Wednesday, April 30, 2014

Cerita waktu Liam sakit (for the first time)

Assalamualaikum,

Bismillah,

Hai hai, sekarang ceritanya agak mello-mello dikit ye, tapi gak mello-mello amat sih, hehehe, soal Liam yang sakit. Sakitnya sebenernya juga sakit yang biasa dihadapi orang-orang Indonesia di musim pancaroba ini, yaitu flu, pilek dan batuk. Tapi lantaran ini pengalaman pertama saya (dan suami) yang baru punya anak, dan kemudian anak itu sakit, yaaa khawatir dooong.

Jadi inget salah satu scene di game Harvest Moon Back To Nature, dimana kalau tokoh farmernya nikah sama salah satu cewek yang namanya Karen dan kemudian punya anak, terus beberapa waktu setelah si  anak lahir, si anak sakit dan Karen khawatir bukan main, hahaha, that's what we feel. Nyambung aja ya ke game :p

Jadi seminggu yang lalu, tiba-tiba Liam mulai uhuk-uhuk, batuk-batuk sambil membunyikan grok-grok dari tenggorokannya. Aaah, rasanya kasian sekalii. Besok malamnya Liam mulai demam, saya hampir nggak bisa tidur megangin kepalanya, ngusap-ngusap rambut tipisnya, dan menyatukan kepala saya yang adem ke kepalanya, mencoba skin to skin. Tapi belum membuahkan hasil.

Besoknya panasnya semakin tinggi 38.6, akhirnya saya berpikir untuk membawanya ke dokter. Tapi sebenarnya saya cukup ragu untuk membawa ke dokter anak yang biasa kami datangi untuk Liam vaksin. Masalahnya dokter kami nggak pro asi (dan tidak pro RUM sepertinya), takutnya malah dikasih obat yang seharusnya Liam nggak perlu nenggak. 

Iya, saya cukup parno tentang obat-obatan yang diberikan bayi di bawah satu tahun. Kabarnya jika lebih sering diberi obat dan antibiotik, malah lebih sering sakit. Tapi ya, pada akhirnya saya ke dokter itu juga, karena orang rumah sudah khawatir juga ya (ya saya juga sih), dan benar saja Liam diberi 3 obat yang salah satunya yaitu antibiotik. Lalu saya tanya beberapa teman-teman yang punya pengalaman serupa plus browsing via google. 

Pelajaran yang saya temukan adalah, flu, selesma atau common cold adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan itu tidak ada obatnya. Sedangkan antibiotik diberikan untuk membunuh bakteri, dan flu tidak disebabkan oleh bakteri. CMIIW ya para dokter-dokter yang membaca ini. 

Saya bertanya pada dokter yang memeriksa Liam, kenapa dia harus diberi antibiotik, beliau bilang, karena ada radangnya. That's it, tidak dijelaskan kenapa itu radangnya, lalu apa gunanya antibiotik tersebut untuk radangnya. Well, sebagai orang tua jaman sekarang, kita harus lebih cerewet dibanding dokter kan ya, tapi karena saya galau waktu itu akhirnya saya nggak bertanya dan saya cuma menerima obat tersebut, walaupun juga dengan ragu. Lain kali saya akan lebih smart dan nggak ragu dalam bertanya :)

Di rumah, Liam belum getting better, pertama kali minum antibiotik, dia memuntahkan semua asupan yang sudah dia makan sebelumnya. Salah kami sih, memberinya dengan buru-buru, tapi dari itu saya semakin ragu apa perlu semua obat-obat kimia ini ? Karena setelah saya baca artikel blog dari salah seorang dokter berikut ini "Welcome to the Batuk-Pilek Season", harusnya bayi tidak perlu diberi obat! 

Dari situ, saya dan suami semakin memantapkan diri untuk tidak memberinya obat. Tapi dengan memberinya banyak makan, banyak cairan (asi, kaldu, air putih) dan skin to skin. Kecuali saat anak saya demam di atas 38.5 derajad, kami berikan paracetamol. Dan ya, alhamdulillah Liam sudah tidak demam lagi sekarang. Dihitung-hitung demamnya ada kali ya 5 hari, dan batuknya pun sebenarnya masih belum pulih benar, tapi saya pun kalau batuk dikasih obat juga nggak waras-waras hampir sebulan, nah loh, jadi mungkin intinya kurangi obat kimia kali ya penyakit umum seperti ini ? Coba sesuatu yang alami dulu, kecuali dengan gejala-gejala berbeda tentunya :)

Semoga Liam diberi sehat terus habis ini, sungguh melihat anak sakit itu bikin kita pengen transfer sakitnya ke kita aja, kasian dia :(  Walaupun emang pada akhirnya saya sama suami (bahkan uti akungnya) juga ketularan sih, hehehe.

