Saturday, April 30, 2011

Ngomongin Bulbul

-Saturday, April 30th 2011-

Huehuehue ... saya sedang kangen ... kangen sama Bulbul !!!
Beberapa posting terakhir saya sering mention dia, jadi nggak seru kalau hari ini saya nggak mention dia juga di blog :p

Bulbuuull, I miss you !!! rasanya aneh ya Bul, kita loh baru ketemu 2 kali, tapi kenapa aku merasa udah kenal kamu lama *eh kenalnya sih lama, tapi ketemunya baru 2 kali* :p. Dulu waktu awal-awal tau kamu di Friendster, jaman kamu masih kuliah di Australi, kaya'nya aku ini kan semacam hi curiosity person (akut) ya, yang suka iseng ngeadd temennya temen, eh liat foto kamu yang bagus aku jadi penasaran pengen nge-add. Hahaha, entah apa yang kamu pikir tentang aku waktu itu.
Lalu ternyata kamu punya blog, disitu kita mulai benar-benar "kenal" dan kemudian kamu sering posting lagi di blog, postingan mellow-yellow-dellow kamu itu bikin aku trenyuh, heleh, sok drama ya xD 
Hahahaha, merasa senasib, ternyata aku cepat terobati, sedangkan kamu .... ya kamu masih kekeuh dengan apa yang kamu pegang :) Itu butuh hati yang besar, cantik *uhuuy, cantik, iya kamu cantik beneran kaya' Anissa Pohan (tapi lebar ke samping)* xD

Saya kok jahat banget yak manggil dia Bulbul, namanya Mirna Wulandari saudara-saudara, perempuan jawa timur (agak ke timur) yang (katanya) nggak bisa bahasa Jawa. Sarjana lulusan negeri seberang, yang katanya bahasa enggreesnya nggak oke-oke amat, ihik :p Tapi jauh lebih baik dia lah daripada saya *ngaku* 
Punya blog yang namanya Bulan Bulat, yang akhirnya membuat saya berinisiatif memanggilnya Bulbul, and it's so her ... hahaha, namanya Wulan dan bentuknya bulat *eh*

Pertama kali ketemu dia yang saya ingat adalah ketawanya yang sok imut, hahaha, no no darling, renyah banget gitu loh. No wonder banyak cowok mengejar dia *karena banyak utang* (diceples) xD
Tapi cintanya buat satu orang, ah, beruntung sekali lelaki itu ... *semoga gak diedit, kamu nggak bakal jatuh pasaran kok dear* :p


Lalu saya tiba-tiba bercurhat padanya, tentang sesuatu, dan  yah well, dia sepertinya mengerti banyak hal,  memberikan saya masukan positif dan itu membuat saya semakin nyaman bercerita padanya :) 

Akhirnya sampai pada inisiatif terakhir, kita harus buat novel bareng! Yes, disertai niat dan doa dan jampi-jampi *heleh* akhirnya kita serius membuat sketsanya, jadi insyaAllah *crossing fingers* akan jadi akhir tahun ini *huhu*

Ayo buulll, jangan lupa ceritanyaa ... aku menunggu *padahal saya sendiri menunggu ide itu datang* :D

Well, people, meets Bulbul ^_^
Mirna nggak boleh protes, ini satu-satunya foto kita yang berdua doang yang paling oke :p

I think that's all, thank you

Friday, April 29, 2011

Salah orang

-Friday, April 29th 2011-

Eh, itu adek kelas saya bukan ya?
Kaya'nya bukan deh, kalo iya, dia pasti nyapa saya. Tapi kok kaya'nya kenal ya? Hmmm, bingung.

Dan eng ing eng ... Usut punya usut tuh perempuan temen SMA saya. Bahkan sekelaaaas *nepok jidat berkali kali* Yak ampun, saya kok kaya' orang sombong gini ya nggak nyapa dia. Uhuk, takut salah siiihh ...

Pernah gak sih kaya' gini? Takut salah nyapa orang akhirnya nggak nyapa, dan endingnya dibilang sombong? Ihik ... Saya sering seperti itu :(

Maafkan sayaaa, mungkin ini karena ketidak pedean saya. Ya mungkin seperti, kalau tiba-tiba saya melihat orang yang mirip dengan teman lama saya, lalu kemudian saya langsung dengan pedenya ngomong "eh kamu Kate kan? Kate Middleton itu kan? Kamu mau merit yaaa, yak ampuun aku kok gak kamu undang siihh?" "Errr, bukan mbak, saya Sarah, Sarah Ferguson" *cari celah traffic* :p
"Eerr, gitu ya mbak, permisi deh mbak"
Hohoho, saya nggak pedean semacam itu loh. Takut salah orang, padahal udah pede2 ngomong banter2.

