Thursday, November 20, 2014

Struggle through passion

http://picpulp.com/trust-quote/

http://geniusquotes.org/career-and-passion-quote/

Wednesday, September 17, 2014

24 to 12

Assalamualaikum,  

Haloooo, akhirnya ada kesempatan buat nulis juga :D

Eh tiap hari ada sih, cuma karena keterbatasan waktu akhirnya lebih memilih mengerjakan hal yang lebih penting dulu ;). Sejak kemarin-kemarin pengen share tentang Liam, tentang saya yang mulai pengalaman baru, dan tentang banyak hal. Tapi balik lagi, I'm literally too busy.

Oh iya, Liam sekarang Alhamdulillah sudah setahun, Alhamdulillah juga 3 minggu lalu kami sempat merayakannya secara sederhana, mengundang beberapa teman sebayanya. Walaupun pada akhirnya dia nempel terus sama saya, belum biasa ketemu orang banyak, huhuhu. Semoga semakin besar dia semakin berani ketemu orang, aamiin. Late news yes :D

Mulai 1 September lalu saya juga memulai petualangan baru, ciyeeh bahasanya, hehehe. Alhamdulillah saya diterima bekerja di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya. Pengalaman baru, karena pekerjaannya mesti full time di kampus walaupun tidak ada perkuliahan sekalipun. So, akhirnya saya harus rela meninggalkan Liam dari 24 jam sehari nempel saya, sekarang hanya 12 jam di weekdays, itupun hanya pada malam hari dimana Liam meleknya hanya 2-3 jam saja, huhuhu. Well, saya harus bisa "tega", secara ini demi Liam juga, inshaAllah dimudahkan. ASI tetep jalan terus, jangan sampai berhenti, go go working Mom.

Yes, saya dulu pernah posting soal saya yang pengen jadi working home mom, tapi ternyata kenyataannya belum semudah itu. Bukan tidak, tapi belum, atau saya yang belum berusaha lebih keras. Akhirnya saya kekurangan modal untuk membayar ini itu, hihihi. Saya berkeputusan untuk, oke, saya sepertinya memang harus bekerja di luar rumah lagi. Harapannya sih dulu dapat pekerjaannya yang nggak selalu ada di kantor, tapi ternyata Allah menunjukkan jalan harus begini dulu, saya belum tau ke depannya seperti apa, tapi tetap istiqomah dijalani dulu, horee ... Liam di rumah yang pinter terus ya naaak ... ^_^v #jadikangen :'D

So how are you guys ? :)


I think that's all, thank you  

Wassalamualaikum,

Monday, August 4, 2014

#CeritaLiam Pt 3

Assalamualaikum, 

Bismillah,
Hai hai, Alhamdulillah akhirnya bisa nulis lagi, kali ini saya mau cerita tentang perkembangan Liam. Ini lanjutan dari postingan tentang Liam yang beratnya naiknya seret. Sekarang gimana Fen ? 

Alhamdulillah, masih, hehe, kenapa saya bilang Alhamdulillah, karena dengan begitu saya nggak hanya diam aja untuk tau ada apa dengan Liam. Despite the fact dia masih mungil sekarang, tapi Alhamdulillah Liam sangat sangat aktif, dan taraaa ... Alhamdulillah juga, akhirnya ketahuan kenapa Liam sampai sekarang belum berkembang sesuai usianya. 

Iya, rasanya lega sekali ketahuan, selama Liam 4 bulan sampai sekarang sudah 11 bulan, secara bodohnya saya menyalahkan diri saya yang nggak pinter ngasih ASI dan memberi makanan dengan nutrisi yang cukup buat dia. Bahkan saya pernah menyalahkan Liam, oh kalau ini sungguh saya bodoh. Bodoh karena kenapa dari dulu saya nggak segera bertanya kepada dokter spesialis yang lebih berinisiatif untuk mengetahui kenapa berat badan anak saya naiknya seret. 

Saat Liam berusia 8 bulan, akhirnya saya konsultasi ke DSA (dokter spesialis anak) yang lain, yang kebetulan dsa anak sahabat saya. Tempat prakteknya memang lebih jauh dibanding dsa Liam dari kecil banget dulu, tapi demi kepuasan hati akhirnya saya kesana juga. Awal-awal memang ditanyakan mungkin ASInya kurang lancar kah, atau makannya yang nggak jago, waktu itu sih saya bilang Liam masih tetap minum ASI setiap hari dan makannya pun oke oke aja. Kebetulan waktu itu Liam demam dan flu, setelah diberi obat pengencer dahak, si dokter berinisiatif untuk memberikan kami pengantar untuk tes urin di lab. Karena susahnya ambil urin dari seorang bayi, hampir 2-3 minggu kami postponed untuk ambil urin Liam, tettooot, itu sangat BODOH, karena dengan begitu nggak ketauan dong ternyata Liam ada masalah medis. 

Iya, setelah benar-benar kami niatin untuk ngambil sampel urin Liam (ya itu 3 minggu setelah dikasih pengantar dokter, setelah digetok sama temen saya, kok nggak diambil-ambil urinnya) dengan sekuat tenaga nungguin dia pipis setiap 15 menit dengan menaruh gelas di bawah tempat ia pipis, sambil tetep diminumin asi dan air putih. Akhirnya dapat juga sampel untuk tes urin Liam yang pertama. 

Seminggu kemudian setelah ada hasil lab, ketauan bahwa anak saya terkena Infeksi Saluran Kencing (ISK) dan Fimosis, di hari yang sama kami konsultasi lagi ke dokter. Si Dokter bilang mendingan anak saya disunat saja. Hellow, disunat ? dikhitan ? anak sekecil ini ? Itu bayangan saya waktu dokternya bilang begitu. Tapi dokternya kemudian bilang, ya udah coba tes urin aja lagi, selain untuk memastikan apakah si bayi memang betul terkena ISK, juga bisa dipastikan antibiotik apa yang bisa diberikan pada si bayi. 

Setelah dari dokter, kami langsung melakukan pekerjaan "mudah tidak mudah" mengambil sampel urin seorang bayi, dan memberikan sampelnya ke lab, seminggu kemudian kami ambil hasil tesnya dan ya, dia memang terkena ISK. Parahnya lagi, tes urin pertama dan kedua menunjukkan kuman yang berbeda, dan itu berarti berbahaya. 

Ya Allah, ada apa dengan kami orang tuanya tidak langsung berinisiatif ke dokter untuk memeriksakan Liam lebih detail T_T. 

