Monday, May 2, 2011

The day I wore Fuschia (1)

-Monday, May 2nd 2011-

Walah judulnya malah nggak mengisyaratkan pada hal yang akan saya bahas nih :p Tapi mengisyaratkan fotonya :p *makasih buat Risda dan Dije yang sudah mau menemani dan motret motret saya kemarin* ^_^

Jadi kemarin, the first of may, saya dapat kesempatan jalan-jalan ke Trowulan bersama rombongan Tour De Majapahit 2011 yang diselenggarakan oleh Inijie.com dan mahasiswa-mahasiswa semester 4 dari Hotel and Tourism Management UC (CMIIW). Rencana awal di hari Minggu nan cerah (berakhir hujan) kemarin, kita akan mendatangi 8 tempat terkenal di Mojokerto, tepatnya di Trowulan. Tapi di lapangan kita malah mendatangi 10 tempat !:D Unpredictable, hehehe. Anyway, postingan ini saya bagi dua ya ? Saya banyak mau share tentang ini :)

Destinasi paling pertama yang kita datangi adalah Wringin Lawang, disebut seperti itu karena candi ini berupa pintu (gapura) yang dulunya waktu ditemukan ada sebuah pohon beringin yang besar di depannya *sudah ditebang* Bentuk gapura tersebut disebut dengan candi bentar, sebutan bagi bangunan gapura berbentuk dua bangunan serupa dan sebangun tetapi merupakan simetri cermin yang membatasi sisi kiri dan kanan pintu masuk. Candi bentar tidak memiliki atap penghubung di bagian atas, sehingga kedua sisinya terpisah sempurna, dan hanya terhubung di bagian bawah oleh anak tangga (wikipedia). Sewaktu ditemukan salah satu bangunan hancur, yang aslinya 15.50 m, hancur menjadi 9 meter. Sehingga bentuk yang sekarang adalah bentuk pugaran, menyerupai bangunan yang di sebelahnya yang masih utuh. Menurut penelitian bangunan ini dianggap sebagai gerbang masuk menuju perkampungan, namun masyarakat menganggap bangunan ini sebuah gerbang menuju ke istana. Maka dari itu masyarakat membuat gapura ini sebagai punden, sebuah tempat sakral untuk meletakkan sesaji. Mereka percaya, jika masyarakat sekitar yang sedang ada hajatan namun tidak meletakkan sesaji dulu maka akan terjadi musibah. Wallahualam :)
Destinasi kedua yaitu Gapura Bajang Ratu, hampir mirip dengan Gapura Wringin Lawang, hanya saja bangunan ini dianggap sebagai gapura menuju tempat yang lebih private, seperti rumah atau istana. Jika Wringin Lawang berupa Candi Bentar, sedangkan yang ini merupakan Paduraksa, karena memiliki atap penutup di antara dua bangunan gapura tersebut. Keunikan candi ini terletak dari hiasan reliefnya yang berupa kepala monster/raksasa di tengah-tengah candi, disebut sebagai Kalamakara, yang berguna sebagai pelindung. Taukah kalian jika jari tangan monster tersebut berbentuk "v", yang kami pahami sebagai "peace" hehehe, it's kind a cool right ? Walaupun muka serem tapi cinta kedamaian :D

Kalamakara yang jari tangannya berbentuk "v" :D
Mouse Temple, yup, destinasi ketiga kami adalah Candi Tikus. Bukan karena bentuknya seperti tikus tapi  karena saat ditemukan, situs ini menjadi sarang tikus. Makanya disebut Candi Tikus. Merupakan kolam (pentirtaan/tempat mandi) di kompleks pemerintahan Majapahit. Anyway, kami datang ke sini in the middle of the day, yang artinya itu panaaaaass bangeeet *kipas-kipas* Tapi hasil fotonya keren-keren, hahaha, sayangnya kok ya memory card saya tiba-tiba menjadi berkurang banyak walaupun fotonya nggak lebih dari 50 file, aneh ~.~"
Pentirtaan, biasanya juga untuk acara-acara suci jaman dahulu

