
Judulnya ngarang banget, aslinya
flight phobia atau
fear of flying aja sih

Saya ini sebenarnya orang yang nggak takut-takut banget dengan perjalanan naik pesawat terbang.
But sometimes, when I had a bad flight ... fiuuhh ... rasanya jantung ini deg-degan terus. Mengingat banyak banget insiden kecelakaan pesawat yang terjadi beberapa waktu lalu, membuat saya agak parno saat melakukan perjalanan dengan pesawat

Ambil contoh kemaren deh, saya pulang dari Balikpapan dengan maskapai LA.
Delay 20 menit, seperti biasa, saat sudah di dalam pesawat, tiba-tiba petugas dari bandara yang ada di dalam pesawat mengatakan,
"Maaf, tolong 3 deret kursi di depan ini dikosongkan, karena pesawat agak berat ke depan"Aneh, nggak pernah saya punya pengalaman pesawat berat di depan, entah karena muatannya, apa karena pesawatnya lagi
trouble.
Suasana jadi nggak enak, karena saya dan Ayah Ibu saya yang kebetulan seharusnya duduk di deretan 2 dari depan harus mundur dan mengambil jatah kursi orang lain. Saya dan Ibu saya duduk berdua di deret ke 4 dan Ayah saya duduk di deretan 11.
Saat
take off hal itu semakin terbukti, rasanya naiknya beraaaat banget
Analisa Ayah saya sih, kalau 3 deret kursi di depan ditiadakan, maka menghilangkan beban 1 Ton di depan pesawat, 1 Ton itu bukan orangnya doang loh ya, tapi muatan di bawah juga.
Take offnya hampir bisa dibilang berlangsung selama setengah jam, dan suara mesinnya, saya nggak pernah mendengar suara mesin pesawat begitu kerasnya seperti itu.
Seperti saat di dalam rumah, dan di luar terjadi hujan badai, seperti bunyi
"krotok-krotok".
AC di dalam pesawat yang dinginnya luar biasa juga menambah kepanikan saya

Di tengah kepanikan saya, saya membaca Al Fathihah terus ... secara saya nggak terlalu hafal Yasin atau ayat Kursi

Tapi tenang ... saya nggak teriak-teriak kok, cuma
nervous dan deg-degan aja.
Ibu saya yang lebih parno daripada saya pun, tidak mengatakan apa-apa kecuali bibirnya komat-kamit, entah membaca doa apa.
Setelah lampu sabuk pengaman dimatikan, rasanya perjalanan pesawat tersebut terus masih saja berat. Kemudiam pilotnya berkata dengan gaya suara seorang pramugara di speaker yang intinya mungkin seperti ini,
"Mohon maaf karena terjadi sedikit hambatan dalam perjalanan ini, bla bla bla ..."Suaranya hampir tidak terdengar, karena suara mesin yang sangat keras di depan.
"... Surabaya baru saja hujan, namun saat ini suasana sudah cerah kembali. Terima kasih karena sudah terbang bersama saya"Jarang banget tuh aku denger pilot pake ngobrol segala di
speaker. Menurut saya sih, mungkin untuk membuat tenang penumpang.
Saat hampir
landing pun, saya merasa laju pesawat masih saja tidak mulus. Gronjalan-gronjalan masih terasa. Saya baru tenang saat pesawat sudah berada di atas bumi lagi ...
Orang-orang sepertinya sudah tidak tahan untuk keluar dari pesawat karena pada berebutan keluar.
Tapi Alhamdulillah, saya sampai di Surabaya dengan selamat tanpa kurang suatu apapun, kecuali ke
nervousan saya, hehehehe.
Eh, apa mungkin kalau kita melakukan perjalanan dengan maskapai dengan tiket yang lebih mahal kita lebih merasa aman ?
Saya jadi ingat Budhe saya yang gak mau baik pesawat, kecuali menggunakan pesawat dari maskapai GI itu. Ya secara beliau mampu sih oke-oke aja ya, tapi kami mah memilih yang bisa terjangkau deh.
Ada pengalaman
bad flight, people ??
Picture taken from
here dengan sedikit editan, biar keliatan berjilbab
I think that's all, thank you