Friday, May 18, 2012

Abot

Assalamualaikum,

Abot dalam bahasa jawa berarti "berat", eh, I'm not talking about my weight loh ya ~.~"

Saya ini merasa salut, salut banget sama yang namanya Ibu rumah tangga, seriously, mereka hebat. Kenapa begitu ? Mereka bisa ya bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan ini itu untuk suami dan anak-anaknya (mungkin) dengan sedikit (sedikit sekali) mengeluh. 

Kalau dipikir-pikir saya ini salah satu Ibu rumah tangga di rumah saya sekarang, nah loh berarti salut sama diri sendiri dong ? Enggak juga sih, karena ibu saya join sama Ibu saya, fifty-fifty *heleh*. Selama beberapa tahun terakhir saya dibiasakan oleh Ibu saya untuk bisa jadi anggota DPR, alias anggota dapur. Eh, saya sepertinya pernah menulis postingan yang mirip-mirip ini di tahun 2009 silam. Jadi ritualnya seperti ini, pagi-pagi setelah Shubuh, let say jam 5 pagi, saya bangun, sholat, nah pengennya sih tidur lagi. Tapi tidak saudara-saudara, saya kalau tidur lagi bakalan kena omel Ibu saya. Serius, beliau akan mengatakan saya ini belum siap jadi istri lah, ibu rumah tangga lah, kalau ini memang tugas perempuan lah. Ya, dulu, duluuu, kalau ada ART (asisten rumah tangga) saya bisa bebas-bebas aja tuh molor sampai jam tujuh atau delapan. Atau kalaupun tidak ada ART, waktu saya masih kuliah sampai malam-malam itu, saya masih diijinkan molor tidurnya. Walaupun toh saat itu saya kena omel juga, tapi saya tidak terlalu ambil pusing :p

SuperMom
Gambar di curi semena-mena dari SINI
Sekarang, entah mengapa, sepertinya Ibu saya berhasil memasukkan pemikiran pada saya bahwa ini memang tanggung jawab perempuan. Perempuan harus bangun pagi, perempuan harus masuk dapur setelah sholat, perempuan harus bisa masak -setidaknya punya satu masakan andalan, perempuan harus behave, perempuan harus rapi, perempuan ini, perempuan itu. Apalagi sekarang-sekarang ini, hal tersebut semakin gencar, karena (katanya) sebentar lagi saya akan menikah #eh :p

Nah gitu deh pokoknya, rasanya berat, abot kalau pagi-pagi begitu harus bangun pagi, abot kalau pagi-pagi mesti ke dapur untuk masak, atau setidaknya manasin makanan dari kulkas, abot ketika melihat tempat tidur dan saya nggak boleh tidur pagi-pagi, aboooott *pake control B*.... tapi tetep aja nggak bisa menghindari kenyataan bahwa saya memang harus mengubah pola pikir saya dan menganggap ini tugas dan ini ringan, saudara-saudara, ini ringaaan .... *meluk guling di depan laptop*

Saya sempat cerita begini ke pasangan saya, dia ketawa-ketawa aja, malah nyuruh saya tidur lagi, giling, enak banget jadi pekerja lapangan yak, tidurnya bisa sampai siang-siang begitu *dipites mushroom*

Tapi saya memang tidak berencana full hanya menjadi Ibu rumah tangga sih, walaupun toh ya itu memang tugas yang sangat mulia. Saya menyenangi pekerjaan saya sekarang yang mengharuskan saya bertemu banyak orang (orang muda, alias mahasiswa) sehingga saya jadi memiliki pemikiran baru tentang apapun. Satu lagi nih saran Ibu saya, bahwa menjadi seorang pengajar memiliki spare time yang banyak, jadi bisa lebih banyak di rumah dibanding mengurung diri di kantor layaknya pegawai kantoran dan tidak (banyak) tau keadaan di rumah *entar dimarahin sama pembaca saya yang pegawai kantoran deh xD* Peace yow ... :D