Tujuan berikutnya adalah PIM, bukan Pondok Indah Mall, melainkan Pusat Informasi Mojopahit, hehe. Terkenal dengan nama Museum Trowulan. Nah disini banyak banget tuh relief-relief, batu, arca-arca yang berhubungan dengan kerajaan Mojopahit tempo dulu. Semua hal yang berhubungan di Majapahit ada disini, bapak-bapak guidenya sampai hafal banget sama sejarahnya. Mereka itu sejarawan atau arkeolog sih ? 
Dan walaupun di area sebesar itu sudah dipenuhi dengan peninggalan-peninggalan tersebut, ternyata masih banyak lagi yang masih tersimpan di gudang. Ternyata Mojokerto keren ya, banyak banget peninggalan  dan sejarah yang ada di dalamnya (red: Trowulan). Sayangnya kita nggak boleh mengambil foto disana, alasannya karena takut dicopy oleh orang, apalagi negara asing. Anyway, disini ternyata ada patung asli dari Wisnu terbang naik burung Garuda, remember ? Yup, Garuda Wisnu Kencana! Ah sayang nggak boleh difoto, tapi saya at least bisa pegang :D
Saya foto jalan masuknya aja :p
Postingan selanjutnya tunggu besok ya, yang ini banyak makan-makannya :p And another fuschia picture of me *halah*


I think that's all, thank you

15 comments:

  1. kepuengeeeen banget ikutan acaranya inijie ini... hfffffhhh

    ReplyDelete
  2. Aduh seru bangetttt!!!!!!! Pengeeen ikutan.. Pgn maen kesanaa XD

    ReplyDelete
  3. pantes saya bingung, judulnya apa isinya apa :D selamat! anda sukses membingungkan saya hahaha

    emang cuaca belakangan ini sedang panas2nya bukan? Jadi klo jalan2 outdoor jangan lupa bawa payung lah hehehe

    ReplyDelete
  4. excuse me lady in pink.....

    sebelum posting blog,,, mbok ya dibales dulu komennya di blog sebelumnya.. -_-

    ReplyDelete
  5. Int yang fuschia apanya sih, Fen? Kerudungmu, tah? :p

    Sebenarnya sayang banget lho kalau aset Trowulan itu dilarang difoto. Justru kalau ada yang mempublikasikan foto itu ke khalayak ramai, ini bisa jadi sumber promosi yang bagus untuk daerah Trowulan sendiri.
    Coba kalau orang lain nggak boleh moto, lantas di mana kita bisa memperoleh dokumentasi yang autentik tentang jejak sejarah di Trowulan? Apakah Museum Trowulan sudah menerbitkan buku resmi tentang Kerajaan Majapahit supaya pengetahuan sejarah atas Majapahit bisa diakses orang banyak?

    ReplyDelete
  6. @nengbiker : ayoo, tahun depan ya neng ? :D

    @mel : ayo darling, insyaAllah aku temenin :D

    @nique : hahaha, iya, lupa banget kemaren nggak bawa payung :p

    @mirna : excuse me, it's your job, hahahaha

    @vicky : baju :p aku pengen menyebutnya dengan Fuschia, bukan pink :p karena lebih keunguan, magenta muda :p

    ReplyDelete
  7. foto2nya keren, termasuk foto pertama, cocok dah jadi foto model berjilbab :) gayanya dapat, ngena banget :)

    ReplyDelete
  8. wooohh... fokusku kok malah jd ke foto pertama ya? hahaha...
    mulai make kerudung pasmina ya, mbak? ;P
    btw, foto monster itu kayaknya pernah liat di twitter, deh.

    ReplyDelete
  9. mba fenty bener tuh mba neng biker kl ada acara gini aku diksh tau donggg, pengen ikutan juga.

    ReplyDelete
  10. Yang menggangu aku cuman potonya TDM TDM, itu kayak modul training di kantor...

    ReplyDelete
  11. Meskipun saya orang Mojokerto, tapi jujur saya puengen banget ikut acara ini mbak.. Semoga ada yang ke-2.. hehe..

    ReplyDelete
  12. *kipas-kipas cantik membaca komentarnya Arul*

    hihihi...

    ReplyDelete
  13. Wah saya yang di surabaya belum pernah kesana. lain kali kesana ah. :D

    ReplyDelete
  14. Sekedar tambahan pengetahuan aja, alasan kenapa "Kalamakara" dibuat "seram"...

    "Dalam ajaran agama Hindu, Kālá (Devanagari: कल) adalah putera Dewa Siwa yang bergelar sebagai dewa penguasa waktu (kata kala berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya waktu). Dewa Kala sering disimbolkan sebagai rakshasa yang berwajah menyeramkan, hampir tidak menyerupai seorang Dewa. Dalam filsafat Hindu, Kala merupakan simbol bahwa siapa pun tidak dapat melawan hukum karma phala (sebab akibat, aksi reaksi, pen.). Apabila sudah waktunya seseorang meninggalkan dunia fana, maka pada saat itu pula Kala akan datang menjemputnya. Jika ada yang bersikeras ingin hidup lama dengan kemauan sendiri, maka ia akan dibinasakan oleh Sang Kala. Maka dari itu, wajah Kala sangat menakutkan, bersifat memaksa semua orang agar tunduk pada batas usianya".

    (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Batara_Kala)

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...