Sahabat saya tuh yang sering kaya' gitu, tau-tau nyapa seseorang padahal bukan orang itu yang dimaksud. Tapi untungnya karena seringnya itu, dia merasa pede-pede aja. Walaupun kalau sama saya, dia langsung njiwit saya, "Duuooh, Fentyyy, kok nggak bilang siiih?"
"Lah emang aku tau, dia kan temen kamu, bukan temenku" xD

Ya ya, saya itu orangnya inget muka sih, nggak inget nama, jadi kadang nemu orang, terus inget-inget nama orang, kalau nggak inget ya nggak nyapa. Hahaha, payah banget ya, semoga saya bisa belajar dari sahabat saya itu deh, untuk setidaknya pede aja walaupun salah :p siapa tau malah dapet kenalan baru *eh* xD

I think that's all, thank you

Thursday, April 28, 2011

Dosen nggremeng

-Thursday, April 28th 2011- 

Mari kita ngomongin mahasiswa. Ada satu lagi masalah yang berhubungan dengan mahasiswa saya hari ini. Saya ada jadwal menjaga ujian hari ini dimana saya dan teman saya yang kebetulan dosen mata kuliah ini dijadwal menjaga bersama. Ujiannya bukan tertulis ataupun tugas langsung kumpul, kali ini para mahasiswa hanya diharuskan untuk "asistensi" tugas besar yang akan dikumpulkan minggu depan kepada rekan mengajar saya tersebut. See, tugas ini sudah di sounding dari jauh-jauh hari. Tapi kenyataannya hari ini, ada juga yang belum survey untuk mencari datanya. Belum SURVEY! And I think that's just stupid. Sorry my words. Hellow, ngapain aja sih dek ? Itu loh temen-temen kamu ada yang bisa ngerjain tepat waktu.

Alasan? Banyak!
Ada yang bilang belum dapat surat survey, ada yang bilang belum selesai mengerjakan, dll. Saya nggak tau ini "hanya" alasan mereka, atau emang benar-benar "nggak sanggup" tapi ... Oh my Dear God, ini itu UTS, 40% dari nilai keseluruhan mahasiswa itu ada disana. But why oh why mereka menyepelekannya. 

Apa sebenarnya rekan saya tersebut harus "macak kereng" agar diperhatikan oleh mahasiswanya?
Pasalnya begini, mereka lebih concern pada mata kuliah yang dosennya galak, salah satu teman saya juga, daripada temen saya yang ini. Waktu saya tanyakan pada dia pun, dia sering di tarik ulur mahasiswa seperti ini. Kereng dan tega, diomongin, pas nyantai, disepelekan. Repot ...

I think that's all, thank you

Wednesday, April 27, 2011

Hasil nengok postingan orang

-Wednesday, April 27th 2011-

Terinspirasi dari postingan blog ini.
Saya jadi ingat dengan kata mantan saya, dia berbicara dengan jelas pada saya waktu itu, entah, mungkin di hari dia memutuskan saya. Allah itu maha membolak balikkan hati. Sekarang kita bisa saling suka dan cinta. Besok, siapa yang tau ? Dan saya rasa dia langsung membuktikannya *halah iya iya saya nyinyir*

Ya setidaknya banyak hal yang ia katakan kepada saya yang membuat saya mengerti hidup ya begitu itu.
Kalau kata Nora berkomentar di postingan saya beberapa waktu lalu, dua hal yang diingat dalam sebuah hubungan, pertama bertemu dan kemudian berpisah, itu absolut, tidak bisa diganggu gugat.
Mau yang memutuskan itu manusianya sendiri atau Tuhan yang memutuskan. Begitu kan ?

Saya sempat banget sok drama, terpuruk gara-gara what so called Cinta *jeng jeng* :p, ada nggak ya postingannya, oh iyah postingan yang ini. Waktu saya pikir semua hal bisa dilakukan kalau kita berusaha kok, bisa bisa bisa ...
Tapi "bisa"nya kita, sama keputusan Allah kebalikannya, situ mau apa ? hehehe

Saya bukannya mau membangkitkan memori ini dan bukannya nggak penting juga, itu hidup saya kok, kan saya sedang memetakan hidup saya lagi nih ceritanya *heleh* :p

Tapi saya jadi berpikir ulang, lebih baik mana sih, berusaha sekuat tenaga tapi nggak ada artinya atau menunggu saja tapi nggak tau apa yang akan terjadi pada yang kita harapkan ?

Halah ... pertanyaan apa ini ... anyway, saya nggak lagi mellow kok :D *peace*


I think that's all, thank you

Bukan, itu bukan Fitri Tropica

-Wednesday, April 27th 2011-

Wehehehe, mbak yang di pojokan kanan sendiri itu loh mirip banget sama Fitrop yup ?
Beliau seleb blog loh, Lala Purwono, kenal ?
Saya sih sebenarnya bukan followernya *huhu, jujur* tapi saya sering dengar dan pernah mampir ke blognya beberapa kali, tapi gak komentar. Taunya juga dari eks blogger juga, si Rere, jaman tahun 2008an itu.