Jadi, abot atau tidak abot tergantung dari pemikiran masing-masing orang ya, saya sendiri masih belajar menganggap bahwa ini nggak berat, ini nggak berat dan ini nggak berat *self suggestion*

Sekarang ini saya akhirnya punya cita-cita baru, jadi superwife atau supermom (kalau nanti sudah punya anak), hahaha #random


I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

Saturday, May 12, 2012

Ngobrolin videoclip

Assalamualaikum,

Siang sampai menjelang Maghrib tadi saya makan siang dan ngobrol-ngobrol dengan teman ngajar saya di salah satu restoran (bukan cepat saji) di salah satu mall nongkrong di Surabaya agak ke Barat, kasarnya adalah Sutos *hayah*. Sekalian makan siang, kami memang janjian untuk menyelesaikan tugas kami yang belum selesai, yaitu koreksi UTS, hahaha, yup, kami koreksi UTS dengan hedon di salah satu restoran di mall tersebut. Gosh, saya agak menyesal kenapa nggak memilih restoran cepat saji saja, hahaha *ngeliat gaji sebulan menipis dengan instan*

Anyway, selama mengkoreksi, televisi-televisi di sudut cafe atau restoran tersebut menampilkan salah satu stasiun televisi (kabel) yang memutar beberapa videoklip musik mancanegara yang terus terang saya dan teman saya tersebut jarang atau bahkan (saya pribadi) tidak pernah melihatnya. Ya, semacam video klip Nicki Minaj, Justin Bieber, 50 Cent, Jessie J, Justin Timberlake dan beberapa lainnya yang mungkin pernah saya dengar di radio, tapi baru melihat video klipnya saat itu.

Saya awalnya nyeletuk begini sama teman saya setelah melihat beberapa video klip tersebut, "Kenapa sih hampir semua video klip ini sangat ... nasty, sexy atau sex oriented banget ya ?"
Teman saya ikut nengok ke arah televisi, "Iya ya, dulu pas MTV Indonesia, videoklipnya nggak begini-begini amat"
Saya jadi flashback ke jaman saya masih SD saat MTV Indonesia itu masih ada, memang tidak ada videoklip yang menjurus ke arah-arah begituan yang ditampilin di televisi Indonesia. But hello, bukan berarti di jaman itu tidak ada kan ?
Saya bilang, "Ah ndak juga mbak, pernah waktu jaman itu, aku mampir ke rumah saudara yang punya tv kabel dan videoklipnya juga sexy banget begitu. Jadi bukan jamannya, tapi ..."
"Ya, pemerintahnya yang memang melarang videoklip-videoklip itu ditampilkan di Indonesia" katanya melanjutkan.
"Bener" kata saya membenarkan.
"Iya juga ya, katanya sih dulu memang banyak sih videoklip mancanegara yang di banned di Indonesia karena isinya mengumbar syahwat seperti itu"
"Hahahhaa, Jadi lebih aman sekarang atau dulu ?"
"Hahaha, kita kok jadi bahas videoklip sih ? Iki nggak mari-mari koreksinee ..."
Hahaha, itu adalah obrolan random saya dengan teman saya itu ketika suntuk sama lembaran-lembaran jawaban UTS yang bikin pusing. Toh sekarang sudah nggak ada stasiun televisi yang merelay stasiun televisi musik seperti jaman dulu. 

