Tuesday, November 8, 2011

Ngobrolin kerjaan saya yuk

Assalamualaikum,

Seingat saya, itu bulan Agustus 2010. Satu tahun lebih, meeen... Gak nyangka banget.

Apa karena saya sudah ada di zona nyaman ya makanya saya kok betah banget di tempat kerja saya sekarang. Walaupun sebagai pegawai tak tetap jangan ditanya deh masalah penghasilan. Kalau istilah dramanya itu bikin nyesek ati, haha, I guess Puput tau itungannya. Yes, ask her :p

Tapi ... Ya itu tadi, saya merasa betah.
Apa karena saya ada di tempat dimana banyak teman-teman saya yang bekerja di situ juga kali ya? Atau murid-muridnya yang bikin betah? Hmm, entahlah.

Bekerja di sini ini bikin saya banyak belajar *literally*. Hellow, bukan berarti pengajar itu seorang yang pinter banget dan tau segalanya ya.

Makanya saya kagok kalau saya bilang ke temen saya even itu lama atau baru dan tau saya pengajar, lalu kemudian mereka bilang saya hebat. Hebat itu terlalu besar untuk saya, really. I mean, saya tau diri kok, saya banyak banget kekurangannya. And I'm not smart, I just love to learn.

Seperti misalkan, saya nggak bisa mencairkan suasana saat mengajar seperti mungkin mbak Tyka lakukan pada murid-muridnya. Kadang saya pengen banget bisa ngobrol seru sama mereka saat mengajar, tapi masih bisa tetap dihormati. Lalu saya akhirnya belajar gimana sih enaknya memberikan materi yang asik. Yah, walaupun sampai sekarang belum "asik" tapi setidaknya saya mulai terbiasa *pembenaran*. I guess hal-hal tersebut bisa dibangun setelah saya mengenal murid-murid saya di luar perkuliahan. Sebenarnya saya masih berharap bisa dipanggil "Miss" saja instead "Bu", tapi kan pengajarnya tim, masa saya doang yang dipanggil Miss, huhuhuu.

Lalu ada beberapa mata kuliah yang "baru" buat saya. Seperti yang beberapa teman tau, saya ini lulusan desain interior, tapi harus mengajar murid-murid grafis eh desain komunikasi visual sih kalau istilah sekarang. Jadi banyak perbendaharaan kuliah baru untuk saya pelajari. Sebenarnya memang nggak jauh-jauh dari jaman saya kuliah dulu. Tetap ada gambar, asistensi, ide, estetika, dan sebagainya yang berhubungan dengan desain. Jadi alhamdulillah masih bisa tetap paham sama mata kuliahnya.

Hehe, dulu waktu saya masih semester awal kuliah, sebelum ada penjurusan, dosen saya bilang ke saya kalau saya itu cocok masuk jurusan grafis atau dkv. Tapi saya nggak nurut, saya kekeuh pengen masuk interior, karena cita-cita saya itu arsitek, yang in the end nggak keturutan soalnya nggak masuk SPMB, huhu. Ya interior kan memper-memper ke arsitek toh? Jadilah saya mahasiswa desain interior.

Baru kerasa sih setelah lulus, dimana saya nggak in to interior things. Bahwa saya males banget gambar pake 3D, hellow, saya nggak bisa 3D everyone, saya bisanya autocad, corel sama photoshop doang, haha, nggak masuk banget yak.

Ya gitu deh, emang baru kerasa kalau semuanya sudah masuk ke dunia kerja. Skill itu lebih penting dibanding titel. Di mana mungkin orang lain, seperti halnya dosen saya, lebih bisa melihat skill saya dibanding saya sendiri. Saya pribadi akhirnya masuk menjadi pengajar mungkin itu alasannya, hehe, ngaku.

Eh tulisan saya udah kebanyakan ya? 
Takut kalian bosen deh bacanya :D

Ya intinya mungkin semoga banyak hal yang bisa saya pelajari ke depannya. Ada hal-hal yang sangat saya syukuri dari pekerjaan saya. Seperti misalkan saya merasa otak saya selalu dipakai untuk berpikir, saya berteman dengan remaja-remaja beranjak dewasa yang menyenangkan, hehe, dan saya bisa sering merasa inspired :D

Semoga ada hal luar biasa dari semua usaha saya ini. Aamiin :)

I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

19 comments:

  1. Mbak Fenty pasti suka baca kan? :D
    Jadi dosen itu pasti suka baca. Ya 'kan? :)
    Dan dosen itu... pasti pintar! ^_^
    Dosen itu... berwawasan luas, dan mau berpikir dari berbagai macam perspektif. :)

    ReplyDelete
  2. setiap orang kan punya cerita masing2 he he..

    saya malah cuma ngerti ngetik pake word doang waktu ngambil jurusan IT, cuma user ha ha..

    tapi alhamdulillah nyambung tuh sekarang

    ReplyDelete
  3. @asop : menurutku dosen tidak selalu pintar, dosen itu manusia, sop, hehehe ...

