Sunday, March 30, 2014

Made with love : Mini Love Chocolate Birthday Cake

Assalamualaikum, 

Bismillah,
Hari ini suami saya ulang tahun, karena itu dari bulan lalu berencana pengen buat surprise di ulang tahunnya. Awalnya mau beli cake lucu-lucuan yang sekarang lagi ngetrend dijual itu, cupcakes atau buttercake, tapii, setelah lihat budget, ah, belum sanggup. Alhamdulillah dapat sedikit rejeki untuk membelikan kado buat hubby, sepatu yang bisa dipakai kerja dan pesta (iya, dari hampir 2 tahun sama-sama, kalo ke pesta gak pernah pake sepatu formal, hahaha) Ya begitulah, saya menyiapkan kado itu saja selama hampir 2 minggu, 3 hari yang lalu suami saya liputan luar kota, hmmm, akhirnya kepikiranlah saya untuk memberi sedikit kejutan saat ia pulang rumah nanti, tepat di hari ulang tahunnya. Karena rencana awal tentang beli cake itu agak gak mampu, ya sudah saya buat sendiri saja, setidaknya saya bisa hemat 2/3 harga kalau beli dari orang :D Memang sih sederhana, tapi toh dibuat dengan cintaaah, hahaha. Jadilah cake coklat berbentuk love ini :D
Sederhana nan enak :D
Bentuknya beneran love loooh :D

Saya dapat resepnya dari youtube punyanya BakeLikeAPro, resepnya sederhana tapi oke :D Lihat videonya ya :D

Saya nurut banget sama resepnya kecuali sebagai ganti minyak sayur, saya pakai minyak zaitun (punya Liam), dan karena gak punya loyang bundar kecil dan kebetulan (dan beruntungnya) punyanya yang bentuk love, ya jadinya pas banget "Mini Love chocolate cake" Oh ya satu lagi, saya nggak punya oven yang pake celcius2an itu, saya punyanya oven tangkring, hahaha, untungnya sih matang dan hasilnya oke ya :D 
Oven tangkring vintage punya nyokap :D

So mau buat surprise cake buat someone special juga ? yuk coba :D

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Tuesday, March 25, 2014

[Catatan Ibun] MPASI Liam - 6 bulan

Assalamualaikum, 

Bismillah,

Malam ini saya mau mencatat MPASInya Liam bulan pertama ini, buat catatan diri sendiri, atau mungkin ada mommies lain yang butuh (eh sotoy banget Fenty) untuk persiapan MPASI di lain waktu :D.

Okay, untuk MPASI Liam sebelum 6 bulan saya cuma mempersiapkan satu hal, yaitu buku resep makanan bayi alaminya Wied Harry, hehehe. Secara untuk alat makan saya dikado 3 orang :D Sempet mikir juga sih, apa saya butuh blender tangan, food processor atau lain-lain, err, ternyata (merasa) belum butuh, selain mihil (yang bisa dialokasikan untuk kebutuhan Liam yang lain), di rumah masih ada sendok, saringan dan blender segede gambreng, hehehe. That's all I need. Dua minggu Liam mulai makan, ternyata harus beli penggorengan kecil, yang emang kepake banget. Jadi persiapan awal yaitu alat makan bayi (bowl plastik kecil dan sendok kecil yang sesuai dengan bayi 6 bulan), saringan, blender (kalau nggak punya ya saringan sepertinya cukup) dan panci/penggorengan kecil.  
Taken from Dreamstime
Awal banget Liam mulai memakan solid food, cukup deg-degan sih, dia langsung makan gak ya, apa ditolak or endesbre endesbre. Ternyata makan pertama cukup lancar, anyway Liam makan pisang ambon yang waktu itu cuma 3 sendok kecil kaya'nya. Besok-besoknya masih dengan menu buah, pepaya, alpukat, semangka, jambu merah dan pir. Setelah cek buku resep dari Wied Harry, banyak buah yang bisa kita gunakan untuk makanan bayi, salah satu favorit Liam adalah Labu parang, atau kalau yang lebih mahal itu Kabocha. Lahap banget dah kalo udah makan itu (selain alpukat). 

