Saturday, June 30, 2012

Bye June, Hi Jules ...

Assalamualaikum,


Oh my, cepet banget ya waktu berlalu, udah Juli aja (mau Juli ding dalam beberapa jam lagi, hehehe). Saya nggak nyangka juga postingan saya mencapai 20 bulan ini, pencapaian yang luar biasa, belum lagi tulisan rada nggak jelas di blog baru kami itu :D

Juni ini hmm, bagaimana menjelaskannya, cukup menyenangkan, cukup bikin nyesek juga mengetahui benar bahwa ternyata ada yang membenci saya, ada loh, oh oke, saya emang nggak sempurna kok, semacam penting banget ya saya kok sampai dibenci (bahas teruuus, stop Fen!).

Saya juga sedang mengkonsepkan ini itu untuk perhelatan penting itu tuh beberapa waktu ke depan, belum bisa dihitung secara persen tapi berjalan terus. Intinya adalah menyenangkan, menunggu untuk kejutan berikutnya di bulan Juli :)

Ini Juniku, bagaimana Junimu ? ;)


I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

Monday, June 25, 2012

Mencoba ear candle therapy

Assalamualaikum,


Ada yang pernah mendengar ear candle therapy ?  Saat saya melihatnya di brosur home spa langganan saya, saya jadi penasaran ingin mencobanya. Setelah saya therapy massage, saya meminta pada terapisnya untuk mencobakan ear candle pada saya. 

Bentuknya seperti ini nih :
Taken from HERE
Yeah, I know it looks scary, semacam kuping kita akan dibakar atau apa, tapi sedotan atau corong itu sebenarnya terbuat dari lilin/parafin atau entah ada kandungan apa, yang saat dibakar akan menghasilkan uap dan uap tersebut menyedot kotoran keluar dari telinga. Kata mbak terapisnya sih semakin bersih telinga kita semakin cepat apinya turun, dan semakin kotor/bernanah/berpenyakit telinga kita apinya akan lama turun dan  kadang menyebabkan letusan-letusan kecil pada apinya, itu baru menyeramkan.

Nah alhamdulillah sih, setelah saya coba sekali kemarin rasanya seru juga, nggak terasa panas di kuping, hanya sedikit bunyi keletik keletik seperti kertas yang dibakar. Setelah treatment ini selesaipun terapisnya menunjukkan pada saya kotoran yang keluar dari ear telinga saya tersebut, dan hmm, lumayan tebel juga, 2-3 milimeter gitu deh :D 
Dipasangi piring kertas atau penampang lain supaya tau batas dan tidak terkena wajah
Picture Taken from HERE
Walaupun saya belum merasakan perbedaan yang berarti setelah menggunakan ear candle tersebut, kata terapisnya sih lebih baik melakukan ear candle dari pada cotton buds, entah mana yang lebih baik, saya sih menambah pengalaman dan pengetahuan saja, setidaknya saya sudah pernah mencobanya :D

Mau coba ? Monggo ke salon-salon spa terdekat atau contact saya kalau ingin tau home spa langganan saya ;)

I think that's all, thank you 


Wassalamualaikum,

Thursday, June 21, 2012

DIY : Braided Headband

Assalamualaikum,


Beberapa waktu lalu saya ingin punya headband yang modelnya kepang begitu, oh ya, saya orang kebanyakan yang pengen mengikuti mode, hahahaha. Nah waktu saya searching di beberapa butik ternyata harganya lumayan mahal ya untuk sesuatu yang *menurut saya* bisa dibuat sendiri. Oh yeah, siapa juga ya yang nggak ada kerjaan buat-buat begituan, hahaha *nunjuk diri sendiri*. Akhirnya dengan berbekal searching google sana sini, dan penasaran pengen punya, akhirnya saya membuat sendiri yang namanya "Braided Headband" atau "Bando kepang" itu.

Begini prosesnya ...

Oke, yang dibutuhkan adalah KAIN, GUNTING, BENANG dan JARUM (that's all :)). Nah saya kan nggak punya kain sisa, tapi saya punya kaos-kaos yang sudah tidak terpakai lagi. Ini adalah kaos yang saya korbankan untuk membuat headband saya tersebut :D *tega ya saya*
Kemudian saya potong bagian bawah kaos sekitar 2 cm (bisa lebih tebal atau lebih tipis, sesuai selera ingin seberapa besar headbandnya :)), dipotong sejumlah 3 bagian.
Lalu salah satu ujung dari ketiga kain tersebut yang masih nyambung dengan jahitan dipotong dengan gunting,  kemudian jahit 3 kain tersebut sekaligus di ujungnya (Gambar no 2). Gambar no 3 adalah ancang-ancang sebelum dikepang :D 
Nah proses berikutnya adalah mengepangnya, pasti anda tau bagaimana mengepang rambut kan ? Proses yang sama dilakukan pada ketiga kain tersebut sampai habis. 
Tadaa ... kepangan yang sudah jadi (gambar 5), jahit ujung yang telah terkepang ya :) 
Nah, supaya benar-benar menjadi bando atau headband, kedua ujung tersebut harus disatukan, cara saya adalah memotong beberapa centimeter kain dari kaos tadi agar dapat menutupi persimpangan kedua ujung (yang njrawut-njrawut *heleh* maksunya yang nggak rapi gitu) dan kemudian dijahit. 
Yeps, finally prosesnya selesai, iya cuma itu doang, cuma begitu saja, makanya saya bilang harganya terlalu mahal untuk sesuatu yang bisa saya buat sendiri :D *kepedean* 
Hasilnya setelah saya pakai adalah seperti ini, lumayan kaaan ? :D
Saya curious sih untuk membuat yang lain lagi, masih cari-cari t shirt bekas saya yang warnanya bagus-bagus biar seru, pengen nyoba yang double braided juga *pokoknya lagi gatel pengen buat-buat sesuatu, ya kali aja bisa jadi ladang usaha, ihik*

