Friday, June 3, 2011

Two sides of coin

-Saturday, June 4th 2011-

Saya sedang memiliki dilema. Saat saya yang seorang dosen baru, yang secara umur dan fisik nggak jauh dari mahasiswa-mahasiswa saya *hey it is*. Hal tersebut membuat saya merasa mereka adalah teman-teman saya or at least kakak lah bagi mereka. Beda dengan Ibu saya yang memang sudah lama menjadi seorang dosen, yang umurnya berbeda jauh dari mahasiswa-mahasiswa beliau. Makanya saya meminta mereka memanggil saya "Mbak" instead "Bu". Namun, ternyata hal tersebut ada resikonya juga.

Hal yang terlihat sekali adalah, mereka lebih menggampangkan saya, sebagai dosen tentunya, bukan sebagai teman. Ya, dalam pengalaman saya yang minim ini, yang baru menginjak 10 bulan,  saya mengenal beberapa dari mereka cukup dekat. Mereka teman-teman yang menyenangkan, seru diajak sharing dan hang out tapi saya lupa bahwa kedekatan itu ada resikonya.

Ada satu contoh, saya menulis sebuah status di twitter tentang saya yang bete karena diledek oleh Ibu saya. Ya ada seorang mahasiswa yang memang cukup dekat dengan saya merespon status saya dengan kata "Kapok". Walaupun mungkin dia hanya bercanda, bagi saya itu sangat tidak sopan. I mean, teman-teman saya saja tidak ada yang merespon begitu. Ya memang mungkin seharusnya saya lebih menjaga omongan saya di media sosial. Atau mungkin seharusnya mereka follow saya di akun yang berbeda. Itu mungkin memang salah saya. Contoh lain adalah di kampus sendiri, rasa hormat dan sungkan ke saya dan beberapa rekan saya itu tidak ada. Tidak ada "Selamat pagi mbak", "Selamat siang, mas" seringnya mereka hanya nyelonong pergi tanpa peduli kami ada di sana. Bukannya kami berlagak ingin selalu dihormati, tapi ya saya pribadi waktu kuliah dulu, ada beberapa dosen yang usianya tidak jauh berbeda dengan saya. Tapi saya selalu menghormati mereka as a lecturer, walaupun ada saatnya kami bisa ngobrol tentang banyak hal yang tidak ada hubungannya dengan kuliah.

Lalu dalam salah satu meeting dosen, hal ini diobrolkan oleh Kajur kami. Beliau berharap bahwa kami (dosen2 baru) seharusnya meningkatkan wibawa kami kalau sudah berhadapan dengan mahasiswa. Don't let them calling you "Mbak/Mas", ask them to call you "Bu/Pak" yeah, walaupun umur kalian cuma beda 3-5 tahun saja. Walaupun kalian ingin berteman dengan mereka tetap harus ada sebuah jarak. Sehingga masih ada rasa hormat untuk kalian dari mereka. Karena ucapan beliau saya jadi berpikir, saya mungkin akan melakukannya di semester depan. Semoga sih suasana itu masih bisa dibangun baik.

Tapi adakah saran-saran dari teman-teman tentang hal ini ? Apa sebenarnya saya memang tidak perlu dekat dengan mereka? Perlukah mereka memanggil saya dengan sebutan "Bu Fenty"? Saya lebih ingin dipanggil "Mam" atau seperti mbak Tyka dengan "Miss Tyka"nya, hehehe. 


I think that's all, thank you

17 comments:

  1. saatnya disadari umur sudah tidak muda lagi, kayaknya sudah cocok utk dipanggil ibu.
    dengan panggilan ibu, tentunya tak mengurangi keakraban itu kan? :D *sok tau*

    ReplyDelete
  2. kebanyakan mahasiswa yg kamu ajar mahasiswa semester awal ya? wajar, menurutku sih kalo gitu. masih peralihan, masih berusaha mengakrabkan diri dgn dunia baru :D

    ReplyDelete
  3. ingin lebih 'dekat' dengan mahasiswanya bukan berarti harus menyilahkan mereka memanggil kita dengan sebutan lain selain Pak / Ibu, disadari ato tidak sifat dan sikap tiap mahasiswa berbeda ada yang masih punya rasa segan ada juga yg kelewat cuek.

    Cari amannya sajalah mbak, panggilan Ibu /Pak saja yang digunakan, toh masih banyak cara untuk lbh mendekatkan diri dgn mahasiswa kita, bikin girl talk ato man talk session ato apalah gitu...

    *just saran ya mbak bukan bermaksud ngajari*..cmiiw ^__^

    ReplyDelete
  4. Kedekatan secara psikologis itu harus..
    tak kecuali dosen baru yang umurnya tidak telalu jauh dengan mahasiswanya..
    namun perlu penjelasan dan ketegasan kepada mahasiswa untuk menempatkan diri pada kondisi saat di mana mereka harus bersikap..
    salam kenal...^_*

    ReplyDelete
  5. Menghormati guru itu WAJIB kok. gak peduli dari latar belakang mana aja. Panggilan atau tidak itu kerelatifan. Tapi sikap yg sangat "membentuk". Sabar ya?!