Kalian semua, pada sehat juga ya, tetep fit dan jaga asupan makanan :)
 
I think that's all, thank you  

Wassalamualaikum,

Wednesday, April 16, 2014

Ngomongin soal empati buat bumil

Assalamualaikum,

Barusan buka facebook di laptop dan lihat gambar salah satu path orang yang di share temen di bawah ini 



Hmmm, gimana menurut kalian ?
Saya pribadi nggak pernah naik kereta atau bus sih waktu hamil kemarin, alhamdulillah kemana-mana bawa kendaraan sendiri dan nggak begitu "merepotkan" orang soal transportasi, masih bisa juga dibonceng pake motor kemana-mana, hehehe. Eh sempet satu kali aja waktu hamil naik public transportation waktu di Jogja perjalanan ke Solo, pakai kereta pramex (cmiiw) seingetku. Karena ambil jadwal agak menjelang siang, jadinya keretanya penuh banget. Selama sejam perjalanan, 45 menit saya berdiri, yes, nggak ada juga gitu yang ngeliatin dan ngasihin tempat duduk ke saya. Baru 15 menit terakhir alhamdulillah ada bapak-bapak yang kebetulan akan keluar di salah satu stasiun dan ngasih tempat duduknya ke saya :)


Hehehe, secara emang kabarnya susah ya dapet tempat duduk di pramex. Walaupun mungkin bagi beberapa orang bukan alasan juga untuk membiarkan wanita hamil berdiri, iya nggak sih? Bukannya saya manja, eh sebenernya saya nggak begitu berharap dikasihani juga kok, walaupun emang kaki saya bengkak banget waktu hamil. Tapi saya nggak pakai kok ngutuk-ngutuk orang karena nggak ngasih tempat duduk ke saya. Mungkin kalau saya yang ketemu mbak yang nggak berempati sama ibu hamil itu di saat saya hamil, saya juga nggak bakal nyembah-nyembah mbaknya untuk ngasih tempat duduknya ke saya. 

Mungkin, ini juga masalah timing. Mungkin si mbaknya itu lagi PMS, atau mungkin si mbaknya baru putus dari pacarnya ? Punya masalah sama keluarganya ? Atau balik ke judulnya, masalah empati yang sangat sangat kurang ? Jadi merasa "wajar" saja marah-marah curhat di sosmed tanpa mikir komentar apa yang mungkin terjadi, atau karma mungkin ?
Ya, buat saya sih, secerewet-cerewetnya ibu hamil tadi, nggak perlu lah di komentarin jelek mbak, coba bayangkan kalau ini anak kedua yang dikandungnya, jadi "belum mungkin" untuk bisa berangkat lebih pagi karena anak yang besar harus diurusin juga, bisa kan ? Atau alasan memberatkan yang lain lah, kehamilan yang sulit lah. Menunggu bertahun-tahun supaya bisa hamil sehingga meng"eman-eman" lah. Dan saya yakin memang banyak  juga ibu hamil yang mandiri, tapi toh ini "cuma" 9 bulan mbak, nggak akan selamanya ganggu hidup mbak. Kalau saya yang ketemu Ibunya saat saya tidak hamil, mungkin saya kasih tempat duduk saya, terus saya ajak ngobrol, dengan ngobrol kan perjalanan nggak kerasa lama dan boring, hehehe. 

Tapi itu saya sih, yah intinya ... sayang sekali ...