Wanna try ? Atau mau pesen sama saya ? *teteup usaha* xD


I think that's all, thank you 


Wassalamualaikum,

Wednesday, June 20, 2012

Masalah mereka apa sih ?

Assalamualaikum,


Saya terjebak pengen nyinyir lagi mengomentari artis-artis muda yang "tua". Ngerti nggak maksud saya ? 
Dulu saya menganggap hanya Nikita Willy yang berpenampilan muda tapi ditua-tuakan, I mean she is looks like 15 years old (even sekarang sudah 17 tahun), tapi kenapa dia pengen dandan ala perempuan umur 20-30an ? Rasanya njeglek banget deh .... 
Manis sih emang (ngambil dari situs INI)
Nah beberapa waktu lalu saya sempat nonton acara talkshow di salah satu stasiun tv swasta, dan lagi-lagi saya melihat Nikita Willy cloning #eh, pada kenal Ariel Tatum nggak ? Artis remaja baru naik daun gitu deh, nah dia termasuk tuh yang berumur di bawah 17 tahun tapi make up 30an tahun. 

Mecucu (ngambil dari situs INI)
Catet ya, nggak cuma make up sih, tapi gaya bicara, gaya duduk, gaya menggerakkan rambut, ah, gitu deh pokoknya. 


Mereka tuh berharap apa sih ? *ungkapan nyinyir, yang suka pada mereka maap ya :p*


I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

Tuesday, June 19, 2012

Hello Ghost

Assalamualaikum,


Sudahkah kalian menonton film ini ?
Please, tontonlah, karena filmnya *sesuai dengan taglinenya* heartwarming comedy banget, baguuus ;)

Nggak pake review, nggak surprise jadinya :p

I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

Saturday, June 16, 2012

DIY : Gift Ideas

Assalamualaikum,


Pigura buat Cia dan Nea
Beberapa hari lalu sepupu saya melahirkan anak kedua dan saya nggak kepikiran untuk "membeli" apa untuk kadonya. Akhirnya saya buatlah pigura yang di atas ini, mumpung ada bahan. 

Seharusnya buat putri keduanya aja ya, si Nea, tapi karena kok ya eman kertasnya, akhirnya saya pasang nama putri yang pertama juga si Cia, hehehe. Jadi maksudnya itu piguranya bisa buat dua foto kedua putri sepupu saya.

Anyway, kertas warna warni ini saya temukan di toko buku beberapa bulan lalu, bingung mau saya gunakan untuk apa, kok ya untungnya 'kanggo' (kepake) juga kertas ini (nama produknya KoKoRu). Simple banget buatnya tinggal gunting tempel aja, kecuali buat bunga sama lebahnya mesti dibulet-buletin tapi cukup mudah lah, bisa dibuat dalam waktu beberapa jam :)

Lucu nggak ? 
Boleh loh kalo pesen *eh kok malah jadi promosi* xD

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Thursday, June 14, 2012

Sssh ... pedas

Assalamualaikum, 

Tadi saya bbm'an sama pasangan saya, dia yang sedang berada di kampung halamannya saat ini bercerita pada saya bahwa ia diberi pertanyaan oleh Oomnya, 
"Calon bojomu wong Suroboyo, kowe opo wes doyan pedes ? Mosok kudu masak gudeg terus ?"
(Calon istrimu orang Surabaya, kamu apa sudah suka makanan pedas ? Masa' harus masak gudeg terus)

Hehehe, saya nggak tau apa karena saya orang Surabaya lalu kemudian saya doyan sekali makanan pedas, atau memang saya aja yang emang doyan pedas *despite the fact that I'm Suroboyoan (maksudnya kaya' Indonesian) :d
Picture taken from here
Mushroom yang kebetulan orang Jawa Tengah nggak terlalu suka pada sambel dan makanan pedas, sedangkan saya, setiap makanan yang saya makan harus ditambah sambel setidaknya 1 sendok (makan) :D Makan mie instan pun rasanya nggak pas kalau saya belum menambahkan dua lombok kecil yang digencet *eh apa ya kata yang bener* :p ya begitu deh pokoknya. Saya suka makanan pedas.