Turns up dapat kesempatan juga ketemu dirinya dan juga para impassioned writers/bloggers lainnya yang ikut dalam acara Kampoeng Media Book Day 2011, 23 April 2011 lalu di Ruang serbagunanya Suara Surabaya. Si mbak Lala ini dan 3 pembicara di depan tersebut adalah penulis-penulis yang berhasil menelurkan buku *halah ayam kalee*
Dari kiri adalah mbak Nina, beliau adalah salah satu penggagas Nulisbuku.com (dari beberapa yang lainnya yang berasal dari Jakarta), sampingnya adalah Nesty yang sudah berhasil menyelesaikan bukunya dan mempublishnya via nulisbuku.com, ketiga yaitu mbak Wangi, yang juga seorang blogger dan juga membuat buku, dan terakhir ya tadi mbak Lala Purwono, blogger dan penulis yang saya jelaskan tadi.
Jadi ceritanya NBC alias Nulis Buku dot com ini sedang mempromosikan situs yang dimilikinya.
Sebuah situs yang memudahkan orang-orang yang ingin punya buku (tidak hanya terbatas pada novel, tapi juga buku lainnya) tapi bingung dengan susahnya masuk ke penerbit mainstream, agar lebih cepat mempublish bukunya.
Seru banget acara kemarin itu dan saya juga dapat kesempatan ketemu blogger lama, salah satu inspirator mbak tyka, yaitu mbak Ninien, yang gara-gara gabung NBC katanya akhirnya jadi rajin nulis di blog lagi, uhuuy :D

Yang lebih seru adalah obrolannya, bahwa sebuah curhatpun bisa kita jadikan buku kalau mau.
Mau buat buku tentang IT mungkin ? Atau buku tentang masak-masak, resep ? atau isi blog kamu di bukukan ? itu juga boleh :D Kamu mau, kamu bisa!

Salah satu slide yang menarik perhatian saya adalah ini :
Di NBC, kita nggak perlu repot-repot menunggu lama untuk dapat membuat buku.
Tinggal upload, tentukan harga, Publish, lalu Terima Royalti *saya masih sangsi kalau belum mencoba sendiri, makanya saya jadi hobi nulis nih tiap hari supaya bisa cepet upload* :p
Bedanya dengan penerbit mainstream adalah disini kita harus mempromosikan sendiri buku kita. Bisa via blog, via socmed, via youtube mungkin *katanya ada yang mempromosikan via youtube, bukunya terkenal dan dipinang sama penerbit mainstream* wuw ...

Jadi mungkin bagi Arul *halah di mention lagi*, Bulbul, mbak Titie *ini mah punya publisher sendiri* :p atau teman lain yang ingin cepat-cepat punya buku, ayo gabung sama NBC bisa langsung follow twitternya juga kok :) Saya sih pengen, dari dulu mah ... hahahaa, tapi baru tau ada yang beginian, semoga kesampaian, nanti kalau udah jadi kalian harus beli ya!! *nodong dan maksa*
Para penulis (dan calon penulis) ^_^ *eh itu di tengah ada Annisa Pohan wannabe* :p

Foto terakhir, nyatut dari facebooknya mbak Titie


I think that's all, thank you

Tuesday, April 26, 2011

Membaca postingan lama itu

-Tuesday, April 26th 2011-

Bikin ketawa-ketawa sendiri, senyum-senyum sendiri, bikin inget-inget yang dulu, membuat sebuah pemikiran kalau saya sekarang banyak berubah *aiiih* :p

Gara-gara blog saya ada widget Linkwithin di bawah postingan saya itu, saya jadi suka-suka gatel membuka postingan-postingan saya yang muncul di kotak-kotak kecil itu. Seperti kata Arul dan Mbak Tyka, bahwa blog kita dapat memetakan sejarah kita, saya jadi geli aja inget yang dulu-dulu.
Saya yang suka mellow-mellow sendiri, saya yang jalan-jalan, saya yang kopdar'an, saya yang narsis, saya yang suka foto-foto ahaay, semuanya menyenangkan :p Apalagi komentar-komentar yang kadang nggak penting, tapi kadang membangun juga. Wow ... nggak nyangka saya sudah sejauh ini "bersejarah" :p

Dan akhirnya saya toh bisa buat postingan lagi macam begini :p

Saya beberapa hari ini rajin banget nulis ya ? Disyukuri aja deh, berarti ada yang membuat saya semangat menulis lagi. Ya kali aja dengan begitu, saya juga semangat menyelesaikan novel saya *wihiiy, berat amat ngomong novel* xD *colek-colek Bulbul*

Jadi ini ceritanya memetakan sejarah dan cerita diri yang bisa di share ke orang lain :)
Mari semangat ngeblog lagi ^_^


I think that's all, thank you

Monday, April 25, 2011

It might back to you

-Monday, April 25th 2011-

"If you don't know how to treat women, don't wish you had one"

Tiba-tiba saya kepikiran kata-kata itu pagi ini.
Bahwa ketika seorang laki-laki berharap bisa mendekati seorang perempuan, namun ia tidak tau bagaimana cara terbaik untuk membuat mereka respek padanya. Ya jangan berharap mereka akan mendapatkan salah satunya.