Setelah libur Lebaran kemarin kita ke dsa Liam lagi, dan beliau langsung memutuskan, sudah pokoknya disunat. Daripada dikasih antibiotik terus menerus belum tentu kumannya hilang, dan itu bermacam-macam kumannya, lebih baik sarangnya itu yang "dibakar". Maksud dokternya ya segera dikhitan, nggak nunggu lama. Apalagi kalau dikasih antibiotik terus menerus bisa aja anaknya kebal dengan ab tersebut, oh ya ampun itu menakutkan :(

Jadi, sejak itu kami memutuskan untuk ya Liam harus dikhitan, dan ya nggak pakai lama. Hari ini kami sudah konsultasi ke dokter bedah Urologi. Dan beliau memastikan untuk bisa mengkhitan Liam, kapanpun kami siap. Jadi inshaAllah minggu ini kami akan menemui dokter tersebut lagi, kali ini dalam rangka mengkhitan Liam. Bismillah.

Doakan ya teman-teman, semoga dimudahkan, semoga pemulihannya cepat, dan semoga Liam perkembangannya bisa normal :)

Setelah 4 bulan sampai sekarang, baru kali ini saya betul betul plong, walaupun Liam belum benar-benar dikhitan, tapi sampai nanti saatnya, saya hanya bisa bersyukur bahwa ada alasan medis dari semua ini. Bahwa saya dan suami bisa tersenyum, inshaAllah Liam benar-benar naik berat badannya tiap bulan, aamiinn .... 

Buat orang tua lain yang punya masalah yang sama dengan Liam, believe me, coba semua hal, mungkin belum semua kita lakukan untuk anak kita. Dalam kasus kami, kami waktu itu tidak benar-benar serius memeriksakan Liam ke dokter, dengan ini kami bisa belajar lebih waspada pada banyak hal :)

Jadi, doakan Liam dan kami ya, teman-teman :)



I think that's all, thank you  

Wassalamualaikum,

Wednesday, July 23, 2014

[Giveaway] Yippi, Little Mushroom bikin giveaway looh ...

Assalamualaikum,

Alhamdulillah, kabar gembira untuk kita semua, kini ... (eits, ini bukan iklan M*stin) :))) 
Kabar gembiranya adalah Little Mushroom mau bagi-bagi dua produk unyu'nya, yes, kami mau berbagi kebahagiaan dengan teman-teman yang mengenal Little Mushroom, karena inshaAllah, bulan depan Liam berulang tahun yang pertama :) 

Ini salah satu cara kami untuk share our happiness, yaay ...

Koleksi mana aja sih yang bisa didapat ? Ini dia ...

Cakep cakep kaan ...

Syaratnya apa, jeung ?
Gampang aja kok, begini nih ...
1. Jadi follower di blog Little Mushroom
2. Jadi FAN di page Facebook Little Mushroom
3. Jadi follower di Instagram @littlemushroom_ (optional, jarang buka soalnya, hihihi)
4. Buat postingan di blog tentang giveaway ini (kalau punya blog, kalau nggak punya ya nggak usah maksa :))
5. Share tentang giveaway ini di timeline facebookmu, sekalian promosi giveaway ini yaa :) Bisa copy link tentang giveaway di Little Mushroom di facebook teman-teman :) (Tag Fanpage Little Mushroom yaaa)
6. Komentar di link ini koleksi mana yang teman-teman inginkan dari 2 di atas, dan berikan alasannya :) 
 
Kalau pengen dapetin dua barang cakep itu, komentarnya di link yang saya share yaa ... dan extra wajib mengikuti semua syaratnya ;)
 
Jangan khawatir, waktunya masih panjang, masih sampai tanggal 27 Agustus 2014, dan pengumumannya tanggal 29 Agustus 2014, tepat di ulang tahun Liam :)
 
So join the fun, guys :)
I'll be waiting for your respond 

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Sunday, May 25, 2014

Liam's goes to Kalimantan

Assalamualaikum, 

Di sela-sela me time, Liam sudah bobok, flu sudah sedikit mereda dan doodling-doodling di kain mari kita tambahkan dengan menulis jurnal ini, dengan alasan biar nggak mandeg, nggak lupa sejarah dan nggak bikin kangen penggemar #halah.

2 minggu lalu akung utinya Liam ngajak saya dan Liam nengok Pakde Budenya di Balikpapan, liburan yang menyenangkan. Walaupun disana liburan 60%nya cuma di rumah sana aja sih, hahaha. 
Sebelum berangkat, Bapaknya nggak ikut by the way, you know lah, journaslist and their work, hahaha
Jadi ini perjalanan Liam pertama menggunakan pesawat, and I found it very tricky. Ternyata nggak segampang nenenin pas take off dan landing, karena satu flight beda dengan flight lain. In case si Puput mau tau ya, hehehe. Perjalanan menuju Balikpapan Liam oke-oke aja, nggak nangis sama sekali, walaupun sering "glodak-glodak" di atas sana gegara langitnya berawan malah bikin Liam tidur pules. Eh pas pulang dong, yang malah pesawatnya berjalannya cukup mulus, Liam malah nangis terus, huhuhuhu. Emang kerasa sih, pas pulangnya itu dalam flight kuping saya sering sakit, mungkin Liam juga merasakan hal yang sama, kasian :( Dia malah nggak mau saya pegang, maunya dipegang Utinya, huhuhuhu. But it's okay yang penting Liam sedikit tenang, I guess perjalanan jauh seperti itu memang sebaiknya, atau malah bilang seharusnya pergi dengan orang lain, jadi kita nggak bingung sendirian menghadapi masalah :)
Narsis dulu di garbarata Sepinggan, bandaranya baru dan BAGUSSS
Perayaan sederhana ulang tahun Syifa ^_^
Jadi, selain untuk merayakan ulang tahunnya Syifa, anak sulung kakak saya yang ke 5, di Balikpapan mostly kami memang hanya di rumah kakak saya, ya kadang belanja aksesoris, kadang ke pasar, hari keberapa kami berangkat ke Tenggarong, eh saya pernah posting soal Tenggarong nggak ya, sebentar saya cari dulu. Ah ya yang postingan INI. Ini perjalanan saya yang ketiga ke Tenggarong, tapi perjalanan pertama setelah putusnya jembatan Tenggarong, hmm, kalau ingat itu agak-agak nakutin yes. Ternyata setelah kejadian itu, bikin Tenggarong makin sepi ajah, kasian, padahal kebudayaannya cukup orisinil dan bisa menjadi wisata budaya yang menarik. But well, I guess pemerintahan Kutai Kertanegara nggak tinggal diam kan, secara daerah ini sangat KAYA, semoga nggak cuma "dicuri" batubaranya aja tapi dimanfaatkan hebatnya budaya Kukar :)
Pengerukan batubara yang banyak banget di Kukar :|
Liam waktu perjalanan ke Tenggarong :) Sweeeet :-*
Kami 3 hari dua malam disana, secara kakak saya sekarang kerjanya disana, jadi gak bisa kemana-mana juga nunggu di kakak pulang kerja, rencananya sih cuma untuk pergi Planetarium Tenggarong aja, hehehe, padahal ya bisa ke Surabaya untuk ini, tapi karena ini cukup menarik, why not ?
Brosurnya :D
Sebelum nonton di planetarium, mejeng di sebelah foto bupati dan wakilnya :D
Setelah keluar dari studio domenya :D Liam TIDUR sepanjang pemutaran video 3Dnya, hahaha, heran loh padahal kan suaranya bam bum bam bum dan berisik banyak anak kecilnya, dia woles aja gitu bobok, emang kalo udah digendong gitu, langsung merasa nyaman *love*
Bagian luar Planetarium, dari rumah kakak saya, tinggal jalan! wong di sebrangnya, hehehe
Oh ya, secara sepupu-sepupunya Liam pada sakit, akhirnya hari terakhir dia mulai tertular, dan itu bikin saya agak sedih hari terakhir sebelum pulang ke Surabaya, badannya sedikit hangat. Mungkin itu juga kali ya yang bikin Liam rewel di pesawat terbang.
Karena nggak ada jembatan lagi, solusi lain menggunakan ferry ini, for free! tapi ANTRI :\
Dan inilah saatnya pulang ke Surabaya! See the background ? itu bandara Sepinggan yang baru, KEREN! Modern dan gedeee :D
Habis ini pengennya ngajak Liam ke Sragen lagi, ke rumah Mbahkung-nya disana, nunggu Liam fit ya mbaah :)