Kemudian seperti biasa, karena saya masih tinggal di rumah orang tua, banyak "pendapat" yang agak bikin saya gregetan soal kenapa anaknya nggak diberi makanan instan seperti S*n, Mil*a, Pro*ina, dll, hehehe, yang notabene adalah tepung. Oke, saya sedikit labil saat itu, saya pastikan sama diri saya sendiri kalau saya tidak akan memberikan satupun makanan instan itu kepada anak saya. Tapi saran orang tua saya, anak saya harus diberi tepung biar cepet naik berat badannya. Walaupun di buku resep saya, harusnya menghindari yang namanya tepung, tapi akhirnya saya nyerah juga dengan memberikan tepung pada anak saya. Secara dokter anak saya juga menyarankan pada saya untuk memberikannya banyak karbohidrat melalui tepung tersebut. Tapii, saya tidak memilih yang instan-instan itu, saya menggunakan Tepung Gasol, yang organik dan alami, tanpa perasa buatan dan yang pasti tidak instan alias harus dimasak dulu. Saya tau di luaran juga banyak yang pro dan kontra soal penggunaan tepung pada bayi, tapi Wallahualam, saya percaya sama anak saya aja kalau dia akan selalu sehat :)

Jadi tepung gasol yang saya gunakan adalah Beras Coklat, Beras Merah dan Kacang Hijau. ketiganya memang makanan yang kalau dibuat sendiri agak ribet, hehehe, dibanding kalau nggak salah ada rasa pisang, jagung atau ubi, yang buat saya pribadi, bisa saya racik sendiri :D

Jika di awal Liam makan dua kali sehari, namun setelah ke dokter dan berat badan liam belum menunjukkan peningkatan yang baik (saya harus akui, dia sehat, tapi kurvanya agak landai, dan itu agak mengkhawatirkan saya), dokter menyarankan agar anak saya diajarkan makan 3 kali sehari. 

Akhirnya sekarang Liam makan 3 kali sehari dengan menu yang biasanya sih bervariasi tiap waktunya makan. Oh ya, tepung gasolpun jika di awal saya menggunakan satu saja untuk sekali makan (untuk ngetes Liam nerima atau enggak, dan ternyata dia makannya lahap), sekarang saya mix dengan bahan makanan lain. Misalnya, TG Beras Merah + Alpukat, atau TG Beras Coklat + Labu parang, dan lainnya. Oh ya, satu yang pasti, semua makanan itu diwajibkan untuk ditambahkan ASI. Karena ya saya rasa bayi masih membutuhkan asupan susu di setiap makanannya, karena asi adalah MSG terbaik (ini omongan agak absurd, hehehe) nggak ding, ya supaya rasanya dia masih akan selalu nerima kali ya.

Oh ya, untuk catatan juga, liam belum bisa nerima yang namanya kentang, nggak tau kenapa, padahal sudah diblender dan disaring, yang bagi kita udah lumer banget, Liam selalu hoek-hoek kalau dimakanin kentang. Liam lebih suka makanan yang creamy seperti alpukat ataupun labu parang, atau tepung gasol yang sudah dimasak itu. Yah, tapi gimana juga harus dicobain terus, seenggaknya nanti 8 bulan semoga Liam sudah lancar ngunyah :)

Mau masuk ke 7 bulan ini saya mulai mencoba untuk memberi kaldu dan sayur untuk makanan Liam, semangat! Semoga Liam selalu sehat dan makannya lahap dan nerima semua makanan yang Ibunya suapkan (sounds wrong, hehehe) semoga sih dia juga cepet belajar bisa makan sendiri ya :D

Catatan terakhir, saya tidak akan membiasakan anak saya untuk makan sambil jalan-jalan, soalnya ya repot juga kalau kita harus makan sambil jalan, selain itu nggak sesuai sunnah Rasul :D akhirnya saya memberi makan dia di bumbo, tempat duduk khusus untuk bayi, yang walaupun Liam belum bisa duduk, tempat duduk itu bisa menyesuaikan dengan bentuk badan bayi, sehingga bayi bisa duduk tegak. Oh ya, saya nggak beli, cuma sewa, hihihi, secara katanya sih cuma bisa buat 3 bulan ke depan aja (agak costly lah ya kalau beli, ah mak mak harus perhitungan dooong), ini aja Liam sudah suka ngangkat perutnya keluar dari bumbonya xD

Segitu aja catatan awal MPASI Liam, tunggu catatan saya bulan depan ya :D
 
I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum,

Sunday, March 23, 2014

Liam go to the zoo(rabaya)

Assalamualaikum,

Bismillah,

Horee, perdana Liam diajak ke kebun binatang, tentunya KBS, alias kebun binatang Surabaya. Walaupun emang belum tau apa-apa sih, tapi harus ada yang pertama untuk segalanya kan #cieeh :p

Awalnya mau pergi hari Jum'at lalu, tapi karena si Bapak sibuk, ditentukan hari Sabtulah kita jalan-jalan, yaay. Alhamdulillah, Liam nggak keliatan takut-takut, was was aja dia disana cuma bakalan bobok atau mungkin nangis karena melihat orang banyak. Eh ternyata enggak dong, Liam berani ^_^