Ada sebuah kasus, saya sendiri sebenarnya, hehehe.
Seorang teman yang katanya teman SMP saya, sebut saja namanya J *yang saya nggak pernah kenal waktu SMP, tapi kata temen SMP saya orangnya ada sih, dan dulu orangnya diam akut*
Saya lupa kapan awalnya dia mulai iseng "meneror" saya. Awalnya karena dulu saya ngurusin reuni SMP saya jadi banyak orang yang dapat akses nomer ponsel saya. Beberapa saat itu tidak ada yang aneh dengan si J ini, hanya bertanya tentang masalah reuni. 
Selepas itu, hmm, keliatannya sih 1-2 bulan yang lalu, dia mulai sms nggak jelas. "Fenty, kapan sih reuninya ?"
Saya awalnya hanya menjawab "Kan gak jadi, diundur dalam waktu yang tidak tau pasti kapan"
Seingat saya dia menjawab, "yah padahal kan gak sabar pengen ketemu kamu"
Errr... saya waktu itu tidak menjawab, masalahnya saya nggak tau yang mana dia, dan saya nggak merasa harus bereuni dengan dia.

Lalu beberapa waktu kemudian dia mulai aneh dengan sms seperti, "Fenty, kamu punya pacar nggak? Pacaran yuk ?" ... Eh situ sapaaaa ??? kenal aja kagak. Saya tidak membalas.
Saya pikir sudah sampai situ saja, ternyata dia lebih aneh lagi dengan mengirimkan saya sms dengan kata-kata, "Fenty...", "Fenty cantik...", "Fenty sayang..." almost everyday, saya semakin tidak respek padanya.

Terakhir dia membahas soal pernikahan, "Fenty kamu sudah nikah belum sih?"
Saya sudah sebal banget dengannya, akhirnya saya balas, "Maaf ya, saya nggak kenal sama kamu, dan saya semakin merasa nggak perlu kenal kamu. Ya, saya akan menikah sebentar lagi, jadi please jangan ganggu saya. Terima kasih"
*eh toh saya akan menikah pada akhirnya nanti (amin) jadi boong dikit gak pa2 toh xD*
Saya pikir dia akan merasa tidak enak hati, turns up dia membalas seperti ini, "Yaah ... patah hati dong aku. Kapan nikahnya ? aku diundang nggak ?"
For God sake, he's out of his mind. Saya tidak membalas.
Lalu terakhir kemarin dia sms saya lagi, "Fenty, kamu yakin mau nikah?"
Hrrrr .... malesnyaaa ...

Intinya begini loh, kalau kalian para laki-laki ingin mendekati seorang perempuan, perlakukan dengan hati-hati *barang kalee* :p Selalu ada urutan dari sebuah hubungan, ada kenalan ada pertemanan, jika kita nyaman dengan pertemanan saja ya sudah, kalau ingin lebih ya baru dipikirkan bagaimana ke depannya. Jangan ujug-ujug langsung berkata seperti itu.
Begitu juga dengan ucapan, saya pikir setiap orang harus mengatur ucapannya saat berkomunikasi dengan orang lain. Termasuk di antaranya sms, bbm, chatting, apalagi telfon, dan yang lebih harus hati-hati saat bertemu langsung dengan orang tersebut. Orang ini sebenarnya memberikan pembelajaran buat saya juga sih, agar tidak seperti itu pada orang lain, khususnya laki-laki.
Saya juga pernah pedekate ke orang, tapi saya merasa, saya tau batasan saya dimana saya harus bersikap dan berekspresi di depan orang tersebut. Walaupun saya merasa bukan orang yang menjaga image (jaim), kalau saya suka ya suka, kalau enggak ya enggak. Namun saya selalu menggunakan kata yang (insyaAllah) tidak menyakiti orang lain. Namun jika saya sekiranya menyakiti, seingat saya, saya selalu minta maaf.

Yeah, well, tapi setiap orang memiliki sifat, kondisi, kenyamanan terhadap dirinya. Jadi saya nggak mau memberikan judgement berlebih deh. Saya mungkin juga punya batasan kesabaran, jadi saya bisa marah dan jengkel pada orang lain, kita manusia kan ? :)
Pokoknya hati-hati saja saat berbicara dengan orang lain, it might back to you ...  bagi kamu J, dengan sikap yang seperti itu, kamu mungkin akan susah mendapatkan perempuan. Maaf ya :)


I think that's all, thank you

Kenapa endingnya balik ke plurk ?