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum,

Wednesday, May 7, 2014

Don't worry my little boy Liam ...

Assalamualaikum,  

Bismillah,

Sungguh melihat perkembangan teknologi saat ini bikin saya sedikit was-was, walaupun bagi kita pastinya sangat membantu kehidupan banget ya. I mean dilihat dari sisi negatifnya, untuk anak kita kelak, teknologi bisa saja menjauhkan anak-anak dari "menarik"nya kehidupan sebagai anak kecil. Sering sekali saya lihat banyak anak kecil sekitar umur 2-3 tahun yang sudah jago menggunakan tab, ponsel ataupun gadget-gadget serupa yang lain. Kadang kala mereka lebih sibuk dengan gadget mereka dibanding bermain sebagai anak kecil, seperti main bola kah, ayunan kah, jungkat jungkit, prosotan (ah apa bahasa indonesianya ya, hehehe) atau sekedar main air di taman kota.

Walaupun memang sih saat mereka sibuk dengan "dunia"nya dengan gadget itu, kita sebagai orang tua bisa lebih tenang mengerjakan hal penting yang harus dilakukan. Saya melihat contoh itu dari keponakan saya, Syifa, eh dia sedang berulang tahun hari ini, hihihi, happy birthday my dear Syifa :)
Kembali ke bahasan saya tadi, keponakan saya kadang seperti nggak peduli dengan dunia sekitar ketika bermain dengan gadget milik Ayahnya itu.

Bukannya gadget itu selalu buruk, tapi menurut saya porsinya harusnya bisa diminimalisir, karena bukankah lebih menyenangkan ketika anak kecil benar-benar bermain, maksud saya secara fisikli bermain, kotor, terluka, bau, hehehe, tidak hanya olahraga jari :D. Seperti yang saya lihat di salah satu video Rinso Kids Today Project di bawah ini, aah ... beginilah memang menjadi seorang anak, seperti ucapan mereka bermain adalah hal yang paling baik untuk perkembangannya, baik motorik, sosial bahkan belajar tentang ilmu fisika dan kimia, iya kan ? Mereka bisa pintar loh hanya dengan cara bermain, hihihihi. That's why kan anak playgroup dan TK harusnya mengurangi pelajaran menghitung, karena toh mereka bisa mendapatkannya di permainan :) 

 

Sudah lihat videonya ? Menyenangkan ya jadi anak kecil ? 
Saya paling suka ucapan terakhir dari seorang anak bule yang bilang, “I’ll remember to said thanks one day when I’m not so busy” hihihi, lucu bangeet :D Iya, bagi anak kecil kita itu kan cuma milk machine, diaper changer, toys givers, dan hal-hal yang mereka tidak ketahui saat mereka masih polos. 

Melihat hal tersebut, ya kami orangtuanya berharap Liam akan menjadi anak yang sehat, aktif secara motorik dan punya banyak teman. Siapa orang tua yang nggak berharap hal yang sama kan ?
Saya rasa kita memang harus memperhatikan hal-hal kecil ini, masa kecil masa yang paling menyenangkan dan hellow nggak bakalan kembali ke masa itu lagi, this is the Golden Moment people! hihihi, jadi nggak perlu lah disuruh mikir untuk menyelesaikan game cookie run atau apalah game yang sedang in saat ini (hahaha, sumpah saya bahkan nggak tau game android yang sedang in saat ini, is it good ? xD)

So, don't you worry my little boy, Liam, your childhood will be so much fun *hug, kemudian main lumpur, hihihi*
 
Tulisan ini diikutsertakan pada #KidsToday Project Blog Competition
Persyaratan bisa dilihat di Mommiesdaily

 I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Sunday, May 4, 2014

[Catatan Ibun] MPASI Liam - 7 Bulan

Assalamualaikum,  

Bismillah,

Horeee, Liam sudah 8 bulan sekarang, bulan kemarin Liam mulai mencoba beberapa varian makanan. Antara lain daging-dagingan, sayur dan oats/havermout sebagai bentuk karbohidrat pengganti tepung gasol. Sudah dicobain bubur beras putih beneran sih, nyoba buat bubur beras merah juga yang ternyata susah lunaknya ya, hehehe. Alhamdulillah Liam semakin jago ngunyah, walaupun kalau makanannya belum lunak betul masih sering hoek-hoek, tapi tetap belajar :)

Semakin Liam besar, entah kenapa hasrat saya untuk pergi ke pasar tiap minggu itu semakin berkembang, hahaha. Secara makanan buat Liam rasanya nggak oke kalau nggak fresh terus. Padahal dulu jaman masih belum nikah, ataupun masih awal-awal nikah nggak kepikir sama sekali belanja-belanja di pasar. Sekarang ? I heart marketplace, yang katanya becek, bau dan crowded itu. Secara ya apa-apa di pasar lebih bisa didapat lebih murah daripada supermarket, jadi sebagai IE2GMR harus mau dong rajin ke pasar :))) Oke, cukup tentang pasar, kembali ke bahasan MPASI.

