Sunday, April 26, 2009

Masih soal buku, namun bukan tentang review

Suka membaca ?
Saya pribadi, orang yang cukup suka membaca (red: buku), tapi saya kurang yakin saya bisa disebut books addict, seperti harus membeli buku setiap minggu atau bulan.
Walaupun kalau setiap ke toko buku keinginan itu selalu ada, ingin membeli at least 3-5 buku setiap mampir. Tapi hal tersebut selalu terpentok dengan tak adanya biaya untuk membeli.
Pinjam di perpustakaan ? ah you know lah, jarang banget buku-buku keren *bagi saya* yang ada di perpustakaan daerah di sini. Pinjem temen ? Takut ah, takut nggak bisa ngembaliin, lupa, rusak, dsb, hehehehe *lah seringnya pinjem sodara akhirnya, red: sis Phiep jelir* eh sama aja ya jelir

Tapi tergantung juga dengan buku yang dimiliki orang lain tersebut cocok nggak dengan selera kita, iya kan?
Saya pernah sempat meminjam beberapa buku dari saudara saya tersebut, saya pinjam, saya baca sebagian, namun entah mengapa tidak saya lanjutkan, tidak tertarik dan istilah saya, tidak terbawa. Pernah juga suatu waktu saya membeli sebuah buku di bazar buku dengan diskon jor-joran, saya menemukan buku yang bagus, tapi saya juga sempat membeli buku yang bagi saya nggak banget. Baca 1-2 halaman langsung saya masukin ke lemari, nggak saya lirik lagi jelir

Mungkin saya ini tipe-tipe orang yang melodramatik, yang lebih suka cerita berbumbu roman di setiap buku yang saya baca. Walaupun kalau diingat, sebenarnya buku yang saya sebutkan tadi ada roman-romannya juga sih.
Atau mungkin itu terserah insting saya membawa saya ya, atau penulisnya yang pintar membawa insting saya untuk terbawa di dalam cerita yang mereka tulis ?
Eengg ... I don't know, cukup bodoh saya membahas ini bukan ?? hehehehe ... ihikhik

Saya cuma ingin share saja, ada 2 hal bagi saya yang harus disiapkan saat akan membaca sebuah buku *dalam genre apapun itu*
1. Waktu
2. Hati
Tentang waktu, hmm, karena kebetulan saya ini orang yang punya *kebanyakan* waktu, saya bisa membaca sebuah buku ya... berapa ? 250 halaman ? bisa lah dalam sehari aja, sudah ditambah dengan kegiatan lain-lain, depends on number 2.
Hati ? kenapa dengan hati ?? oohh ... saya ini orang yang mudah terbawa saat membaca buku yang saya sukai (harus dicatat: benar-benar suka, sampai jatuh cinta).
Contohnya saja saat saya membaca 5 CM (kisah Riani, Zafran dan Genta memang manis banget :p), Sisterhood and travelling pants, trilogi Golden Compass *ooh saya benar-benar terbawa dengan ketiganya*, Twilight *hmm, it's just working on twilight, 2 buku lain oke sih, tapi tidak terlalu terbawa*, Harry Potter tentu saja, dan beberapa buku lain yang tidak terlintas di pikiran saya ... ah saya benar-benar menggunakan hati saya, saya cukup terbawa sehingga saya bisa berhari-hari memikirkannya.
Catet! Kepikiran banget !!! Benar-benar berpikir saya ada di dalam cerita itu, saya seperti melihat cuplikan-cuplikan gambar bayangan tentang mereka, membayangkan menjadi salah satu dari mereka ... oohhh, I love it, I love become part of those story ... love
Hehehe, semakin terlihat bodoh ya? jelir

Udah ah, kalau temen-temen, bagaimana kalian menikmati buku yang kalian baca ?


I think that's all, thank you

Friday, April 24, 2009

Reputasi ? Sepenting itukah ?

