Friday, April 22, 2011

Sekar - Seminar Berkarya

-Friday, April 22nd 2011-

Setelah lama tidak mengikuti seminar, akhirnya gara-gara diajak teman mengajar saya, saya tertarik juga untuk mengikuti acara ini. Tentang perempuan yang berkarya, sepertinya disesuaikan dengan event Hari Kartini, makanya seminar ini diadakan.

Rencananya seminar yang diadakan tanggal 16 April 2011 ini dihadiri oleh 4 pembicara, Rieke Diah Pitaloka, Yulyani Yeyen, Shinta Yudisia, dan Siti Fadillah Supari. Namun karena mbak Oneng *eh* Rieke maksudnya, berhalangan hadir karena -katanya- sedang tugas ke Aceh, maka pembicaranya menjadi 3 orang saja. Tapi tidak membuat seminar kali ini nggak seru kok. Ya, walaupun acaranya telat banget mulainya, rencananya jam 07.30 WIB sudah dimulai, tapi baru pukul 09.00 WIB acara benar-benar dimulai. Indonesia? *eh*

Lalu setelah MC mulai membuka acara (yang membuat kaget karena pake baca puisi segala ~.~") dan sambutan demi sambutan terlewati, akhirnya acara diskusi-pun dimulai. 

Pembicara pertama yaitu Mbak Shinta Yudisia, beliau adalah seorang penulis novel dan ketua FLP Jawa Timur. Menurut saya yang paling menarik dari bahasan mbak Sinta adalah sebuah ucapan dari Theodor Herzi yaitu "If you will it, it's not a dream" Bahwa hal kecil seperti tulisan bisa menginspirasi banyak orang di dunia, walaupun dalam tulisan ini dikhususkan pada orang-orang Yahudi. Kita nggak ngomongin soal agama di sini, tapi, ya kita akhirnya tau dimana semangat membangun itu berasal. Tulisan ataupun buku juga menjadi sebuah modal awal ataupun akar terhadap suatu hal, suatu momen yang awalnya kita nggak tau bahwa itu bisa saja terjadi. Lalu ada 4 poin juga yang dijelaskan beliau kepada kami para peserta, yaitu:
>> Tulisan memiliki dampak yang sama besarnya dengan lisan
>> Fiksi dan Non Fiksi memiliki porsi yang sama penting
>> Jika tidak ada tulisan makan tidak akan ada guidance 
>> Saat tidak ada tulisan tidak akan ada koreksi, maka kita tidak akan tau kesalahan kita *colek Arul* :p
Maka yang dibutuhkan Indonesia saat ini -menurut Sinta- adalah sebuah Intellectual Demand, pendidikan yang tinggi di masyarakat, mengembangkan martabat Indonesia melalui literasi.
Dan bahasan ini sangat saya setujui :)

Pembicara kedua adalah Ibu Yulyani Yeyen,  beliau merupakan Entrepreneur sukses perempuan. Dengan suara yang berkoar-koar ala politikus *yap, beliau sebelumnya juga berkecimpung di dunia politik dan saat ini juga menjabat sebagai salah satu pengurus di KADIN Jawa Timur*, beliau memberikan presentasi untuk menyemangati para peserta agar menjadi seorang pengusaha (saja) :D
Menurut beliau setiap hari seorang "pengusaha" lahir. Kita, saya dan anda memiliki kesempatan untuk menjadi orang kaya dengan cara menjadi seorang pengusaha jika kita percaya dan memiliki visi ke depan.
"HARUS KAYA!" begitulah katanya saat membaca tagline-nya sendiri di slide. Mengapa kita harus kaya ? Karena Allah SWT  sudah mengatakan pada kita bahwa 90% dari 100% orang yang masuk surga itu dari orang yang mau berusaha alias pengusaha. Jadi 10%-nya ya adalah orang-orang yang mengharapkan menjadi seorang PNS, Swasta yang intinya bekerja pada orang lain. Jadi buat apa berjubel hanya untuk 10% itu jika ada banyak tempat di 90% tadi ? :p Hehehe, kalian salah satunya ? Well, I'm one of them :p
Kemudian Ibu ini menunjuk kepada para peserta laki-laki di dalam gedung Robotika tersebut dan mengatakan, "Hei kalian para laki-laki, kalian pikir wanita hanya mau makan cinta ? Kalian harus kaya untuk bisa mendapatkan cinta wanita" hahahaha, kesannya matre banget ya perempuan ? xD
Tapi beliau kemudian mengambil dalil dari salah satu hadits Rasulullah. Ada 4 hal yang harus diraih demi kebahagiaan dunia (CMIIW, soalnya saya nggak sempat nyatet) yaitu pasangan yang sholeh, harta yang halal, anak yang sholeh, dan lingkungan yang baik. Well, bagi Yulyani, 3 dari 4 hal tersebut berhubungan dengan harta *kecuali pasangan yang sholeh*, sehingga tidak salah jika kita memperkaya diri kita (namun tentu saja dengan cara yang halal) :)