Seperti yang saya tulis di atas, saya mulai mencoba oats/havermout untuk karbohidrat pengganti nasinya Liam. Salah satu teman plurk saya memberi saran kalau oats akan lebih tahan lama saat  di bawa keluar rumah. Bubur nasi sih juga sepertinya tahan lama juga, tapi iya, hehehe, seperti biasa saya agak-agak kurang sabar ya untuk buat bubur nasi :D Ini perbandingannya ketika kita menggunakan tepung gasol, gasol lebih mudah kering saat dibawa keluar rumah, jadi oats pilihan yang cukup baik :) Untungnya Liam juga doyan, selain baunya enak (walaupun rasanya hambar) oats juga gampang dikunyah (lah ya wong bentuknya mbubur tenan :p)

Liam juga mulai memakan daging ayam dan daging sapi (yang pasti digiling ya), cukup oke sampai sekarang nggak pernah dilepeh, ya iyalah gak berasa kali ya, rasanya semuanya sama wong tanpa gula garam, hehehe. Sayur yang sering dimakan adalah brokoli, hihihi, nggak pa-pa harganya agak mahal, tapi khasiatnya bagus buat perkembangan anak. Wortel dan bayam juga salah dua dari apa yang dicampur di makanan Liam. Tahu juga lauk paling gampang untuk MPASI, tinggal direbus di bejek-bejek campur deh sama bubur nasi/oats :D Oh ya, telur, sebenarnya saya cukup ragu setelah Liam sempat divonis memiliki alergi di usianya 3-4 bulan lalu. Tapi wallahualam, saya cobakan (kuning telurnya saja) sama dia, alhamdulillah sih nggak ada efeknya setelah makan, cuma entah kenapa dia nggak terlalu suka, entah rasanya, atau memang belum terbiasa aja makannya. Ternyata kuning telur bukan pencetus alergi loh, saya pikir dulu begitu, yang menjadi pencetus alergi itu putih telurnya. Mungkin karena itu ya efeknya nggak terlihat di badan Liam, semoga sih alerginya sudah hilang. Toh, saya nggak pernah jaga makan lagi sekarang. Ah, ya sudahlah pokoknya saya buat dia menter saja, daripada saya kepikiran :D
 
Semakin gede seharusnya sih makanannya mulai divariasikan ya, udah mulai sering liat forum HHBF (Homemade Healthy Baby Food) di facebook, supaya saya lebih pinter masak makanan buat Liam, nggak cuma yang simple-simple aja :p Sudah mulai coba bikin cookies buat Liam, hehehe, kapan-kapan saya share resepnya kalau bisa buat dengan sukses ya. Terakhir saya buat cookies terlalu gampang pecah.

Oke, segitu dulu, tunggu rekap saya bulan depan ya. Semoga sudah jago makan nasi tim atau makanan yang lebih padat :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Wednesday, April 30, 2014

Cerita waktu Liam sakit (for the first time)

Assalamualaikum,

Bismillah,

Hai hai, sekarang ceritanya agak mello-mello dikit ye, tapi gak mello-mello amat sih, hehehe, soal Liam yang sakit. Sakitnya sebenernya juga sakit yang biasa dihadapi orang-orang Indonesia di musim pancaroba ini, yaitu flu, pilek dan batuk. Tapi lantaran ini pengalaman pertama saya (dan suami) yang baru punya anak, dan kemudian anak itu sakit, yaaa khawatir dooong.

Jadi inget salah satu scene di game Harvest Moon Back To Nature, dimana kalau tokoh farmernya nikah sama salah satu cewek yang namanya Karen dan kemudian punya anak, terus beberapa waktu setelah si  anak lahir, si anak sakit dan Karen khawatir bukan main, hahaha, that's what we feel. Nyambung aja ya ke game :p

Jadi seminggu yang lalu, tiba-tiba Liam mulai uhuk-uhuk, batuk-batuk sambil membunyikan grok-grok dari tenggorokannya. Aaah, rasanya kasian sekalii. Besok malamnya Liam mulai demam, saya hampir nggak bisa tidur megangin kepalanya, ngusap-ngusap rambut tipisnya, dan menyatukan kepala saya yang adem ke kepalanya, mencoba skin to skin. Tapi belum membuahkan hasil.

Besoknya panasnya semakin tinggi 38.6, akhirnya saya berpikir untuk membawanya ke dokter. Tapi sebenarnya saya cukup ragu untuk membawa ke dokter anak yang biasa kami datangi untuk Liam vaksin. Masalahnya dokter kami nggak pro asi (dan tidak pro RUM sepertinya), takutnya malah dikasih obat yang seharusnya Liam nggak perlu nenggak. 

Iya, saya cukup parno tentang obat-obatan yang diberikan bayi di bawah satu tahun. Kabarnya jika lebih sering diberi obat dan antibiotik, malah lebih sering sakit. Tapi ya, pada akhirnya saya ke dokter itu juga, karena orang rumah sudah khawatir juga ya (ya saya juga sih), dan benar saja Liam diberi 3 obat yang salah satunya yaitu antibiotik. Lalu saya tanya beberapa teman-teman yang punya pengalaman serupa plus browsing via google. 

Pelajaran yang saya temukan adalah, flu, selesma atau common cold adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan itu tidak ada obatnya. Sedangkan antibiotik diberikan untuk membunuh bakteri, dan flu tidak disebabkan oleh bakteri. CMIIW ya para dokter-dokter yang membaca ini. 

Saya bertanya pada dokter yang memeriksa Liam, kenapa dia harus diberi antibiotik, beliau bilang, karena ada radangnya. That's it, tidak dijelaskan kenapa itu radangnya, lalu apa gunanya antibiotik tersebut untuk radangnya. Well, sebagai orang tua jaman sekarang, kita harus lebih cerewet dibanding dokter kan ya, tapi karena saya galau waktu itu akhirnya saya nggak bertanya dan saya cuma menerima obat tersebut, walaupun juga dengan ragu. Lain kali saya akan lebih smart dan nggak ragu dalam bertanya :)

Di rumah, Liam belum getting better, pertama kali minum antibiotik, dia memuntahkan semua asupan yang sudah dia makan sebelumnya. Salah kami sih, memberinya dengan buru-buru, tapi dari itu saya semakin ragu apa perlu semua obat-obat kimia ini ? Karena setelah saya baca artikel blog dari salah seorang dokter berikut ini "Welcome to the Batuk-Pilek Season", harusnya bayi tidak perlu diberi obat! 

