Saturday, March 16, 2013

About this little thing inside my stomach

Assalamualaikum,

Kehamilan saya sudah mencapai 4 bulan sekarang, Alhamdulillah, actually belum kerasa perubahan berarti dalam bentuk tubuh, kadang saya mikir, kapan perut saya bener-bener buncit ya ? hehehe, tapi sebenarnya kerasa dari celana panjang yang nggak perlu pakai sabuk lagi sih :D

Trimester awal lalu, morning sickness saya juga tidak terlalu mengganggu, yang mengganggu justru penyakit saya yang dulu saya bahas di awal kehamilan saya lalu. Belum sempat ke dokter spesialis untuk periksa, tapi semoga tidak akan bertambah parah seiring membesarnya janin dalam kandungan ini :)

Katanya kalau janin sudah berusia 16 minggu atau 4 bulan, berarti sudah dimasukkan Ruh atau jiwa ke dalam tubuh si calon baby ini. Rasanya semriwing dengernya, wong waktu denger detak jantung si jabang baby di waktu umurnya masih 10 minggu aja saya sudah mbrebes mili kok, iya detak jantung yang bunyinya gub gub gub gub gub ... dengan cepat ... aaah .... rasanya ke dokter kandungan itu sesuatu yang adiktif, pengen lagi dan lagi :D

Belum ketauan juga apa jenis kelamin janinnya, saya sih apa aja, yang penting dia sehat dan mirip bapak ibunya, hehehe, lah jangan sampai dong mirip tetangga #apasih. Tapi kita malah sudah kepikiran nama cowok, karena awal kehamilan mikir kalau nih jabang baby cowok, entahlah, sekedar nebak. Tapi kesini-sininya kok jadi mikir bisa jadi nih anak perempuan. Jadii ... kami sih nggak begitu memikirkan apa jenis kelaminnya, walaupun cukup penasaran juga, insyaAllah bulan depan ke dokter kandungan lagi sudah bisa ketauan :)

Oh ya, tentang ngidam, saya rasa itu sebenarnya pembenaran saja buat Ibunya yang pengennya macem-macem, hahahaha. Untungnya sih saya nggak pernah minta yang "benar benar aneh" sama suami, Paling juga makanan-makanan yang jarang kami makan, atau makanan yang pernah kita makan tapi nggak tiap hari kami konsumsi :D Malah kadang-kadang suami yang tiba-tiba pengen banget sama suatu makanan sampai kepikiran semaleman xD Apakah itu arti ngidam ? Kami nggak tau :D

Doakan semoga si baby ini sehat terus sampai lahiran ya :)
Semoga dia bisa jadi kebanggaan orang tua dan keluarganya :)

Oh ya, gara-gara nih baby, mamanya sekarang lebih rajin ngerjain Little Mushroomnyaa ^_^ jadi penyemangat terus ya deeek .... We love youu ....

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Sunday, March 10, 2013

Apakah fanatisme itu cinta ?

Assalamualaikum,

Postingan ini bersifat subyektif, pemikiran saya sendiri ditambah pendapat teman-teman saya. Agak serius sih, tapi semoga teman-teman masih mau baca ;)

Saya ingin sedikit membahas tentang fanatisme suatu kelompok terhadap sebuah tim, yang dalam hal ini adalah tim suporter sepakbola yang sepertinya willing to do anything demi si tim ini (even itu wajar atau edan). Mungkin beberapa waktu lalu beberapa teman yang tinggal di Surabaya atau sempat membaca surat kabar tentang berita di sekitaran Surabaya tau bahwa ada sekelompok oknum dari salah satu pendukung tim Persebaya yang menghadang tim suporter Arema dalam sebuah tol antara Surabaya-Malang. Asal teman-teman tau bahwa tim dari Malang ini tidak akan melawan Persebaya saat itu, namun Persigres (kalau tidak salah) dan itu di Gresik.

