Thursday, August 27, 2009

Proses menghafal

-Surabaya, Thursday, August 27th, 2009-

Sholat tarawih bulan Ramadhan kali ini jadi bikin saya inget jaman saya waktu masih kelas 3 SD *loh emang kenapa?*
Hehehehe, bukan sholatnya sih, kebetulan kan saya jarang nih sholat di mesjid, karena ehm ... ibu saya itu agak-agak sulit kalau diajak ke mesjid, karena kakinya yang masih suka merasa keseleo.
Apa hubungannya pergi ke mesjid sama Ibu saya ? Yah, well, saya beritahu ya temen-temen, kalau Ibu saya ini nggak mau ditinggal sendirian di rumah, apalagi kalau malem, siang aja nggak mau ditinggal sendiri X( *kalo kaya' gini neh, ngarep ada ART deh di rumah, biar jagain beliau, loh curcol :p*
Akhirnya saya sholatnya sering di rumah aja, sekalian nemenin beliau, karena Ayah saya yang rajin sholat di Mesjid.

Kok obrolan ini menjalar ke Ibu saya dan Tarawih ya, hehehe. Sebenernya saya mau ngomongin waktu saya kelas 3 SD. Sebelum pindah ke Surabaya, saya memang lahir dan sempat tinggal 6 tahun di Denpasar, waktu menginjak kelas 3 akhirnya pindah ke Surabaya. Waktu di Denpasar, pendidikan Islam disana memang saya rasa kurang banget.
Kalau nggak salah, seharusnya kalau saya berlanjut ke kelas 3 di sana, saya baru mendapat pelajaran agama. Nah endingnya waktu saya pindah ke Surabaya yang mayoritas penduduknya itu muslim saya merasa bego banget. Apalagi temen-temen sekelas saya yang udah dari kecil udah kenal Iqro'. Pelajaran agama muncul dan saya sama sekali nggak bisa ngaji, dan waktu itu pun sholat saya masih seriiinng bolong-bolong.

Kemudian ada satu ujian di kelas 3 dimana saya harus menghafal salah satu surat pendek yang ada di Juz Amma. Waktu itu surat yang harus saya hafalkan adalah At Takaatsur, proses menghafal paling lama. Karena waktu sholat jamaah dengan Ayah saya, beliau jarang melafalkannya *eh bener loh, proses menghafal cepat itu dengan mendengarkan*
Akhirnya saya nggak pass waktu ujian pertama. Tapi karena saya coba-coba dan coba terus akhirnya saya hafal. Dan waktu ujian kedua akhirnya saya pass.

Dan surat itu menjadi surat pertama yang lumayan panjang *dijaman segitu, bagi saya* yang saya hafal, selain surat pendek Al Ikhlash, An Nass dan Al Falaq *sejuta umat banget dah* :p. Bangga setengah mati karena akhirnya bisa menghafal surat itu, hahahaha.
Hampir di setiap sholat akhirnya saya melafalkan surat At Takaatsur.


Sekarang, saat sholat Tarawih sendirian, akhirnya saya wondering juga berapa surat pendek sih yang saya hafal, dan ternyata saya masih nggak pinter-pinter amat. Bisa diitung lah pokoknya, kalau melihat Juz Amma di halaman bagian belakang-belakang, saya merasa belum aware dengan surat-surat yang panjang tersebut.

Saya jadi merasa pengen belajar lagi, tapi waktu kelas 3 SD aja saya ribet kaya' gitu. Apa sekarang otak saya bisa menyerap lebih cepat lagi atau malah nggak hafal-hafal ??

Ah mungkin saya harus minta mp3 Alqur'an dari ayah saya, sepertinya beliau menghafal surat-surat yang lumayan panjang dari cara itu :D


Picture : saya nggak punya foto saya yang lagi ngaji, tapi nemu foto Siti Nurhaliza lagi ngaji, pake itu aja deh, hihihihihihi


I think that's all, thank you

Tuesday, August 25, 2009

I just don't get it

-Surabaya, Tuesday, August, 25th 2009-

I just don't get it, mengapa Miss-Miss-an itu ada ?

Okay, saya akui saya pernah suka dengan event-event semacam ini, melihat cewek-cewek cantik, tinggi, langsing dsb ... lebih-lebih lagi kalau pintar.
Bagi cewek-cewek semacam saya, anggap saja itu sebuah keinginan terselubung, maybe I want to be like them. Tapi setelah beberapa tahun ini saya perhatikan, semua hal tersebut tidak menarik lagi buat saya.