Dari situ, saya dan suami semakin memantapkan diri untuk tidak memberinya obat. Tapi dengan memberinya banyak makan, banyak cairan (asi, kaldu, air putih) dan skin to skin. Kecuali saat anak saya demam di atas 38.5 derajad, kami berikan paracetamol. Dan ya, alhamdulillah Liam sudah tidak demam lagi sekarang. Dihitung-hitung demamnya ada kali ya 5 hari, dan batuknya pun sebenarnya masih belum pulih benar, tapi saya pun kalau batuk dikasih obat juga nggak waras-waras hampir sebulan, nah loh, jadi mungkin intinya kurangi obat kimia kali ya penyakit umum seperti ini ? Coba sesuatu yang alami dulu, kecuali dengan gejala-gejala berbeda tentunya :)

Semoga Liam diberi sehat terus habis ini, sungguh melihat anak sakit itu bikin kita pengen transfer sakitnya ke kita aja, kasian dia :(  Walaupun emang pada akhirnya saya sama suami (bahkan uti akungnya) juga ketularan sih, hehehe.

Kalian semua, pada sehat juga ya, tetep fit dan jaga asupan makanan :)
 
I think that's all, thank you  

Wassalamualaikum,

Wednesday, April 16, 2014

Ngomongin soal empati buat bumil

Assalamualaikum,

Barusan buka facebook di laptop dan lihat gambar salah satu path orang yang di share temen di bawah ini 



Hmmm, gimana menurut kalian ?
Saya pribadi nggak pernah naik kereta atau bus sih waktu hamil kemarin, alhamdulillah kemana-mana bawa kendaraan sendiri dan nggak begitu "merepotkan" orang soal transportasi, masih bisa juga dibonceng pake motor kemana-mana, hehehe. Eh sempet satu kali aja waktu hamil naik public transportation waktu di Jogja perjalanan ke Solo, pakai kereta pramex (cmiiw) seingetku. Karena ambil jadwal agak menjelang siang, jadinya keretanya penuh banget. Selama sejam perjalanan, 45 menit saya berdiri, yes, nggak ada juga gitu yang ngeliatin dan ngasihin tempat duduk ke saya. Baru 15 menit terakhir alhamdulillah ada bapak-bapak yang kebetulan akan keluar di salah satu stasiun dan ngasih tempat duduknya ke saya :)


Hehehe, secara emang kabarnya susah ya dapet tempat duduk di pramex. Walaupun mungkin bagi beberapa orang bukan alasan juga untuk membiarkan wanita hamil berdiri, iya nggak sih? Bukannya saya manja, eh sebenernya saya nggak begitu berharap dikasihani juga kok, walaupun emang kaki saya bengkak banget waktu hamil. Tapi saya nggak pakai kok ngutuk-ngutuk orang karena nggak ngasih tempat duduk ke saya. Mungkin kalau saya yang ketemu mbak yang nggak berempati sama ibu hamil itu di saat saya hamil, saya juga nggak bakal nyembah-nyembah mbaknya untuk ngasih tempat duduknya ke saya. 

Mungkin, ini juga masalah timing. Mungkin si mbaknya itu lagi PMS, atau mungkin si mbaknya baru putus dari pacarnya ? Punya masalah sama keluarganya ? Atau balik ke judulnya, masalah empati yang sangat sangat kurang ? Jadi merasa "wajar" saja marah-marah curhat di sosmed tanpa mikir komentar apa yang mungkin terjadi, atau karma mungkin ?
Ya, buat saya sih, secerewet-cerewetnya ibu hamil tadi, nggak perlu lah di komentarin jelek mbak, coba bayangkan kalau ini anak kedua yang dikandungnya, jadi "belum mungkin" untuk bisa berangkat lebih pagi karena anak yang besar harus diurusin juga, bisa kan ? Atau alasan memberatkan yang lain lah, kehamilan yang sulit lah. Menunggu bertahun-tahun supaya bisa hamil sehingga meng"eman-eman" lah. Dan saya yakin memang banyak  juga ibu hamil yang mandiri, tapi toh ini "cuma" 9 bulan mbak, nggak akan selamanya ganggu hidup mbak. Kalau saya yang ketemu Ibunya saat saya tidak hamil, mungkin saya kasih tempat duduk saya, terus saya ajak ngobrol, dengan ngobrol kan perjalanan nggak kerasa lama dan boring, hehehe. 

Tapi itu saya sih, yah intinya ... sayang sekali ...

EDITED : 

Eh, barusan dengan kabar kalau si mbak sudah minta maaf, ah seneng banget dengernya, saya share ya, biar jadi pembelajaran buat semuanya ^_^

 

I think that's all, thank you  

Wassalamualaikum,

Tuesday, April 15, 2014

[Resep] Homemade Molten Lava Cake

Assalamualaikum,

Bismillah,

Hai pipel, hihihi, ini 3 kali postingan kok resep mulu ya, nggak pa-pa ya mumpung ada cerita, secara saya jarang-jarang keluar rumah, jadi ceritanya tentang apa yang sering saya lakukan di rumah aja, salah satunya (selain bobok sama Liam) adalah memasak ;).

Surprise cake waktu ulang tahun bojo kapan hari itu kan membuat saya akhirnya harus cari-cari resep di youtube kan, nah gara-gara itu saya nggak sengaja nemplok di video cara membuat Lava Cake. Itu tuh yang kaya' dijual di Kaefci itu loh, yang bentuknya mungil terus kalo dipecah pake sendok ada coklat meleleh keluar dari dalam, yuum banget toh, secara saya suka coklat banget. 

Actually saya malah belum pernah nyoba makanan itu sama sekali, tapi demi kepenasaran saya akhirnya saya coba untuk membuat cake itu. Lagi-lagi saya pake resepnya BakeLikeAPro, tapi percobaan pertama GAGAL saudara-saudara, mungkin karena terlalu banyak tepung terigu dan kurang coklat, akhirnya bantet, boro-boro melting dan moist, bentuknya bolu bener, dipecah pake sendok keras bener. Ya sud, untungnya saya masih nyoba 2 di pan, saya coba lagi yang lainnya dengan mencoba tambahan resep abal-abal saya, eh ternyata cukup sukses, walaupun meltingnya cuma di atas, bagian dalam keras, huhuhuhu.