Dulu jaman SD atau SMP ya, saya sebenarnya dilarang makan pedas sering-sering karena saya sering sakit perut dan didiagnosa ada usus buntu. Sempat dironsen juga yang kata dokternya  banyak biji-biji lombok yang tersaring di usus tersebut. Tapi karena waktu SMA dan seterusnya rasa sakit tersebut menghilang perlahan-lahan saya balik doyan sambel lagi. Hahahaha, pahit dah lidah ini tanpa kerasa ada yang pedas :p

Sebagai bukti kata-kata Oomnya tadi, beberapa waktu lalu saya buatkan mushroom sambel tomat andalan saya, enak, kalau kata saya sih. Eh, sama sekali loh nggak disentuh sama mushroom, nggak sopan deh xD Akhirnya saya sendiri yang menghabiskan itu satu piring sambel, sendiri! dan saya doyan, astaghfirullah *ngingetin diri sendiri* 

Jadi sebenarnya memang ada hubungannya ya lidah Jawa Timur dan lidah Jawa Tengah dalam merasakan makanan pedas ? Atau emang individu manusianya saja yang beda-beda selera ?

Dan anyway, saya belum bisa bikin gudeg, Oom *melipir minta ajarin chef Juna* =))

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum, 

Wednesday, June 13, 2012

What would you do if ...

1. Seseorang yang kamu cukup kenal, tiba-tiba menjauhimu dan membencimu tanpa kamu tau alasannya apa. Apakah kamu akan menanyakannya dengan resiko ia tidak akan mengaku "ada apa-apa"? Atau membiarkannya saja ?

2. Kamu merasa punya kemampuan pada sesuatu hal, tapi kamu malas untuk mengembangkannya ? Apa kamu akan berusaha membuang rasa malas dan segera keluar dari zona nyaman ? Atau stay disitu ?

Same old same new ...

Tuesday, June 12, 2012

Funny trigger

Assalamualaikum,
Picture taken from HERE
Trigger, atau kalau saya artikan secara bebas berarti pancingan, atau yang memancing. Ya begitulah, kalau artinya salah ya maafkan :D

Punya cerita yang hhmm, sedikit lucu, jadi beberapa tahun yang lalu, saat kakak saya akan menikah, back to 2008. Beberapa bulan sebelumnya, mungkin sekitar tahun 2007 pertengahan atau akhir begitu, ada saudara saya yang menikah di Jakarta. Lalu kemudian ternyata kakak saya berjodoh dengan kakak ipar saya, dan menikah beberapa bulan setelah saudara saya (saya sebut Dek F) yang di Jakarta itu menikah.

Akhir tahun 2011 lalu, tersebar gosip kecil di keluarga saya, bahwa saya akan segera menikah, padahal saya saat itu sedang dalam pencarian *halah* intinya masih single lah. Waktu itu saya mengamini saja, mungkin itu juga doa. Padahal sumber gosip itu karena adik dari Dek F yang tahun 2007 itu menikah, akan menikah di tahun 2012 ini, itu saudara saya (saya sebut Dek M) yang menikah di Jakarta kemarin (yang saya pake hejo hejo dandan-dandan cantik :d).

Lucunya, seingat saya Kakak saya waktu ditelfon Ibu saya di akhir tahun 2011 kira-kira ngomong begini kepada Ibu saya yang cerita tentang rencana pernikahan saudara saya tersebut, "Ya, kalau dek M menikah, nanti kan beberapa bulan setelahnya Adek yang nikah, Ma. Kaya' aku dulu, beberapa bulan sebelumnya Dek F, terus aku nikah, pancingan gitu, Ma. InsyaAllah" 

Dan lucunya kok ya beneran, hehehe. Ya, saya takut mendahului Tuhan dan memang belum terlaksana, tapi sekarang rencana pernikahan itu memang ada dan nyata :)

*speechless*

I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

Monday, June 11, 2012

Waktunya bingung

Assalamualaikum,


Saya seharusnya belajar dari pengalaman, mahasiswa saya itu banyak (pake banget) saya mengajar di 5 kelas saat ini, memang sih 2-3 kelas di antaranya hanya itu-itu saja mahasiswanya, tapi karena hal tersebut membuat saya bingung dengan penilaiannya. Tugas yang diberikan itu hampir tiap minggu, dan hal tersebut membuat administrasi penilaiannya harus bagus, maksudnya misalkan nih tugas pertama diletakkan di satu kotak, tugas kedua diletakkan di satu kotak, dan seterusnya, ya seharusnya begitu. 