Ya, mari stay tuned to Inbox, Dahsyat atau Hitzteria dan melihat Chibinya Cherrybelle dan melankolisnya Armada *dijiwit berjama'ah*

"Sexy"
Picture taken from 
HERE
Mind the picture xD

Cuma mau share aja, bukan berniat share videoklipnya juga, toh teman-teman juga bisa searching sendiri di youtube atau portal lain :p

Have a great weekend *balik ngedit tugas deadline*



I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

Thursday, May 10, 2012

Lempar "sampah", sembunyi tangan

Assalamualaikum,

Tadi pagi seperti biasa saya menyalakan laptop saya dan membuka beberapa social media yang saya miliki. Baca sana baca sini, akhirnya saya melihat update yang menurut saya "kena banget". Ada salah seorang teman saya, yang share sebuah comic strip dari fanpage yang ia Liked. Ini gambarnya :

Picture taken from here
Haduuh, kena banget toh sindirannya ?

Walaupun sih agak-agak mendiskreditkan pengguna mobil, hahahaha (pundung saya :p), tapi intinya adalah satu, bahwa ya membuang sampah sembarangan entah itu dari pengguna mobil ataupun orang dimanapun juga tetap salah. 

Saya jadi ingat postingan mbak Bella Sirait tentang membuang sampah sembarangan juga, yang memang sih kebetulan dari pengguna-pengguna mobil juga. Sempat disindir oleh kolega dari suami mbak Bella dari Jepang, kalau negerinya penuh sampah begini, begitu juga pikirannya. Ah, itu nyesek nggak sih? Kita, orang Indonesia dianggap memiliki pemikiran sampah ? ~.~"

Tapi ya emang sulit ya menyadarkan masyarakat yang budayanya sudah begitu. 

Seperti contohnya saat saya melewati jembatan-jembatan yang kebetulan di bawahnya adalah sungai, kerap kali saya melihat beberapa orang (yang kebetulan juga pengguna motor dan pejalan kaki) melemparkan entah botol, entah sampah apa lah langsung ke bibir jembatan dan akhirnya sampah tersebut mengapung di atas sungai dan kadang membuat saluran air menjadi penuh dengan sampah dan menyumbat arus air. Begitu juga kasusnya saat melewati pasar yang kebetulan di sebelah sungai, nah sampah lebih banyak lagi menumpuk di pinggir-pinggir sungai. Fiiuuhh ...

Saya pribadi, sangat-sangat-sangat berusaha untuk membudayakan diri saya untuk membuang sampah pada tempatnya (kalau saya khilaf, semoga Tuhan memaafkan). Tapi saya berusaha untuk meningkatkan kesadaran saya akan hal ini. 

Karena kita nggak bisa selalu menyalahkan pemerintah, bayangin deh, pemerintah itu berapa persennya manusia di Indonesia sih ? Kalau perilaku manusia Indonesia "lempar batu (tapi entah sadar atau tidak) sembunyi tangan" terus, kapan bersih dan bebas banjirnya Indonesia ?

Semoga postingan saya ini ada gunanya ya buat yang baca, tapi saya yakin kok, yang baca blog saya mungkin malah lebih sadar lingkungan dibanding saya. Semoga saya bisa lebih sadar lingkungan setelah ini.

Ya, kalau bukan kita, siapa lagi ? :) 


I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

Wednesday, May 2, 2012

Pendidikan : Antara keniatan dan kedisiplinan

Assalamualaikum,

Mau menulis tentang pendidikan ah, mumpung masih harinya :D. Berat banget judulnya, padahal isinya lebih ngambil dari omongan orang, hehehe.

Jadi tadi pagi sewaktu perjalanan ke kampus saya mendengar wawancara seorang penyiar kepada narasumbernya yang sepertinya ahli dalam bidang pendidikan. 

Hal yang saya tangkap narasumber tersebut ialah bahwa pendidikan memang hanya didapatkan dari sekolah. No, sekolah di sini bukan sekedar sekolah yang berupa gedung, bangku-bangku dan meja belajar. Sekolah adalah tempat berkumpulnya orang yang mau meningkatkan intelejensianya dalam hal apapun dengan catatan, dengan keinginan untuk berkembang lebih baik. Mau itu di pasar, di supermarket, lapangan futsal atau ruang rapat, jika kita sharing pada orang lain, orang lain mendapatkan ilmu dari yang kita ketahui begitu juga sebaliknya kan?

