Thursday, July 5, 2012

Tentang BM itu dan itu

Assalamualaikum,


Hi there, maaf baru posting (kaya' ada yang nungguin aja) :p

Saya sedang sibuk banget beberapa waktu ini, sibuk ngerapihin isi rumah yang nggak ngerti kenapa tetep aja keliatan "nggak rapih", emang dasarnya di rumah kebanyakan kertas dan barang, hehehe.

Well, anyway, dua hari kemarin saya dan mungkin sebagian teman muslim lain yang memiliki blackberry dan mengaktifkan bbmnya, sedang kebanjiran BM yang nadanya hampir sama. Tentang permintaan maaf atau BM berdalil tentang Nisyfu Sya'ban. Right ?

Terus terang saya nggak ngerti, kenapa ya itu menjadi semacam, hmm, apa ya ? Trend barangkali ? Atau sesuatu yang asal dikirim saja tanpa tau apakah memang dalilnya benar atau tidak ? 

Saya bukan sotoy sih disini, menganggap ini salah, bukaaan, toh saya bukan ulama dan pemuka agama yang tau segalanya tentang dalil-dalil tentang Nisyfu Sya'ban ini. Hanya saja, saya baru mendengar dalil ini sekarang, dan tiba-tiba itu menjadi trend sesaat. Bahwa semua harus mengirimkan BM tersebut, bahwa memang penting melakukannya. 

Sama seperti beberapa waktu lalu soal BM bulan Rajab dan pahala-pahala yang diberikan. Bukan pula saya sotoy waktu itu, tapi, entahlah, sebuah ibadah seharusnya tidak perlu dikotak-kotakkan seperti itu kan, bahwa jika anda puasa di bulan tertentu (kecuali Ramadhan tentu saja yang memang wajib) maka pahalanya akan luar biasa berlipat dan sebagainya. I mean, kalau anda ingin beribadah "lebih" di semua bulan pun tentu pahalanya akan lebih luar biasa dari itu kan ? Menurut pandangan sotoy saya ya ini, bukan atas dalil apapun. 

Nah perasaan saya ini sepaham dengan teman blog saya, mas Fahmi Aulia yang akhirnya mengirim BM sindiran untuk teman-teman yang ada di contact list bbnya, termasuk saya. Begini yang ia katakan di BMnya:
Walaupun kata-kata beliau mungkin terdengar lebih asik ya *halah*
Ya, jatuhnya hal seperti ini malah hanya sebuah trend sesaat aja, momentum. Belum tentu tahun depan kalau tidak ada BM serupa kemudian mereka akan mengirim hal yang sama :D *nuduh*

Terakhir, saya juga mau share status bb temen saya yang saya setuju sekali, isinya seperti ini :
Ya, lakukan amalan wajib kita, dan perbanyak amalan sunnah, nggak perlu mengejar sesuatu yang nggak pasti, lakukan saja yang memang sudah ada tuntunannya. 

Masalah anda dapat pahala yang lebih besar itu adalah urusan Tuhan kan ? :)

Semoga saya nggak dianggap sok tau ya ;)

I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

14 comments:

  1. Yeah, aku dapet juga memo tentang nisfu sya'ban itu. Langsung ta' delete :))

    Mungkin karena ngirimnya nggak bayar, jadi mereka mengirimnya ke banyak orang.

    Aku nggak pernah mikirin beribadah itu berapa kali lipat. Kalo ngitung-ngitung gitu, bisa-bisa ibadahnya nggak jadi-jadi. Kita ini lebih butuh beribadah ketimbang butuh pahalanya, hihihi..

    Oh, dan aku terheran-heran kenapa mendadak banyak orang pasang status "mohon maaf lahir batin". Apakah Lebaran sudah datang lebih awal atau bagaimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, iya mbak, memang ada hubungannya sama itu, eh tapi kalo soal minta maaf sebelum ramadhan sih aku agak setuju ya, malah lebih mensucikan hati gitu *halah* :p

      Delete
  2. aku malah baru tau kalo Nisfu Sya'ban itu ada ritual-ritual segala macem lah.. Hadist baru ya? hihihihihihi..

    Dulu ngga ada eeeeee, lah kalo ibadah mah yang tiap hari. ngga mesti nisfu sya'ban doang :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu, dulu nggak ada, kenapa tiba-tiba muncul O_o

      Delete
  3. :)

    Terkadang kita tak bisa meraba niat seseorang untuk mencerminkan pribadi Muslim seperti apa kita ini. Saya sih menangkapnya dengan kepositifan bahwa fakta yg terjadi, kebaikan adalah tertularan. Lepas dari apakah pengertian dari isi wacana yg disebarkan, pasti dari hal tersebut mereka ingin berbagi..."permintaan maaf". Lalu sekarang, saya juga bercermin sendiri, adakah saya ini juga mampu membawa diri semakin baik dari prasangka apapun dari orang-orang?

    --Renotxa--

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah kau membuatku tertohok, hehehe, intinya saya cuma terheran nora, mungkin ada niatan baik dari mereka, mungkin, dulu sih saya juga kirim2 sms minta maaf dengan well, tidak copas dari sms orang lain, yang murni, saya memang minta maaf sebelum ramadhan *semoga Allah nerimo*

      tapi yang buat saya heran kenapa ini menjadi sebuah tren yang belum tentu kebenaran dan niatnya mutlak, ya boleh dong punya pendapat :)

      miss you, nora :-*

      Delete
  4. sejak kecil sampai kuliah, aku ga pernah tau/denger yang namanya Nisfu Sya'ban. sampai sekitar dua taunan lalulah ada temen yang kirim sms brotkes soal nisfu sya'ban ini. waktu itu belom populer sih, tapi sejak taun lalu mulai populer.

    yaudahlah ya. aku sekarang memilih meng-ignore sms-sms brotkes macam ini, ga dibalas, dibalasnya dalam hati aja hihi. begitupun dengan sms-sms yang datang menjelang ramadhan. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku malah denger istilah nisyfu sya'ban baru sekarang, thie :p

      iya ya, dibalas dalam hati, "iya aku maafin" :p

      Delete
  5. Mwahahaha... Aku saking muaknya dengan BM ini, jd update status di BBM deh dan jujur bilang merasa terganggu. ;P
    Temenku ada yg habis itu chatting sama aku di BBM dan bilang gini:
    "Aku setuju sama kamu. Bukannya mengecilkan makna nisfu sya'ban or ramadhan or idul fitri dll, tp aku ngerasa dgn BM masal begitu justru malah menurunkan esensinya dan merasa seperti formalitas doank, seperti nggak dr hati."
    Dan aku 100% sependapat dengan dia. :)

    ReplyDelete
  6. aku ga punya bebe..jadi ga tau yg dibroadcast apaan...

    ReplyDelete
  7. Dan ini artikel yg (semoga) melengkapi dan bermanfaat :-)

    ReplyDelete
  8. kadang itu, di hadist dijelaskan soal reward2 dari ibadah, mulai dibangunkan istana di surga, diampuni dosa brp tahun, membuat main bersemangat dalam menjalankan ibadah. Padahal ga bisa kaya gitu, Allah kok diajak itung2an pahala.Padahal mengkin saja yang rajin beribadah tapi riya, pahalanya kalah banyak ama yg cuma tersenyum tapi iklas. Apalagi soal nifsu syaban yang kalau dibaca2 makin membuat ragu.. wallahua lam.

    asal jangan sampai ada yg lagi berusaha berbuat baik, malah bikin brantem..

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...