Tuesday, December 17, 2013

My allergic son

Assalamualaikum,

Hai hai, 
Saya sempat cerita ya di postingan beberapa hari lalu, kalau anak saya ada alerginya? Semakin ke sini semakin parah toh, setelah vaksin terakhir kemaren nggak reda-reda, akhirnya DSA (Dokter spesialis anak) saya merujuk ke DSA khusus alergi di daerah Raya Darmo. Kemaren akhirnya kami kesana.

Awalnya hanya ingin periksa saja, tapi in the end, kenapa nggak sekalian tes alergi ya, mumpung lagi ada di sana, dan biar langsung ketauan ini Ibunya Liam nggak boleh makan apa aja sih. Akhirnya si dokter langsung membuka kotak ajaib berisi alergen-alergen berwujud cairan bening yang diambil dari beberapa makanan atau faktor penyebab alergi. Yang saya nggak tau ternyata tes alerginya cukup serem juga ya, jadi tangan kiri anak saya ditandai titik-titik berjumlah 12, terus setelah ditandai itu, tangannya ditusuk-tusuk dikit di antara titik-titik itu pake jarum kecil, ouch. Terus alergennya dibubuhkan satu-satu. Mungkin untuk orang dewasa atau anak yang lebih gede nggak pa-pa ya, ini masih bayi, masih 3 bulan ditusuk-tusuk begitu, akhirnya dia nangis kejer T_T kesian anakku ....

Kaya gini loh bentuknya
diambil dari http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/17/foto-dan-gambar-tes-alergi/
Alhamdulillah dia kuat, nangisnya nggak lama :) selama 20 menit tangan yang ditusuk itu direntangkan, nggak sampai 20 menit sih, tangan yang tadi ditusuk ternyata merah semua *doh* berarti hampir semua alergen ngefek ke Liam. Berarti, Ibunya dilarang makan macem-macem!

Setelah dicek oleh dokternya begini hasilnya :
Diet dari dokter
Emang cuma 3 sih yang nggak boleh, tapi itu minus ya, kalo kaya' folder di komputer itu belum diklik plusnya :)) jadi semisal susu sapi nih, turunan dari susu sapi sampai makanan yg mengandung susu sapi dilarang, kaya' roti, biskuit, keju, mayonaise dll. Sama juga ikan dan kroninya, itu kan buanyyaaaak bandeng, lele, gurami, udang, cumi, kepiting, de-el-el ~_~". Sama juga dengan telur, no dadar jagung, no perkedel ~_~" yes ibunya taraaak ...

Oh ya selain itu Liam juga alergi kapuk dan debu, ini jelas banget dari bapaknya. Terus ibunya dilarang juga minum minuman berpengawet seperti teh kotak misalnya (my fave ever! ~_~") Kaya'nya sih makanan berpengawet dan msg buatan akan jadi diet juga deh, mencegah aja, gilaaaak... bener-bener hidup sehat nih :))

Waktu saya tanya dokternya, kira-kira alergi pada bayi ini akan bertahan berapa lama ? Beliau bilang bisa setahun, hmmm, semoga sih beneran setahun ya, bukannya apa, kasian aja Liam gak bisa dapet protein dari berbagai macam makanan. Alergi faktor keturunan? Sebenarnya tidak bisa dikatakan begitu, jadi ketika salah satu dari orang tuanya ada yang alergi, maka 15% kemungkinan anaknya kena alergi, ketika kedua orang tuanya memiliki alergi, maka 45% kemungkinan anaknya akan kena alergi. Jadi Liam diantara 15% tersebut. Kalau dokter kandungan saya berpendapat sih, banyak banget radikal bebas berbahaya yang menyebabkan protein dari makanan-makanan tersebut jadi nggak bagus untuk beberapa orang. 

Tapi ini jadi pengingat deh, secara emang ibunya agak nakal soal makanan gini, pengennya macem-macem dan harus enak, yang kadang msg buatannya seabreg.

Doakan sukses ya dietnya, semoga Liam kulitnya mulus bener-bener kaya' bayi, hehe :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Sunday, December 8, 2013

Cerita Liam Pt. 2

Assalamualaikum,

Sudah gatal ingin menulis sejak Liam beranjak 3 bulan, oh iya, saya pernah janji saya mau share nama lengkapnya Liam ya ? Namanya Qori Rafeliam Aslan, hehehe, bukan nama kebanyakan ya :D Dari usia kehamilan saya 5-6 bulan kalau nggak salah, nama Liam sudah jadi pilihan kami, pilihan suami sih sebenarnya, tapi akhirnya saya mengiyakan, asalkan nama itu ditambah dengan Rafe di depannya, yang berarti Rangga dan Fenty :D. 

