Sunday, March 10, 2013

Apakah fanatisme itu cinta ?

Assalamualaikum,

Postingan ini bersifat subyektif, pemikiran saya sendiri ditambah pendapat teman-teman saya. Agak serius sih, tapi semoga teman-teman masih mau baca ;)

Saya ingin sedikit membahas tentang fanatisme suatu kelompok terhadap sebuah tim, yang dalam hal ini adalah tim suporter sepakbola yang sepertinya willing to do anything demi si tim ini (even itu wajar atau edan). Mungkin beberapa waktu lalu beberapa teman yang tinggal di Surabaya atau sempat membaca surat kabar tentang berita di sekitaran Surabaya tau bahwa ada sekelompok oknum dari salah satu pendukung tim Persebaya yang menghadang tim suporter Arema dalam sebuah tol antara Surabaya-Malang. Asal teman-teman tau bahwa tim dari Malang ini tidak akan melawan Persebaya saat itu, namun Persigres (kalau tidak salah) dan itu di Gresik.

Saya tidak menuding bahwa ini hanya tindakan iseng oknum-oknum suporter yang akhirnya berbuah petaka, saya juga tidak mau dong kesukuan suatu daerah juga disalahkan, karena toh saya tinggal di Surabaya juga.

Usut demi usut (maksudnya saya membaca berita-berita yang beredar di dunia maya ini), bahwa ternyata ada salah satu suporter dari Persebaya ini yang ditemukan tak bernyawa dan diduga bahwa ini adalah perbuatan dari suporter Arema. Makanya kemudian suporter Persebaya menghadang mereka di jalan tol dengan melempari bus yang mereka tumpangi dengan batu, dengan harapan mungkin supaya suporter Arema ini terpancing dan hyuk kita berantem.

Menurut beberapa orang terdekat saya, seandainya para suporter Arema ini mau untuk dikawal oleh polisi, entah menggunakan panser dan berbagai macam pengamanan lainnya, kemungkinan bentrokan bisa diminimalisir, atau malah tidak perlu ada sama sekali, sehingga tidak perlu ada korban berjatuhan. Tapi katanya mereka tidak mau, entah merasa aman atau tidak mau dianggap pengecut oleh suporter lawan. Kalau mereka yakin bahwa "perasaan aman" mereka tidak berakibat buruk pada masyarakat yang bukan bagian dari kedua belah pihak yang berseteru ya masih wajar, tapi saya jadi berpikir mereka pasti tau ada yang akan terjadi, sehingga dengan "sikap berani" mereka mereka jalan terus tanpa peduli saran dari pihak berwajib. Pity .... kasian sekali, seandainya mereka tidak berombongan tentu mereka masih dapat berpikir jernih. Begitu juga dengan tim suporter Persebaya, seandainya mereka tidak berombongan atau hanya satu dua orang, apakah mereka dengan beraninya menghadang dan menutup jalan tol ? Saya yakin tidak.

Diambil dari situ INI
Saya bukan mereka dan mereka bukan saya, kalau mereka menganggap fanatisme terhadap sebuah tim itu cinta, maka mungkin bagi mereka itu "wajar" membalas perbuatan sekelompok orang yang melakukan ini terhadap orang yang mereka cintai, yaitu teman mereka yang meninggal tersebut, yang kebetulan satu kelompok dalam tim suporter itu. Saya tidak pernah benar-benar fanatik terhadap suatu kelompok atau tim atau perkumpulan, dan juga tidak pernah benar-benar terjun langsung di dalam sebuah organisasi. Jadi saya tidak benar-benar tau apakah balas dendam itu perlu dilakukan ? Atau ada aturan baku, bahwa jika ada satu teman kita disakiti maka kita perlu membalas perbuatan mereka dengan menyakiti salah satu dari mereka ? Ah, tentu saja tidak mungkin. Memang tergantung dari masing-masing orang dan tentu saja provokatornya. Seandainya banyak orang tersebut berpikir "dengan jernih" bahwa ada yang namanya hukum, ada yang namanya peraturan, tentu saja hal yang dibatas kewajaran itu tidak perlu dilakukan.

Saya kemudian berpikir, kalau saya secinta itu pada seseorang atau sekelompok orang atau anggap saja keluarga saya, apa saya bisa sedendam itu pada orang yang melakukan hal tersebut pada mereka ? Saya tidak tau, dan saya sangat tidak berharap itu terjadi. Semoga saya masih percaya hukum di Indonesia itu ada. 

Menurut teman-teman, apakah perbuatan para suporter itu adalah bentuk cinta pada tim mereka ? Atau fanatisme berlebihan sehingga tidak punya pilihan lain selain membuat kerusuhan ?
Terus terang saya masih sering geleng kepala mengapa oknum-oknum penuh kebencian itu ada di antara mereka, saya yakin ada di antara suporter-suporter tersebut yang masih cinta kedamaian, termasuk beberapa teman saya, andai saja ada yang dapat mengubah keadaan ini. 