-Monday, April 25th 2011-
Terinspirasi oleh plurk temen saya yang bilang begini :
Plurk itu memang seperti home socmed. Pertama kali "hang" dan gak sering ngeblog alasannya ya plurk ini.
Hahahaha, ya gimana ya, kita disini dikejar karma sih :p
Penjelasannya bisa dilihat di postingan ini :D giliiing itu udah tahun 2008 ajah, 3 tahun bo ~.~"
Walaupun lalu twitter kembali booming dan facebook memiliki banyak perkembangan, namun endingnya tetep aja balik ke plurk. Itu sih saya ya :p

Sayangnya memang, belum ada aplikasi untuk beberapa merek ponsel yang bisa mempermudah kita melakukan plurking. Makanya yang nggak merasa nyaman lebih memilih twitter dan facebook. Mungkin faktornya saya juga sering ada di depan laptop seimbang dengan saya didepan ponsel sih, hehehe. Berasa geek banget sayah ~.~"

Dan kalau ditanya apa yang paling menarik dari plurk ? Emoticonnya yang jelas dan nggak banyak yang ganggu dalam artian temen-temen nyata kita di facebook. Uhuuy, lebih bebas ngomong :p


I think that's all, thank you

Friday, April 22, 2011

Sekar - Seminar Berkarya

-Friday, April 22nd 2011-

Setelah lama tidak mengikuti seminar, akhirnya gara-gara diajak teman mengajar saya, saya tertarik juga untuk mengikuti acara ini. Tentang perempuan yang berkarya, sepertinya disesuaikan dengan event Hari Kartini, makanya seminar ini diadakan.

Rencananya seminar yang diadakan tanggal 16 April 2011 ini dihadiri oleh 4 pembicara, Rieke Diah Pitaloka, Yulyani Yeyen, Shinta Yudisia, dan Siti Fadillah Supari. Namun karena mbak Oneng *eh* Rieke maksudnya, berhalangan hadir karena -katanya- sedang tugas ke Aceh, maka pembicaranya menjadi 3 orang saja. Tapi tidak membuat seminar kali ini nggak seru kok. Ya, walaupun acaranya telat banget mulainya, rencananya jam 07.30 WIB sudah dimulai, tapi baru pukul 09.00 WIB acara benar-benar dimulai. Indonesia? *eh*

Lalu setelah MC mulai membuka acara (yang membuat kaget karena pake baca puisi segala ~.~") dan sambutan demi sambutan terlewati, akhirnya acara diskusi-pun dimulai. 

Pembicara pertama yaitu Mbak Shinta Yudisia, beliau adalah seorang penulis novel dan ketua FLP Jawa Timur. Menurut saya yang paling menarik dari bahasan mbak Sinta adalah sebuah ucapan dari Theodor Herzi yaitu "If you will it, it's not a dream" Bahwa hal kecil seperti tulisan bisa menginspirasi banyak orang di dunia, walaupun dalam tulisan ini dikhususkan pada orang-orang Yahudi. Kita nggak ngomongin soal agama di sini, tapi, ya kita akhirnya tau dimana semangat membangun itu berasal. Tulisan ataupun buku juga menjadi sebuah modal awal ataupun akar terhadap suatu hal, suatu momen yang awalnya kita nggak tau bahwa itu bisa saja terjadi. Lalu ada 4 poin juga yang dijelaskan beliau kepada kami para peserta, yaitu:
>> Tulisan memiliki dampak yang sama besarnya dengan lisan
>> Fiksi dan Non Fiksi memiliki porsi yang sama penting
>> Jika tidak ada tulisan makan tidak akan ada guidance 
>> Saat tidak ada tulisan tidak akan ada koreksi, maka kita tidak akan tau kesalahan kita *colek Arul* :p
Maka yang dibutuhkan Indonesia saat ini -menurut Sinta- adalah sebuah Intellectual Demand, pendidikan yang tinggi di masyarakat, mengembangkan martabat Indonesia melalui literasi.
Dan bahasan ini sangat saya setujui :)