EDITED : 

Eh, barusan dengan kabar kalau si mbak sudah minta maaf, ah seneng banget dengernya, saya share ya, biar jadi pembelajaran buat semuanya ^_^

 

I think that's all, thank you  

Wassalamualaikum,

Tuesday, April 15, 2014

[Resep] Homemade Molten Lava Cake

Assalamualaikum,

Bismillah,

Hai pipel, hihihi, ini 3 kali postingan kok resep mulu ya, nggak pa-pa ya mumpung ada cerita, secara saya jarang-jarang keluar rumah, jadi ceritanya tentang apa yang sering saya lakukan di rumah aja, salah satunya (selain bobok sama Liam) adalah memasak ;).

Surprise cake waktu ulang tahun bojo kapan hari itu kan membuat saya akhirnya harus cari-cari resep di youtube kan, nah gara-gara itu saya nggak sengaja nemplok di video cara membuat Lava Cake. Itu tuh yang kaya' dijual di Kaefci itu loh, yang bentuknya mungil terus kalo dipecah pake sendok ada coklat meleleh keluar dari dalam, yuum banget toh, secara saya suka coklat banget. 

Actually saya malah belum pernah nyoba makanan itu sama sekali, tapi demi kepenasaran saya akhirnya saya coba untuk membuat cake itu. Lagi-lagi saya pake resepnya BakeLikeAPro, tapi percobaan pertama GAGAL saudara-saudara, mungkin karena terlalu banyak tepung terigu dan kurang coklat, akhirnya bantet, boro-boro melting dan moist, bentuknya bolu bener, dipecah pake sendok keras bener. Ya sud, untungnya saya masih nyoba 2 di pan, saya coba lagi yang lainnya dengan mencoba tambahan resep abal-abal saya, eh ternyata cukup sukses, walaupun meltingnya cuma di atas, bagian dalam keras, huhuhuhu.

Ini penampakan percobaan pertama dan kedua :
Hasilnya jadi keras kaya' bolu, hehehe, langsung saya kasih icing sugar biar nggak keliatan ancurnya :p
Percobaan kedua, lumayan meleleh yang bagian atas :D
Hari ini saya akhirnya berniat untuk mensukseskan obsesi saya untuk membuat Molten Lava cake meleleh sampai ke bawah, dan yaaaay I did it ... :D

Ini hasilnya :
Meleleh sampe kebawaaah ... yuuuum ....
Kalau yang pertama saya pake pan untuk cupcakes, sekarang saya coba pake aluminium sekali pakai yang biasanya buat lasagna/schotel kecil itu loh
Resepnya adalah sebagai berikut, saya bagi menjadi 3 bagian yang masing-masing dicampur sendiri :

1 ons coklat yang bisa dimasak, saya pakai colatta/ceres (sekuran 3 kotak kecil itu kalau dipecah)
½ kotak unsalted butter (kelihatannya pake yang salted juga boleh)

3 telur (suhu ruangan, jangan ambil dari kulkas langsung pakai ya)
1 mug icing sugar alias gula putih bubuk
¾ mug tepung (apapun, saya pakainya cakra)
¼ sdt vanilla bubuk (lebih baik kaya’nya pake yang cair ya, saya nggak punya)
Sejumput garam

1 putih telur
1 sdm coklat bubuk
1 sdm minyak zaitun (bisa pakai minyak lain juga kaya’nya)

8 kotak aluminium foil (buat tempatnya) Oh ya, lava cake aslinya menggunakan ramekins, semacam keramik kecil khusus untuk baking kue. Jangan lupa pinggiran dalamnya dikuas dengan minyak/butter lalu diberi tepung ya, supaya nanti gampang keluarnya setelah dioven

Cara membuatnya adalah sebagai berikut :
1. Coklat dan butter di tim atau dipanaskan menggunakan panci kecil di atas api kecil, aduk-aduk sampai tercampur rata. Sisihkan.
2. Siapkan oven 210 derajat celcius, kalau pakai oven tangkring dan nggak punya termometer khusus oven ya diperkirakan saja kali ya, pokoknya panas banget aja dah :D
3. Telur dan gula bubuk putih dimixer sampai pucat, kemudian masukkan tepung dan vanilla, plus sejumput garam, mixer lagi dengan kecepatan tinggi sampai tercampur rata
4 Masukkan campuran coklat dan mentega ke dalam campuran telur dan tepung, mixer lagi dengan kecepatan dari rendah ke tinggi
5. Campur 1 putih telur, coklat bubuk dan minyak zaitun di wadah lain, dan kemudian campurkan ke adonan sebelumnya menggunakan whisk atau sendok biasa
6. Adonan selesai, monggo dimasukkan ke wadah aluminium foil atau wadah apapun yang kalian pakai. Saya taruh 5 aluminium foil di wadah kotak yang biasany
7. Panggang dalam oven dengan suhu 210 derajat celcius selama kurang lebih 15 menit. Kalau pake oven yang khusus, set oven dengan menggunakan api atas dan bawah. Kalau pakai oven tangkring seperti saya, yang penting sih sudah kelihatan panas aja segala bagian, hehehe.
8. Kalau sudah matang, diamkan sebentar lalu keluarkan dari dalam cetakan di atas piring, taburkan gula bubuk putih supaya lebih cantik penampilannya ;)