Saya mikir aja sih, terus kalau sudah jadi misalkan Miss Universe, emangnya ngapain ?
Kok saya rasa mereka cuma jadi pemanis doang ya ?
Okay, mungkin cewek-cewek itu pintar, bertemu dengan orang-orang penting, mengelilingi dunia, menemui anak-anak kekurangan pangan, AIDS dan sebagainya.
Terus endingnya apa ?
Dengan bertemu orang-orang penting apa sih yang disampaikan mbak miss itu ? WORLD PEACE ?? *jadi inget cibiran di film Miss Congeniality* XD
Kemudian, dengan bertemu anak-anak malang tersebut, mereka menjadikan mbak-mbak miss itu role model mereka ?
Mungkin mereka bisa saja berpikir "Oh maybe someday I can be like her ?" *dengan mata berbinar-binar*
Which is impossible, kalau anak-anak itu nggak cantik, nggak punya badan oke, dan pendidikan yang bagus ? Atauuu dengan mendatangi mereka, lalu mereka jadi bahagia ? Dengan satu kunjungan saja ??? Ehm, I don't think so

Dan hadiah-hadiah itu *nengok blog chrisanty* ... fiuuuh, sepertinya perempuan ini cuma dijadikan manekin berjalan aja deh.
Contohnya aja, si mbak miss ini menemui seorang ibu negara di suatu negara antah berantah, dan kemudian Ibu negara tersebut melihat sepatu cantik yang dipakai mbak miss itu
"Duh mbak, iku sepatune apik yo ? Merek'e opo toh?"
"Oh inyyi Nina punyyya byyu, meyyek luar negyyi yoh" *maksudnya sok nyinta laura, kan dari luar negeri* =))
"Sakjane aku yo tau ndelok nang Tajur mbak, tapi durung sempet tuku, sampeyan yakin tah iku produk luar negeri?"
Mbak miss hanya memberikan senyum tiga jari terbaiknya :D
*haayyaah* :p

Item lain, budaya ? Saya sangsi juga sebenarnya, kenapa ya ajang miss universe itu hanya diwakili satu orang saja dari suatu negara ?
Ya kita bayangkan, misal Indonesia, negara-nya berpulau-pulau, yang kebudayaan masyaAllah banyaknya. Kemudian hanya diwakilkan pada satu perempuan, yang mungkin nggak aware-aware amat dengan kesemua budaya tersebut. Mungkin nggak sih pada event tersebut semua kebudayaan terwakili ?

Ah I don't know, mungkin saya cuma sedikit skeptis.
Toh acara semacam ini masih ada, masa saya bisa protes ? dan toh masih banyak mbak-mbak cantik yang minat ikutan. Hmm, maybe someday ada salah satu mbak-mbak cantik itu yang bisa mengubah dunia dan benar-benar menciptakan perdamaian dunia ?? Well, who knows ??


Eh anyway, adek Stefania *secara masih 18 tahun* dari Venezuela itu kok senyum gigi putihnya bisa selebar itu ya, lebih lebar dari senyum 3 jari Indra Bekti loh. And she looks old, I mean, for 18 years old girl XD


I think that's all, thank you

Wednesday, August 19, 2009

Nggosipin Yuda

{Surabaya, 19 Agustus 2009}

Hayaah, judulnya :p

Just being fuzzy, kalau kata mbak Fifa bilang, hehehe.
Anyway, Yuda itu tokoh yang diperankan Iko Uwais di film Merantau, tapi saya nggak mau ngereview filmnya, bottom line, I'm not really enjoying the movie, terlalu berdarah-darah buat saya :p *bukan takut, tapi ganggu banget* reviewnya bisa dilihat di blognya si Ipied kok

Oh oh iya ini yang saya mau gosipin :

1. Bagi saya dia agak mirip-mirip Rizky Hanggono+Ibnu Jamil tapi lebih kurus, walaupun aktingnya lebih mending daripada Rizky *giggle* eh atau karena dia lebih banyak melakukan silat dibanding dialog ya ?? :p

2. Dia cukup ganteng, walaupun gak tinggi-tingi amat *keliatannya* ah yang pasti dia lebih tinggi dari saya *sadar diri* dia ganteng pas matanya dipicingin gitu *aw aw aw* :p

3. Keren ya cowok yang bisa bela diri *halah*

4. Sepertinya berkahnya gede, karena kata orang, orang yang bergigi gingsul itu rezekinya lancar, hahahaha *entah saya lupa dapet istilah itu dari mana* salah satu artis bergigi gingsul itu Krisdayanti :D dan Iko bergigi gingsul

5. Dia Aquarius (red:12 Februari 1983) *yailah, terus kenapa?* gak pa2, sama kaya' saya, hahahaha


Udah ah, uhuk ... bayangkan, saya masih batuk, teman-teman .... uhuk uhuk ...