Pembicara kedua adalah Ibu Yulyani Yeyen,  beliau merupakan Entrepreneur sukses perempuan. Dengan suara yang berkoar-koar ala politikus *yap, beliau sebelumnya juga berkecimpung di dunia politik dan saat ini juga menjabat sebagai salah satu pengurus di KADIN Jawa Timur*, beliau memberikan presentasi untuk menyemangati para peserta agar menjadi seorang pengusaha (saja) :D
Menurut beliau setiap hari seorang "pengusaha" lahir. Kita, saya dan anda memiliki kesempatan untuk menjadi orang kaya dengan cara menjadi seorang pengusaha jika kita percaya dan memiliki visi ke depan.
"HARUS KAYA!" begitulah katanya saat membaca tagline-nya sendiri di slide. Mengapa kita harus kaya ? Karena Allah SWT  sudah mengatakan pada kita bahwa 90% dari 100% orang yang masuk surga itu dari orang yang mau berusaha alias pengusaha. Jadi 10%-nya ya adalah orang-orang yang mengharapkan menjadi seorang PNS, Swasta yang intinya bekerja pada orang lain. Jadi buat apa berjubel hanya untuk 10% itu jika ada banyak tempat di 90% tadi ? :p Hehehe, kalian salah satunya ? Well, I'm one of them :p
Kemudian Ibu ini menunjuk kepada para peserta laki-laki di dalam gedung Robotika tersebut dan mengatakan, "Hei kalian para laki-laki, kalian pikir wanita hanya mau makan cinta ? Kalian harus kaya untuk bisa mendapatkan cinta wanita" hahahaha, kesannya matre banget ya perempuan ? xD
Tapi beliau kemudian mengambil dalil dari salah satu hadits Rasulullah. Ada 4 hal yang harus diraih demi kebahagiaan dunia (CMIIW, soalnya saya nggak sempat nyatet) yaitu pasangan yang sholeh, harta yang halal, anak yang sholeh, dan lingkungan yang baik. Well, bagi Yulyani, 3 dari 4 hal tersebut berhubungan dengan harta *kecuali pasangan yang sholeh*, sehingga tidak salah jika kita memperkaya diri kita (namun tentu saja dengan cara yang halal) :)

Pembicara yang ketiga (pembicara yang ditunggu-tunggu, sampai harus nunggu 2 jam untuk menunggu beliau) yaitu Ibu Siti Fadilah Supari (Mantan menteri Kesehatan dan sekarang menjabat sebagai Dewan Penasihat Presiden). Beliau menitikberatkan obrolan pada pemunculan bukunya yang digadang-gadang adalah hal yang membuat WHO tidak berkutik, dan mengikuti apa kata Indonesia untuk melawan Neo Liberalisme. Sampai sini saya nggak nyambung, karena jujur, saya tidak pernah mengikuti dan membaca buku beliau. Saya hanya paham bahwa beliau adalah seorang wanita yang mau berjuang demi keadilan dan kebenaran. Bahwa sebagai seorang yang dikenal publik, seorang wanita harus keep struggle, berpihak pada kebenaran namun tidak lupa pada keluarga yang dimiliki :)
Saya di pelataran Robotika ITS - setelah dapat sertifikat :D
Intinya adalah mereka adalah perempuan-perempuan Indonesia yang menjadi suatu contoh bagi kita, bahwa perempuan itu tidak lemah, perempuan bisa melakukan banyak hal, perempuan bisa memperjuangkan haknya, tapi tetap selalu mengetahui kodratnya yang harus mengikuti suami, menjaga dan mendidik anak. 

Saya paling suka Mbak Shinta karena obrolannya nyambung dengan passion saya di dunia literatur dan pendidikan, hehehe. Semoga suatu saat saya benar-benar bisa punya buku yang *who knows* bisa mengubah suatu paradigma :p *amiin* :D

Well, walaupun postingan ini telat sehari, saya mau mengucapkan Selamat harinya perempuan, selamat Hari Kartini, perempuan Indonesia :) We can!


I think that's all, thank you

Wednesday, April 20, 2011

Tentang Memantaskan Diri

-Wednesday, April 20th 2011-


Setelah mbak Vicky komentar di blog saya di postingan tentang "ditolak" tersebut, saya jadi berpikir tentang hal memantaskan diri. Ada seseorang yang "nembak" saya beberapa waktu lalu, tapi sayangnya saya tidak bisa menerimanya. Karena saya memang pemilih dan bukannya setiap manusia memilih ?
Dihubungkan dengan masalah memantaskan tadi, teman saya tersebut bertanya pada saya, "Jadi apa kriteria kamu dan orang tua kamu untuk calon menantunya?"
Karena awalnya saya pikir dia nggak serius-serius amat saya langsung ngomong, "Harus bisa nyetir mobil lah"
Hehehe, itu syarat yang agak gak penting ya ? Masalahnya dia nggak bisa.
Eh, bukan, bukan dengan alasan itu saya nolak dia, tapi ya ... banyak lah kendalanya *menurut saya*

Lalu saya mengambil contoh paling baik, Ayah saya.
Di mata Ibu saya, Ayah saya bisa melakukan apapun, apapun yang bisa membuat Ibu saya merasa beliau pantas untuk mendampinginya dan didampingi. Bagi Ibu saya, Ayah saya orang yang bisa diandalkan dan dibanggakan. Laki-laki yang paling dekat dengan saya tentu saja Ayah dan Kakak saya, otomatis hal tersebut membuat suatu pakem tentang kriteria calon suami. Baik tentang agama, pekerjaan, pendidikan, perhatian dan finansial. Yes, agaknya ini terlalu "picky" ya ? But I have right to choose, yes ?

Pernah saya berhubungan dengan orang, yang awalnya saya pikir pantas *untuk saya*, tapi mungkin ya ... di alam bawah sadar saya, mungkin sebenarnya sayalah sendiri yang membuat hubungan itu tidak berhasil.
Walaupun endingnya, orang tersebut yang memutuskan. Bukan karena dia memiliki sifat A, B, C. Karena saya dari dulu ternyata punya pakem tentang kriteria laki-laki and I guess he's not fit on it, dan anehnya Ibu saya yang memahami hal tersebut.

