Thursday, February 17, 2011

Ini (kaya'nya) masalah selera

-Thursday, February 17th 2011-


Hohoho, saya mau ikut trendtopic ngomongin sinetron ah, hehehe.
Saya amaze nih bahasan sinetron di blog jadi kaya' sebuah masalah kenegaraan yang harus dibasmi.
Jadi sebenarnya harus dibasmi nggak sih ?

Inget sinetron, saya jadi inget sama Pakde jauh saya yang dulu saya kenal penggemar sinetron, iyaah, pakde (sama bude-nya juga sih) Beliau yang sudah pensiun tersebut sepertinya memiliki banyak waktu luang sehingga bisa sering-sering menonton televisi. Saya awalnya heran melihat Pakde saya tersebut, dimana pria identik dengan acara olahraga, berita dan mungkin beberapa tayangan informatif lainnya.
Tapi beliau memilih sinetron!
Saat jam menunjukkan pukul 7 malam, remote harus ada di tangan dan orang lain harus terima menonton apa yang beliau tonton. Saya tidak tau kalau sekarang, ini saya cerita dulu, jaman sinetron stripping mulai merajalela, hmm, sinetronnya Naysilla Mirdad dan Dude Herlino kalau nggak salah, INTAN bukan ya?
Yeah well, karena saya cukup tertarik dengan Bang Dude seperti hal-nya Nora *hmm*, saya menganggap sinetron ini masih wajar-wajar saja *hihihi, ini pembenaran*

Pakde saya tersebut itu tau, tau banget malahan isinya sinetron itu ya begitu itu, ngomongin harta, ngomongin martabat, ngomongin tangisan, ngomongin cerita yang nggak selesai-selesai. Tapi beliau masih saja sangat menikmati sinetron tersebut, walau mengerti, "ah pasti habis ini begini, ah pasti habis ini begitu"
He's smart (I think) dan beliau berpikir sinetron tidak akan membodohi beliau, tapi tetap saja beliau menikmatinya.

Tapi sinetron striping semacam INTAN dulu itu, bagi saya pribadi tidak seperti sekarang yang semakin gila rating. Para PH memiliki caranya yang maha sadis untuk membuat "para penonton"nya tetap menonton sinetron tersebut (catat! para penontonnya, bukan orang yang nggak suka dengan sinetron).
Kalau di manajemen ada yang namanya Strategi Ofensif dan defensif, cara-cara baik sampai aneh untuk membuat pelanggan bertahan atau mantan pelanggan tertarik kembali ke produk tersebut.
Ambil contoh Putri yang Ditukar, PH tersebut merasa perlu membuat sinetron tersebut tayang lebih panjang dan lamaaa, 3-4 jam saya baca di blog lain ? dan PHnya juga membuat para tokoh di sinetron tersebut menjadi sosok yang naif dan bodoh, sehingga Keluarga Amira dan Zahira nggak sadar-sadar mereka itu emang *unbelievably* ketukar.
Masa' ya masalah ketukar aja harus dibuat sampai beratus-ratus episode ?

Apakah sinetron yang tayang di channel tersebut saja yang melakukan teknik "mengambil" pelanggan seperti itu ? 
Ternyata di sinetron yang tayang di channel sebelahnya juga melakukan hal yang sama.
Pernah tau dengan sinetron Islam KTP ? Well, Multivision yang merupakan PH dari sinetron tersebut juga mengambil teknik memperpanjang jam tayangnya.

Sebenarnya dari 2 contoh sinetron ini tidak ada yang saya suka sih, walaupun kalau dilihat dari sisi positifnya (mungkin, bagi saya) lebih positif sinetron Islam KTP.
Karena saya toh bukan penikmat sinetron, seperti hal-nya pakde saya tadi.

Oh ya, ada satu lagi cara PH untuk membuat sebuah judul sinetron itu ditunggu-tunggu penggemarnya, yaitu dengan cara membuat "season-season" macam serial luar negeri gitu, biar keliatan bonafid (saya pikir) :D
Saya jadi ingat juga, ada salah satu teman saya yang merupakan penggemar sinetron, kalau nggak salah Cinta Kamila yang dia suka ?
Ngomongin Cinta Kamila, judul ini kalau nggak salah juga dibuat berbeda-beda setiap "season"nya, ada edisi Cinta Kamila Ramadhan, edisi "Cinta Kamila Sepenuh Hati" lah apa lah (ngarang :p)
Nah saya pikir nih sinetron udah kelar (ini karena saya liat dari status fb teman saya tersebut) tapi ternyataa ... sinetron ini mau tayang lagi kelanjutannya, saudara-saudara *tepok jidat*

Saya pernah suka sinetron, jujur saja, saya suka sinetron-sinetronnya Deddy Mizwar (sampai sekarang, yang memang tayangnya hanya pada bulan Ramadhan).
Kita tau beliau tidak mainstream, walaupun dibuat sama strippingnya, cerita sinetron ini tidak diperpanjang sampai dibulet-buletin kaya' benang kusut. Ada awal, ada klimaks dan ada akhir di setiap episodenya. Dan plus lagi, ada hikmah dan quote yang bagus di dalamnya.

Kembali lagi itu masalah selera. Pertanyaannya, dari selera tersebut apakah iya hal tersebut bisa membodohi para penontonnya?
Para artis-artis yang terkenal karena sinetron stripingnya itu (yang saya tau) selalu mengeluarkan statement yang serupa setiap diwawancara infotainment.
"Para penonton sudah mulai pintar kok, jadi tidak akan mungkin terbodohi dengan apa yang tayang di televisi"
Saya sih nggak merasa terbodohi, tapi saya nggak tau berjuta-juta penonton sinetron tersebut.