Saya tidak menuding bahwa ini hanya tindakan iseng oknum-oknum suporter yang akhirnya berbuah petaka, saya juga tidak mau dong kesukuan suatu daerah juga disalahkan, karena toh saya tinggal di Surabaya juga.

Usut demi usut (maksudnya saya membaca berita-berita yang beredar di dunia maya ini), bahwa ternyata ada salah satu suporter dari Persebaya ini yang ditemukan tak bernyawa dan diduga bahwa ini adalah perbuatan dari suporter Arema. Makanya kemudian suporter Persebaya menghadang mereka di jalan tol dengan melempari bus yang mereka tumpangi dengan batu, dengan harapan mungkin supaya suporter Arema ini terpancing dan hyuk kita berantem.

Menurut beberapa orang terdekat saya, seandainya para suporter Arema ini mau untuk dikawal oleh polisi, entah menggunakan panser dan berbagai macam pengamanan lainnya, kemungkinan bentrokan bisa diminimalisir, atau malah tidak perlu ada sama sekali, sehingga tidak perlu ada korban berjatuhan. Tapi katanya mereka tidak mau, entah merasa aman atau tidak mau dianggap pengecut oleh suporter lawan. Kalau mereka yakin bahwa "perasaan aman" mereka tidak berakibat buruk pada masyarakat yang bukan bagian dari kedua belah pihak yang berseteru ya masih wajar, tapi saya jadi berpikir mereka pasti tau ada yang akan terjadi, sehingga dengan "sikap berani" mereka mereka jalan terus tanpa peduli saran dari pihak berwajib. Pity .... kasian sekali, seandainya mereka tidak berombongan tentu mereka masih dapat berpikir jernih. Begitu juga dengan tim suporter Persebaya, seandainya mereka tidak berombongan atau hanya satu dua orang, apakah mereka dengan beraninya menghadang dan menutup jalan tol ? Saya yakin tidak.

Diambil dari situ INI
Saya bukan mereka dan mereka bukan saya, kalau mereka menganggap fanatisme terhadap sebuah tim itu cinta, maka mungkin bagi mereka itu "wajar" membalas perbuatan sekelompok orang yang melakukan ini terhadap orang yang mereka cintai, yaitu teman mereka yang meninggal tersebut, yang kebetulan satu kelompok dalam tim suporter itu. Saya tidak pernah benar-benar fanatik terhadap suatu kelompok atau tim atau perkumpulan, dan juga tidak pernah benar-benar terjun langsung di dalam sebuah organisasi. Jadi saya tidak benar-benar tau apakah balas dendam itu perlu dilakukan ? Atau ada aturan baku, bahwa jika ada satu teman kita disakiti maka kita perlu membalas perbuatan mereka dengan menyakiti salah satu dari mereka ? Ah, tentu saja tidak mungkin. Memang tergantung dari masing-masing orang dan tentu saja provokatornya. Seandainya banyak orang tersebut berpikir "dengan jernih" bahwa ada yang namanya hukum, ada yang namanya peraturan, tentu saja hal yang dibatas kewajaran itu tidak perlu dilakukan.

Saya kemudian berpikir, kalau saya secinta itu pada seseorang atau sekelompok orang atau anggap saja keluarga saya, apa saya bisa sedendam itu pada orang yang melakukan hal tersebut pada mereka ? Saya tidak tau, dan saya sangat tidak berharap itu terjadi. Semoga saya masih percaya hukum di Indonesia itu ada. 

Menurut teman-teman, apakah perbuatan para suporter itu adalah bentuk cinta pada tim mereka ? Atau fanatisme berlebihan sehingga tidak punya pilihan lain selain membuat kerusuhan ?
Terus terang saya masih sering geleng kepala mengapa oknum-oknum penuh kebencian itu ada di antara mereka, saya yakin ada di antara suporter-suporter tersebut yang masih cinta kedamaian, termasuk beberapa teman saya, andai saja ada yang dapat mengubah keadaan ini. 

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...