Lalu teman saya yang lain pernah memberi saya wejangan, bahwa jika kamu mencintai seseorang "terima dia apa adanya". Hal ini agaknya berseberangan dengan "memantaskan diri" atau mungkin sebenarnya saya yang tidak bisa memantaskan diri pada siapapun orang yang dekat dengan saya tersebut.
Sayalah yang tidak menerima saya apa adanya.

Lagi-lagi ini proses instropeksi diri saya, bahwa jangan gampang menyalahkan orang lain.
Karena mungkin saya sendiri yang selama ini salah, bahwa sayalah yang tidak bisa memantaskan diri terhadap laki-laki yang saya pilih menjadi calon suami saya. Bahwa standar yang saya pasang terlalu tinggi, saya terlalu sombong *maybe*. Tapi setiap orang memiliki pilihan, saya juga.
Mungkin pintar-pintar saya memaintain hubungan saya dengan banyak pihak, termasuk dengan teman-teman saya, yang bisa saja salah satunya adalah calon suami saya kan ? Pada akhirnya, karena pengalaman, saya lebih suka punya seseorang yang bisa menjadi teman saya terlebih dahulu, dibanding langsung ujug-ujug punya hubungan serius. Itu akan membuat saya labil *lagi*

Wow, saya barusan curhat ya ? *nepok jidat*


#np Raisa - Serba Salah


I think that's all, thank you

Sunday, April 17, 2011

Ditolak itu sakit sih. Tapi ....

-Sunday, April 17th 2011-

"Pernah nggak kamu suka seseorang dan kemudian dia nolak kamu?"
Tiba-tiba salah seorang teman saya menanyakan hal itu kepada saya.
Saya jawab, "Ya pernah lah"
Teman saya kemudian bertanya lebih jauh lagi dan seterusnya, hehehe.
Maklum, dia sedang ragu-ragu tentang keputusannya tertarik pada seseorang.
Dia takut ditolak.

Saya cerita aja sama dia ditolak itu rasanya sakit banget *nenek nenek juga tau itu kalee, Fen* ~.~“
Well, mau dia itu sukanya cuma asal suka doang, atau udah cinta setengah mati, tetep aja ditolak itu rasanya satu. Sakit. Kemudian mungkin kadar sebel, dendam atau sedih itu berbeda beda tergantung dari kadar sayangnya juga *heleh, sotoy*

Tapi bodohnya saya, itu malah bikin dia tambah nelongso. Jadi saya coba encourage dia untuk berpikir positif, siapa tau dia benar-benar bisa jadi bagian dari hidup kamu akhirnya :)

Saya pun jadi teringat. Saya punya seorang teman lain yang bercerita pada saya, ketika kita menginginkan sesuatu, jika kita belum mampu meraih atau membelinya, kumpulkan dahulu apa yang menjadi pelengkapnya. Ambil contoh saat kita menginginkan laptop baru, beli dulu tas laptopnya, atau ingin motor baru, gak bisa beli motornya beli dulu jaket dan helmnya :D tapi entah apa yang dia diusahakan, toh akhirnya beneran bisa punya laptop dan motor, gratis lagi. Itu sih teman saya yang punya pengalaman :D

Sebenarnya teman saya ini si A sudah melakukan usaha-usaha tertentu untuk membuat si B ini tertarik.
Ia melakukan hal yang sama dengan perumpamaan seperti diatas, hal hal yang baginya dipandang awkward. Aslinya sih dia takut dianggap aneh atau norak. Tapi untungnya dia berpikir namanya mencoba toh nggak ada salahnya.

Apa sih yang si A ini lakukan ? Ia melakukan hal hal yang bersifat sugestif. Seperti memasang foto si B di wallpaper blackberry-nya, mendoakan di setiap sholatnya, bahkan memberinya perhatian tiap hari.
Oh right ... Itu wajar ya kalau sedang tertarik pada seseorang? Hehehe. Well, bagi saya itu seperti puzzle-puzzle yang perlu dirangkai saat kita menginginkan sesuatu. Sebuah usaha.

Betul kan ? Bahwa sebuah tujuan jika tidak dimulai dari usaha tidak akan pernah berakhir.
Saya belajar dari pengalaman yang lalu, bahwa usaha itu dimulai dari sebelum kita memiliki hubungan sampai hubungan itu berakhir baik. Yeah I had some bad experience about this, jadi cukup mengena lah :D
Seperti yang dilakukan teman saya ketika menginginkan laptop dan motor tadi.

Yang terpenting usaha dulu, hasilnya dipikirin belakangan. Daripada kita mengandai-ngandai “gimana yah kalo begini…gimana yah kalo begitu”. Saya tidak begitu menyukai WHAT IF.

