Thursday, October 17, 2013

Welcome to Motherhood

Assalamualaikum,

Haai, I'm back! hihihi, maaf ya lama bener saya absennya, padahal tiap hari online dan tiap hari buka laptop sih, tapi gak tau rasanya selalu merasa nggak sempat untuk nulis di sini.

Sebenarnya, dari cerita lahirnya Liam kemarin, saya masih ada lanjutan tentang pemberian nama panjangnya, tapi masih jadi draft aja di note bb saya, hihihi. Jadi karena angin panasnya Surabaya membuat saya merasa ingin menulis sekarang di dengan laptop, jadi saya terusin aja deh niatan hari ini dengan cerita berbeda :D

Masih tentang cerita Liam, mau share pengalaman saya sepanjang hampir dua bulan saya menjadi seorang Ibu. Anyway, saya dan suami berkeputusan agar Liam nantinya memanggil kami dengan sebutan Ibu dan Bapak, Indonesia banget ya, bahkan ada yang ngomong wiih TVRI bangeet, hahaha. Pengen aja mengangkat originalitas sebutan orang tua di Indonesia, hihihi. Soalnya Ayah dan Bunda kan juga sudah keambil sama kakak dan kakak ipar saya :D Semoga masih akan terus jadi Ibu dan Bapak, karena kabarnya di umur-umur setahun, anak-anak akan lebih sering menyebut mamamama dan papapapa, hahaha.

Jadi bagaimana rasanya jadi Ibu ? Capek ?
Bohong ah kalau bilangnya nggak capek, hehehe, tapi capeknya ini memang bikin trenyuh dan happy. Merawat anak, apalagi nggak pakai pengasuh memang sangat membentuk kedekatan Ibu dan anak. Kita jadi bisa tau kapan anak begini dan begitu, perlu ini dan perlu itu. Ini masih 2 bulan, apa kabar nanti tahun-tahun berikutnya :) nggak sabar untuk melihat perkembangannya dari waktu ke waktu ^_^

Saya mau cerita bagaimana Liam setelah pulang dari rumah sakit. Hari pertama Liam sampai di rumah, ia tidak berhenti menangis semalaman, sebagai ortu newbie, saya dan suami lumayan stress, pikiran sudah kemana-mana, apa perlu ke dokter lah, asi kurang lah, apa lah, saya sempat nangis, suami juga capek. Hari berikutnya, ketauan kalau memang minumnya kurang. Tambah bingunglah saya, saya yang komit mau memberikannya ASI eksklusif sudah digempur pernyataan "Tambah susu formula aja ya?" dari suster yang beberapa hari waktu itu memandikan Liam, dari Ibu saya dan akhirnya suamipun ikut-ikut menyarankan. Memang karena mereka nggak tega melihat Liam nangis terus dan terlihat lapar walaupun sudah saya coba susui terus menerus. Tapi Allah maha baik, kebetulan kakak saya sekeluarga memang datang untuk menjenguk bayi baru. Kakak ipar saya masih menyusui anak keduanya dan akhirnya menawarkan untuk memberikan asi pada Liam, sembari menunggu ASI saya keluar dengan lancar. Alhamdulillah, Liam langsung tertidur pulas dan terlihat kenyang :) hari-hari berikutnya saya genjot dengan makan banyak, minum suplemen dan ramuan-ramuan tertentu, seperti daun katuk atau sari kacang hijau. Akhirnya ASI saya keluar dengan lancar sampai sekarang, semoga istiqomah dan lancar terus sampai ia berumur 2 tahun :)

Begadang ? Sudah pasti kongkalikong sama Bang Rhoma, hahaha, sampai sekarang pun kadang kami masih sering begadang, walaupun tidak seperti awal-awal saat Liam baru lahir. Tapi lama kelamaan jadi sebuah kebiasaan, siangpun sekarang saya sudah bisa menjahit, walaupun kadang-kadang Liam ada rewelnya juga sih. Akhirnya kebanyakan waktu dihabiskan untuk nenenin atau menggendong Liam. Tapi itu menariknya dari motherhood ya, mesti pinter-pinter ngatur waktu. Jam berapa bangun, jam berapa harus ini harus itu, jam berapa harus istirahat supaya nggak drop, dari waktu ke waktu pasti penyesuaian itu terus menerus ada dan dikembangkan :)

Sekarang Liam kalau sudah di atas jam maghrib, lebih demen digendong dibanding ditaruh di atas tempat tidurnya, kalau sudah tidur baru diletakkan, hahaha, kata orang-orang wes mambu tangan, sudah bau tangan, maunya digendong terus :D kata tante saya mirip saya waktu saya masih berumur berapa minggu dulu :p Like mother like son ya, Liam ? :p yang bikin trenyuh adalah dia suka saya gendong, dan lebih banyak tenangnya dibanding rewel, duuh rasanya pengen peluk-peluk anak saya terus :D
Ibu and Liam
Yes, I love being a mother ... semoga saya bisa menjadi Ibu yang baik untuk Liam, nggak perlu sempurna, baik saja cukup :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...