Wednesday, May 2, 2012

Pendidikan : Antara keniatan dan kedisiplinan

Assalamualaikum,

Mau menulis tentang pendidikan ah, mumpung masih harinya :D. Berat banget judulnya, padahal isinya lebih ngambil dari omongan orang, hehehe.

Jadi tadi pagi sewaktu perjalanan ke kampus saya mendengar wawancara seorang penyiar kepada narasumbernya yang sepertinya ahli dalam bidang pendidikan. 

Hal yang saya tangkap narasumber tersebut ialah bahwa pendidikan memang hanya didapatkan dari sekolah. No, sekolah di sini bukan sekedar sekolah yang berupa gedung, bangku-bangku dan meja belajar. Sekolah adalah tempat berkumpulnya orang yang mau meningkatkan intelejensianya dalam hal apapun dengan catatan, dengan keinginan untuk berkembang lebih baik. Mau itu di pasar, di supermarket, lapangan futsal atau ruang rapat, jika kita sharing pada orang lain, orang lain mendapatkan ilmu dari yang kita ketahui begitu juga sebaliknya kan?

Nah kalau soal pengajar nih, kalau diibaratkan pengajar saat ini itu semacam komputer pentium 1 yang jadul bin lelet *sing elek-elek lah* (red: yang jelek-jelek lah) sedangkan mahasiswa ataupun murid mungkin tingkatannya adalah core duo atau pentium 10 *kalau ada* hehehehe. Karena anak-anak jaman sekarang memang cerdas-cerdas kan? Mereka dengan mudah dapat mengakses semua hal dari berbagai tempat, social media, surat kabar, temannya, nah entah itu bisa baik ataupun bisa juga buruk. Makanya para pendidik ini harus pintar memberi arahan kepada calon pemimpin masa depan ini agar dapat mengambil sisi positif dari ilmu yang mereka dapatkan dan menghindari sisi negatifnya *note to self*.

Si narasumber ini juga mengatakan bahwa ada 5 rumus yang seharusnya dimiliki setiap orang, khususnya pendidik dan orang yang dididik. Rumusnya adalah A I U E O, apa saja sih ?
1. Akidah
Jika orang tidak memiliki akidah maka ilmu yang di dapatkan akan menjadi percuma, karena jika tidak memiliki dasar agama yang kuat, maka pendidikan atau ilmu itu tidak berarti. Contohlah para koruptor yang mungkin merasa uang mengalahkan akidah.
2. Ilmiah
Semua harusnya bisa dipikirkan secara ilmiah dan logika, jangan melulu menggunakan emosi sesaat dan hal-hal yang absurd
3. Urgensi hidup / apa yg harus didulukan
Dalam hidup kita harus memiliki tujuan, pendidikan juga, nah ini cocok nih buat yang sedang menempuh tugas akhir ataupun ujian-ujian, jika memang yang terpenting adalah A ya A itu yang harus ditelateni, jangan sering-sering multitasking, A B C D dilakukan bareng-bareng, yang ada jadi benang kusut, susah mengurainya. Saya ambil contoh dari novel favorit saya aja deh, si Hermione Granger, perempuan jenius yang akhirnya memiliki jam pembalik waktu yang awalnya bisa ia gunakan secara efektif toh akhirnya ribet juga endingnya.
4. Empati / toleransi
Empati kepada orang lain sangat penting dilakukan, saya pribadi sih merasa saya bisa berempati pada orang lain. Termasuk juga pada mahasiswa saya, setidaknya itu yang saya rasakan. Walaupun harus ada norma-norma yang menjadi batasan mereka dan saya. Kalau ini seharusnya ada perjanjian di awal ya, atau setidaknya masing-masing pengajar ataupun mahasiswa mampu membatasi diri masing-masing.
5. Optimal
Semua hal harus dilakukan secara optimal, dengan titik darah penghabisan, ciyeeh, hehehe. Maksudnya kembali lagi ke urgensi hidup di atas. Saat kita punya satu tujuan, untuk mencapainya harus dilakukan dengan usaha yang optimal, sehingga semua hal, tujuan, keinginan dapat dicapai dengan baik.