Picture taken from THIS SITE
Sedangkan kami tidak, menggampangkan penilaian tersebut sehingga beberapa tugas keteteran. Kenapa saya bilang kami ? Dalam perkuliahan yang saya ampu, memang sih saya bekerja dengan tim, satu kelas dengan 2 dosen. Yang seharusnya dapat bekerja lebih mudah ya, saya sih selalu mengampu diri saya sebagai yang "bagian memasukkan nilai", tapi piye ngene iki ... (gimana gini ini)

Well, anyway, untungnya saya bekerja dengan orang-orang yang berpikiran ke depan. Ada salah satu rekan saya yang langsung memasukkan nilainya ke dalam komputer. Dulu, saya pernah begitu, entah ada apa dengan saya semester ini. Jadi hal ini akan menjadi pembelajaran saya untuk semester depan. 

Ya, bukankah kita harus belajar dari pengalaman, bahwa jangan sampai terjatuh ke lubang yang sama dua kali ? :)


I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

Saturday, June 9, 2012

Bersih-bersih

Assalamualaikum,
Cleaning
TAKEN FROM THESE SITES
Saya tadi barusan bersih-bersih kamar saya, saya termasuk orang yang tidak rajin bersih-bersih :p, khususnya kamar. Awalnya karena Ibu saya sebel banget melihat kamar saya yang penuh kertas dan bon-bon berserakan di atas scanner, di atas lantai, di atas meja, di atas kursi juga ada. Intinya kamar saya berantakan. Mostly adalah kertas dan buku. Saya nggak tau ini turunan atau apa, atau karena saya dan Ibu saya itu sama-sama pengajar, hobi taruh kertas dan buku di mana-mana itu menjadi sebuah kebiasaan yang diturunkan. 

Anyway, saya juga punya keinginan terselubung sih, saya pengen dekor ulang kamar saya, what in the name lulusan desain interior itu kamarnya berantakan dan nggak "ndesain" blass ? Hahahhaa, nggak ngefek ding, emang males aja ngedekor. Ada sebuah harapan kamar saya itu bisa jadi KIS, alias keep it simple. Tempat tidur di bawah, rak buku yang light, koleksi CD ditata dengan rapi, meja pendek untuk komputer atau notebook dan beberapa pigura art atau foto kenangan di dinding, ah kind a sweet. Waktu saya bilang itu ke Ibu saya, beliau bilang, "Nanti aja kalau kamu punya rumah sendiri", nepok jidat saya, bakalan lama nih :p

Okay, back to bersih-bersih, bersih-bersih means membuang beberapa barang atau kertas yang tidak ada gunanya lagi. Nah dilemmanya adalah, misalkan nih ya saya menemukan beberapa paper atau guntingan artikel yang saya ambil dari beberapa surat kabar dari jaman baheula harus saya buang. Resep, gambar interior, gambar tentang Harry Potter, yes, kalau nggak dibuang dan ditumpuk terus, bakalan berantakanlah terus kamar saya. Tapi ada sebuah kenelangsaan kalau kertas-kertas itu harus dibuang, karena saya mengumpulkannya sudah cukup lama, tapi saya mencoba realistis, C'mon, saya pasti bisa menemukannya di google *internet minded* jadi dengan perasaan setengah nelangsa saya buanglah artikel-artikel itu. Ibu saya yang melihatnya juga "mengemani" hal tersebut, "Eman dek", kata beliau. Tapi gimana lagi, harus! Kalau tidak, tidak akan mungkin bersih nih kamar. 

Beberapa waktu ke depan saya juga punya pengharapan untuk menjual beberapa furnitur yang ada di kamar saya ini. Entah laku berapa, tapi yang penting kamar ini tidak akan sesumpek sekarang. Menurut teman-teman itu iklan salah satu jualan online di TV itu beneran "gampang jual"nya nggak sih ? *nengok toko yang bagus-bagus itu, hehehe*

Ada yang dilemma seperti saya nggak ? Share yuk ?


I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

Thursday, June 7, 2012

Nocturnal

Assalamualaikum, 

Ada apa saya beberapa hari ini, nggak bisa tidur kalau belum jam 12 malam. Berasa kembali ke masa kuliah, dan lagi saya rajin (pake banget) nulis di blog beberapa hari ini. Komen nggak sampe 5 di satu post aja sudah langsung nulis yang lain, hehehe, berasa blogger aktif beneran (lah kemaren-kemaren apa dong namanya ?) 

Mungkin saya sedang banyak pikiran atau mungkin saya sedang galau ? Karena biasanya kalau orang galau itu rajin nulisnya ampun-ampun deh, saya pernah begitu soalnya. Tapi c'mon, apa yang saya galaukan beberapa waktu ini ? Kalau tidak, berarti beberapa hari ini di otak saya berkeliaran banyak cerita yang harus saya catat di jurnal saya. Tidak hanya rajin nulis di blog ini, di blog lain juga, di social media yang saya private itu juga, pokoknya menulis terus. Tapi hellow, saya sama sekali tidak menulis di word untuk menyelesaikan proyek saya. Silly me!