    ReplyDelete
  6. wah,sayah dulu sih dari awal sudah pasang muka kereng,jadi ga mengalami dilema seperti ini :p

    mungkin aura Fenty yg perlu dibikin kereng saat di dalam kelas,sehingga mereka merasa "there is still a gap in class, as lecturer and student". ;-)

    ReplyDelete
  7. padahal yg aku tau, klo ketemu kamu itu ada segannya lho. kenapa ya mereka engga. auramu sudah cukup, mgkn sikap ke depannya yg diperbaiki ngga sedekat sebelumnya

    ReplyDelete
  8. @arul : hehehe, bukan masalah umur rul, kan udah diomongin di atas :)

    @uthie : ada yang semester2 akhir juga kok thie

    @blogjenganna : ya semester depan dimulai begitu :)

    @fharkhan : masalahnya kalau anak didiknya sadar sih oke, tapi kalo udah kelewatan itu yang gak bagus

    @nora : insyaAllah selalu sabar :)

    @mas fahmi : hahaha, iya ya, mukaku kurang kereng kali ya :p

    @nengbiker : errr ... segan dari mana mbak ? :p mungkin karena akhirnya mereka tau siapa aku, makanya mereka nggak segan lagi :(

    ReplyDelete
  9. Jaga jarak sedikit Bu, menyesuaikan situasi dan kondisi.

    ReplyDelete
  10. Menghormati Guru/Dosen itu wajib hukumnya, tahu tempat dan kapan kita harus menjaga jarak, sehingga timbul keseganan antara murid dengan guru. tetap sabar aj mbak, seiring berjalannya waktu, pasti mereka akan segan dengan sendirinya.. :D

    ReplyDelete
  11. Sepertinya memang harus sedikit menjaga wibawa deh..
    tapi nggak yang jaim2 amat juga..

    setidaknya biarkan beberapa mahasiswa yang akrab untuk tetap memanggil mbak di luar jam kuliah..

    yaa semacam filter lah..:D

    ReplyDelete
  12. Aku dan muridku sih beda usianya sekitar 10 tahun so jelas gak mungkin dipanggil MBAK. Kadang dipanggil TANTE atau SEUS sih, ya no problem lah, hahaha...

    Klo ada yg kurang sopan, ya ditegur aja. Sengan gaya bercanda tp tepat sasaran. Misal, balaslah komentar 'kapok' di FB itu dgn komen seperti ini :

    "Lho komentarnya kok gak sopan ya sama orang tua? #jewer....."

    Semoga bs jd teguran :D

    ReplyDelete
  13. Mungkin maksudnya arul, dikau dipanggil 'Ibu' ya juga gak apa-apa toh? Dr segi usia sdh pantas. Atau mungkin dek fenty keberatan dengan panggilan 'Bu Fenty'. Ya kamu emang terlalu imut sih dek, hehehe...

    ReplyDelete
  14. IMO nih mbak ya, kebanyakan mahasiswa sekali dosennya akrab sama mereka makan mereka bakalan manfaatin itu buat nyari kesempatan, lanjut ke sok akrab, dan akhirnya meremehkan.
    kenapa aku ngomong gitu, karena aku dulu juga (kadang-kadang) gitu.
    Dulu jamannya skripsi, pak dosen pembimbing umurnya masih 25. He insisted saya harus panggil dia mas. Tapi aku ga mau. karena menurutku, seakrab apapun mahasiswa dan dosen, murid dan guru tetep harus ada batas pada hal-hal tertentu yang jika dilanggar bakalan ngefek ke hal-hal lain.
    Dosen tetep harus jaim IMO

    ReplyDelete
  15. @halaman putih : iyap :)

    @azizhadi : kaya'nya kalo semakin lama digituin nggak makin segan deh, ziz :|

    @ipul : rasanya di dalam ataupun di luar jam kuliah sama aja, mungkin memang harus memanggil Ibu saja, dan itu cukup memberi jarak :)

    @ndutyke : aku wes ngono mbak, tapi kaya'nya twitterku hang, nggak rela be'e, males nulis maneh xD iya, aku terlalu imut *antara narsis dan serius* xD

    @ajeng : hidup jaim! *eh* makasih sarannya ya jeng :)

    ReplyDelete
  16. kalau di kampusku ya mbak, ga ada panggilan titel bapak ibu atau apapun, semua panggil nama
    dan dalam 1 fakultas kita deket akrab bgt dosen-murid
    tapi ga ada 1 pun yang kurang ajar/ga sopan/ga nyapa kalau ketemu/papasan... mgkn emang orang indonesia tipikal susah untuk menghormati orang laen :S
    cara satu2nya bikin mereka RESPECT, bukan TAKUT sama mbak fenty ;)
    TEGAS bukan GALAK :D

    ReplyDelete
  17. kl saya sih mbak, tiap di kelas pasti saya tekankan kl saya ga pengen ditakuti tapi paling ga di hargai. awal2 banget (pas masih 1-2 bln) ngajar ya gt ada yg sms pgl mba, tp skrg semua uda panggil bu. kalik soalnya saya jg sekjur ya sekarang jadinya pada segan juga (+nyeremin kl lagi jaga ujian) haha.

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...