Ini penampakan percobaan pertama dan kedua :
Hasilnya jadi keras kaya' bolu, hehehe, langsung saya kasih icing sugar biar nggak keliatan ancurnya :p
Percobaan kedua, lumayan meleleh yang bagian atas :D
Hari ini saya akhirnya berniat untuk mensukseskan obsesi saya untuk membuat Molten Lava cake meleleh sampai ke bawah, dan yaaaay I did it ... :D

Ini hasilnya :
Meleleh sampe kebawaaah ... yuuuum ....
Kalau yang pertama saya pake pan untuk cupcakes, sekarang saya coba pake aluminium sekali pakai yang biasanya buat lasagna/schotel kecil itu loh
Resepnya adalah sebagai berikut, saya bagi menjadi 3 bagian yang masing-masing dicampur sendiri :

1 ons coklat yang bisa dimasak, saya pakai colatta/ceres (sekuran 3 kotak kecil itu kalau dipecah)
½ kotak unsalted butter (kelihatannya pake yang salted juga boleh)

3 telur (suhu ruangan, jangan ambil dari kulkas langsung pakai ya)
1 mug icing sugar alias gula putih bubuk
¾ mug tepung (apapun, saya pakainya cakra)
¼ sdt vanilla bubuk (lebih baik kaya’nya pake yang cair ya, saya nggak punya)
Sejumput garam

1 putih telur
1 sdm coklat bubuk
1 sdm minyak zaitun (bisa pakai minyak lain juga kaya’nya)

8 kotak aluminium foil (buat tempatnya) Oh ya, lava cake aslinya menggunakan ramekins, semacam keramik kecil khusus untuk baking kue. Jangan lupa pinggiran dalamnya dikuas dengan minyak/butter lalu diberi tepung ya, supaya nanti gampang keluarnya setelah dioven

Cara membuatnya adalah sebagai berikut :
1. Coklat dan butter di tim atau dipanaskan menggunakan panci kecil di atas api kecil, aduk-aduk sampai tercampur rata. Sisihkan.
2. Siapkan oven 210 derajat celcius, kalau pakai oven tangkring dan nggak punya termometer khusus oven ya diperkirakan saja kali ya, pokoknya panas banget aja dah :D
3. Telur dan gula bubuk putih dimixer sampai pucat, kemudian masukkan tepung dan vanilla, plus sejumput garam, mixer lagi dengan kecepatan tinggi sampai tercampur rata
4 Masukkan campuran coklat dan mentega ke dalam campuran telur dan tepung, mixer lagi dengan kecepatan dari rendah ke tinggi
5. Campur 1 putih telur, coklat bubuk dan minyak zaitun di wadah lain, dan kemudian campurkan ke adonan sebelumnya menggunakan whisk atau sendok biasa
6. Adonan selesai, monggo dimasukkan ke wadah aluminium foil atau wadah apapun yang kalian pakai. Saya taruh 5 aluminium foil di wadah kotak yang biasany
7. Panggang dalam oven dengan suhu 210 derajat celcius selama kurang lebih 15 menit. Kalau pake oven yang khusus, set oven dengan menggunakan api atas dan bawah. Kalau pakai oven tangkring seperti saya, yang penting sih sudah kelihatan panas aja segala bagian, hehehe.
8. Kalau sudah matang, diamkan sebentar lalu keluarkan dari dalam cetakan di atas piring, taburkan gula bubuk putih supaya lebih cantik penampilannya ;)

Selamat coba-coba :)

NB : Iya, gambarnya blur semua, maklum pake kamera hp (yang saya nggak jago motonya) ;)

Oh yeessss ... Liam is helping Mom baking lava cake :D




I think that's all, thank you  


Wassalamualaikum,

Sunday, April 6, 2014

[Resep] Ceker Ayam Pedas Membahana

Assalamualaikum,

Bismillah,
Secara saya termasuk "Ikatan emak emak gak mau rugi" (woopoo iki), semua itu harus serba hemat, hahaha, sebenarnya saya mau cerita kalau saya menggunakan ceker ayam yang tadinya untuk membuat rebusan kaldu khusus buat MPAsi-nya Liam, untuk tiga makanan sekaligus. 

Hehehe, rebusan pertama untuk kaldunya liam (yang diambil sedikit untuk dimasukkan ke ice cube tray, jadi bisa dipakai berkali-kali sampai habis) dan setelah ditambah bumbu ini itu jadilah Sop, kedua saya ambil ceker ayam dari sopnya yang kemudian saya simpan di kulkas untuk besoknya saya rebus kembali dan air rebusannya untuk kaldu Sayur Asem (hahaha, agak aneh ya, tapi tetep berasa kok sayurnya), dan terakhir ceker yang sudah lumayan empuk itu saya masak jadi Ceker Ayam Pedas. Sayangnya sih cekernya masih belum benar-benar empuk, kabarnya supaya bisa gampang empuk itu mesti pakai panci bertekanan tinggi alias di presto. Ibu saya punya sepertinya, tapi secara saya IE2GMR, untuk ceker yang nggak banyak-banyak amat, saya malas ah mesti cari-cari di gudang, wasting time dong #halah. 

Sebenarnya ini resep untuk 1/2kg ceker ayam, tapi saya kebetulan hanya menggunakan 1/4 kg ceker.

Resep Ceker ayam pedas ala saya itu seperti ini :

Penampakan Ceker Ayam pedas

Bahan :
1/4 kg Ceker/Kaki Ayam (sudah direbus berkali-kali sampai empuk, untung-untung kalau kalian punya panci presto ya, hehehe)
1 ruas jari Jahe
2 Bawang merah
1 Bawang putih
10 Lombok merah kecil (tergantung selera sih ini)
1 Lombok besar merah
3 sdm Saus tiram (tergantung selera juga)
3 sdm Sambal botolan (hyuk deh tergantung selera)
5 sdm Kecap manis (idem sama di atas, tergantung selera)
2 gelas Air
Garam secukupnya
Gula secukupnya
(plus sosis ayam/bakso dipotong-potong kecil, karena kebetulan saya punyanya itu, hehehe)

Cara membuatnya :
1. Jahe + bawang merah + bawang putih + lombok kecil + lombok besar + garam + gula diulek sampai halus
2. Bumbu yang sudah dihaluskan dipanaskan di wajan dengan api kecil sampai harum
3. Besarkan apinya menjadi sedang, masukkan saus tiram, kecap manis, sambal botolan dan kemudian air
4. Kecilkan api, masukkan ceker ayam dan sosis, dan biarkan sampai air berkurang dan matang
5. Ceker ayam pedas siap dihidangkan :D

Kalau cekernya mau lebih banyak ya jumlah bahannya disesuaikan ya :D
Selamat mencoba :D

NB : Untungnya karena suami nggak pernah komplain soal makanan yang saya buat, dia fine-fine aja walaupun cekernya kurang empuk, hihihi.