Tapi memang beberapa waktu ini bawaannya deg-deg'an terus, menunggu sesuatu, jadinya semacam nocturnal, malam-malam nggak bisa tidur ~.~"

Anyway, saya tutup ya komennya, bukan sesuatu yang harus dikomentarin juga sih :D

I think that's all, thank you 

Wassalamualaikum, 

Ide kecil : WeBe

Assalamualaikum,


Saya memiliki ide kecil, umum sih bagi sebagian besar pasangan yang mungkin keduanya atau salah satunya merupakan seorang blogger. 

Saya ingin membuat blog baru, WeBe alias wedding blog, blog pernikahan. Sounds silly nggak sih ? Secara saya yakin kalau saya yang buat isinya pasti kebanyakan curhatan stress orang yang mau nikah, hahaha, entah ngefek atau enggak kepada orang yang membacanya :D Well, kebanyakan sih blog-blog semacam ini cukup membantu blonten (bakal calon manten) lain dalam mempersiapkan pernikahan juga. Blog saya nanti ? Entah,  semoga sih ada gunanya :p

Tapi untungnya, setelah konsultasi sama pasangan saya (yang bukan seorang blogger), dia sih oke-oke aja, udah kepikiran juga namanya apa, tinggal di realisasikan saja :D

Ditunggu deh, nanti kemunculannya lihat di list "My Other Thoughts" saja secara tiba-tiba ;)

NB : Dan ini akan menjadi blog saya yang keberapa puluh *disentil rame-rame*


I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

Wednesday, June 6, 2012

Persepsi

Assalamualaikum,


Tak kenal maka tak sayang, tak kenal ya persepsinya macam-macam.

Hehehe, saya jadi kepikiran aja beberapa cerita yang saya pernah dengar dan alami sendiri. 

Misalnya begini, pernah ada satu cerita tentang sepupu saya sebelum dia menikah. Dia cantik, mantan model dan dulu bekerja sebagai jurnalis sebuah majalah fashion. Dikenalkanlah dia dengan seorang laki-laki, dan mungkin karena sepupu saya nggak terlalu tertarik jadi obrolannya so so ya. Tiba-tiba terdengar kabar bahwa si cowok ini cerita pada teman yang memperkenalkan sepupu saya dengannya. Bahwa, sepupu saya ini doyannya keluar masuk hotel berbintang, mobilnya bagus untuk ukuran seorang jurnalis dan hidungnya mancung ada kemungkinan dipermak dan sebagainya yang jelek-jelek. Padahal nih, ya jelas aja keluar masuk hotel berbintang, lah wong event fashion biasanya diadakan di hotel berbintang toh ? Jelas aja mobilnya bagus, kan alhamdulillah masih mendapat fasilitas orang tua, jelas aja hidungnya mancung, lah wong ada turunan belandanya. Yes begitulah lah contohnya.

Makanya Ibu saya sering wanti-wanti saya soal sikap saya ke orang lain, sikap saya ke mahasiswa, sikap saya ke orang yang baru kenal, dan gitu deh, behave. Tapi ya namanya orang ya, ya nggak semua sih, tapi umumnya mencari flaw orang lain. 

SMIRK
Taken from HERE
Contohnya begini, misalnya saya sama pasangan saya, setelah selesai makan siang ternyata saya yang membayar bonnya di kasir. Ada seorang ibu-ibu seusia Ibu saya gitu deh, melihat saya mengambil uang dari dompet saya dan kemudian menyerahkannya ke mbak-mbak kasir. Pandangannya nggak enak banget, pasangan saya di sebelah saya memang cuma ngeliatin saya bayar aja sih. Ya secara dia belum ngambil duit di ATM ya xD

Tiba-tiba pasangan saya nyeletuk ke saya, "Paling Ibu tadi itu mikir kalau aku morotin duitmu, dek. Mikir ngene be'e, "Dasar lanang ra nduwe modal !"", lalu ia tertawa. Saya mau nggak mau ikut tertawa juga, lah kalau diliat emang begitu ya, hahahaha. Secara juga saya rapi banget baru pulang ngajar dan dianya dengan gaya khas wartawan yang slenge'an, lengkap sudah persepsinya, hahaha. 

Kaya' gini ini saya mencoba belajar untuk tidak membuat persepsi jelek pada orang lain, selain juga tidak menghakimi orang karena apa yang dilakukannya. Karena pasti ada alasan dibalik perbuatan, ciyeeh, bahasa saya :p

Ada pengalaman soal persepsi orang lain terhadap teman-teman ?

I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

Tuesday, June 5, 2012

Macet di Wiyung itu

Assalamualaikum,


Hey kalian, pernah dengar Wiyung ? Itu adalah kawasan tempat saya tinggal. Problem yang hampir selalu ada di setiap hari pada sepanjang jalan Wiyung adalah kemacetan. Awalnya saya pikir ini hanya karena semakin banyak perumahan yang ada di kawasan ini, tapi beberapa waktu lalu saya mendengar siaran radio membahas tentang hal serupa membuat saya sadar akan sesuatu.