Nah kalau soal pengajar nih, kalau diibaratkan pengajar saat ini itu semacam komputer pentium 1 yang jadul bin lelet *sing elek-elek lah* (red: yang jelek-jelek lah) sedangkan mahasiswa ataupun murid mungkin tingkatannya adalah core duo atau pentium 10 *kalau ada* hehehehe. Karena anak-anak jaman sekarang memang cerdas-cerdas kan? Mereka dengan mudah dapat mengakses semua hal dari berbagai tempat, social media, surat kabar, temannya, nah entah itu bisa baik ataupun bisa juga buruk. Makanya para pendidik ini harus pintar memberi arahan kepada calon pemimpin masa depan ini agar dapat mengambil sisi positif dari ilmu yang mereka dapatkan dan menghindari sisi negatifnya *note to self*.

Si narasumber ini juga mengatakan bahwa ada 5 rumus yang seharusnya dimiliki setiap orang, khususnya pendidik dan orang yang dididik. Rumusnya adalah A I U E O, apa saja sih ?
1. Akidah
Jika orang tidak memiliki akidah maka ilmu yang di dapatkan akan menjadi percuma, karena jika tidak memiliki dasar agama yang kuat, maka pendidikan atau ilmu itu tidak berarti. Contohlah para koruptor yang mungkin merasa uang mengalahkan akidah.
2. Ilmiah
Semua harusnya bisa dipikirkan secara ilmiah dan logika, jangan melulu menggunakan emosi sesaat dan hal-hal yang absurd
3. Urgensi hidup / apa yg harus didulukan
Dalam hidup kita harus memiliki tujuan, pendidikan juga, nah ini cocok nih buat yang sedang menempuh tugas akhir ataupun ujian-ujian, jika memang yang terpenting adalah A ya A itu yang harus ditelateni, jangan sering-sering multitasking, A B C D dilakukan bareng-bareng, yang ada jadi benang kusut, susah mengurainya. Saya ambil contoh dari novel favorit saya aja deh, si Hermione Granger, perempuan jenius yang akhirnya memiliki jam pembalik waktu yang awalnya bisa ia gunakan secara efektif toh akhirnya ribet juga endingnya.
4. Empati / toleransi
Empati kepada orang lain sangat penting dilakukan, saya pribadi sih merasa saya bisa berempati pada orang lain. Termasuk juga pada mahasiswa saya, setidaknya itu yang saya rasakan. Walaupun harus ada norma-norma yang menjadi batasan mereka dan saya. Kalau ini seharusnya ada perjanjian di awal ya, atau setidaknya masing-masing pengajar ataupun mahasiswa mampu membatasi diri masing-masing.
5. Optimal
Semua hal harus dilakukan secara optimal, dengan titik darah penghabisan, ciyeeh, hehehe. Maksudnya kembali lagi ke urgensi hidup di atas. Saat kita punya satu tujuan, untuk mencapainya harus dilakukan dengan usaha yang optimal, sehingga semua hal, tujuan, keinginan dapat dicapai dengan baik.

Endingnya saya mikir, semua hal ini kalau tanpa keniatan dan kedisiplinan dari pendidik dan juga anak didik juga sulit dilakukan. Baik dalam proses belajar mengajar dan juga menjalani hidup *tsaaah* :p

Semoga pendidikan saat ini menuju ke arah yang positif selain karena didukung dengan meningkatkan teknologi juga karena manusianya yang memiliki urgensi untuk berkembang. Semoga saya pribadi bukan hanya menjadi seorang pengajar namun juga dapat menjadi pendidik dan contoh yang baik bagi mahasiswa-mahasiswa saya ;) 

Jadi, pendidikan menurut teman-teman sendiri bagaimana ?

Last, Selamat Hari Pendidikan :) 



I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...