Thursday, February 20, 2014

Journalist Wife

Assalamualaikum,

Apa yang saya tulis disini murni curhatan pribadi ya, kalau ada yang pengalamannya seperti saya boleh saling share, kalau enggak ya yang penting dibaca *wopoo fenty ini* :D

Seperti yang banyak teman-teman tau (atau kalau belum tau), saya ini adalah seorang istri dari suami yang kebetulan berprofesi dalam bidang jurnalistik alias wartawan. Apa yang teman2 bayangkan ketika mendengar kata wartawan? Kalau saya, sebelum saya kenal suami, saya cuma tau mereka bertipe serupa, jauh dari rapi, selalu dikejar deadline dan pintar menulis. Setidaknya saya kenal seorang wartawan saat saya kuliah dulu, seorang perempuan tomboy dan ya begitu itu modelnya :D

Sebelum saya mengenal suami juga, saya bertemu teman lama saya yang profesinya wartawan juga di sebuah media yang cukup besar di surabaya. Hal yang bikin saya sadar, wartawan susah diajak janjian. Hari ini janji, bisa jadi di hari itu ia tidak bisa datang. Hal yang membuat saya berpikir, their job are the most important things in life.

Taken from http://fwds.in/jokes/husband-wife-jokes/i-am-dying-my-hair.html
Pada akhirnya bertemulah saya pada calon suami saya waktu itu, dikenalkan oleh teman lama yang saya ceritakan barusan. Teman satu kantor ceritanya. Awal perkenalan kami sangat mulus, kami bisa sering bertemu, jarang tugas luar kota, sampai beberapa bulan jalan, ah akhirnya si dcs (dear calon suami) saya itu akhirnya sama juga seperti teman saya itu, hahaha. Baru tau belakangan kalau si dcs emang nyempetin waktu di hectic pekerjaannya buat nemuin saya, modus gitu, hihihi. Tapi ya wes kadung cinta, terus piye ? :)))))

Waktu pacaran sih emang sudah diingatkan si dcs sih kalo jadwalnya unbelievable bikin betenya, hehehe. Ya contoh simple yang saya bilang di atas deh, janjian hari ini di hari h malah gak bisa nepatin. Setelah nikah, yah well, semakin banyak deh "nggak enak"nya yang berhubungan sama jadwal pekerjaan hubby ya. 

Ya bayangkan setiap minggu hubby bisa lah selalu ada jadwal ke luar kota, bisa juga sampai seminggu lebih, kadang cuma sehari, dua hari, dan seterusnya. Itu waktu "jabatan"nya sebagai wartawan ya, nah waktu si hubby ternyata akhirnya pindah kerja ke salah satu stasiun tv besar yang salah satu cabangnya ada di surabaya, kan "jabatan"nya meningkat nih, saya pikir jadwal-jadwal itu bakalan lebih selo doong, secara sekarang kerjaannya bukan "mencari berita" tapi membuat keputusan, mengedit dan memilih berita yang masuk, tapi ternyata tetep doong, waktu selo itu gak selalu ada, hehehe. 

Nah terus apa solusinya ? Ya nggak ada, saya cuma mau bilang bahwa menjadi seorang istri jurnalis itu harus punya hati besar untuk legowo, hahaha, lebay ya. Padahal sih, lebih banyak pekerjaan dari seorang suami atau istri yang bahkan akan selalu LDR dengan pasangannya. Ambil contoh angkatan laut kah, TNI lah, atau mungkin TKI yang harus ke luar negeri ? Ya, yang begini-begini ini harusnya nggak bikin kita sakit hati dan jiwa toh :D 

Hal yang mungkin membuat saya bermasalah saat ini mungkin karena saya masih ada di lingkungan keluarga yang tidak terbiasa dengan job desc yang semacam ini, loncat loncat nggak karuan. Secara orang tua saya, kakak saya, lingkungan keluarga saya kebanyakan adalah pegawai negeri, bumn dan ada lah yang swasta tapi dengan kerjaan yang jadwalnya jelas. Beda banget dong dengan pekerjaan jurnalis ? Nah gara-gara itu, selain hati saya harus nebelin telinga dong dengan pendapat keluarga saya. Apalagi sekarang ada Liam, tapi saya tau saya sanggup sampai hari ini :)