Bahwa, perkembangan ekonomi di kawasan Wiyung ini memang adalah salah satu hal mengapa Wiyung semakin macet. Tidak hanya perumahan yang semakin banyak, namun juga bisnis mulai berjalan sangat pesat di daerah ini. Tak ayal, semakin banyak pengusaha yang berpikir untuk membuka ladangnya di kawasan ini. 

Sayangnya nih nggak diseimbangkan dengan lahan parkir yang luas. Contohnya nih kemarin saya meminta surat referensi bank ke salah satu Bank BUMN yang dibuka baru di kawasan depan perumahan saya. Bangunannya memang semakin besar, tapi parkirannya masyaAllah, mungkin hanya cukup untuk 4 mobil dan 20 sepeda motor. Padahal setiap jam, mungkin ada 30 nasabah yang mengunjungi bank tersebut. Bukan masalah saat kita sudah masuk ke dalam Bank tersebut. Yang menjadi masalah adalah, karena Bank tersebut berada di pinggir jalan besar, keluar masuknya kendaraan menyebabkan pengendara yang melalui jalan besar tersebut harus terhenti. 1 menit terhenti saja, bisa menyebabkan kemacetan 300 meter karena sulitnya mobil keluar dari lahan parkir tersebut. 

Katanya sih, pemerintah sangat mudah memberikan ijin hak bangun sebuah gedung, tapi tidak memperhatikan lahan parkirnya. Sulit mau mengajukan sesuatu misalnya memundurkan bangunan, atau membuat satu kawasan khusus untuk parkir saja, yang sudah pasti pemerintah tau pasti untungnya besar untuk pendapatan daerah, iya kan ?

Memang ini nggak hanya berlaku di Wiyung yang notabene di Surabaya saja sih, saya yakin kota-kota lain mungkin memiliki permasalahan serupa tentang kemacetan ini. Jakarta mungkin merupakan contoh paling konkrit.

Kapan ada ini ?
Apa yang bisa saya lakukan ? Terus terang, saya bingung apa, mungkin di sini saya cuma bisa curhat. Dan berharap semoga suatu saat ada mobil terbang #eh

Tapi kalau mikir begitu, dan kejadian, bisa-bisa yang ada malahan langit menjadi macet :D


Gambar diambil dari situs INI 




I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

Monday, June 4, 2012

Pemeran 5 CM The Movie

Assalamualaikum,


Lama saya nggak browsing berita tentang 5 cm yang katanya akan difilmkan, lama juga saya nggak melihat update twitternya. Akhirnya saya inisiatif untuk melihat fanpagenya di facebook, dan taraa ... ternyata semua cast sudah ditemukan dari terakhir yang saya tau. I must say agak melenceng dari perkiraan saya tentang pemeran tokoh-tokoh di 5 cm the movie ini. Walaupun toh saya penasaran juga bagaimana akting mereka jika disatukan, karena ada beberapa pemain yang sepertinya belum pernah main film seperti pemeran Arial dan Ian. 

Oh iya, saya belum prolog, teman-teman yang suka membaca buku tentu tau tentang 5 CM karya Donny Dhirgantoro kan ? Ya kalaupun tidak tau ya silakan googling atau browsing, buku ini cukup fenomenal, buat saya pribadi, karena saya jatuh cinta pada cerita dan tokoh-tokohnya sejak membaca buku ini di tahun 2007 atau mungkin sebelum itu, dan mungkin saya sudah membacanya berkali-kali sampai saya hafal jalan ceritanya :D Saya juga sempat review komik 5 CM kalau teman-teman pernah baca beberapa bulan lalu.

Kali ini saya mau share siapa saja sih akhirnya pemeran tokoh-tokoh di 5CM the movie ini ?

Herjunot Ali as Zafran

Herjunot yang saya tau pertama kali di share di twitter menjadi pemeran Juple, saya pikir sih pemeran Zafran bakalan lebih dekil dan lebih jangkung dibanding Junot. Bayangan saya Zafran itu dekil-dekil ganteng, setelah barusan saya lihat tampang Junot di tv, sebenarnya lumayan cocok juga sebagai pemeran Zafran :) 

Raline Shah as Riani

Okay, saya baru tau Raline Shah ini setelah ia digosipkan dekat dengan Anji *mantan vokalis Drive* gara-gara berakting mesra di video klipnya. Sebagai sosok Riani, menurut saya, hmm ... bayangan saya tentang Riani adalah sosok yang nggak tinggi-tinggi amat, cenderung chubby dan looks so smart. Sedangkan Raline, well sebagai seorang finalis Putri Indonesia, ia pasti sangat tinggi dan wajahnya tirus, entahlah, saya mungkin cuma melihat fotonya, dan ada kemungkinan bisa saja ia bakalan menggemukkan badan sedikit untuk main film ini (mungkin) hehehe. Tapi dia cantik, macam Manohara Pinot ya ? :D

