Tuesday, March 25, 2014

[Catatan Ibun] MPASI Liam - 6 bulan

Assalamualaikum, 

Bismillah,

Malam ini saya mau mencatat MPASInya Liam bulan pertama ini, buat catatan diri sendiri, atau mungkin ada mommies lain yang butuh (eh sotoy banget Fenty) untuk persiapan MPASI di lain waktu :D.

Okay, untuk MPASI Liam sebelum 6 bulan saya cuma mempersiapkan satu hal, yaitu buku resep makanan bayi alaminya Wied Harry, hehehe. Secara untuk alat makan saya dikado 3 orang :D Sempet mikir juga sih, apa saya butuh blender tangan, food processor atau lain-lain, err, ternyata (merasa) belum butuh, selain mihil (yang bisa dialokasikan untuk kebutuhan Liam yang lain), di rumah masih ada sendok, saringan dan blender segede gambreng, hehehe. That's all I need. Dua minggu Liam mulai makan, ternyata harus beli penggorengan kecil, yang emang kepake banget. Jadi persiapan awal yaitu alat makan bayi (bowl plastik kecil dan sendok kecil yang sesuai dengan bayi 6 bulan), saringan, blender (kalau nggak punya ya saringan sepertinya cukup) dan panci/penggorengan kecil.  
Taken from Dreamstime
Awal banget Liam mulai memakan solid food, cukup deg-degan sih, dia langsung makan gak ya, apa ditolak or endesbre endesbre. Ternyata makan pertama cukup lancar, anyway Liam makan pisang ambon yang waktu itu cuma 3 sendok kecil kaya'nya. Besok-besoknya masih dengan menu buah, pepaya, alpukat, semangka, jambu merah dan pir. Setelah cek buku resep dari Wied Harry, banyak buah yang bisa kita gunakan untuk makanan bayi, salah satu favorit Liam adalah Labu parang, atau kalau yang lebih mahal itu Kabocha. Lahap banget dah kalo udah makan itu (selain alpukat). 

Kemudian seperti biasa, karena saya masih tinggal di rumah orang tua, banyak "pendapat" yang agak bikin saya gregetan soal kenapa anaknya nggak diberi makanan instan seperti S*n, Mil*a, Pro*ina, dll, hehehe, yang notabene adalah tepung. Oke, saya sedikit labil saat itu, saya pastikan sama diri saya sendiri kalau saya tidak akan memberikan satupun makanan instan itu kepada anak saya. Tapi saran orang tua saya, anak saya harus diberi tepung biar cepet naik berat badannya. Walaupun di buku resep saya, harusnya menghindari yang namanya tepung, tapi akhirnya saya nyerah juga dengan memberikan tepung pada anak saya. Secara dokter anak saya juga menyarankan pada saya untuk memberikannya banyak karbohidrat melalui tepung tersebut. Tapii, saya tidak memilih yang instan-instan itu, saya menggunakan Tepung Gasol, yang organik dan alami, tanpa perasa buatan dan yang pasti tidak instan alias harus dimasak dulu. Saya tau di luaran juga banyak yang pro dan kontra soal penggunaan tepung pada bayi, tapi Wallahualam, saya percaya sama anak saya aja kalau dia akan selalu sehat :)

Jadi tepung gasol yang saya gunakan adalah Beras Coklat, Beras Merah dan Kacang Hijau. ketiganya memang makanan yang kalau dibuat sendiri agak ribet, hehehe, dibanding kalau nggak salah ada rasa pisang, jagung atau ubi, yang buat saya pribadi, bisa saya racik sendiri :D

Jika di awal Liam makan dua kali sehari, namun setelah ke dokter dan berat badan liam belum menunjukkan peningkatan yang baik (saya harus akui, dia sehat, tapi kurvanya agak landai, dan itu agak mengkhawatirkan saya), dokter menyarankan agar anak saya diajarkan makan 3 kali sehari. 

Akhirnya sekarang Liam makan 3 kali sehari dengan menu yang biasanya sih bervariasi tiap waktunya makan. Oh ya, tepung gasolpun jika di awal saya menggunakan satu saja untuk sekali makan (untuk ngetes Liam nerima atau enggak, dan ternyata dia makannya lahap), sekarang saya mix dengan bahan makanan lain. Misalnya, TG Beras Merah + Alpukat, atau TG Beras Coklat + Labu parang, dan lainnya. Oh ya, satu yang pasti, semua makanan itu diwajibkan untuk ditambahkan ASI. Karena ya saya rasa bayi masih membutuhkan asupan susu di setiap makanannya, karena asi adalah MSG terbaik (ini omongan agak absurd, hehehe) nggak ding, ya supaya rasanya dia masih akan selalu nerima kali ya.

Oh ya, untuk catatan juga, liam belum bisa nerima yang namanya kentang, nggak tau kenapa, padahal sudah diblender dan disaring, yang bagi kita udah lumer banget, Liam selalu hoek-hoek kalau dimakanin kentang. Liam lebih suka makanan yang creamy seperti alpukat ataupun labu parang, atau tepung gasol yang sudah dimasak itu. Yah, tapi gimana juga harus dicobain terus, seenggaknya nanti 8 bulan semoga Liam sudah lancar ngunyah :)

Mau masuk ke 7 bulan ini saya mulai mencoba untuk memberi kaldu dan sayur untuk makanan Liam, semangat! Semoga Liam selalu sehat dan makannya lahap dan nerima semua makanan yang Ibunya suapkan (sounds wrong, hehehe) semoga sih dia juga cepet belajar bisa makan sendiri ya :D

Catatan terakhir, saya tidak akan membiasakan anak saya untuk makan sambil jalan-jalan, soalnya ya repot juga kalau kita harus makan sambil jalan, selain itu nggak sesuai sunnah Rasul :D akhirnya saya memberi makan dia di bumbo, tempat duduk khusus untuk bayi, yang walaupun Liam belum bisa duduk, tempat duduk itu bisa menyesuaikan dengan bentuk badan bayi, sehingga bayi bisa duduk tegak. Oh ya, saya nggak beli, cuma sewa, hihihi, secara katanya sih cuma bisa buat 3 bulan ke depan aja (agak costly lah ya kalau beli, ah mak mak harus perhitungan dooong), ini aja Liam sudah suka ngangkat perutnya keluar dari bumbonya xD

Segitu aja catatan awal MPASI Liam, tunggu catatan saya bulan depan ya :D
 
I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum,

1 comment:

  1. blender tangan sebaiknya ndak beli. percuma. makainya susah bener gak seperti yang dibayangkan. aku nyoba sekali aja kapok: material yang diblender muncrat ke mana-mana hwhw..

    *atau aku aja yang salah make terlalu gaspol? kwkw..

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...