Sunday, September 9, 2012

Sangiran : The homeland of Java Man

Assalamualaikum,


Aaakk, lama nggak posting, maafkan kealfaan saya *salaman satu-satu sama pembaca* :D

Jadi Sabtu-Minggu minggu lalu saya dapat kesempatan nih untuk jalan-jalan ke Sangiran, uhuuy, tahun-tahun ke depan kaya'nya bakalan sering ke daerah ini, hehehe. Taukah teman-teman kalau disana ada Museum Manusia Purba yang berjudul sama dengan nama daerahnya ? :D

Itu makanya saya memberikan judul tersebut di atas, sesuai dengan tagline Museum Sangiran, The Homeland of Java Man, tempat ini memang merupakan "kampung halaman"nya manusia Jawa yang ada saat ini, termasuk saya, kamu dan kamu mungkin :D. Nenek moyangnya orang Indonesia juga sepertinya :D

Kenapa museum ini bertempat di Sangiran ? Karena kebetulan situs penggaliannya memang berada di daerah ini, kita akan bahas nanti mengapa begitu banyak fosil yang ditemukan di tempat ini :)

Jadi Sangiran ini terletak masih di Kabupaten Sragen, walaupun malah lebih dekat dengan Solo ke arah Purwodadi. Perjalanan dari Solo 30-45 menit ke arah Purwodadi. Cukup gampang kalau mengikuti arah signage yang dipenuhi dengan gambar-gambar manusia purba itu, hehehe.

Bagian depan Museum (tempat parkir)
Kami sampai lokasi sekitar pukul 12-13 siang, cuaca masih hot-hotnya tuh, walaupun sebenarnya Sangiran itu daerah yang cukup dingin karena berada di daerah perbukitan, cuma panas terik matahari dan keringnya agak nggak nguatin. Ongkos masuk kawasan museum ini (hanya) 3500 per orang (lihat gambar), buka Selasa sampai Minggu, dari pagi sampai sore, note, Senin libur, kalau kata Enno nih, museum di seluruh dunia itu tutup pas hari Senin, hahaha (yang ini saya baru tau dari blog dia).
Karcis masuk seharga 3500++ (plus parkir maksudnya, kalo ngojek mah gratis :p)
Kalau dilihat dari bentuk museumnya, museum ini termasuk modern karena bentuknya yang serupa dome dan kerucut, sayang saya lupa foto maketnya. Sebenarnya ada dua tujuan wisata di sini, melihat museumnya langsung atau melihat kawasan Sangiran plus domenya dari bukit yang lebih tinggi, nah karena terkendala waktu kami hanya melihat museumnya saja. Katanya museum ini sudah terlihat sangat rapi dibanding bertahun yang lalu yang manajemennya masih berantakan. 

Kita lihat yuk apa saja isi di dalam museum ini.

Di bagian belakang museum :)
Diorama awal
Jadi inget Ice Age :D, itu gadingnya asli fosil loh
Diorama penggalian
Itu sengaja saya tutupin bagian *tiit* :p
Diorama penelitian
Diorama penggalian, tulang belulang yang ditemukan sudah berupa fosil
Mom and Dad, di depan keterangan tentang fosil dan tahun kejadian
Jadi ternyata mengapa di Sangiran ini ditemukan begitu banyak fosil, karena tanah lapisan atau sedimennya sangat bagus untuk menjaga fosil tersebut tetap utuh, lain halnya dengan tanah gembur yang membuat fosil tidak tahan lama dan hilang dengan berjalannya waktu. Nah tanah gembur biasanya cocok untuk kawasan pertanian atau perkebunan lain halnya dengan Sangiran yang lebih cocok untuk peternakan. 

Bayangkan, teman-teman, di kawasan Sangiran ini, katanya masih banyaaak sekali fosil-fosil yang tersimpan di lapisan tanah tersebut, jutaan mungkin. Seperti ada sebuah cerita beberapa tahun lalu, dimana seorang warga Sangiran harus menggali pondasi untuk membuat kamar mandi, eh malah ketemu fosil tulang belulang manusia purba. Fossil tersebut bisa berharga puluhan atau ratusan juta loh ~.~", karenanya jaman dulu, banyak sekali illegal fossil selling oleh warga sini. Tapi dengan berjalanannya waktu sudah berkurang karena penanganannya di atur oleh pemerintah (walaupun masih ada saja yang nakal, well who knows :)).

And you know what, museum ini terkenal di dunia loh :)

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

10 comments:

  1. Replies
    1. kesana ki :) kalau udah kesana share di blog ya ;)

      Delete
  2. Replies
    1. ya dari jogja ke solo aja kan ? kalo dari jogja ke sangiran gak ngerti :p

      Delete
  3. wahhh.... wisata edukasi... boleh juga.....

    tapi sayang jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhh bangetttt (*nangis

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi, semoga dede suatu saat bisa kesana :)

      Delete
  4. harusnya saya kesini neh biar tau asal usul saya seperti apa #eaaa

    *manggil gerombolan*

    ReplyDelete
  5. pertama kali ke sana itu dulu banget pas kelas 6 SD (kalo gak salah) wow 14 tahun lalu :)) dan belum pernah ke sana lagi sampai sekarang. Lihat dari foto2mu wah udah berubah jauh banget fen, sekarang sudah jauh lebih keren, bahkan ada dioramanya. dulu gak ada fen, dulu hanya bangunan ala kadarnya berisi tulang2 berserakan gak keren blas :))

    kapan2 mampir ah :D sepertinya menarik buat dikunjungi lagi.

    ReplyDelete
  6. soloooo... wah kebetulan nih aku mau ke solo ada acara jumpa fans di sana.... HAHAHAHAH

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...