Endingnya saya mikir, semua hal ini kalau tanpa keniatan dan kedisiplinan dari pendidik dan juga anak didik juga sulit dilakukan. Baik dalam proses belajar mengajar dan juga menjalani hidup *tsaaah* :p

Semoga pendidikan saat ini menuju ke arah yang positif selain karena didukung dengan meningkatkan teknologi juga karena manusianya yang memiliki urgensi untuk berkembang. Semoga saya pribadi bukan hanya menjadi seorang pengajar namun juga dapat menjadi pendidik dan contoh yang baik bagi mahasiswa-mahasiswa saya ;) 

Jadi, pendidikan menurut teman-teman sendiri bagaimana ?

Last, Selamat Hari Pendidikan :) 



I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

14 comments:

  1. Aku setuju deh kalo kita harus terus mengoptimalkan ilmu ilmu yang udah kita serap dan bisa melihat prioritas. Semoga ke depannya bisa membaik ya pentium si pengajar hihihi

    ReplyDelete
  2. selamat hari pendidikan, bu guru cantik ^_^

    ReplyDelete
  3. Klo liat output-nya sih, pendidikan skrng tuh mengalami kemunduran dari attitude sampe keilmuannya sendiri...itu biasa diliat lgsg di dunia pekerjaan

    So, para pengajar, tmsk orgtua di rumah, kudu lebih gigih dan bersemangat menggembel anak2 (murid)nya

    Saloet en tetap semangat Mba Fenty !!!

    ReplyDelete
  4. Wah, entahlah dengan pendidikan...
    sudah pussing duluan mikirnya, karena sepertinya beban anakku nanti akan lebih berat hehehee..

    ReplyDelete
  5. soal pendidikan memang bukan semata-mata tugas guru di sekolah, tapi orangtua juga berperan besar terutama A....Akidah.Nice share

    ReplyDelete
  6. Akidah jd point no. 1 pdhal kadang akidah ini yang suka dilalaikan

    ReplyDelete
  7. betul banget Akidah itu harus paling terdepan & pertama,soalnya anak jaman sekarang cuma kebanyakan pinter diotak tp tidak diperilaku & moral

    ReplyDelete
  8. serius berat banget tulisan lu, gw ga ngerti Fen cuman gw scroll2 aja ke bawah hahahaa...

    kayaknya lu udah ber transformasi secara total jadi ibu2 dosen wkwkwk

    ReplyDelete
  9. selamat hari pendidikan, bu dosen ^^

    ReplyDelete
  10. Tanpa didukung teknologi, metode pembelajaran Pesantren BAGUS, tuch Bu.

    ReplyDelete
  11. akhlak menjadi sangat penting akhir akhir ini jika kita melihat beberapa berita yang kerap kali muncul di televisi.. sungguh sangat miris :(

    ReplyDelete
  12. berbagi kata2 motivasi gan :D . semoga di terima yah
    ==================================================
    Kamu tak akan bisa hidup sendiri. Butuh bantuan orang lain. Pastikan bahwa mereka adalah orang yg dapat kamu andalkan.

    ====================================================

    ReplyDelete
  13. yg penting menurut saya itu SENANG dulu. Kalau sudah menyenangi suatu bidang tertentu, pendidikan itu hanya jam terbang saja. Semakin lama dididik, ya semakin mahir lah kita.

    ReplyDelete
  14. Saya tertarik ke point 3 yaitu urgent kalau saya bilang sebagai priority. Saya dulu pernah baca di websitenya ITS, kebetulan saat itu mantan bapak rektor kita pak Muh. Nuh sebagai nara sumbernya. Menurut beliau tingkat prioritas itu dibagi menjadi empat, dimulai dari prioritas terbesar menuju prioritas terkecil : genting, penting, tidak penting,tidak genting. Beliau mencontohkan perihal buang air kecil, kita tiap hari buang air kecil dan hal tersebut sudah biasa dan menjadi hal biasa. Berbeda halnya dengan sidang TA, ini adalah penting. Namun kalau kita sudah tidak bisa menahan, kebelakang dulu atau maju sidang dulu. Ini adalah salah satu masukan untuk saya dari cerita beliau.

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...