nb : keliatan banget kan saya ngambil foto Iko dari mana, hihihi ... jadi gak perlu saya link :p



I think that's all, thank you

Thursday, August 13, 2009

Sekilas menengok

Hihihihi, maaf saya keterusan untuk nggak posting, sumpah saya sedang malas mau update-update blog, tapi masih betah blogwalking kok. Salah satu alasan adalah belum ada temen yang mau ngajarin saya benerin itu tuh, kenapa tanggal di postingan saya nggak bisa muncul. Seharusnya muncul di kotak yang ada gambar cewek di pojok kanan itu. Padahal saya tanya berkali-kali di plurk, pada nggak kompak atau pada sombong sih *wih, sok ngambek* :p
(Just for remind me it's Thursday, August 13, 2009)

Saya juga barusan sakit, demam, pusing, batuk, flu tahunan pokoknya, sekarang aja masih ngantil batuknya, uhuk uhuk *akting*. Soal sakit ini, saya sebenernya cukup bersyukur juga, loh kok bersyukur ?
Iya lah, untung aja sakitnya nggak pas bulan puasa yang tinggal seminggu lagi itu, hihihihi. Nggak asik ah, melihat orang lain puasa, tapi saya sendiri ngrepotin orang dengan sakit-sakitan. Ya to, bener to ?

Oh oh iya, satu lagi, beberapa hari lalu akhirnya oleh-oleh Jie dari Jogja nyampe rumah. Nggak salah deh saya nulis, "Jie ganteng deh" *haduh* sebagai syarat saya mendapatkan Dagadu key chain tersebut, hahahaha.

Itu yang merah yang dikasih sama Jie, yang ijo punya saya sendiri, sama-sama plesetannya, yang satu dari United Colors of Benetton satunya KFC :p

Thanks ya Jie




I think that's all, thank you

Saturday, August 1, 2009

ONCE


I love love love this movie
... love
Awalnya saya membaca resensi film ini di Cinemags, agak-agak meragukan awalnya, but look at me now, blown away by this movie jelir *lebay*
Film yang bercerita tentang musik yang manis banget tapi gak klise.

Film besutan sutradara John Carney ini mengambil lokasi di Dublin, Irlandia, mendapuk 2 tokoh sentral, guy and girl *saya bahkan baru menyadari di tengah-tengah film kalau mereka tidak pernah menyebutkan nama masing-masing*
Mereka bertemu di jalan secara tidak sengaja. Guy adalah seorang pengamen jalanan yang lagu-lagu dan suaranya memang keren banget diperankan oleh Glen Hansard dan seorang pekerja imigran serabutan asal Cheko, Girl diperankan oleh Marketa Irglova.
Awam nggak sih mendengar nama mereka ?
For me ? of course not, cih siapa mereka ? around hahaha, maap maap jelir

Tapi setelah melihat film ini, wow, jatuh cinta pada karakter mereka love
Anyway, cerita intinya adalah si cewek suka banget mendengar lagu si cowok dan baru mengetahui bahwa mereka berdua punya chemistry luar biasa dalam hal bermusik.
Seperti di salah satu scene favorit saya dimana si cewek yang memiliki hobi bermain piano di sebuah toko musik mengajak si cowok untuk menyanyikan lagu yang ciptaan si cowok.
Lagunya berjudul Falling Slowly *saya sering banget denger lagu ini di radio, baru tau kalau lagu ini merupakan soundtrack film Once*
Si cowok yang jago main gitar dan si cewek yang jago main piano langsung nyambung di lagu ini, padahal si cewek baru saja melihat liriknya di buku yang ditunjukkan si cowok.

Dalam film ini Glen dan Marketa benar-benar menyanyikan, menciptakan dan mengkomposerkan sendiri lagu-lagu mereka. Jelas aja lah mereka memenangkan Oscar untuk Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Song
Aduuh jadi pengen banget punya album Once, tempting lapar

Despite the fact, kalau gambarnya nggak bagus-bagus amat dengan kamera yang masih sering goyang, tapi ceritanya 4 thumbs up.
So it's worth worth worth ... to see ... senyumkenyit

Lalu apakah ada kisah cinta di antara mereka ? Well, ini kenapa saya bilang film ini nggak biasa, kenapa ? Harus lihat sendiri bagaimana ceritanya, hihihi ihikhik
Hey, I'm not intend to spoiling in here peace

Eh ini saya tunjukin lagu Falling Slowly, ada cuplikan scene yang mereka main bareng di toko musik itu. Please do enjoy ...




I think that's all, thank you

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...