was bisa jadi kita salah ngomong, iya nggak sih ? 

But we looooooveee hiiim soooo much, kami bangga dengan kelebihan-kelebihan kecil yang sudah bisa Liam tunjukkan, sudah bisa menyanyi walaupun bagian belakang-belakang kata-katanya aja, hihihi, sudah lebih berani bertemu orang walaupun harus pemanasan sejam lebih dulu, sudah bisa pipis dan pup di kamar mandi, sudah full lepas popok, makannya lebih banyak setelah lepas dot, rajin sholat maghrib ke mesjid dengan akungnya, mengenal banyak bentuk, kata, ungkapan dan belajar menghargai orang lain, dan banyak hal-hal kecil yang sudah kami tunjukkan padanya yang tanpa sadar membuatnya belajar menjadi anak yang lebih pintar dan lebih baik. 
Yaaay, tigaaaa, difoto bapak :D
Traktir Uti dan Akung :D
Saya sebagai Ibu sering sih merasa takut tidak bisa mengajarkannya dengan baik, sooo intimidated pada banyak Ibu yang "pencitraan"nya perfect banget di berbagai sosmed, hahaha. Yes, saya seharusnya nggak peduli, saya tau itu beberapa, mungkin cuma pencitraan, sayapun kadang pencitraan sih, hahaha, walaupun nggak bilang, Liam sudah bisa ini sudah bisa itu Liam hebat dalam ini dan itu, di setiap postingan instagram, snapchat ataupun facebook. eh tapi saya barusan posting di blog ya, hahahaha, ya sekali dua kali lah ya, milestonenya emang sudah bener toh ya, lainnya hanya foto kebersamaan :). Ah ya sudahlah. Harus berpikiran positif untuk banyak hal ya, PR banget buat saya :)

Langkah Liam selanjutnya sudah pasti sekolah, saya sudah mencari beberapa opsi dan sudah sreg sama salah satu sekolah yang dekat dengan rumah. Semoga sekolahnya baik buat Liam dan menjadi perekat buat kami juga, bukan hanya sekedar tempat penitipan lain saat saya bekerja :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Friday, August 19, 2016

#ceritaliam Toilet Training (part 2) + Menyapih dot

Assalamualaikum,

Melanjutkan bahasan toilet training Liam beberapa bulan yang lalu, kali ini saya akan coba untuk sharing lagi lanjutannya. Ngomongin TT buat anak saya itu prosesnya panjaaaaang bener, sekarangpun juga belum sempurna kok. Sekarang Liam berusia 35 bulan, atau 2 tahun 11 bulan, 2 minggu lagi ultahnya yang ke 3. 

taken from here
Alhamdulillah sekarang lebih baik dibanding beberapa bulan lalu yang lumayan bikin drama ngepel lantai terus, karena anaknya sudah sadar saat harus ke kamar mandi untuk pipis. Kalau soal pup, nah ini masih agak php nih, Jadi hampir sebulan ini Liam sudah mau duduk di toilet extension, yang bikin nepok jidat adalah meskipun dia duduk di atas toilet pupnya dia tahan karena pupnya masih di celana atau popok. Kemarin tanggal 18 Agustus Liam sudah mau loh pup di atas toilet. MashaAllah, rasanya pengen cheering seharian, hehehe, terharu Ibunya T_T. Walaupun hari ini Liam akhirnya pup lagi di celana, huhuhu, yaaa anggap aja proses, belum terbiasa :) 

Sebenarnya nggak ujug ujug anaknya langsung mau, jadi sebulan terakhir saya mulai memasukkan dua video toilet training ke hp saya, yg pertama versi family fun pack (michael usia 2 tahun) dan toilet training orang India gitu, yang kemudian sering ia lihat dan sering kami bahas berdua. Awalnya ya masih belum mau sih ngeplung di kloset, tapi sudah mau duduk di toilet extention. Mungkin karena setiap saya membersihkan popok dan mengucek celana dalamnya yang kena pup, dia akhirnya kasian juga liat Ibunya, hehehe. Selain faktor setiap kali melakukan itu selalu saya jejali dengan wejangan, "Liam udah besar, kalau pup di toilet, kalau pupnya di celana atau popok itu berarti masih bayi". Well, maybe he's bored too. Atau ya memang dia sudah besar, aaawww ... 

Michael toilet training
Sebenarnya progress terbesar juga didapatkan dari proses berbeda dari toilet training yaitu proses menyapih dot. Jadi seminggu terakhir, saya juga mulai intens menyapih Liam dari dot. Iya selama setahun lebih anaknya ngedot, padahal dulu di awal anaknya lahir saya takut aja dia bakalan tersentuh dot lantaran masih ngAsi. Tapi ya sudahlah ya, proses Liam begitu, toh anaknya ngAsi sampai 2 tahun lebih, alhamdulillah. 

