Wednesday, November 23, 2011

Me and my ginuk ginuk fingers

Assalamualaikum,

Hahaha, judulnyaa ...



Oke, itu memang tangan saya, tangan berjari ginuk ginuk pemberian Allah buat saya. Memang saya sering nggak pede, dibilang seperti pisang susu lah, gundek-gundek lah, bantet lah, tapi satu yang saya tau pasti itu menggemaskan! *dilempar mouse*

Tapi tangan berjari ginuk-ginuk itu menghasilkan pijatan yang enak banget, kalau kata Ibu saya, antep! Maaf, saya hanya akan mempraktekannya untuk orang-orang terdekat saya saja, hehehehe.
Tapi walaupun ginuk-ginuk tetep aja bersih, karena saya selalu membersihkannya dengan sabun "tidak takuut" *sambil give five for everyone*
Tapi walaupun ginuk-ginuk, pemiliknya subhanallah cantik *kan yang ngasih Allah* hihihihi

Wes ah, itu karena saya fotonya pas nunjukin jari tangan saya yang ginuk ginuk itu xD

What a post! :p


I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

Monday, November 21, 2011

Secret (2007)

Assalamualaikum,

Ini bukan tentang rahasia saya, saya sedang ingin bercerita tentang film yang baru saja saya tonton tadi sore.
Tumben ya saya ceritanya di sini? Biasanya saya taruh di blog posterous MovieJoovie saya *promosi*
Tapi karena saya suka banget sama film ini, sudah sepatutnya saya tulis reviewnya di blog "penting" saya ini *apa sih* :p


Judul filmnya Secret, sebuah film Mandarin yang diproduseri sendiri oleh pemainnya, Jay Chou.

Film ini bercerita tentang Xiao Lun seorang murid baru di sebuah sekolah musik tua di China. Di awal cerita, ia masuk ke ruang piano di dalam sebuah gedung musik tua yang berusia ratusan tahun, temannya bercerita bahwa bangunan tersebut akan dihancurkan pada saat hari kelulusan.
Di dalam gedung tersebut, tanpa sengaja disana Xiao Lun bertemu dengan seorang gadis cantik yang baru saja memainkan sebuah lagu indah yang belum pernah didengarnya sebelumnya.
Saat Xiao Lun bertanya apa judulnya pada gadis tersebut, gadis tersebut hanya mengatakan "It's a secret" sambil tersenyum misterius. Pada pertemuan berikutnya Xiao Lun akhirnya mengetahui nama gadis tersebut adalah Xiao Yu.

Bisa ditebak, mereka berdua jatuh cinta.
Hari-hari mereka diisi dengan bermain piano bersama-sama, menceritakan diri masing-masing dan menghabiskan waktu bersama-sama. Namun Xiao Lun merasa ada sebuah rahasia besar di dalam diri Xiao Yu, mengapa ia tidak pernah masuk kelas, mengapa Xiao Yu seperti tidak memiliki teman dan mengapa ia selalu menyendiri.

Pada satu hari, Xiao Lun mengajak Xiao Yu untuk bertemu di ruang piano pada malam hari melalui surat yang diedarkan di kelas. Namun entah mengapa, yang muncul bukan Xiao Yu, namun Sky, gadis lain yang memang menyukai Xiao Lun sejak awal ia ada di sekolah tersebut. Karena Xiao Lun merasa bahwa yang masuk adalah Xiao Yu, tanpa sadar ia menciumnya. Namun saat penjaga kebersihan cacat di dalam ruang piano tersebut memanggil-manggil Xiao Yu di luar ruangan, akhirnya Xiao Lun menyadari kesalahannya dan mencoba mengejar Xiao Yu yang tiba-tiba menghilang.

Xiao Lun pun akhirnya mencoba bertanya pada seorang nenek di rumah Xiao Yu untuk mencarinya, namun ia dilarang untuk masuk. Akhirnya selama 5 bulan, mereka tidak saling bertemu dan Xiao Yu sulit untuk ditemui.