Ada sih bodohnya saya, saya jadi lebih sering mencibir mereka (artis-artis). Mungkin seperti usianya yang muda namun sudah berdandan dan bersikap seperti 10 tahun lebih tua dari usia mereka. Atau dandan kok ya gak tau tempat, bangun tidurpun masih full make up :D
Atau apa lah yang bisa membuat saya heran. Tapi itu aja kok, nggak lebih :p

Saya nggak pro siapa-siapa sih, saya cuma sharing apa yang saya pikirkan saja. Kembali lagi, itu masalah selera :)
Selera saya sih ya sinetron yang tadi saya sebutin, atau acara kuis atau acara petualangan atau spongebob dan avatar! hihihihi

Menurut pembaca blog saya gimana nih ? :D

Gambar diambil dari sini : http://justjudyjudyjudy.com/wp-content/uploads/2010/01/evil-tv-wings-abstract.jpg


I think that's all, thank you

15 comments:

  1. dulu suka liat pas emang dah gak ada plihan lagi di tv, tapi sekarang semenjak lebih banyak pilihan sudah gak pernah nonton lagi.

    bener km bilang, semua cuma masalah selera dan ternyata memang sinetron masih banyak yang suka kan?

    for me, I'd rather watched my DVD :p

    ReplyDelete
  2. Hihi kalo ngomongin sinetron itu memang nggak ada habisnya mbak, mama papaku penggemar sinetron juga sejak papa pensiun (ini yg bikin males ngumpul kelar makan malam kalo pulang ke rumah)...

    Tapi aku juga bukan orang yg anti2 sinetron juga sih, sesekali suka nonton juga, tapi sih biasanya pas episode awal doank, biasanya masih seru, tapi keseringan bosen juga kalo udah kelamaan :p

    ReplyDelete
  3. itu sebabnya sayah benci tv lokal! :p

    ReplyDelete
  4. hahaha, jadi inget adikku nih. Gara-gara kalo aku ngajak diskusi apa yg di tivi lagi hangat gitu kalo dia nggak nyambung pasti bilang gini : "kok aku nggak liat di tv sih Mbak? Duh, ini pasti gara-gara Mama yang mendominasi remote dan tontonan sinetron!" :))

    ReplyDelete
  5. Saya tidak pernah lagi nonton sinetron. Mungkin karena sudah ada tv kabel jadi banyak pilihan. Kecuali ada sinema khusus di tv lokal baru deh mau nonton. Sama berita.
    Stress Fen kalo nonton sinetron, nambah2 dosa aja malahan krn ikutan jengkel trs ikutan mencaci pula hehehe...

    ReplyDelete
  6. saya jarang nonton sinetron, tapi kadang2 suka nonton juga, biasanya FTV, ceritanya lucu, nyontek film yang terkenal, tapi sinematografinya lebih bagus ketimbang sinetron kejar tayang (biasanya lokasi syutingnya Bali atau Jogja)

    ReplyDelete
  7. wahaha untungnya sya sudah ndak nonton tipi lagi, selain berita :D

    ReplyDelete
  8. Iya bener, kog jd pd ngomongin sinetron siy,,,, aku jarang nonton TV jdnya ga ngerti heheee,,,,

    ReplyDelete
  9. aku ga suka sinetron sekarang... lebih baikk belain subscribe tv kabel...

    kalo nurut aku sih, sinetron dulu lebih bagus.. yang aku maksudin dulu jama kita sd ato smp. aktor artisnya yang bener2 bisa "akting" ga asal comot tampang oke n muka blasteran.

    dan karakter yg dimainkan pun sesuai dgn orangnya...

    dulu aku suka banget sinetron yang diambil dari novel judulnya karmila yg diperankan paramita rusady sama teddy syah....inget ga ,fen?

    ReplyDelete
  10. saya juga jarang banget lah kalo nonton sinetron mungkin karena makin absurd bikin males nontonnya..

    acara tv yg saya tonton paling juga film kartun terutama spongbob.. haha

    ReplyDelete
  11. jujur keluarga saya nggak suka banget sama sinetron , tapi entah kenapa kami sering ngumpul depan TV dan nonton sinetron :D , walau sambil nyeletuk nyeletuk dan bilang kalau sinetron yang kami tonton itu nggak banget , tetep aja toh kami tonton juga , hahaha

    ReplyDelete
  12. Aku ngga suka liat tipi mbak
    apalagi sinetron
    aku itu sukanya baca, belajar, sekolah, bikin penelitian gitu (udah kliatan belum boongnya? hihihi)

    ReplyDelete
  13. ya memang kembali ke selera sih.
    namun yang jelas acara kaya gitu menghabiskan waktu produktif dan waktu bersama dalam keluarga.

    ReplyDelete
  14. Dulu aq suka sinetron, Mbak..

    Tapi, sinetron itu cirinya kalo' udah pada banyak yang demen, serialnya diperpanjang.. Jadinya bosen :3

    Kalo' gag gitu, udah ketebak ceritanya,
    -kalo' lagi sedih, pasti ujan
    -kalo' ada mobil, langsung triak2 ndak malah minggir
    -lek nggak, tokoh utamanya meninggal
    Selalu gitu :P

    Tapi, ternyata emang tergantung selera, ya, Mbak :D

    ReplyDelete

MARI-MARI SILAHKAN BERKOMENTAR, GAK BAKALAN RUGI KOK, CUMA TINGGAL COMMENT DOANG ...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...