I think that's all, thank you  

Wassalamualaikum,

Sunday, March 30, 2014

Made with love : Mini Love Chocolate Birthday Cake

Assalamualaikum, 

Bismillah,
Hari ini suami saya ulang tahun, karena itu dari bulan lalu berencana pengen buat surprise di ulang tahunnya. Awalnya mau beli cake lucu-lucuan yang sekarang lagi ngetrend dijual itu, cupcakes atau buttercake, tapii, setelah lihat budget, ah, belum sanggup. Alhamdulillah dapat sedikit rejeki untuk membelikan kado buat hubby, sepatu yang bisa dipakai kerja dan pesta (iya, dari hampir 2 tahun sama-sama, kalo ke pesta gak pernah pake sepatu formal, hahaha) Ya begitulah, saya menyiapkan kado itu saja selama hampir 2 minggu, 3 hari yang lalu suami saya liputan luar kota, hmmm, akhirnya kepikiranlah saya untuk memberi sedikit kejutan saat ia pulang rumah nanti, tepat di hari ulang tahunnya. Karena rencana awal tentang beli cake itu agak gak mampu, ya sudah saya buat sendiri saja, setidaknya saya bisa hemat 2/3 harga kalau beli dari orang :D Memang sih sederhana, tapi toh dibuat dengan cintaaah, hahaha. Jadilah cake coklat berbentuk love ini :D
Sederhana nan enak :D
Bentuknya beneran love loooh :D

Saya dapat resepnya dari youtube punyanya BakeLikeAPro, resepnya sederhana tapi oke :D Lihat videonya ya :D

Saya nurut banget sama resepnya kecuali sebagai ganti minyak sayur, saya pakai minyak zaitun (punya Liam), dan karena gak punya loyang bundar kecil dan kebetulan (dan beruntungnya) punyanya yang bentuk love, ya jadinya pas banget "Mini Love chocolate cake" Oh ya satu lagi, saya nggak punya oven yang pake celcius2an itu, saya punyanya oven tangkring, hahaha, untungnya sih matang dan hasilnya oke ya :D 
Oven tangkring vintage punya nyokap :D

So mau buat surprise cake buat someone special juga ? yuk coba :D

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Tuesday, March 25, 2014

[Catatan Ibun] MPASI Liam - 6 bulan

Assalamualaikum, 

Bismillah,

Malam ini saya mau mencatat MPASInya Liam bulan pertama ini, buat catatan diri sendiri, atau mungkin ada mommies lain yang butuh (eh sotoy banget Fenty) untuk persiapan MPASI di lain waktu :D.

Okay, untuk MPASI Liam sebelum 6 bulan saya cuma mempersiapkan satu hal, yaitu buku resep makanan bayi alaminya Wied Harry, hehehe. Secara untuk alat makan saya dikado 3 orang :D Sempet mikir juga sih, apa saya butuh blender tangan, food processor atau lain-lain, err, ternyata (merasa) belum butuh, selain mihil (yang bisa dialokasikan untuk kebutuhan Liam yang lain), di rumah masih ada sendok, saringan dan blender segede gambreng, hehehe. That's all I need. Dua minggu Liam mulai makan, ternyata harus beli penggorengan kecil, yang emang kepake banget. Jadi persiapan awal yaitu alat makan bayi (bowl plastik kecil dan sendok kecil yang sesuai dengan bayi 6 bulan), saringan, blender (kalau nggak punya ya saringan sepertinya cukup) dan panci/penggorengan kecil.  
Taken from Dreamstime
Awal banget Liam mulai memakan solid food, cukup deg-degan sih, dia langsung makan gak ya, apa ditolak or endesbre endesbre. Ternyata makan pertama cukup lancar, anyway Liam makan pisang ambon yang waktu itu cuma 3 sendok kecil kaya'nya. Besok-besoknya masih dengan menu buah, pepaya, alpukat, semangka, jambu merah dan pir. Setelah cek buku resep dari Wied Harry, banyak buah yang bisa kita gunakan untuk makanan bayi, salah satu favorit Liam adalah Labu parang, atau kalau yang lebih mahal itu Kabocha. Lahap banget dah kalo udah makan itu (selain alpukat). 

Kemudian seperti biasa, karena saya masih tinggal di rumah orang tua, banyak "pendapat" yang agak bikin saya gregetan soal kenapa anaknya nggak diberi makanan instan seperti S*n, Mil*a, Pro*ina, dll, hehehe, yang notabene adalah tepung. Oke, saya sedikit labil saat itu, saya pastikan sama diri saya sendiri kalau saya tidak akan memberikan satupun makanan instan itu kepada anak saya. Tapi saran orang tua saya, anak saya harus diberi tepung biar cepet naik berat badannya. Walaupun di buku resep saya, harusnya menghindari yang namanya tepung, tapi akhirnya saya nyerah juga dengan memberikan tepung pada anak saya. Secara dokter anak saya juga menyarankan pada saya untuk memberikannya banyak karbohidrat melalui tepung tersebut. Tapii, saya tidak memilih yang instan-instan itu, saya menggunakan Tepung Gasol, yang organik dan alami, tanpa perasa buatan dan yang pasti tidak instan alias harus dimasak dulu. Saya tau di luaran juga banyak yang pro dan kontra soal penggunaan tepung pada bayi, tapi Wallahualam, saya percaya sama anak saya aja kalau dia akan selalu sehat :)

Jadi tepung gasol yang saya gunakan adalah Beras Coklat, Beras Merah dan Kacang Hijau. ketiganya memang makanan yang kalau dibuat sendiri agak ribet, hehehe, dibanding kalau nggak salah ada rasa pisang, jagung atau ubi, yang buat saya pribadi, bisa saya racik sendiri :D

Jika di awal Liam makan dua kali sehari, namun setelah ke dokter dan berat badan liam belum menunjukkan peningkatan yang baik (saya harus akui, dia sehat, tapi kurvanya agak landai, dan itu agak mengkhawatirkan saya), dokter menyarankan agar anak saya diajarkan makan 3 kali sehari. 

Akhirnya sekarang Liam makan 3 kali sehari dengan menu yang biasanya sih bervariasi tiap waktunya makan. Oh ya, tepung gasolpun jika di awal saya menggunakan satu saja untuk sekali makan (untuk ngetes Liam nerima atau enggak, dan ternyata dia makannya lahap), sekarang saya mix dengan bahan makanan lain. Misalnya, TG Beras Merah + Alpukat, atau TG Beras Coklat + Labu parang, dan lainnya. Oh ya, satu yang pasti, semua makanan itu diwajibkan untuk ditambahkan ASI. Karena ya saya rasa bayi masih membutuhkan asupan susu di setiap makanannya, karena asi adalah MSG terbaik (ini omongan agak absurd, hehehe) nggak ding, ya supaya rasanya dia masih akan selalu nerima kali ya.

