Friday, April 15, 2011

Signs

-Friday, April 15th 2011-

Pertanda.
Gara-gara dibahas sama si Bulbul (bulan bulat, halah), saya jadi ingin mengingat soal pertanda yang pernah saya dapat sebelum "sebuah kejadian".
Benar nggak sih bahwa sebuah kejadian itu dimulai dengan pertanda ?
Apapun lah itu, kehilangan, ketemu seseorang, didekatkan dengan seseorang, perasaan suka, perasaan benci yang muncul ?
Saya orang yang cenderung let it flow, tidak pernah melihat sebuah "pertanda" sebagai suatu hal yang diseriusin. Kalaupun kadang saya menganggap sesuatu sebagai pertanda, saya menganggap guyonan aja atau sesuatu yang nggak mungkin. Ujung-ujungnya saat saya telah kena palu godam *lebay* maksudnya kejadian juga, barulah menyadari, eh yang kemaren itu pertanda ya ? Ah sial, kenapa nggak sadar ?
Seperti beberapa waktu lalu saya bermimpi sesuatu, kemudian besoknya saya mendapat kejutan dari seseorang di mimpi itu. I'm not sure itu pertanda, ya itu tadi, saya menganggap itu sesuatu yang absurd.
Nggak mungkin. Eh tapi kaya'nya itu bener-bener pertanda deh.
Cuma sayangnya saya baru menyadarinya saat sudah terjadi.

Lalu kemudian ada shalat Istikharah, yang jika kita berdoa dengan khusyuk kita bisa mendapat petunjuk terbaik dari keinginan kita. Terus terang saya belum "merasa" pernah mendapat pertanda dari sholat-sholat saya terdahulu. Entah mungkin saya kurang khusyuk dalam sholat saya :( atau memang berarti saya tidak ditakdirkan untuk mendapat keinginan itu dari Allah, ataauu ... saya tidak sadar akan sebuah pertanda.

If only "signs" has a stick ... like those on the road
Ya, bersyukurlah orang yang mudah merasa dan menyadari mendapatkan pertanda.

Ngomong-ngomong, pengalaman seperti apa yang pernah teman-teman dapat berhubungan dengan "pertanda" ini ?
Cerita ya :)



I think that's all, thank you

7 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. signs..? ga bisa objektif sih menilainya. kalo terkadang ada yang kita ingin dapetin, pikiran kita cuman fokus ke itu aja jadinya (takutnya) lebih cenderung mencari hal-hal yang mendukung kita mau... seperti yang response kmu perna bilang ke aku pas aku crita si ardha sering masuk di media tv, koran ato web..he's like everywhere surround me... kmu bilang.."ya karena pikiran kmu ttg dia juga"

    masalah mimpi, sepanjang agama menjelaskan, kalo mimpi bagus datengnya dari tuhan,, kalo jelek dari setan.... kadang2 bisa jadi sign.. seperti di blogku yang ---> http://bulanbulat.blogspot.com/2011/02/sebuah-mimpi-dan-sebuah-misi.html

    so happy happy look for the sign yah jeng,,,,,,wuahahah

    ReplyDelete
  3. kalo cerita soal pertanda, lumayan banyak mbak. yg paling "heboh" yg aku dapet itu tanda berupa mimpi.

    ceritanya waktu itu jam 3 subuh aku tiba-tiba kebangun karena dpt mimpi buruk. waktu itu mimpi salah 1 temenku meninggal.

    taunya pas nyampe sekolah, beneran aja ada kabar salah 1 temenku meninggal. dan meninggalnya jg pas jam 3 subuh!

    eh, tp ini tuh lebih kayak tafsir mimpi bukan, sih? :|

    ReplyDelete
  4. klo aku ntah kenapa sering banget ngerasa gitu mba... Firasat kali yah, dan kebanyakan emang kejadian, meski kadang2 nggak terduga, dan baru bisa menyimpulkan tandanya setelah kejadian :)

    ReplyDelete
  5. kalo masalah sign, hmm...
    benar kadang baru menyadari setelah kejadian bahwa itu adalah pertandanya...

    Kadang mencoba menerka suatu kejadian berdasarkan pertanda yg saya anggap pertanda eh ternyata bukan...

    yah di situlah kekuasaan Tuhan, mengatur alur dan siklus manusia yang tak tertebak :)

    ReplyDelete
  6. saya sering pake `sign` dari kedipan mata (kedutan)...dan gak tau kenapa..banyak benernya...hahaaa...tapi untuk iseng2 aja sih..tidak ada pengambilan keputusan dari itu... :p

    salam :)

    ReplyDelete
  7. aku sering , Fen, dapet pertanda. Dan sering mengabaikannya, sehingga saat bener2 kejadian : aku jd agak nyesel....

    "Kalo aja kemaren lbh berhati-hati dan memperhatikan pertanda, insyaalloh gak usah kejadian buruk kyk sekarang...."

    Kita bisa belajar mengamati lingkungan, belajar untuk menjadi lebih peka dan menangkap tanda-tanda dan mengenali firasat.

    Salah satu caranya, based on my experience : OJOK KEMRUNGSUNG. jangan tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu. sempatkan untuk berfikir. sempatkan untuk mengamati dan bukan sekedar melihat sambil lalu. bertindak lebih perlahan walo juga jangan lamban.

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...