Pembicara yang ketiga (pembicara yang ditunggu-tunggu, sampai harus nunggu 2 jam untuk menunggu beliau) yaitu Ibu Siti Fadilah Supari (Mantan menteri Kesehatan dan sekarang menjabat sebagai Dewan Penasihat Presiden). Beliau menitikberatkan obrolan pada pemunculan bukunya yang digadang-gadang adalah hal yang membuat WHO tidak berkutik, dan mengikuti apa kata Indonesia untuk melawan Neo Liberalisme. Sampai sini saya nggak nyambung, karena jujur, saya tidak pernah mengikuti dan membaca buku beliau. Saya hanya paham bahwa beliau adalah seorang wanita yang mau berjuang demi keadilan dan kebenaran. Bahwa sebagai seorang yang dikenal publik, seorang wanita harus keep struggle, berpihak pada kebenaran namun tidak lupa pada keluarga yang dimiliki :)
Saya di pelataran Robotika ITS - setelah dapat sertifikat :D
Intinya adalah mereka adalah perempuan-perempuan Indonesia yang menjadi suatu contoh bagi kita, bahwa perempuan itu tidak lemah, perempuan bisa melakukan banyak hal, perempuan bisa memperjuangkan haknya, tapi tetap selalu mengetahui kodratnya yang harus mengikuti suami, menjaga dan mendidik anak. 

Saya paling suka Mbak Shinta karena obrolannya nyambung dengan passion saya di dunia literatur dan pendidikan, hehehe. Semoga suatu saat saya benar-benar bisa punya buku yang *who knows* bisa mengubah suatu paradigma :p *amiin* :D

Well, walaupun postingan ini telat sehari, saya mau mengucapkan Selamat harinya perempuan, selamat Hari Kartini, perempuan Indonesia :) We can!


I think that's all, thank you

8 comments:

  1. saia ngomentarin fotonya aja deh..
    cantik..
    ^_^

    ReplyDelete
  2. ahak ahak.. ya Fenty nggak nyambung ceramah si ibu yang telat itu wajar, daku aja yg lumayan ngerti dengan seteru WHO sampai skg nggak ngerti mengapa beliau bisa berbicara seperti di media dan bukunya itu. Whatsoever lah..

    Happy Kartini ya Ibu dosen ^__^ smoga makin semangat berkarya di dunia pendidikan

    ReplyDelete
  3. wah mantap banget sekarnya, sayang saya sudah tidak di surabaya :D

    pengen menulis dan pengen berkarir di bidang saya dua hal semoga bisa jalan.

    walaupun kadang berfikir tak bisa jalan profesional kedua-duanya :)

    tapi semgoa menghasilkan :)

    ReplyDelete
  4. Aku doain cita-citanya buat buku tercapai ya mbak (J^o^)J

    *udah lama nggak ikutan seminar juga

    ReplyDelete
  5. waaah, seminar bagus. sayang mahal untuk kantong mahasiswa. :)) robotika itu di depan gedung jurusan saya lho mbaak *apasihnggapenting* :))

    ReplyDelete
  6. @aprie : alhamdulillah :)

    @mamski : hahaha, iyo tah mbak ? aku gak ngerti, soalnya berkoar2 soal politik segala *not my things*

    @arul : hehehe, pasti di jakarta lebih banyak lah seminar semacam ini :)

    @chichi : amiiin :)

    @deknada : jadi ... kamu anak IT atau anak Despro ? karena aku Despro :p

    ReplyDelete
  7. ah Bu (mantan) MenKes, aku padamu deh... #kagum

    sehingga tidak salah jika kita memperkaya diri kita (namun tentu saja dengan cara yang halal) :)

    BETUL SEKALI :D
    Jadi kaya-lah supaya bisa semakin banyak beramal-jariyah dan bermanfaat bagi umat. Tapi juga jangan nunggu kaya baru sedekah :D

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...