Sunday, August 18, 2013

38 to 39 weeks pregnancy and green smoothie addict

Assalamualaikum,

Pengangguran macam saya ini kepo banget liat infotainment dan mantengin facebook, yang sebenernya agak nggak guna juga gitu ya. Lakukan apa kek, jahit kek, buat pola kek, atau belanja (halah, kaya' nggak ngeluh capek aja abis itu). Dalam kurun waktu 9 bulan ini, ada beberapa teman dan (kebetulan) artis-artis yang lagi hamdan macam saya. 

Dulu, mbak Ratna (mommy-nya Kemal) pernah buat status di plurk, yang isinya, "Berasa kaya' sapi yang nunggu antrian kapan dipotong di Idul Adha", waktu usia kandungannya saat itu menginjak 37-38 minggu. Hahaha, itu status ekstreem, dia membayangkan teman-teman senam hamil kita yang usia kehamilannya berurutan, waktu itu saya yang paling akhir. Sekarang, saya yang merasa paling tua, beberapa teman senam saya malah masih ada yang 30 minggu, yang berarti urutan saya akan segera "dipotong", hahaha, serem ah, gila aja itu statusnya. 

Saya bahagia tapi juga deg-deg'an, berharap nanti bisa lahir normal, bisa melakukan IMD, ASInya bisa cepat keluar dan banyak ... harapan-harapan umum Ibu yang akan melahirkan sepertinya. Tapi di lain pihak, takut apakah nanti saya baby blues, apakah anaknya baik-baik aja, apakah ini itu ... balik lagi, serahkan semua sama Allah ya, hehehe, kalau nggak ikhlas malah kebanyakan pikiran jatuhnya stress, amit amiit. 

Ngomongin soal intro saya di atas, iya sih, setiap Ibu beda-beda hari kapan ia akan melahirkan bayinya, seperti contohnya sepupu saya yang usia kandungan 33 minggu sudah harus melahirkan, lalu mbak Ratna yang 38-39 minggu, istri teman saya kemarin 37 minggu sama seperti istrinya ustad solmed atau saskia adya mecca atau istrinya Pasha Ungu yang ngambil sesar di 17 Agustus kemarin di usia kandungan 39 hampir 40 minggu (nah tuh kan kebanyakan liat infotainment, hahahaha) 

Hal kaya' gini kan nggak bisa diprediksi ya, dan sayapun belum pernah melahirkan, belum tau yang namanya kontraksi yang bertahap itu gimana, ketuban pecah itu gimana, kadang malam-malam perut saya kenceng/kaku bikin saya merasa hmm, apa ini saatnya, eh ternyata belum. Bahkan saya sudah beberapa kali mimpi akan melahirkan dan sudah menuju ke rumah sakit, hahaha. Bikin saya nggandolin suami mulu, supaya nggak liputan luar kota. Tapi ya nggak bisa maksa suami juga, wong itu kerjaannya, wong ada teman-temannya yang malah anaknya sudah lebih dari satu yang mungkin punya kendala yang lebih nggak enak dibanding hubby. Jadi ya untuk masalah itu saya coba pasrah aja, yang penting toh saat saya ketauan akan melahirkan, dia akan langsung straight away home jadi suami siaga. 

Okay, cukup masalah deg-deg'an stuff, saya mau ngomongin hobi baru saya dalam memulai hidup (sedikit lebih) sehat, dengan mengkonsumsi green smoothies tiap hari. Bagi teman-teman yang follow saya di instagram, mungkin tau selama 2 minggu terakhir saya sering posting menu (sebelum) sarapan saya yang berupa smoothies (or we can say juice) yang isinya perpaduan antara sayur dan buah. Awalnya saya melakukan ini dengan alasan supaya mengurangi kaku-kaku dan bengkak di tangan dan kaki saya. Tapi sepertinya tidak menjadikannya "obat" yang paling tepat, hahaha. Walaupun setelah saya mengkonsumsi green smoothie  tiap hari, memang badan saya terasa lebih fit, dan alhamdulillah konstipasi berkurang (salah satu masalah pada kehamilan saya) terima kasih untuk serat-serat yang luar biasa ada di dalam sayur dan buah tersebut. 