In the end, inshaAllah saya kuat dan wajib kuat lah, sekuat baja, hasyah apa tooh ... Karena selain pekerjaan, jurnalisme memang passion si hubby, dan saya nggak mungkin dan nggak mau "menyarankan" hubby untuk mengganti pekerjaan. Yup, ibaratnya nih, kalau pekerjaan suami itu sungai yang berkelok-kelok, kita harus jadi air yang mengaliri dan mengisinya :) Err, nyambung nggak ya :D 

Jadi begitulah, saya cuma mau sharing, biar jadi pengingat saya juga kalo lagi bete ditinggal suami kerja liputan luar kota, hehehe :D

*kecup kecup jauh suami yang lagi liputan Gunung Kelud*  


I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Wednesday, February 12, 2014

February

Assalamualaikum, 

Duh, saya sudah lama nggak nulis, padahal ya tiap hari buka internet, cuma blogwalking dan ngunjungi blog sendiri aja yang juarang pake banget. Ternyata saya sudah tidak posting dari bulan Desember, hehehe. Lamaa ... Selamat tahun baru kaliaan ... #telatpakebanget

Apa kabar ? Mbak, mas, bro, sis, dek, mbok, te, oom ... de el el ? 
Life's been good to you ? Mine, awesome ... :D

Oh ya, ambil judul February aja :D 
Hampir tiap Februari di setiap tahunnya, saya selalu buat postingan, entah itu tentang ulang tahun saya atau ulang tahun kakak saya atau apa lah, sepertinya momen Februari selalu ada isinya di blog saya. Tahun ini kok enggak ya, hehehe, banyak sih sebenarnya, tapi saya aja yang passion menulisnya mulai memudar, eissh bahasanya. Ini deh saya mulai isi dengan tulisan saya.

Februari ini berarti si Liam sudah 5 bulan, berarti bulan depan dia sudah boleh makan, berarti insyaAllah ASIXnya lulus, alhamdulillah dia sehat terus. Makin bikin gemes orang tuanya, hehehe.

Bulan ini di tahun ini juga saya 29 tahun, berarti tahun depan usia saya menginjak angka 3, waaah .... sudah banyak ya umurnya, eh banyak atau makin dikit ya :p nggak tau kenapa ya, ulang tahun kali ini sudah nggak terlalu bikin exciting lagi, apa karena makin tua ya, hahaha, saya sih menduganya karena sudah ada Liam, kesibukan untuk mikirin ulang tahun nggak terlalu penting buat saya :p Bahkan suami saya juga lupa ulang tahun saya, eh itu mah tiap tahun, kalau nggak diingetin juga nggak bakalan ngeh, hmmm ... ya gak pa-pa deh, seenggaknya akhirnya saya dibelikan laptop baru menggantikan laptop lama saya yang sudah uzur, hihihi, Alhamdulillah :D

Bulan ini saya juga ikutan bazaar lagi, seperti beberapa bulan yang lalu, gabungan sama dua teman saya. Fun, walaupun seperti biasa ekspektasi tidak sesuai realitas, tapi anggap saja sebuah pengalaman. Yang pasti pengalaman ini mengajarkan saya untuk lebih mempersiapkan diri gimana ngurusin si Liam, hehehe, kasian akung utinya ketiban sampur harus ngurusin Liam di rumah sedangkan saya jualan, huhuhu. Cek di blog Little Mushroom ya untuk lihat foto-fotonya :D

Februari ini masih ada setengah bulan lagi ... dan ya itu saja, dhooeeeng .... apa sih Fentyyy .... 
Ya nanti aja ya kalau kepikiran mau nulis apa lagi, hihihihi, well see you people, muaaah ...

I think that's all, thank you 
Wassalamualaikum, 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...