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

13 comments:

  1. ini sih fanatisme yg berlebihan mnrtku, kadang yg melakukan khan kebanyakan org dewasa yah, kok kelakuan kek abegeh aja yg gak bs berpikir jernih :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau mas baca komen temenku di bawah mas, ya katanya itu soal paham, paham yang menurut kita yang "nggak paham" bikin merinding sendiri ~.~"

      Delete
  2. aku juga punya temen jurusan yg "cinta mati" sama arema, dan saya khawatir saja sih kalo ada terjadi sesuatu gitu.. dia CEWEK soalnya! beuh, asli Nganjuk juga haha.. Tapi temenku itu orangnya baik, dan gak gampang terprofokasi, setau saya gitu.. semoga masih sama..

    ReplyDelete
    Replies
    1. see, jadi sebenernya ngefans pada suatu tim belum tentu dari tempat asalnya langsung :D

      Delete
  3. apapun yg bunyinya keroyokan,
    cetek abis :|

    soal fanatisme bola, kadang menurut saya sih seru, tapi kalo sdh terkait menghilangkan nyawa seseorang, itu sungguh nggak seru lagi :(

    ReplyDelete
  4. umm.. kapanan aku juga mau bikin tulisan ttg ini tapi kuurungkan.. susah soalnya ya, fen.. masalahnya kita tak ada didalamnya. kita hanya bisa memandang dari luar dan, mencibir jika terjadi sesuatu yang menurut kita tidak pada tempatnya.

    KM adalah salah satu bonek sejati, begitupun keluarganya. menikah dengannya membuatku mau tak mau harus menjadi salah satu bagian dari keluarga yang bangga menyandang predikat bonek, atau bonita bagi bonek wanita. Awalnya berat buatku. tapi KM ngerti kalo benernya diriku tidak suka dengan predikat itu, walau sedikit banyak dia berusaha supaya aku menerima kata "bonek". masalahnya, bonek buatku tuh berarti "bondo nekat" dalam artian sebenarnya, bukan dalam hal suporter sepakbola. boro2 jadi suporter. orang diriku sama sekali gak ngerti yang namanya sepakbola.

    tapi KM sedikit banyak bercerita tenang bonek dulu dan sekarang. dia bilang, bonek dulu itu lebih ada kode etik, dimana mereka tak pernah bawa senjata. jika tawuran ya tangan kosong. berbeda dengan bonek sekarang yang lebih banyak bawa senjata. sebenarnya KM sendiri juga prihatin dengan keadaan sekarang, dimana nilai2 bonek lumayan melenceng dari awalnya.

    kalau perkara rusuhnya Bonek - Arema di Tol Simo itu.. murni Arema-nya yang cari gara2.. kenapa aq bisa bilang gitu, karena salah satu warung langgananku disana cerita sendiri.. mungkin aq terkesan membela bonek, tapi Arema bukan hanya mencelakai salah satu bonek. mereka juga bikin kerusuhan dan masyarakat yang tidak tahu apa2 kena getahnya. Jujur aja kalau sudah seperti ini, walau diriku bukan bonek, tapi aq gak terima. ada urusan apa mereka cari gara2 di kota orang? merasa dirinya jagoan, gitu?

    yah.. tapi mau bagaimana lagi. mau itu fanatisme berlebih atau apapun namanya, mereka memiliki paham yang pastinya kita tak akan pernah bisa mengerti akan hal itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. untungnya suamiku pendukung PERSIS Solo, hehehe, iya paham itu loh yang nyeremin ... sempet dapet bm dari beberapa temen yang provoke untuk ikutan rusuh, lah urusannya sama aku apa, tapi ya udah gak tak bales, itu urusan mereka, tapi yang pasti hal2 begitu itu meresahkan, tut, bayangin kalau di hari itu, aku, kamu atau siapapun yang gak salah lewat tol, kena batunya dan jadi korban ? hmmm ... dan juga gak berani menyalahkan siapa duluan pukul siapa, yang pasti jalan damai harus ditempuh, kalau tidak korbannya akan lebih banyak lagi.

      Coba aja sekarang, liga2 di sekitaran surabaya dihentikan, gimana nggak membuat gaji para pemainnya mesti berhenti sementara ? kasian kan ... :(

      Delete
  5. fanatis belum tentu cinta...
    itu yg saya rasakan kepada Arsenal..
    :)

    ReplyDelete
  6. Fanatisme ya fanatisme. Cinta ya cinta. Fanatisme itu adalah komentar-komentar di Goal.com, sementara cinta itu...eee...aaa...apa yaaa...

    Mbuhlah.

    Saya sensitip kalo bicara cinta!

    *pulang

    ReplyDelete
  7. Kamu suporter fanatis tim bola mana emang fen? Hahahaa

    ReplyDelete
  8. saya fans persis solo dong, kan tinggal di solo \o/
    tapi ga fanatik2 banget kok..

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...