Friday, March 2, 2012

Ngomongin Financial Planning : Emas dan Kertas

Assalamualaikum,

Minggu lalu (26/02/12) saya mendapat kesempatan untuk mengikuti sebuah seminar menarik tentang merencanakan keuangan antara emas dan kertas yang diadakan oleh Hijabee Surabaya.

Yeah, saya cukup penasaran memang, katanya saat ini emas merupakan investasi yang cukup menggiurkan dibanding bentuk investasi lain. Selain menggiurkan juga halallan toyyibah, bener kan ?

Ternyata di seminar ini kita dibawa untuk membandingkan antara dua bentuk investasi, yaitu emas dan kertas, kertas di sini bukan dalam bentuk uang kertas, melainkan Reksadana. Terus terang saya memang buta mengenai investasi, tapi apapun yang terjadi saya harus tau setidaknya dasar-dasar investasi tersebut dan terus terang saya agak sedikit creepy mendengar kata Reksadana, meletakkan uang kita di sebuah tempat tanpa boleh diambil diurus oleh orang yang mungkin kita tidak kenal siapa atau bisa dipercaya atau tidak, dsb. Yeah, well, tapi kembali lagi saya harus tau, apakah endingnya saya tertarik, saya belum tau, tapi ini demi masa depan saya (dan keluarga saya kelak, cieeh) #apasih :p

Tebak saya dimana (dengan wajah sok serius saya)
Bapak Arwiyoto Purwono, ahli finansial yang menjadi pembicara di seminar tersebut mengarahkan kami para peserta untuk menggunakan pikiran (yang paling masuk akal) kita untuk meletakkan investasi kita di tempat yang tepat sesuai dengan kemampuan kita.

Bahwa jika kita melakukan investasi menggunakan emas, kita harus mau menunggu (cukup) lama agar kita mendapatkan untung yang berlipat, entah 2-10 tahun, mungkin dan lagi, harga emas itu sangat tinggi, namun, tetap emas merupakan investasi yang luar biasa karena tidak akan terkena inflasi dan harganya yang selalu tinggi.

Jika dibandingkan dengan Reksadana, di sini keuntungan yang kita dapatkan akan sesuai dengan nilai investasi awal kita, jika investasinya jutaan ya hasil yang didapatkan pasti jauh lebih tinggi dibandingkan investasi ratusan ribu. Apalagi hasil dari reksadana tersebut akan didapatkan dalam waktu yang cukup singkat. Namun tetap semua hal ada resikonya, semakin tinggi investasi yang kita percayakan, semakin tinggi juga resikonya, berbanding terbalik dengan emas. Walaupun emas juga tidak lepas dari resiko sih.

Hmm, di akhir seminar ini kita dibawa pada sebuah simulasi, semisal, saya pribadi ingin memiliki rumah dalam jangka waktu 10 tahun ke depan (aamiin) lalu berapa uang yang dibutuhkan untuk membeli rumah tersebut saat ini, dan 10 tahun ke depan, lalu setelah dirumuskan akan diketahui berapa investasi atau uang yang harus dikumpulkan untuk mendapatkan rumah tersebut (lunas) dan ya cukup menyesakkan hati juga karena tidak akan semudah itu untuk membeli rumah (saja) hehehe, but we'll try :) *kode :D

Setelah acara, pose saya nggak siap banget xD
Anyway, semua keputusan sebenarnya pada kita pribadi (dan pasangan kalau memang berinvestasinya dengan pasangan), semua investasi itu ada resikonya kok, we're not living in a perfect world, right ? kecuali kalau memang keluarga teman-teman kaya tujuh turunan, hihi. Jadi ya, take a chance untuk sesuatu yang menguntungkan (namun halal) itu nggak salah kok :)

Ada yang mau sharing soal perencanaan keuangan dengan 2 sistem investasi ini ? Komen dong, saya juga butuh masukan ;)


Foto-foto diambil oleh Tiananda | makasih ya, Tia ... even fotonya kurang fokus juga sih :p but that's fine, yang penting ada buktinya :D


I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

23 comments:

  1. Aku sendiri agak kurang sepakat kalau investasi apapun dikaitkan dengan syariat, halal, segala macem. Memang kita harus teliti dalam memilih investasi yang halal, tapi kalau alasan utama memilih emas (logam mulia) karena syar'i-nya, kok rasanya naif banget. Kegiatan yang dilakukan sama kok, menimbun, dan itu penimbunan harta (capital) adalah sistem kapitalisme.

    Setiap investasi tergantung profil risiko. Yang bilang emas tidak pernah turun pasti pedagang :D. Paling enak dicoba semuanya, jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. ^_^

    Lebih detailnya yaaa... di blog aku di kategori Ekonomi dan Manajemen. ^.^

    ReplyDelete
  2. Kalo menurutku investasi emas masih merupakan pilihan masuk akal sekarang mbak.