Hingga hari kelulusan, saat Xiao Lun memainkan alunan musik terakhirnya, akhirnya Xiao Yu menampakkan dirinya, ia nampak pucat dan depresi. Xiao Lun mencoba untuk mengejarnya. Saat akhirnya Xiao Lun dapat memeluk Xiao Yu, Xiao Lun meminta gadis tersebut menunggunya dan memintanya untuk menemuinya di kelas setelah ini. Namun saat di kelas ia tidak dapat menemukan gadis tersebut.

Sampai ia menyadari rahasia besar tersebut ...


Aduh, sumpah, saya nggak bisa berkata-kata lagi, film ini bikin saya mewek nggak ketulungan. Dan rahasia besarnya itu yang bikin saya surprise banget, idenya original, love it so much. Walaupun bikin saya nyesek sih, hehehe.

Xiao Lun diperankan oleh Jay Chou, by the way. Kata teman saya yang rekomen film ini sih memang Jay sendiri yang main piano tersebut. Setelah saya browsing, indeed, memang dia yang main sendiri
Ampuun, dia keren banget main pianonyaaa... bikin merinding disko!

Pokoknya ini film Mandarin pertama saya yang bikin saya klepek-klepek sama ceritanya *sebelumnya hanya bertaut sama Gorgeous-nya Jackie Chan* :D
Baguuuus ...

Teman-teman harus nonton film ini ^_^v

Saya share trailernya yaaa :D




I think that's all, thank you

Wassalamualaikum, 

Friday, November 18, 2011

Tentang Atlet

Assalamualaikum,

Beberapa waktu yang lalu saya menonton sebuah acara video2an youtube "7 atlet berprestasi yang berakhir tragis" atau begitulah lah yang saya tangkap. Dalam beberapa video itu diceritakan atlet--atlet yang dulunya selalu berprestasi, mendulang emas, masuk olimpiade dan sebagainya hanya berakhir sebagai tukang cuci, tukang pukul, bahkan ada yang bobrok banget menjadi pengemis.

Lalu salah satu teman saya sharing gambar ini di facebooknya. Seorang tukang parkir yang menggunakan rompi "Persatuan Mantan Atlet Atletik", kami jadi miris, hanya segitu seorang atlet berprestasi dinilai ?


Saya pernah menonton sebuah film remaja yang standard lah ya, cowok terkenal, footballer, ganteng dan sebagainya, pernah bicara pada tokoh ceweknya. "Kalau aku tidak dilihat oleh agen untuk menunjukkan betapa berprestasinya aku, aku tidak akan pernah bisa bersekolah di NYU. Kamu tau kan otakku tidak sepertimu yang pintar" or whatsoever lah, pokoknya obrolannya seperti itu.

Saya jadi berpikir, orang-orang yang pintar dan berotak encer belum tentu bisa berprestasi seperti atlet, begitu juga sebaliknya, orang-orang berkemampuan olahraga baik, belum tentu otaknya pintar. Kalau bisa keduanya itu luar biasa.

Dihubungkan dengan mantan atlet di atas, seandainya jaman dulu Indonesia menyeimbangkan pendidikan sekolah dan pendidikan olahraganya mungkin nasib banyak mantan-mantan atlet tersebut tidak akan sesengsara sekarang ya. Atau saya saja yang sok tau ? Ya, saya kan hanya melihat dari luar, tidak di dalamnya :)

Semoga atlet-atlet yang berprestasi sekarang, ke depannya akan menjadi contoh yang baik dan berakhir dengan pekerjaan yang lebih baik juga deh :)
Aamiin ...

I think that's all, thank you

Wassalamualaikum,

Tuesday, November 8, 2011

Ngobrolin kerjaan saya yuk

Assalamualaikum,

Seingat saya, itu bulan Agustus 2010. Satu tahun lebih, meeen... Gak nyangka banget.

