Friday, April 17, 2015

Bersihin sarang laba-laba sambil babbling

Assalamualaikum,

Hai hai, wih lama ya saya nggak posting di blog ini, hihihi, berasa ada yang nunggu aja :p 

Hey mas Ndop, mbak MilaSaid dan mas mbak yang disitu tuh yang lagi baca postingan ini, yang masih nyempetin mampir di blog penuh sarang laba-laba ini, apa kabar kamyuuh? hehehe
Situ saya mention karena yang paling rajin komen :p

Haduh haduh, sudah April ya, terakhir saya posting Januari lalu looh ... lama ya, cyiiin. Maklum deh ya sibuuk ... sibuk posting di Instagram mulu maksudnya, hahaha. Adiktif banget tuh microblog, setdah ...

Jadi mau ngomongin apa kitah ? 
Untuk memulai keniatan saya untuk posting di blog ini, kita ngomongin short biography saya sekarang deh :

Ibu-ibu, baru masuk kepala 3 tahun ini, yang masih terlihat imut (ouh), dengan anak usia hampir 20 bulan, kegiatan tiap harinya dipenuhi dengan ngurus anak, malamnya jadi crafter (yang seringnya terjangkit kemalasan dengan alasan capek), tengah minggu dapet kesempatan "pisah" sebentar dari anak karena harus ngajar di salah satu universitas swasta di Surabaya, yang endingnya mesti nitipin anak di "sekolah" karena di rumah nggak punya rewang yang bisa bantuin saya ngurus anak (susah sekarang cari rewang, iya tho ?), masih berstatus istri jurnalis tentunya, yang mesti siap-siap dengan kegiatan mendadak suami keluar kota :D and etc, etc, etc ...

My life so much fun, though, karena tiap hari dipenuhi kegiatan yang membuat saya harus belajar, ya belajar sabar, belajar bikin pinter anak, belajar ngerti pengennya anak, belajar manage waktu (nah yang ini belum sukses banget nih), belajar manage uang (sering boros, duh), belajar crafting juga, belajar masak, dan lainnya, well ternyata bener banget seorang Ibu dan perempuan itu memang harus multitasking, semua harus bisa dilakukan. 

Menurut saya yang penting banget ya jadi gurunya anak sih, jadi kalau ada salah satu artis dangdut bilang sudah cukup jadi perempuan atau Ibu itu yang penting tau 1+1=2, oh my God, bukannya saya mau menghina tuh artis ya, tapi gimana ya kalau bisa berusaha lebih tinggi dan membuat anak lebih bangga terhadap Ibunya dan lebih bisa pintar karena Ibunya menjadi guru terbaik untuk anaknya, menurut saya itu sebuah pencapaian yang luar biasa. Pasti sering tau dengan meme dari Dian Sastro tentang Ibu cerdas itu kan. Saya, suami dan kadang dengan Ibu saya juga sering membahas ini, contoh terbaik anaknya ya orang tuanya. Secara yang tiap hari sama Liam itu Ibunya ya otomatis Ibunya harus bisa cerdas untuk jadi contoh anaknya, right ? 


Ini dari biografi kenapa endingnya saya membahas Ibu cerdas ya, hahaha, ya maklum saya kan sering terseret situasi xD

Sudah ah, nanti saya coba sering bersihin sarang laba-laba di blog ini deh, sekalian bersihin tampilan dan bersihin spam, hihihi, so see you guys soon, saya mau kerja lagi ...

I think that's all, thank you  

Wassalamualaikum,

5 comments:

  1. buset, kaget gw pas baca tiba2 ada nama gw. tau aja kalo gw bakal kesini, jgn2 fenty lama ga muncul lagi bertapa buat jd dukun ya? hahahaa

    ReplyDelete
  2. setuju bgt dengan mbak dian sastro yang cantik memesona itu :)

    ReplyDelete
  3. Hahaha samaan kita mba Fenty
    *korban instagram

    ReplyDelete
  4. walaupun jadi ibu atau ibu rumah tangga juga tetap harus memikirkan pendidikan .. untuk mengajarkan kepada anaknya

    ReplyDelete
  5. Sesibuk apapun bunda yang bekerja, anak anak tetap menjadi prioritas utama. Karena bagaimanapun juga mereka juga bekerja demi anaknya.

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...