Ngomong-ngomong, emang sih sekarang KBS agak sepi ya, entah karena lagi banyak isu di luaran yang katanya banyak banget hewan sakit dan mati di dalam sana, atau di hari itu emang lagi sepi aja. Kata suami sih, setiap hari bisa mencapai 1000 orang yang masuk ke dalam KBS, apa karena kami datangnya agak pagi ya, hehehe, whatever, yang penting ngajak Liam ke Kebun binatang :D 

Ada kura-kura berteman dengan ular, hii ... 
 Si burung cantik ...
 Liam sempet "ngobrol" sama monyet di bawah ini :D
Habis selesai jalan-jalan ke KBS, kita bertiga makan pizza (eh kita berdua ding, saya dan suami), Liam "makan" plastik #disetrumpembaca, hihihi, mainan gigit2annya itu maksudnya, makan benerannya di rumah aja :D Ah, akhirnya kesampaian makan ngedate di tempat dulu Bapaknya ngelamar Ibunya Liam, ihik ... :p Ngelamar kok di restoran pizza xD

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Sunday, March 16, 2014

Ayo Liaaam ... kamu bisaaaa !

Assalamualaikum, 

Bismillah, 

Eh Liam kenapa ? ra po po, hehehe, dia nggak kenapa-napa kok. Ini sebuah semangat buat si anak kecil berwajah ganteng oriental ini supaya lebih rajin minum dan makan :)

Harus saya akui, Liam sedikit -cuma sedikit- lebih mungil dibanding bayi seumurannya. Anyway, dia berusia 6.5 bulan sekarang, sudah hampir 3 minggu Liam memulai fase makan solid food, alias gak cuma nyusu dari Ibunya doang. Nggak sedikit orang yang berkomentar, setelah melihat foto Liam di socmed, kemudian melihat aslinya, komentarnya adalah "Liam ternyata kecil ya" :)

Why he's small ? Cuma Tuhan yang tahu, hehehe, anggap saja dia nurun akungnya yang karakter badannya kecil. Secara kan ya, Bapak Ibunya gemuk-gemuk tuh, agak agak njomplang ya sama anaknya :D

Harus saya akui juga, ketika melihat bayi seumurannya atau bahkan lebih muda dari Liam beratnya lebih sekilo dua kilo dari dia, saya agak nelongso, merasa not a good mother gitu, nggak memberikan asupan gizi terbaik, tapi saya "disundul" sama suami saya. Hello, kalau kamu bukan Ibu yang baik, tuh anak nggak akan sehat dan seaktif itu sekarang. Hehehe, namanya juga newbie Mom ya, bawaannya khawatir terus. Nggak ding, saya aja yang  dari dulu punya sifat khawatir berlebihan, ayo sundul saya rame rame biar semangat terus :D

Kemudian saya mencapai di satu titik, bahwa ini namanya belajar, dan belajar itu nggak pernah berhenti tiap hari. Yes, mungkin selama 6 bulan kemarin pemberian ASI pada Liam dibarengi dengan kekhawatiran saya yang lebay, sehingga ya, akhirnya semuanya serba seret. Oh ya, saya yakin itu cukup ngaruh, saya banyak konsultasi dengan para Ibu menyusui pendahulu saya. Ibu menyusui itu harus jauh jauh dari yang namanya stress, mikin terlalu berat, nggak pede, nggak yakin sama diri sendiri dan anaknya dan endesbre endesbre yang negatip negatip deh. 

Red guava lips, hihihi
Sekarang, di saat Liam sudah 6.5 bulan dan mulai makan makanan bertekstur, terakhir kali ke dokter pun kenaikannya belum signifikan. Aaah, saya sebal, bukan dengan peningkatan itu, justru saya sebal karena saya yang sangat-sangat kurang bersyukur. Hellow, tuh anak itu semakin panjang, semakin aktif, semakin banyak yang dilakukan, semakin cerewet, harusnya kamu itu bersyukur Fen. 

So newbie Mother, jangan tiru sifat saya *jawil diri sendiri* sifat itu punyamu sendiri, orang lain belum tentu punyaa, eh iya ding :p Kalau gitu saya ganti kalimat, semoga mbak-mbak, ibu-ibu, adek-adek yang jadi newbie Mother nggak seperti saya ya. 

Ini suatu pembelajaran saya ke depan, saat -suatu saat- kami diberi kepercayaan punya anak lagi, harus lebih positif dalam memandang segala hal, sehingga semuanya nggak serba seret. Semoga nanti saat kami punya anggota baru di keluarga kecil kami, semuanya akan serba lebih "nyaman". Nyaman itu seperti apa Fen ? Cuma saya dan Tuhan yang tau, hihihi ;) doakan kami saja ya, karena doa kalian begitu berarti *tsaahh .... :D

Terakhir, doakan Liam semoga peningkatan bb dan panjangnya signifikan ya ;)

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum, 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...