Penting banget buat orang-orang seperti Rashi, eh Rashi teh sapa ?? garupale

Rashi itu adalah tokoh rekaan di salah satu novel "Glam Girls", yang muncul sequelnya, "Reputation", which is yang akan saya bahas kali ini.
Masih belum tau ? hmm, seharusnya kalian pada rajin ke area novel/cerita non fiksi di toko buku yang bertebaran dimana-mana.
Eh, tapi kalau kalian nggak suka novel-novel semacam ini sih, nggak bisa nyalahin juga ya jelir

Lanjuutt, seperti saya bilang novel Reputation ini adalah sequel novel Glam Girls, dimana disana Adrianna yang menjadi tokoh utamanya. Kalau Reputation, mendapuk Rashi sebagai tokoh utamanya, dan mengapa saya tertarik membeli buku kedua ini *yang pertama malah belum sempet baca jelir * ya karena I'm a huge fans of Tessa Intanya, penulisnya peace
Cewek ini penulis novel Philophobia, Bersamamu dan Liar, by the way. Kenapa saya suka dengan tulisannya, karena kita bagaikan membaca novel bahasa Inggris, hingga membuat saya belajar banyak istilah-istilah baru bahasa inggris dari buku-bukunya, hahahahaha *sounds stupid jelir*
Tapi dari setiap tokoh yang ia ceritakan sepertinya ia selalu saja menulis tokoh cewek jutek, freewill dengan harsh talk *yang mbak tyka sering bilang, lambe silet, hihihi*, jadi wonder sebenernya Tessa kaya' gitu juga gak ya ? fikir *peace, girl* peace

Hehehehe, enough about her, saya mau review sedikit tentang bukunya yang bercerita tentang kehidupan sosialita muda Jakarta yang penuh dengan kemewahan, tapi kenyataannya butuh usaha keras untuk membuat reputasi mereka tetap oke di mata publik.
Reminds me about M.O.P, you know, dia salah satu sosialita muda Jakarta juga kan? Masih 17 tahun, sudah kaya dari sononya, cantik, model, namun sudah menikah dengan pangeran negeri seberang yang sekarang gosipnya lagi tertimpa kemalangan, lagi hot-hotnya kan di headline, berita nasional ataupun infotainment Indonesia ? *gak nyebutin namanya takut masuk ke google, nanti blog saya jadi penuh orang, hahahaha, sok* jelir

Back to novel, tokoh utama, Rashida Agashi Pradakso, adalah salah seorang putri dari seorang pengusaha *yang ceritanya* sudah kaya 3 turunan (red: kakek buyut-kakek-ayah Rashi), bersekolah di sekolah yang khusus diperuntukkan untuk kalangan-kalangan berduit saja, Voltaire International School.
Rashi, begitu biasa ia dipanggil, walaupun freshmen di sekolahnya sudah merupakan alpha female yang berkuasa, dengan reputasi yang ia ciptakan semenjak kecil.
Fashion freak, tentu saja, seperti kebanyakan sosialita yang mungkin anda-anda lihat di majalah fashion, dan disini sepertinya sekolah, party, bahkan ke mall pun merupakan ajang penunjukan diri.
Contohnya nih, ke sekolah harus terlihat glam and fabulous dengan paduan merek merek fah-sion ternama macam Hermés, Gucci, Anna Sui, Prada, bahkan beberapa merek yang disebutkan di novel ini awam di telinga saya garupale
Agak lebay, hei, but you know what, I'm sure this is real things.
Oh ya, Rashi, juga merupakan "ketua" clique-nya *genk cewek gitu mungkin ya*, yang terdiri atas BFFnya, Adrianna dan Maybella, yang keduanya *tentu saja* juga merupakan anak dari orang kaya. Adrianna telah disebutkan di novel pertamanya, nantinya Maybella akan muncul menjadi tokoh utama di buku yang ketiga.

Dengan reputasi yang Rashi punya, membuat ia dibenci sekaligus dipuja banyak orang. Sampai suatu saat, terciptalah sebuah blog bernama jktsocialsuicide.blogspot.com yang merupakan blog buat Rashi-haters *saya cari gak ada, hahahaha, dan saya agak yakin ini terinspirasi dari blog jakartasocial.wordpress.com*
Dari sana, gosip-gosip tak sedap akhirnya muncul, dari gosip date-nya dengan model Italia, dia ngedrugs, keluarganya yang punya hirarki yang aneh, sahabat-sahabatnya, bahkan cowok yang dekat dengannya.
Bagaimana Rashi menghadapi musuh-musuhnya? Bagaimana juga ia dapat menjaga reputasinya disaat banyak orang memandang sinis padanya?? Sepertinya kalian harus baca sendiri jelir

Somehow, saya suka novel ini, selain kenyataan yang menulis adalah Tessa, disini hidup sosialita tidak hanya dipandang sebagai kemewahan semata, namun juga kebutuhan diri sendiri dan orang lain
Yah seperti seorang public figure yang harus terlihat "in" di pandangan masyarakat, dan kalau ditelaah itu memang bukan suatu yang salah.
Walaupun sih, ampun ya ... enak banget sih punya duit banyak, hahahahaha ...
Membuat kita sebel, tapi juga admiring attitude yang mereka punya.