    @angga : bagus deh, alhamdulillah :D

    ReplyDelete
  4. Saya sebenarnya suka mengajar, dan saya pikir itu mengajar itu mengasyikkan karena tiap hari kita bertemu dengan makhluk hidup yang dinamis.

    ReplyDelete
  5. dosen yang baik adalah yang mau belajar terus, kepada mahasiswanya sekalipun...

    ReplyDelete
  6. cieeeeeeee Ibu Dosen Fenty suiit suiit *ditimpuksendal

    ReplyDelete
  7. @galihsatria : oooh gitu ya :)

    @budiono : benar mas dion :D

    @milla : mbak, tolong ya sendal saya kembalikan ...

    ReplyDelete
  8. bloge dipermak dong mbak, biar pengunjung tau kalau ini blognya anak desain interior, hehe

    ReplyDelete
  9. loalah pantesan kok blogku kedatangan pengunjung2 baru. gak taune dipasang link di blognya dek fenty :D yay ada namaku! *norak*

    jadi inget waktu setahun pertama (yah sampe tahun ke-3 sih) mengajar. masih belom tau sela-sela-nya, masih dibawa stresssss....

    sekarang bisa lebih enzoi..... :D untung biyen gak keburu keluar dan cari kerjaan lain.

    ReplyDelete
  10. @ndop : memang nggak mau dianggap desainer interior, ndop, karena memang saya bukan :D

    @mbak tyk : halah, masiyo gak dari blogku, blognya mbak tyka saiki wes rame kok, iyo toh ?

    ReplyDelete
  11. Congratulations ya Fen, yang udah setahun menjadi pendidik. We need more people like you, who know that you are not all-knowing, but who LOVES to learn and who WANTS to share what you learn to others!

    Standing applause.

    ReplyDelete
  12. dosen itu manusia pilihan, the chosen people, hehehehe

    ReplyDelete
  13. @alet : hmm, aku merasa minder deh, hehe

    @jarwadi : semua orang itu pilihan :D

    ReplyDelete
  14. Salam kenal, senangnya berkunjung dan berkomentar di blog yang informatif pun imajinatif ini... semoga pemilik blog ini berkenan pula berkunjung dan berkomentar di blog Laman Baca Kita, apalagi klo follow/ tuker link :D

    by:1235IV4...

    ReplyDelete
  15. bener mba, aku juga ga suka kalau ketauan dosen, karena pasti pertama kali mereka bilang "wah hebat masih muda uda jadi dosen" berat menyandang tittle "hebat/pinter". menurut saya kemampuan dosen untuk dapat mengajar itu jauhhhhhhhhh lebih baik daripada pintar. karena dosen pintar belum tentu bisa mengajar (membuat mahasiswa mengerti), kalau untuk urusan pintar ga pintar semua ilmu bisa dipelajari lah. iya ga?

    Semangat ya bu dosen *puk puk mba fenty*, insyallah nanti kalau uda jadi dosen tetap uda enak kok (dari segala aspek) aminnn

    ReplyDelete
  16. kakakku juga senasib kok Fent, GTT a.k.a guru tidak tetap, tapi ya gitu, dgn penghasilan seadanya, tetep enjoy dan bertahan karna murid2nya.. eh tapi jangan salah loh, biasanya guru tidak tetap itu lebih pandai dari yang udah senior... hihi.. jadi tetep pede yah.. :P

    ReplyDelete
  17. Lho lho lho orang yang gak pinter kok ngajarin orang?? :D

    Kalo gak pinter ya jangan jadi dosen dong.... :( *bukan "jangan" tapi "gak bisa"*


    Eh waduh, saya bukan mbicarain Mbak Fenty lho ya, saya cuma melanjutkan komentar balasan Mbak yang "dosen tidak selalu pintar"... :D Jadi bisa siapa aja. ;)

    ReplyDelete
  18. Iya ya, blogku skrg jd rame, knp tiba-tiba ya?
    Hmmm.....
    Anyway, aku punya sideblog lho, di blogspot :D yg di posterous mau digulung tikar aja kayaknya.

    lovepostremember.blogspot.com

    ReplyDelete
  19. @asop : nah itu salahnya sop, pintar mengajar atau pintar secara otak, karena seringnya orang2 yang pintar secara otak belum tentu pintar mengajar, aku malah middle semua, hahaha ... sop, kamu pinter sih soalnya, dosen2 kamu pasti juga pinter2, makanya kamu bisa mengidentifikasi seperti itu ;)

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...