Apa karena saya sudah ada di zona nyaman ya makanya saya kok betah banget di tempat kerja saya sekarang. Walaupun sebagai pegawai tak tetap jangan ditanya deh masalah penghasilan. Kalau istilah dramanya itu bikin nyesek ati, haha, I guess Puput tau itungannya. Yes, ask her :p

Tapi ... Ya itu tadi, saya merasa betah.
Apa karena saya ada di tempat dimana banyak teman-teman saya yang bekerja di situ juga kali ya? Atau murid-muridnya yang bikin betah? Hmm, entahlah.

Bekerja di sini ini bikin saya banyak belajar *literally*. Hellow, bukan berarti pengajar itu seorang yang pinter banget dan tau segalanya ya.

Makanya saya kagok kalau saya bilang ke temen saya even itu lama atau baru dan tau saya pengajar, lalu kemudian mereka bilang saya hebat. Hebat itu terlalu besar untuk saya, really. I mean, saya tau diri kok, saya banyak banget kekurangannya. And I'm not smart, I just love to learn.

Seperti misalkan, saya nggak bisa mencairkan suasana saat mengajar seperti mungkin mbak Tyka lakukan pada murid-muridnya. Kadang saya pengen banget bisa ngobrol seru sama mereka saat mengajar, tapi masih bisa tetap dihormati. Lalu saya akhirnya belajar gimana sih enaknya memberikan materi yang asik. Yah, walaupun sampai sekarang belum "asik" tapi setidaknya saya mulai terbiasa *pembenaran*. I guess hal-hal tersebut bisa dibangun setelah saya mengenal murid-murid saya di luar perkuliahan. Sebenarnya saya masih berharap bisa dipanggil "Miss" saja instead "Bu", tapi kan pengajarnya tim, masa saya doang yang dipanggil Miss, huhuhuu.

Lalu ada beberapa mata kuliah yang "baru" buat saya. Seperti yang beberapa teman tau, saya ini lulusan desain interior, tapi harus mengajar murid-murid grafis eh desain komunikasi visual sih kalau istilah sekarang. Jadi banyak perbendaharaan kuliah baru untuk saya pelajari. Sebenarnya memang nggak jauh-jauh dari jaman saya kuliah dulu. Tetap ada gambar, asistensi, ide, estetika, dan sebagainya yang berhubungan dengan desain. Jadi alhamdulillah masih bisa tetap paham sama mata kuliahnya.

Hehe, dulu waktu saya masih semester awal kuliah, sebelum ada penjurusan, dosen saya bilang ke saya kalau saya itu cocok masuk jurusan grafis atau dkv. Tapi saya nggak nurut, saya kekeuh pengen masuk interior, karena cita-cita saya itu arsitek, yang in the end nggak keturutan soalnya nggak masuk SPMB, huhu. Ya interior kan memper-memper ke arsitek toh? Jadilah saya mahasiswa desain interior.

Baru kerasa sih setelah lulus, dimana saya nggak in to interior things. Bahwa saya males banget gambar pake 3D, hellow, saya nggak bisa 3D everyone, saya bisanya autocad, corel sama photoshop doang, haha, nggak masuk banget yak.

Ya gitu deh, emang baru kerasa kalau semuanya sudah masuk ke dunia kerja. Skill itu lebih penting dibanding titel. Di mana mungkin orang lain, seperti halnya dosen saya, lebih bisa melihat skill saya dibanding saya sendiri. Saya pribadi akhirnya masuk menjadi pengajar mungkin itu alasannya, hehe, ngaku.

Eh tulisan saya udah kebanyakan ya? 
Takut kalian bosen deh bacanya :D

Ya intinya mungkin semoga banyak hal yang bisa saya pelajari ke depannya. Ada hal-hal yang sangat saya syukuri dari pekerjaan saya. Seperti misalkan saya merasa otak saya selalu dipakai untuk berpikir, saya berteman dengan remaja-remaja beranjak dewasa yang menyenangkan, hehe, dan saya bisa sering merasa inspired :D

Semoga ada hal luar biasa dari semua usaha saya ini. Aamiin :)

I think that's all, thank you


Wassalamualaikum,

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...