Igor Saykoji as Ian

Nah loh, dia nggak terlalu tua ya ? :D tapi dia cocok kok jadi badut ancol #eh, ya itu kan yang sering Donny tulis di bukunya, hehehe

Fedi Nuril as Genta

Fedi Nuril as Genta ? Ah I don't know, Genta dalam bayangan saya itu Donny Dhirgantoro, sosok besar, berkacamata, pintar, nggak item, dan berwajah "baik". Kadang saya merasa Fedi itu wajahnya "bad boy", hahahaha *disentil mbak Tyka karena nyindir Abi, hahahaha*

Denny Sumargo as Arial

Wah Denny Sumargo pindah haluan jadi artes nih ya ? :D Badan gede ala atlet sih udah pasti Arial banget, tapiii ... how come Arial bermata sipit ? *eh ini bukan rasis ya, tapi Arial kan, ah ya sudahlah* ~.~"

dan Pevita Pearce as Arinda

Taukah kalian bahwa Arinda itu adik kembar, catet ya, KEMBAR dari Arial ?
Jadi apakah Pevita Pearce mirip dengan Denny Sumargo ? Look closely, people! :D
Denny Sumargo bulenya itu dimanaaa ? *disentil mas Denny* :D

Eh tapi dari kesemua pemeran ini, pasti melalui casting yang panjang ya ? Yang pasti disaksikan oleh Donny juga, jadi ya, mungkin mereka orang-orang pilihan. Walaupun, masing-masing dari kita yang penggemar 5 CM ini memiliki harapan masing-masing visualisasi dari tokoh yang kita kenal tersebut. Ya, nggak akan ada yang sempurna dari visualisasi buku ke film. Masih ingat Harry Potter, Twilight dan sebagainya kan ? :D

Yang pasti saya sih tetap penasaran ingin menonton filmnya, kabarnya bakalan muncul 12 12 12. Hmmm, usep-usep tangan :D


NB : Gambar diambil semena-mena dari google, yang diambil gambar yang paling bagus aja kok :D *males nampilin link, maap yaaa*


I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

Sunday, June 3, 2012

Selamanya Cinta : Cerita Abe dan Reina

Assalamualaikum,


Saya sudah lama menjadi pembaca blognya Kireina Enno, penasaran banget sama muka aslinya gimana. Terus terang saya membeli bukunya ini gara-gara saya penasaran, ada nggak sih fotonya di bukunya, dan ternyata jeng jeeeng ... ada saudara-saudara, hahaha. Well, selain saya juga penasaran berat sama buku ini, sebagai pembaca blognya Enno dan sebagai penikmat tulisannya, membeli dan membaca bukunya adalah sebuah keharusan, kan ? :D

Dicomot dari blognya Enno
Jadi setelah saya membaca buku ini dalam hitungan dua harian, saya merasa buku ini bagus. Pokoknya buku apapun yang bisa membuat saya terbawa dengan ceritanya akan saya anggap BAGUS. 

Oke, terus terang, walaupun saya penikmat tulisan Enno, saya nggak ngeh bahwa "kisah Abe" sudah sangat terkenal di blognya hingga ia harus membukukannya agar lebih .... lebih apa ya, lebih dikenal ? lebih nyaman dibaca mungkin ya ? dan lebih runut, atau entah apa yang Enno harapkan :D Tapi apapun itu, terimakasih karena sudah menulisnya lagi, buku ini keren, No!

Bercerita tentang Abe tentu saja, seorang cowok badung nan pintar, yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri, Reina yang disimpan dalam hati semasa SMA. Reina ternyata memiliki perasaan yang sama, tapi ia memiliki prinsip bahwa jika sahabat pacaran dengan sahabat sama saja dengan inses, jika hal tersebut terjadi maka kutukan akan terjadi. Lalu kemudian apakah pada akhirnya mereka akan bersama dan sama-sama mengakui perasaannya ? Apakah benar kutukan akan terjadi ? Hihihihi, teman-teman harus membaca sendiri buku ini :D

Tapi don't worry, buku ini jauh dari cheesy, sangat runut, tajam dan detail. Tidak terkesan kekanakan walaupun bercerita tentang anak SMA, dan yang pasti hati-hati terbawa sama ceritanya. Mungkin teman-teman jadi teringat kisah-kisah kalian semasa SMA dulu :)

And I love her description .... mupeng pengen bisa nulis begitu detail seperti itu, mungkin saya harus ikutan kelas menulis juga kali ya ? ~.~"


I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

Saturday, June 2, 2012

Make up, not make down

Assalamualaikum,


Make up seperti artinya berarti membuatnya naik, membuat lebih bagus, membuat lebih cantik dan lebih lebih lainnya. Saya pribadi adalah orang yang suka menggunakan make up, bukan karena saya merasa tidak cantik *ihik* tapi entahlah, namanya juga make up, mungkin dalam hal ini dandan membuat saya lebih percaya diri, mungkin.