Bukan juga untuk mengikuti trend sementara di kalangan teman-teman saya dan beberapa selebriti, karena menurut saya kebiasaan baru saya ini menarik. Tiap hari kita bisa mix sayur dan buah yang kita inginkan atau pas kita beli dan in the end kita tau kalau buah ini dipadukan dengan sayur ini enak nggak ya. Walaupun sih, saya baru berani menggabungkan sayur hijau semacam pakchoy, bayam ataupun kailan, belum beralih ke seledri atau kemangi, yang saya nggak begitu suka saat saya menggigit dan merasakannya, hihihi. 

Seharusnya kebiasaan ini dipadukan dengan food combining yang tepat seperti makan beras merah/coklat dengan lauk pauk yang disesuaikan. Tapi saya belum melakukannya, hahaha, menu makan saya masih berantakan. Harapannya sih setelah saya melahirkan saya benar-benar serius melakukannya, alasannya supaya memperlancar ASI dan kandungan baik itu masuk ke dalam tubuh anak saya nantinya, aamiin ...

Anyway, ini foto beberapa smoothie yang sudah saya buat, saya tau ada yang terlihat menjijikkan, but I promise rasanya cukup menjanjikan dan enak :D

Klik untuk memperbesar
Untuk tau apa saja sayur dan buah yang saya mix bisa follow instagram saya di @fenty_lovegood, atau cari hastag dari #indonesiamakansayur yang didalangi oleh artis @sophienavita atau @alterjiwo, bisa banget nemu-nemu resep green smoothie / vegan yang cocok buat teman-teman ^_^

Ya sudah, saya coba untuk mikir keproduktifan apa yang bisa saya lakukan sekarang, soalnya sekarang saya merasa ansos banget karena di rumah mulu, jadinya apa-apa via bbm, sms, facebook ataupun semua sosial media internet aja, huhuhu. Semoga setelah dedeknya lahir dan sudah fit saya bisa jalan-jalan dan ketemu teman-teman lagi, aamiin :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Sunday, August 4, 2013

Day 17 - Someone you would want to switch live with for one day and why

Assalamualaikum, 

Back to 30dayswritingchallenge, hehehe, what a difficult question indeed ...

Someone you would want to switch live with for one day and why ?

Somehow, kadang saya berpikir semua orang, suami, keluarga, teman, atau orang yang saya lihat di jalan,  di social media, artis-artis, orang terkenal, saya ingin tau rasanya menjadi mereka, tapi ya buat apa, ngejalanin hidup sendiri aja kadang-kadang mikir abotnya, belum tentu kita bisa menjalani hidup orang lain.

Pernah saya menonton sebuah film, judulnya A walk in my shoes, seorang guru dengan ekspektasi tinggi terhadap keluarganya, harus switch live dengan seorang ibu dari muridnya yang memiliki banyak permasalahan. Not that easy, of course. Karena semua orang punya problem, yang belum tentu orang lain bisa menjalaninya. Belum tentu orang-orang yang kita lihat wah luarnya, dalamnya sempurna, cause we're human after all ... dari film tersebut bisa kita simpulkan, don't judge the book by it's cover. Contoh simple, siapa yang nggak tau Angelina Jolie dengan prestasi, suami ganteng dan kekayaannya. Eh ternyata dia harus mengangkat payudaranya agar tidak terserang kanker, serem kan. 

I guess, kita boleh lah menerka-nerka bagaimana rasanya menjadi orang ini dan itu, tapi, jangan sampai menjadi beban, karena toh menghadapi masalah sendiri aja wes abot, nggak usah nambahin daydreaming jadi orang lain deh, hehehe :D

Kalaupun kita merasa kita ingin menjadi orang itu, atau setidaknya memiliki prestasi yang serupa dengan seseorang. Berusahalah untuk meningkatkan diri kita untuk menjadi di titik itu, cieeeeh ... bahasa gueeehhh ... Kebanyakan nonton Mario Teguh, gini nih. Jadikan motivasi, bukan beban, bukan juga merasa iri :) #selfreminder

Mungkin banyak ya yang sependapat sama saya :D
So have a happy life, people and "hopefully" not thinking too much ^_^

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum, 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...