Liam sendiri berarti Pelindung, Qori adalah pembaca, sedangkan Aslan adalah pemberani. Harapan kami adalah dia akan menjadi pelindung orang tuanya selain juga pintar (sebagai arti dari pembaca) dan juga pemberani :) hehehe, dipaksain dikit lah artinya :D Teman-teman mau memanggilnya apa, terserah, tapi kami orang tuanya tetap kekeuh memanggil Liam :D Seperti Liam Neeson atau Liam Gallagher :p
Si cowok (Korea) ganteng yang cool :D
Anyway, seperti yang sudah disebutkan di atas, Liam sekarang sudah 3 bulan, sejak 29 November lalu tepatnya. Alhamdulillah selalu sehat, walaupun alerginya (agak) parah, secara saya sudah mengurangi beberapa makanan yang (katanya) berefek pada ASI yang ia hisap dari saya, tapi merah-merah dan merintis di tubuhnya masih ada :( Doakan nanti semakin gede semakin menter ya :) Saya agak sulit menghindari telur dan seafood, karena saya cinta keduanya, hahaha. 

Rasanya amazing banget kalau lihat Liam sekarang, dulu waktu lahir beratnya hanya 2.65 kilo, kecil, gampang banget dibawa-bawa pakai satu tangan, sekarang, masih bisa sih satu tangan, tapi sudah berat, hampir 6 kilo beratnya, jadi ya lumayan sih yang biasa nggendong jadi boyok'an, hahaha. Seperti status di bb saya beberapa hari ini, that's "the art of being Mom". 

Mesti ngerasain sakit segalanya deh, secara fisik dan mental, makanya hal-hal kaya' gitu bikin saya lebih menghargai "profesi" Ibu. Kalau melihat sinetron ataupun ftv (yak ampun nganggur banget ya nonton keduanya, hahaha), ehm, yang intinya melihat Ibu yang sudah disakiti anaknya, atau Ibu yang berkorban demi anaknya, saya jadi trenyuh sendiri, memang begitulah seorang Ibu. Walaupun sudah disakiti, dicemooh, dikasarin (amit amiiit) beliau tetap akan menerima anaknya, karena tidak ada cinta yang sebesar cinta Ibu kepada anaknya (note this!) *jadi agak mewek, hehehe*

Liam sekarang sudah bisa ngoceh, sudah bisa memandang balik kalau dipandang, sudah bisa mewek kalau tau ditinggal, sudah bisa dikudang, dan senyum kalau dikudang (dikit, dia lumayan cool, hahaha, kulkas kalee), senyumnya dikit-dikit nggak ada suaranya :p Kaya'nya beberapa hari ini sudah mulai miring-miring juga pas tiduran gitu, katanya akan mau segera tengkurap, saya masih ingat keponakan saya tengkurapnya memang di usia 3 bulanan :D 

Aaah ... melihat perkembangan dia itu seperti menantikan kejutan yang menyenangkan, bisa apa dia besok, kapan dia bisa ini, kapan bisa itu. Kadang melihat anak dari teman-teman yang usianya sepantaran Liam, ada yang sudah bisa tegak kepalanya di usia 2 bulan, ada yang sudah bisa tengkurap, ada yang sudah bisa duduk di usia 4 bulan, rasanya hal-hal gitu bikin gregetan, kapan Liamku bisa begitu, hehehe, tapi ya mesti sabar sih, pasti fase tersebut akan terjadi di waktu yang tepat :) Katanya setiap bayi kan berbeda perkembangannya, nyatanya Liamku sudah punya 2 gigi sejak lahir, hahaha, padahal harusnya itu di usia 7 bulan sampai setahun ya (cmiiw) :D 
2 Gigi Liaaam ....
Semakin kesini semakin emak-emak deh saya, hahaha, lah apa dong ? xD maksudnya banyak hal yang saya baca atau beli berkutat dengan masalah bayi dan anak, baju, buku, browsing, foto-foto, hehe, ya gimana ya, exciting emang :D 

Semoga calon-calon Ibu lain akan merasakan hal yang sama seperti saya, hihihi, dan saya yang sudah menjadi Ibu pasti merasakan yang saya rasakan :D

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...