Saya punya masalah pada alis saya, tipis, seperti anggota keluarga saya yang hanya berempat ini, semuanya memiliki alis tipis. Hal tersebut membuat saya nggak bisa lepas dari pensil alis saat berdandan, walaupun nih kata Ibu saya, saya kadang terlalu berlebihan memulaskan pensil alis di alis tipis saya. Padahal menurut saya pribadi, masih ada perempuan lain (atau bahkan lelaki, yah you name it lah Ivan Gunawan gitu xD) yang dandanan pensil alisnya lebih ngejreng-ngejreng dari saya.

Nah kadang di beberapa wedding keluarga saya mendapat kesempatan untuk didandani oleh mas-mas/mbak-mbak make up gitu kan, sering sekali ditanyakan apakah alis saya mau dikerok dulu, itu tuh dirapihin biar keliatan naik atau apa lah. Nah saya bayangin alis saya dikerok bagaikan, alis saya bakalan ilang semua, wong tipis gitu apa lagi yang mau dirapihin ? 

Pada event wedding saudara kemarin saya juga mendapat kesempatan untuk didandani, pertama saya sudah ragu pada "mas=mbak=ses" yang dandanin, kaya'nya dandanannya kaku. Secara saya ini rada cerewet soal dandanan wajah saya ya, akhirnya saya sering komen, alisnya nanti begini ya mas, nanti warna eye shadownya ijo aja sesuai bajunya, terus warna lipstiknya nude aja, agak orange kecoklatan gitu.

Eh la dalah saat saya melihat hasil dandanan "mas=mbak=ses" tersebut saya membelalakkan mata, "alisku kenapaaaaaaa ?" terlalu tebal dan lurus, luruuuus, tanpa patahan xD astaghfirullah ...terus lipstiknya juga terlalu coklat, chocolate without red and orange, Chocolate!, entah si mbakmasses itu nggak mendengarkan apa yang saya inginkan atau memang dia sudah suntuk aja banyak banget yang ngantri didandani. Tapi saya akhirnya bagaikan LENONG saudara-saudara.

Dalam keadaan SOS=911=genting seperti itu akhirnya saya langsung ambil tas make up saya, melaju ke kamar mandi dan membenarkan dandanan saya. Yak, maafkan atas ketidakpuasan saya terhadap beliau yang mendadani saya. Mungkin salah saya juga yang terlalu cerewet, tapi ehem untungnya eyeshadownya bagus kok, yang lain bisa diperbaiki ;)

Setelah srat sret srat sret, membenahi alis dan bibir saya, jreng ... beginilah hasil "lenongan" saya. Hahaha, saya suka efek matanya jadi keliatan drama begitu (itupun karena saya tambahkan eyeliner). Makasih ya mbakmasses, walaupun alis sama lipstiknya saya hapus terus diganti yang saya mau ini :D

Oh ya, jilbabnya juga saya styling sendiri, soalnya kalau distyling sama orang-orang itu, entahlah, jadinya pasaran dong :p walaupun lebih simple, saya lebih pede begini :)

Me (and Mom at the background) :)
Moral story-nya adalah, survey dulu kepada siapa anda ingin didandani, jangan lupa bawa alat make up sendiri saat acara beginian, belajar mengetahui struktur wajah anda, dan (seharusnya sih) pede aja sama hasilnya :p

Well, it supposed to be "make up" not "make down" right ?


I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

Friday, June 1, 2012

Green Kebaya

Assalamualaikum,

Minggu kemarin saudara saya di Jakarta ada yang menikah, kebetulan saya dan Ibu saya mendapat kain seragam dari mereka. Salah satu kain yang diberikan adalah warna ini, hijau pupus terang, cantik deh, tapi membayangkan menggunakan kain ini untuk dimodel kebaya polos akan membuat saya nampak seperti lepet atau lemper xD. Nah karena itu, makanya sewaktu akan dijahit saya berinisiatif untuk memodelkannya sedikit berbeda dengan tambahan kain brokat bunga yang menurut saya cantik banget. 

Ini hasilnya ...

GREEN
Difoto di kamar mandi hotel, kacak pinggang ala fashion blogger xD
Green Family
Waktu foto keluarga setelah didandanin :D
Lumayan lah, bisa buat koleksi kebaya dan menghemat budget untuk membeli baju pesta atau baju buat foto prewedding mungkin #eh :p

Cantik nggak ? :D


I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Hey, June!

Assalamualaikum,


Hey, June!

Juni ini seharusnya saya sudah banyak menyelesaikan proyek, yeah, salahkan saya dan habit saya, terlalu memalukan memang kalau saya nggak bisa depends on deadline, I always screwed up. Shoot, nevermind *kepruk-kepruk diri sendiri*

Now, I just ... ah nothing ... I'll be back writing something later ...

And ...

Bye May, Hey June!
Jules ... we'll be seeing next month, can't wait :p 


I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...