    Tapi sebenarnya emas/dinar bukan investasi kok, cuma sarana lindung nilai alat tukar:)

    ReplyDelete
  3. Kalau saya sih prefer emas. Klo untuk cash, saya baru mencoba sukuk saja...

    ReplyDelete
  4. klo liat nenek moyang sih pilihan pasti jatuhnya ke EMAS.
    hanya sekarang ini, emang gak punya dana, apalagi untuk beli lempengan emas itu pasti maunya beli yang min.100gr biar keliatan barangnya :D

    terus nabungnya gimana? ya baru mampu beli asuransi aja hehehe

    ReplyDelete
  5. emas itu instrumen investasi yg baik. reksadana juga baik. kadang perlu diliat juga sih tujuan investasinya apa? juga profil resiko investornya. lalu kemudian milih instrumen investasi mana yg optimal. harga emas nggak selalu naik, bisa turun juga nilainya dibanding dengan rupiah. yg penting kalo niat investasi adalah betul2 terjun ke pasar, bukan cuman trading dalam lingkungan simulasi atau baca2 teori lalu membanding2kan kelebihan/kekurangan masing2 instrumen investasi saja. karena banyak pengetahuan finansial yg baru ketauan kalo sudah terjun betulan.

    aku ada dua saran di bahasa investasi ini, yg pertama: jangan emosional. nggak perlu panik dg pergerakan jangka pendek di pasar, lalu bereaksi jual/beli secara impulsif. yg panikan itu bukan investor, itu spekulan hahaha...

    saran kedua: jangan pernah percaya broker. lakukan analisa sendiri atau konsultasikan dg kenalan yg lebih kaya / lebih pengalaman di dunia finansial. coz brokers are broker than you. why take any financial advise from anyone not richer than you?

    anyway, kalo mau beli emas, segera. kalo kira2 feelingnya lebih ok reksadana ya monggo, segera. good luck dek :)

    ReplyDelete
  6. untuk saat ini saya belum punya investasi dalam emas ataupun reksadana. hanya sebatas menabung doang. pengetahuan soal masalah ini juga belum terlalu banyak jadi masih ragu aja :)

    ReplyDelete
  7. Yang namanya investasi apa aja bagus, gold, tanah, dinar, dll, sesuai kemampuan, yang canggih itu menjadikan apapun dalam elemen kecil kehidupan kita sebagai investasi, baru mantap

    ReplyDelete
  8. Izin ikutan sharing ya mbak! Aku kapan waktu juga pernah belajar (tanya2 tepatnya) seputar investasi ini. Mulai Reksadana dan Emas. Setelah banyak tanya malah saya semakin bingung karena 22nya butuh dana besar. Sadar diri masih anak kos, kerja juga belum posisi PW, trus bukan keturunan ningrat. Walhasil, dari beberapa orang yang saya tanya (orang kredibel pastinya) menyarankan saya untuk belajar Invetasi menggunakan Tabungan Rencana / deposito dulu mbak. Alasannya u/ melatih disilpin berinvestasi, cos setiap bulan wajib setor nominal tertentu selama jangka waktu tertentu n baru bisa di ambil di akhir jangka waktu tsb. Saya pikir lumayan juga u/ merencanakan masa depan. Alhamdulillah ikutan 2 tahun hasilnya cukup u/ biaya kuliah lagi. Ya meski hasilnya ndak banyak, tapi InsyaAllah cukup n bisa u/ invest. Oh ya u/ resiko juga ndak beresiko tinggi, malah kita dapat asuransi juga. ^^, itu sih share dari saya. :D

    ReplyDelete
  9. Saya belom mikirin tentang investasi. :(

    Selama ini saya cuma mikirnya ya emas, emas, dan emas. :(

    ReplyDelete
  10. rencana sih deposito, ibuk nyaranin begitu sih, nunggu ngumpul dikit lagi deh, hehehee....

    ReplyDelete
  11. wihh mantap mbak harus mulai invest mmpung masih muda :D
    insyaAllah saya investasi dinar mbak, jadi sistemnya arisan dinar gitu. ama temen2

    reksadana juga ikutan, alhamdulillah ikutan di kantor gitu, jadi gak kena biaya lain-lain/fee. ya mudah-mudahan kelak ada hasilnya gitu mbak ya, amin..

    ReplyDelete
  12. wahahahaaaa fentyyy mohon mangap lahir batin yaaa potone ngeblur kabehhh :p

    yahh kl menurut eyke sih semua investasi itu tujuannya jangka panjang. Emas & reksadana sama2 dilakonin aja. Bukan untuk dipetik dlm 1-2 taun, tapi nanti buat kebutuhan2 besar spt pendidikan anak, dana pensiun... yg masih lama gitu..

