Friday, November 18, 2011

Tentang Atlet

Assalamualaikum,

Beberapa waktu yang lalu saya menonton sebuah acara video2an youtube "7 atlet berprestasi yang berakhir tragis" atau begitulah lah yang saya tangkap. Dalam beberapa video itu diceritakan atlet--atlet yang dulunya selalu berprestasi, mendulang emas, masuk olimpiade dan sebagainya hanya berakhir sebagai tukang cuci, tukang pukul, bahkan ada yang bobrok banget menjadi pengemis.

Lalu salah satu teman saya sharing gambar ini di facebooknya. Seorang tukang parkir yang menggunakan rompi "Persatuan Mantan Atlet Atletik", kami jadi miris, hanya segitu seorang atlet berprestasi dinilai ?


Saya pernah menonton sebuah film remaja yang standard lah ya, cowok terkenal, footballer, ganteng dan sebagainya, pernah bicara pada tokoh ceweknya. "Kalau aku tidak dilihat oleh agen untuk menunjukkan betapa berprestasinya aku, aku tidak akan pernah bisa bersekolah di NYU. Kamu tau kan otakku tidak sepertimu yang pintar" or whatsoever lah, pokoknya obrolannya seperti itu.

Saya jadi berpikir, orang-orang yang pintar dan berotak encer belum tentu bisa berprestasi seperti atlet, begitu juga sebaliknya, orang-orang berkemampuan olahraga baik, belum tentu otaknya pintar. Kalau bisa keduanya itu luar biasa.

Dihubungkan dengan mantan atlet di atas, seandainya jaman dulu Indonesia menyeimbangkan pendidikan sekolah dan pendidikan olahraganya mungkin nasib banyak mantan-mantan atlet tersebut tidak akan sesengsara sekarang ya. Atau saya saja yang sok tau ? Ya, saya kan hanya melihat dari luar, tidak di dalamnya :)

Semoga atlet-atlet yang berprestasi sekarang, ke depannya akan menjadi contoh yang baik dan berakhir dengan pekerjaan yang lebih baik juga deh :)
Aamiin ...

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

7 comments:

  1. barusan kapan hari suamiku tanya : "Kalo di luar negeri tuh orang bisa dapet beasiswa ke Universitas ya, kalo dia berprestasi di bid. olahraga?"

    Di film-film sih begitu ya. Yah kurang lebihnya mah begitu. jadi setelah masa jaya/karir sebagai atlet selesai, mereka masih punya pegangan lain untuk meneruskan hidup yaitu ILMU slash GELAR tsb.

    disini kayaknya nggak. yg dikejar pemerintah cuma medali penghargaan. tapi mereka gak kasih tunjangan hidup atau gak mempersiapkan atlet untuk kehidupan selepas masa jaya tsb.

    jangankan sesudah masa jaya atlet, selagi atlet masih berprestasi aja nasipnya udah dicuekin sama pemerintah. gak dikasih (istilahnya) imbalan yg setimpal lah.

    *panjang ye komennya*

    ReplyDelete
  2. itulah salah satu alesan kenapa anak jamansekarang jarang yang mau jadi atlit :P

    ReplyDelete
  3. Eits, bukankah di komik2 dan film2 juga banyak yang berotak encer juga jago olahraga?

    Di komik Eyeshield 21, badan kuat, kekar, ganteng, selalu rangking, jago main football (bukan soccer) lagi. :D

    Di komik Harlem Beat, anak SMA jago main basket, tinggi, ganteng, tapi akhirnya kuliah di kedokteran. :D

    *ideal banget ya* :D

    Setahu saya, sebagai pengikut american footbal nih ya, kalo mau beraksi di NFL (liga nasionalnya futbol amerika) itu harus bondo otak juga. Karena susah nginget2 dan mencerna beragam kode taktik dan strategi di tengah pertandingan. Main futbol hanya bondo otot, susah. :D

    Tapi jangan tanya kalo habis pensiun. Banyak macam. Ada yang jadi pelatih, jadi pengusaha, jadi aktor, dan ada yang gak kedengeran lagi beritanya. :D

    ReplyDelete
  4. sorry OOT Fen, kayaknya font blogmu ini kekecilan deh, hehe...

    atau mataku aja yang kurang awas seiring bertambahnya usia ya :(

    ReplyDelete
  5. memang miris ya nasib atlet, kl mrk gak pandai mengelola uang sewaktu masa jayanya ya miris gitu nasibnya :(

    ReplyDelete
  6. sebenarnya itu tergantung atlit nya sih, kalau dapet uang hasil menang pertandingan gitu ga di pakai investasi cuman dihabiskan gitu aja ya jadinya mislek. Tapi klo yang pinter bisnis kyk Susi Susanti dan Alan budi kusuma, udah ga jadi atlit bisa punya pabrik raket.
    Nah yang kayak gitu yang harus nya si atlit itu dikasih semacam training.

    ReplyDelete
  7. itulah negara INDONESIA.
    negara yang besar tidak akan melupakan jasa2 para pahlawan bangsanya.
    negara kita kita memperhatikan para pejuang yang telah mengharumkan nama bangsa ke tingkat tertinggi dunia.
    sangat disayangkan sekali nasib para pejuang bangsa kita dalam bidang olehraganya.

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...