Oh ya, selain itu, saya membuat review ini atas dasar karena saya seneng banget, nama saya disebutin Tessa di Thank-queue buku ini !!!!!! ... hihihihi ... ihikhik

"Thanks a bunch Tess, tunggu aja bukuku keluar ya, pasti nanti kamu langsung aku sebut setelah Tuhan, keluarga dan sahabatku"
*yang entah kapan, masih ngimpi*
hahahahaha ... doain ya ...

Buat kalian, pada beli bukunya ya ... worth to read kok, yang pada pengen tau secuil kisah kehidupan sosialita remaja di Jakarta sana.


Eh "mereka" punya blog loh, cek di ggheadquarters.blogspot.com senyumkenyit



I think that's all, thank you

Tuesday, April 21, 2009

Saat mantan ketemu mantan, kemudian ngobrol di Radio

Hah ? mantan ?? ngobrol di radio ?? oops ... dua hal yang berbeda, mohon dipisah ihikhik

Ehm, jadi begini, saya hari Sabtu kemaren ketemu mantan gebetan saya semasa SMA, hahaha, sekarang kok rasanya beda ya? Mungkin ini yang disebut ilfil rindu. Bo, membayangkan dulu saya jadi orang aneh yang ngejar-ngejar cowok seperti itu *peace, bro*. Untungnya kita nggak perlu membahas hal itu ya sengihnampakgigi, well, I guess you have your own weird feelings with your real ex sengihnampakgigi

Malam minggu kemaren, saya memang dapat kesempatan untuk ketemu beberapa teman SMA saya, reuni kecil-kecilan maksudnya. Awalnya sih janjian cuma ±5 orang aja, ternyata yang datang 19 orang, Alhamdulillah senyumkenyit tapi ending-ending yang intinya diadain buat rapat untuk reuni yang lebih gede cuma jadi ajang kangen-kangenan dan foto-fotoan, hahahahaha.
Gak pa-pa lah ... manusiawi banget loh saling merindu itu senyumkenyit
Ada salah satu temen saya bilang, "Eh, kamu sekarang berubah ya!! berubah 280º" hahahaha, ada gitu ya istilah 280º seringnya kan 180º atau 270º, hihihi ... hmm, jadi kalau merupakan gabungannya, saya sangat-sangat berubah dong ya ?? fikir

Oh iya soal mantan ketemu mantan, ada dua orang cowok, temen saya yang ketemu mantan pacarnya masing-masing yang udah merit, hmm ... dan kaya'nya mereka masih sama-sama ngarep, oh jodoh memang di tangan Tuhan, guys, so just let it go ihikhik *ih saya kok menduga2 yang nggak bener ya, maaf*

Ini beberapa hasil foto2an kami ... what a happy family ... :D

Semoga bisa diadakan lagi peluk

Beruntungnya, karena saya menjadi salah satu panitianya, ending2nya saya dapet member Quali, karena makan sampai dapet itungan beratus-ratus ribu, hihhihihi ... gak perlu pake tax makan disana :p

Oh iya, ngobrol di radio

Sesuai permintaan Risda, saya akhirnya memposting ini juga, hmm ...
Beberapa waktu lalu ditelfon Frenavit soal ngobrol di radio Giga, Surabaya. Saya baru nyadar kalau hari itu *sekarang ini* adalah hari Kartini, hahahaha, yeah, tapi ternyata nggak membahas tentang Kartini kok sengihnampakgigi *agak bingung nantinya, saya kan gak pinter ngomongin hal yang SERIUS*
Jadi intinya membahas tentang komunitas yang kami ikuti saja.

Baru menyadari betapa Sharon cocok banget menjadi penyiar radio karena dia super duper cerewet !!! hahahaha ... tapi kalo gak ada Sharon nggak rame ah love *lirik Sharon dengan kepedeannya*

Anyway, ini salah satu snapshotnya senyumkenyit

Mbak Maya, penyiarnya lagi hamil 5 bulan, doain ya semoga kelahirannya lancar senyum

yang sempat datang :
(atas ki-ka : Sharon, Fenty, Risda)
(bawah ki-ka : Frenavit, Brillie, Fithraw)



I think that's all, thank you

Saturday, April 18, 2009

Music is all around us...