    ReplyDelete
  13. sharing yang bagus, apa pun investasi yang akan dipilih yang terpenting lakukan salah satunya atau keduanya. jadi, manfaatkan kesempatan mulai dari sekarang.

    ReplyDelete
  14. wah postingan yang menarik... salam kompak untukk para hijabee surabaya..

    kunjungan pertama
    salam kenal
    Revolusi Galau
    ya

    ReplyDelete
  15. kayanya kalo masih awam yang paling mudah dipelajari dulu itu investasi emas ya? Ettapi emas sekarang mahal sih :( *sejak kapan emas murah? :p*. Kalau aku masih belajar2 trading&speculating sih mbak, memang sih harus siap2 jantungan karena sahamnya bisa tiba2 anjlok dan uang ketahan dalam jangka waktu yg sulit untuk diperkirakan :D

    Btw, aku pikir tadinya aku habis masuk ke blognya mas Galih lho -____-"

    ReplyDelete
  16. Aku sih pengennya investasi emas, tapi tetap saja butuh dana utk itu hehehe
    Kalau sekarang aku hanya punya asuransi dan sebidang kecil tanah. Itu utk jaga2 biaya Shasa masuk universitas kelak :)

    ReplyDelete
  17. yg pake jilbab krem disebelahmu itu apa benar namanya Nikita ya? anak FK Unair 2008? ITU MURIDKUUUU.... hehehe... barusan kapan hari dia kerumah ngambil buku Kentjan :D

    ReplyDelete
  18. fenty... apakabar?
    makasih masih mau mampir ke blogku :D...

    hm.. mengenai investasi.
    Setelah menikah, baru deh kepikiran karena nanti pasti deh fenty juga ngerasain, dimana ada banyak kebutuhan dadakan. Sodara dari suami sakitlah, sodara kita sendiri dapet musibah lah, dsb dsb dsb...

    kalo ibu mertua saya sangat suka banget ama investasi konvesional bersama tetangga sekitar, yaitu arisan. Awalnya saya ikutan dengan anggapan, investasi yang ga kena biaya admin dan bisa dicicil sesuai dengan ketentuan aturan main (cth. sebulan sekali, seminggu sekali, dsb dsb).
    tapi, kemudian setelah dipikir2, kita dapet urutan kedua, keempat atau terakhir, BEDA nilai uangnya.
    maksudnya kalo kita giliran dapet kali ini, masih bisa beli beras yang sekian ribu sebanyak sekian liter. Tapi kalo kita dapet terakhir, besar kemungkinan kita cuma bisa beli beras yang sekian ribu harganya dengan kualitas yang lebih rendah dan dengan kuantiti yang lebih dikit.
    Belum lagi, kalo di daerah saya, yang dapet paling pertama adalah si bandar. yang dapet selanjutnya, kena biaya admin sekian persen...
    pusyingggg....

    ReplyDelete
  19. oiya, tadi fenty lagi ngomongin emas & reksadana ya?

    kalo emas, itu kenaikannya baru cukup signifikan kalo udah lewat setaun. nah kalo mau invest cuma untuk itungan bulan, ya mendingan cari investasi mode lain.
    btw, tentang invest emas, jangan pake perhiasan loh.. tapi pake emas batangan

    masih ada reksadana, valuta asing, atau puter aja duitnya untuk usaha.

    btw, kalo saya belum berani reksadana, karena masih blum punya bekal ilmu.

    ReplyDelete
  20. aku pilih nabung emas/dinar aja dek. yg sdh pasti2 halal lan thoyibban, hehehe. punya nilai ekstrinsik dan instrinsik.

    ReplyDelete
  21. Aku paling pusing kalo dengerin masalah investasi gini :-s

    pengen banget bisa invest *apapun bentuknya* tapi sayangnya sampe skrg masih belom bisa *brb mecahin celengan*

    ReplyDelete
  22. saya sich jua gak terlalu paham soal investasi. pernah mendapat kata cerita bijak dari atasa. Suatu ketika ada petani dia punya 1 ekor kuda, kemudian kudanya hilang, trus kudanya balik lagi bawa skelompok kawanan kuda, anaknya berusaha menjinakkn kuda itu akhirn ya kakinya terkilir, ada perintah dari raja wajib militer buat para pemuda terus anak petani ikut tidak ikut karna lagi terluka. Hal yang dapat dipetik adalah nasib baik nasib buruk siapa yang tau, kita sekarng mungkin tak punya investasi apa - apa tapi siapa tau besok dapet rejeki barangkali buat para cewek2 tau aja besok di lamar duda tua kaya raya yang dah mau mati dan cepet dapet warisa hahahahha. That's it by www.hanggarps.blogspot.com

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...