There is something to be left unanswered ... memang. Tapi untuk kasus “A tertarik pada B” ini, tidak.
Emang bisa seumur hidup kita wondering apakah yang disana juga merasakan hal yang sama. Kalo cinta bertepuk sebelah tangan, kita bisa soon move on...nah kalo tidak?

Kalau kata si Bulbul yang saya tanyakan pendapatnya tentang temen saya nih, "You are gonna miss one greatest chance, to be with someone you love" 


Well, to you my friend, good luck :)


*awas kalo ada yang komen "Cinta ditolak, dukun bertindak"* x(


I think that's all, thank you

Friday, April 15, 2011

Signs

-Friday, April 15th 2011-

Pertanda.
Gara-gara dibahas sama si Bulbul (bulan bulat, halah), saya jadi ingin mengingat soal pertanda yang pernah saya dapat sebelum "sebuah kejadian".
Benar nggak sih bahwa sebuah kejadian itu dimulai dengan pertanda ?
Apapun lah itu, kehilangan, ketemu seseorang, didekatkan dengan seseorang, perasaan suka, perasaan benci yang muncul ?
Saya orang yang cenderung let it flow, tidak pernah melihat sebuah "pertanda" sebagai suatu hal yang diseriusin. Kalaupun kadang saya menganggap sesuatu sebagai pertanda, saya menganggap guyonan aja atau sesuatu yang nggak mungkin. Ujung-ujungnya saat saya telah kena palu godam *lebay* maksudnya kejadian juga, barulah menyadari, eh yang kemaren itu pertanda ya ? Ah sial, kenapa nggak sadar ?
Seperti beberapa waktu lalu saya bermimpi sesuatu, kemudian besoknya saya mendapat kejutan dari seseorang di mimpi itu. I'm not sure itu pertanda, ya itu tadi, saya menganggap itu sesuatu yang absurd.
Nggak mungkin. Eh tapi kaya'nya itu bener-bener pertanda deh.
Cuma sayangnya saya baru menyadarinya saat sudah terjadi.

Lalu kemudian ada shalat Istikharah, yang jika kita berdoa dengan khusyuk kita bisa mendapat petunjuk terbaik dari keinginan kita. Terus terang saya belum "merasa" pernah mendapat pertanda dari sholat-sholat saya terdahulu. Entah mungkin saya kurang khusyuk dalam sholat saya :( atau memang berarti saya tidak ditakdirkan untuk mendapat keinginan itu dari Allah, ataauu ... saya tidak sadar akan sebuah pertanda.

If only "signs" has a stick ... like those on the road
Ya, bersyukurlah orang yang mudah merasa dan menyadari mendapatkan pertanda.

Ngomong-ngomong, pengalaman seperti apa yang pernah teman-teman dapat berhubungan dengan "pertanda" ini ?
Cerita ya :)



I think that's all, thank you

Tuesday, April 12, 2011

Yang seru yang seru

-Tuesday, April 12th 2011-
 
Yang seru ... yang seru ....

1. Briptu Norman sangat terkenal 1 minggu terakhir ini ? Bahwa dia dalam seminggu, masuk infotainment, berita primetime, dapat motor gratis, rekaman album, albumnya dibajak, dan punya uang untuk ongkos naik haji orang tuanya ? :D ya ya ... sesuatu yang instan biasanya akan hilang dengan instan (biasanya...)
Kalau orang bilang dia itu aji mumpung ya biarin, yang penting dia senang, yang penting orang terhibur, yang penting ada berita :D (ini kata Fitri Tropica)

2. Saya ngefans banget sama mbak-mbak yang ada di Hijabers Community dengan cara menggunakan jilbab dan pakaian yang keren :D kata temen-temen saya, saya seharusnya mencoba menggunakan jilbab seperti mereka. Whow ... could I ? :p

3. Cara terbaik untuk nyomblangin seorang teman dengan teman yang lain yaitu dengan mempertemukan mereka dahulu dengan kita, baru tuker nomer hp. Jadi jangan tuker nomer hp baru ketemuan, kaya'nya gak bakalan sampe deh maksudnya *loh ini kok tiba-tiba ngomongin comblangan sih?* jadi siapa yang mau saya comblangin ? :p *tapi tidak dijamin jadi sih, hihihi*

4. Eh liat deh temen-temen yang jadi korban keisengan saya, wahahaha, seru ya :p *ada yang mau saya isengin juga ? saya belum pernah nyoba yang nggak jilbaban dan cowok sih* xD



4. Saya telah ... err, nggak jadi *apa sih Fen, sok misterius deh* :p yang tau cuma saya, sahabat saya dan Tuhan xD #halah bener bener info gak penting

5. Anyway, akhirnya saya nulis di blog lagiii :D

6. Postingan ini nggak penting juga ya ... oh Dear God ... lagi lagi ...

So what's your news ?



I think that's all, thank you 


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...