Saya perlahan mencoba mulai meminta Liam mengganti botol dotnya dengan gelas atau botol dengan sedotan, dia menolak, jelas lah setahun lebih minum susu soya pake dot dan kemudian diminta untuk tidak menggunakannya lagi bukan perkara mudah. Akhirnya saya mengganti susunya dengan UHT yang langsung disedot dari kemasannya, sangat bersyukur karena sekarang alerginya sudah sangat berkurang, jadi dia bisa meminumnya dan nggak berefek secara jelek langsung ke tubuhnya.
Alhamdulillah dia mau, walaupun setiap akan tidur dia masih meminta, "Bu, minta susu", "Bu, susu lagi" tapi setelah diberi pengertian akhirnya tidak perlu susu di botol dot-pun dia mau tidur. 

Bagaimana hal ini jadi progress yang luar biasa pada TT Liam? Karena pipisnya berkurang drastis saat tidur, setelah tidak minum susu melalui dot. Sehingga saya dengan mudah mentatur dia saat tengah malam dan dia sepertinya lebih bisa menahan rasa ingin buang air kecil-nya. Selain alasan TT, gigi Liam mulai "berantakan" gara-gara masalah dot ini, akhirnya saya dan suami langsung berpikir untuk menghentikan kebiasaannya yang satu ini. Jangan pikir hal ini nggak dikomentarin Ibu saya ya, hehehe, karena yaaa namanya juga nenek ya, kasian liat cucunya susah tidur kalau nggak mendapatkan kenyamanan itu, tapi skakmatnya toh kami orang tuanya bukan Ibu saya :p

Balik lagi ke masalah TT, bersyukur Liam bisa melewati fase ini, masih deg-degan juga sih. Siapa tau tiba-tiba ngompol atau pup di celana lagi (yang ini masih pr sih). Tapi ya namanya juga balita, masih boleh lah melakukan kesalahan-kesalahan itu :). Bagi kami orang tuanya, hal yang menyenangkan setelah proses ini benar benar sukses adalah alokasi dana untuk popok dan susu bubuk liam bisa berkurang. Apalagi tahun depan Liam kami sekolahkan, jadi semoga semua dimudahkan. Aamiiiin
Liam, 2 tahun 11 bulan 19 hari
Intinya sih dalam melakukan toilet training itu adalah kesabaran ya. Setiap anak punya proses dan waktu yang berbeda. Dulu baper juga beberapa anak teman yang sudah lepas dari popok dan pup di toilet saat usia mereka 2,5 tahun bahkan kurang. Sering lihat artikel parenting juga membantu melewati hal tersebut. Kondisi anak kita dengan anak orang lain beda, boleh mencontoh cara mereka mengajarkan anak kita, tapi saat itu tidak berhasil lakukan dengan cara terbaik yang keluarga ini terapkan. 

Semoga saat sekolah nanti nggak banyak drama tentang pipis dan pupnya Liam ya, biar Ibunya tenang dan aman saat di taking care sama orang lain :)

Review dikit, alat alat yang dibutuhkan saat toilet training (menurut maknya Liam nih yaaa) adalah 
1. Toilet extention atau potty seat
taken from here
2. Dingklik atau kursi kecil agar anak bisa menjangkau tingginya toilet. Saya belinya di ace hardware, beli dimana aja bisa sih, pemikiran saya saat itu bisa dilipat, berbahan plastik dan tahan lama :)
3. Alas karet alias perlak, bisa digunakan saat awal2 anak lepas popok, kalau ortunya nggak pede dia masih akan mengompol di atas kasur. Males juga kan kalau nyuci sprei tiap hari atau kasur pesing tralala, hehehe
4. Sprei anti air, nah opsi ini bisa jadi pilihan yang tepat kalau males pake perlak, beli aja sprei anti air, kasur aman dari basah dan pesing :D  
taken from here
Yang tidak saya gunakan, namun bisa jadi opsi lain 
1. Training pants, celana ini setingkat di atas clodi, atau cloth diaper. Katanya bisa dipakai untuk mengajarkan anak memahami arti kebelet pipis tapi tidak langsung ngompol seperti celana biasa. Alasan saya nggak beli adalah karena celana ini mihil, hahaha, pake clodi aja nggak biasa pake sok-sokan beli training pants :D
taken from here
2. Potty trainer, semacam tempat pup yang bentuknya lucu-lucu dan warna warni, kayak bebek-bebekan atau lainnya. Pake potty ini agak riskan ternyata, siapa tau dia lebih terbiasa pup di potty macam ini, dibanding ke kloset langsung. Jadi saya nggak mencoba :D
taken from here

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...