...all you have to do is listen love



Bagi yang pernah menonton August Rush, mungkin pernah mendengar quote yang satu ini di akhir film. Jadi ceritanya mau review filmnya nih ? Enggak, saya cuma sekedar pengen ngomongin soal musik siul

Sekarang musik Indonesia lagi berkembang banget ya? Bo'ong ah kalo sekarang genre lagu kebanyakan melayu dan mendayu-dayu.
Menurut saya banyak band-band yang sekarang bermunculan dengan lagu yang bagi saya enak didenger. Sort of Vierra, the Ox, Lyla, Gruvi, the Moon, Efek rumah kaca, dan ... hmm, banyak deh. Tapi mungkin yang orang aware gara-gara sering dicemooh (tapi tetep banyak orang suka) mungkin Kangen band, ST 12, Hijau daun, dll itu deh.
Gak muna, saya sebenernya cukup suka dengan beberapa lagu mereka, tapi saya melebarkan pilihan saya pada lagu-lagu band yang sebelumnya saya sebutkan juga.
Emang ya, kalau nggak ada musik, hari-hari kita itu terasa sepi, seperti pernah suatu saat radio di mobil saya tiba-tiba ngadat, duh berasa sepi banget adus

Dan hei, sekarang kita semakin ngerti perkembangan musik-musik Indonesia melalui acara-acara music show di televisi kan? Dimulai dari Inbox di SCTV, Dering di Trans TV, Dahsyat di RCTI, Kissvaganza di Indosiar, dan beberapa acara yang sekarang sudah muncul di sore hari juga.
Mungkin sih emang ini seperti suatu trend yang mungkin akan berkurang bahkan hilang dengan seiring waktu. Hmm, jadi inget dulu pernah ada acara Clear Top Ten di RCTI yang sempet booming di awal 2000an. Tapi untuk saat ini saya bener-bener menikmati banyaknya acara musik di televisi, membuktikan semakin dihargainya musik di Indonesia menari

Oh iya, saya juga suka tuh satu acara musik juga, tau Missing Lyrics gak ?? Acara kuis yang mengasah otak untuk mengenal lirik-lirik lagu Indonesia, dimana pesertanya yang kadang-kadang penyanyi juga gak ngerti salah satu lirik dari sebuah lagu *bikin kita gregetan kalau kita tau* hahahaha gelakguling
Mengingatkan saya juga, di setiap ajang pencarian bakat selalu menggunakan lagu bahasa Indonesia loh, nyadar gak ?? senyumkenyit

Pokoknya, maju terus musik Indonesia tepuktangan




I think that's all, thank you

Friday, April 17, 2009

Something on my wrist

See, beberapa waktu ini saya sedang hobi mengenakan gelang di pergelangan tangan saya senyumkenyit

Awalnya karena saya mendapat kesempatan ke Kalimantan akhir tahun lalu dan membeli sebuah gelang berbahan kayu yang harganya "Alhamdulillah" murah, tapi saya suka banget warna dan bentuknya yang sederhana love

Sekarang, setiap saya pergi ke suatu tempat, saya selalu memiliki keinginan untuk membeli aksesoris yang satu ini angkatkening
Kemaren waktu saya sempat pergi ke Jogja, ada satu gelang yang saya suka, eh tapi budget lagi gak mencukupi, akhirnya harus nelangsa gak beli ... huhuhu sigh

Saat ini sih saya berhasil mengumpulkan beberapa gelang, hasil dari membeli dengan mikir-mikir panjang ataupun diberi sengihnampakgigi, eh eh ... jadi mikir, kalau kalian ada yang pergi jalan-jalan ke luar kota/negeri dan kebetulan menemukan gelang yang unik *saya agak gak suka memakai yang emas-emasan kecil gitu, bukannya gak pengen, itu buat investasi aja tuh, hahahaha* ... jangan lupa'in kalo ada, oleh-olehin ke saya ya peluk
*cross my finger, kali aja beneran dioleh2in* yak ampun seakan aku ngarep banget yak ... ihikhik

Oh iya sempet googling, nemu beberapa gelang unik love ...


Sebenernya waktu googling masih lebih banyak yang lebih bagus sih, tapi kebetulan yang bisa ke save ini doang jelir




I think that's all, thank you

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...