Selamat coba-coba :)

NB : Iya, gambarnya blur semua, maklum pake kamera hp (yang saya nggak jago motonya) ;)

Oh yeessss ... Liam is helping Mom baking lava cake :D




I think that's all, thank you  


Wassalamualaikum,

Sunday, April 6, 2014

[Resep] Ceker Ayam Pedas Membahana

Assalamualaikum,

Bismillah,
Secara saya termasuk "Ikatan emak emak gak mau rugi" (woopoo iki), semua itu harus serba hemat, hahaha, sebenarnya saya mau cerita kalau saya menggunakan ceker ayam yang tadinya untuk membuat rebusan kaldu khusus buat MPAsi-nya Liam, untuk tiga makanan sekaligus. 

Hehehe, rebusan pertama untuk kaldunya liam (yang diambil sedikit untuk dimasukkan ke ice cube tray, jadi bisa dipakai berkali-kali sampai habis) dan setelah ditambah bumbu ini itu jadilah Sop, kedua saya ambil ceker ayam dari sopnya yang kemudian saya simpan di kulkas untuk besoknya saya rebus kembali dan air rebusannya untuk kaldu Sayur Asem (hahaha, agak aneh ya, tapi tetep berasa kok sayurnya), dan terakhir ceker yang sudah lumayan empuk itu saya masak jadi Ceker Ayam Pedas. Sayangnya sih cekernya masih belum benar-benar empuk, kabarnya supaya bisa gampang empuk itu mesti pakai panci bertekanan tinggi alias di presto. Ibu saya punya sepertinya, tapi secara saya IE2GMR, untuk ceker yang nggak banyak-banyak amat, saya malas ah mesti cari-cari di gudang, wasting time dong #halah. 

Sebenarnya ini resep untuk 1/2kg ceker ayam, tapi saya kebetulan hanya menggunakan 1/4 kg ceker.

Resep Ceker ayam pedas ala saya itu seperti ini :

Penampakan Ceker Ayam pedas

Bahan :
1/4 kg Ceker/Kaki Ayam (sudah direbus berkali-kali sampai empuk, untung-untung kalau kalian punya panci presto ya, hehehe)
1 ruas jari Jahe
2 Bawang merah
1 Bawang putih
10 Lombok merah kecil (tergantung selera sih ini)
1 Lombok besar merah
3 sdm Saus tiram (tergantung selera juga)
3 sdm Sambal botolan (hyuk deh tergantung selera)
5 sdm Kecap manis (idem sama di atas, tergantung selera)
2 gelas Air
Garam secukupnya
Gula secukupnya
(plus sosis ayam/bakso dipotong-potong kecil, karena kebetulan saya punyanya itu, hehehe)

Cara membuatnya :
1. Jahe + bawang merah + bawang putih + lombok kecil + lombok besar + garam + gula diulek sampai halus
2. Bumbu yang sudah dihaluskan dipanaskan di wajan dengan api kecil sampai harum
3. Besarkan apinya menjadi sedang, masukkan saus tiram, kecap manis, sambal botolan dan kemudian air
4. Kecilkan api, masukkan ceker ayam dan sosis, dan biarkan sampai air berkurang dan matang
5. Ceker ayam pedas siap dihidangkan :D

Kalau cekernya mau lebih banyak ya jumlah bahannya disesuaikan ya :D
Selamat mencoba :D

NB : Untungnya karena suami nggak pernah komplain soal makanan yang saya buat, dia fine-fine aja walaupun cekernya kurang empuk, hihihi.

I think that's all, thank you  

Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...