Oh ya, untuk catatan juga, liam belum bisa nerima yang namanya kentang, nggak tau kenapa, padahal sudah diblender dan disaring, yang bagi kita udah lumer banget, Liam selalu hoek-hoek kalau dimakanin kentang. Liam lebih suka makanan yang creamy seperti alpukat ataupun labu parang, atau tepung gasol yang sudah dimasak itu. Yah, tapi gimana juga harus dicobain terus, seenggaknya nanti 8 bulan semoga Liam sudah lancar ngunyah :)

Mau masuk ke 7 bulan ini saya mulai mencoba untuk memberi kaldu dan sayur untuk makanan Liam, semangat! Semoga Liam selalu sehat dan makannya lahap dan nerima semua makanan yang Ibunya suapkan (sounds wrong, hehehe) semoga sih dia juga cepet belajar bisa makan sendiri ya :D

Catatan terakhir, saya tidak akan membiasakan anak saya untuk makan sambil jalan-jalan, soalnya ya repot juga kalau kita harus makan sambil jalan, selain itu nggak sesuai sunnah Rasul :D akhirnya saya memberi makan dia di bumbo, tempat duduk khusus untuk bayi, yang walaupun Liam belum bisa duduk, tempat duduk itu bisa menyesuaikan dengan bentuk badan bayi, sehingga bayi bisa duduk tegak. Oh ya, saya nggak beli, cuma sewa, hihihi, secara katanya sih cuma bisa buat 3 bulan ke depan aja (agak costly lah ya kalau beli, ah mak mak harus perhitungan dooong), ini aja Liam sudah suka ngangkat perutnya keluar dari bumbonya xD

Segitu aja catatan awal MPASI Liam, tunggu catatan saya bulan depan ya :D
 
I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum,

Sunday, March 23, 2014

Liam go to the zoo(rabaya)

Assalamualaikum,

Bismillah,

Horee, perdana Liam diajak ke kebun binatang, tentunya KBS, alias kebun binatang Surabaya. Walaupun emang belum tau apa-apa sih, tapi harus ada yang pertama untuk segalanya kan #cieeh :p

Awalnya mau pergi hari Jum'at lalu, tapi karena si Bapak sibuk, ditentukan hari Sabtulah kita jalan-jalan, yaay. Alhamdulillah, Liam nggak keliatan takut-takut, was was aja dia disana cuma bakalan bobok atau mungkin nangis karena melihat orang banyak. Eh ternyata enggak dong, Liam berani ^_^

Ngomong-ngomong, emang sih sekarang KBS agak sepi ya, entah karena lagi banyak isu di luaran yang katanya banyak banget hewan sakit dan mati di dalam sana, atau di hari itu emang lagi sepi aja. Kata suami sih, setiap hari bisa mencapai 1000 orang yang masuk ke dalam KBS, apa karena kami datangnya agak pagi ya, hehehe, whatever, yang penting ngajak Liam ke Kebun binatang :D 

Ada kura-kura berteman dengan ular, hii ... 
 Si burung cantik ...
 Liam sempet "ngobrol" sama monyet di bawah ini :D
Habis selesai jalan-jalan ke KBS, kita bertiga makan pizza (eh kita berdua ding, saya dan suami), Liam "makan" plastik #disetrumpembaca, hihihi, mainan gigit2annya itu maksudnya, makan benerannya di rumah aja :D Ah, akhirnya kesampaian makan ngedate di tempat dulu Bapaknya ngelamar Ibunya Liam, ihik ... :p Ngelamar kok di restoran pizza xD

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Sunday, March 16, 2014

Ayo Liaaam ... kamu bisaaaa !

Assalamualaikum, 

Bismillah, 

Eh Liam kenapa ? ra po po, hehehe, dia nggak kenapa-napa kok. Ini sebuah semangat buat si anak kecil berwajah ganteng oriental ini supaya lebih rajin minum dan makan :)

Harus saya akui, Liam sedikit -cuma sedikit- lebih mungil dibanding bayi seumurannya. Anyway, dia berusia 6.5 bulan sekarang, sudah hampir 3 minggu Liam memulai fase makan solid food, alias gak cuma nyusu dari Ibunya doang. Nggak sedikit orang yang berkomentar, setelah melihat foto Liam di socmed, kemudian melihat aslinya, komentarnya adalah "Liam ternyata kecil ya" :)

Why he's small ? Cuma Tuhan yang tahu, hehehe, anggap saja dia nurun akungnya yang karakter badannya kecil. Secara kan ya, Bapak Ibunya gemuk-gemuk tuh, agak agak njomplang ya sama anaknya :D

Harus saya akui juga, ketika melihat bayi seumurannya atau bahkan lebih muda dari Liam beratnya lebih sekilo dua kilo dari dia, saya agak nelongso, merasa not a good mother gitu, nggak memberikan asupan gizi terbaik, tapi saya "disundul" sama suami saya. Hello, kalau kamu bukan Ibu yang baik, tuh anak nggak akan sehat dan seaktif itu sekarang. Hehehe, namanya juga newbie Mom ya, bawaannya khawatir terus. Nggak ding, saya aja yang  dari dulu punya sifat khawatir berlebihan, ayo sundul saya rame rame biar semangat terus :D

Kemudian saya mencapai di satu titik, bahwa ini namanya belajar, dan belajar itu nggak pernah berhenti tiap hari. Yes, mungkin selama 6 bulan kemarin pemberian ASI pada Liam dibarengi dengan kekhawatiran saya yang lebay, sehingga ya, akhirnya semuanya serba seret. Oh ya, saya yakin itu cukup ngaruh, saya banyak konsultasi dengan para Ibu menyusui pendahulu saya. Ibu menyusui itu harus jauh jauh dari yang namanya stress, mikin terlalu berat, nggak pede, nggak yakin sama diri sendiri dan anaknya dan endesbre endesbre yang negatip negatip deh. 

Red guava lips, hihihi
Sekarang, di saat Liam sudah 6.5 bulan dan mulai makan makanan bertekstur, terakhir kali ke dokter pun kenaikannya belum signifikan. Aaah, saya sebal, bukan dengan peningkatan itu, justru saya sebal karena saya yang sangat-sangat kurang bersyukur. Hellow, tuh anak itu semakin panjang, semakin aktif, semakin banyak yang dilakukan, semakin cerewet, harusnya kamu itu bersyukur Fen. 

So newbie Mother, jangan tiru sifat saya *jawil diri sendiri* sifat itu punyamu sendiri, orang lain belum tentu punyaa, eh iya ding :p Kalau gitu saya ganti kalimat, semoga mbak-mbak, ibu-ibu, adek-adek yang jadi newbie Mother nggak seperti saya ya. 

Ini suatu pembelajaran saya ke depan, saat -suatu saat- kami diberi kepercayaan punya anak lagi, harus lebih positif dalam memandang segala hal, sehingga semuanya nggak serba seret. Semoga nanti saat kami punya anggota baru di keluarga kecil kami, semuanya akan serba lebih "nyaman". Nyaman itu seperti apa Fen ? Cuma saya dan Tuhan yang tau, hihihi ;) doakan kami saja ya, karena doa kalian begitu berarti *tsaahh .... :D

Terakhir, doakan Liam semoga peningkatan bb dan panjangnya signifikan ya ;)

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum, 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...